Tim BirinMu Menduga Ada “Permainan” Membeli Formulir C.Hasil-KWK di TPS

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kubu petahana Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) masih optimis dan yakin memenangi kontestasi Politik Serentak 2020. Keyakinan itu berdasarkan perhitungan internal tim pemenangan kandidat 01 tersebut.

Menurut Ketua Tim Pemenangan Sahbirin Noor – Muhidin (BirinMu), M Rifqinizamy Karsayuda, sampai detik ini pihaknya masih yakin menang berdasarkan rekapitulasi quick count. Langkah yang dilaksanakan Tim BirinMU mengawal penghitungan suara hasil rekapitulasi C.Hasil-KWK agar tidak ada penyimpangan, penyelewengan, dan kecurangan.

Rifqi mengatakan, sudah memerintahkan 4 dari 6 orang saksi untuk menginap di kecamatan secara bergiliran. Hal ini menindaklanjuti kabar yang berhembus, di tingkat kecamatan sedang dijalankan aksi pembelian formulir hasil perhitungan di tempat pemungutan suara (TPS).

“Saksi kami coba dirayu untuk menjual form c1. Terdapat oknum pejabat yang ingin membeli form c1 dan mengatasnamakan pihak lawan. Saya tidak berani katakan tim sukses. Pengakuan beberapa petugas PPK dan Panwascam dan seterusnya juga menyatakan dia dirayu untuk dapat bocoran form c1 TPS oleh oknum pejabat anggota DPR. Hal demikian sangat masif dilakukan,’’ ungkapnya, Jumat (11/12/2020)

Rifqi menginstruksikan semua pihak terutama tim pemenangan BirinMU untuk mawas diri terkait upaya kecurangan tersebut. Menurutnya berbicara etika politik, ia mengajak siapapun yang coba melakukan hal demikian untuk mengedepankan adab politik.

Hal tersebut mengemuka setelah ada dugaan bahwa pihak yang tidak lengkap mengantongi hasil perhitungan di TPS. Lantaran kekosongan saksi saat perhitungan suara

Sebutnya, jika tidak punya saksi jangan mengambil C1 tanpa hak hak dengan meminta dan seterusnya. Ia menyebut mengeluarkan dana dan energi yang sangat besar untuk melatih para saksi sejak beberapa bulan lalu.

Sementara, lanjutnya, ada pihak lain tanpa melatih dan membina saksi ingin mendapatkan form C1 secara pragmatis.

“Perbuatan mengambil C1 secara pragmatis mencederai etika politik. Kami juga bingung apa motivasi mau ambil form C1. Saya berpikir positif saja mungkin kawan-kawan ingin menyiapkan diri pada satu proses rekapitulasi di tingkat kecamatan, kabupaten, dan provinsi,’’ ungkapnya.

Baca Juga : Dua TPS Diharuskan Pemungutan Suara Ulang

Dengan gamblang, ia menyatakan jika form C1 atau saat ini dengan istilah C.Hasil-KWK yang ingin membeli dengan biaya cukup mahal, maka khawatir terjadi juga proses dalam tanda kutip keinginan membeli suara di tingkat kecamatan.

“Saya tidak tahu bagaimana caranya, saya ingatkan kepada seluruh Panwascam dan PPK di seluruh kecamatan untuk menjaga integritasnya,” wanti-wantinya kepada penyelenggara.

Sebagaimana upaya pencegahan, Anggota DPR RI ini juga menyampaikan informasi dugaan kecurangan tersebut ke sejumlah lembaga di tingkat pusat. Agar tahapan perhitungan suara pasca pencoblosan berjalan tanpa ada kecurangan.

“Saya juga sudah menelepon Ketua Komisi II DPR RI untuk mengingatkan mitra kerjanya yaitu Ketua KPU RI dan Bawaslu RI bahwa di Kalsel terjadi fenomena seperti ini. Harapan kami KPU RI, Bawaslu RI, dan DKPP turun ke Kalsel untuk memantau langsung proses rekapitulasi yang cukup ketat ini,” tegasnya.

Ia pun mengimbau pihak yang ingin melakukan kecurangan untuk segera mengurungkan. Dengan harapan pelaksanaan seluruh tahapan Pilkada berjalan jujur dan adil.

“Saat ini sangat mengkhawatirkan dan saya berharap pihak yang ingin melakukan kecurangan agar menghentikan prilaku yang dimaksud,’’ pungkasnya. (rizqon)

Editor : Akhmad

Related Articles

Trending

Terbaru

IKUTI KAMI

1,763FansSuka
26,867PengikutMengikuti
582PelangganBerlangganan