Ulama Kharismatik KH Husin Naparin Wafat, Ribuan Jemaah Iringi Pemakaman

Ulama Kharismatik KH Husin Naparin Wafat, Ribuan Jemaah Iringi Pemakaman
Saat disholatkan di Masjid Jami Sungai Jingah Banjjarmasin

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel). Ulama kharismatik, KH Husin Naparin bin H Muhammad Arsya, wafat pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 08.30 Wita, di Rumah Sakit Sultan Agung, Banjarbaru, setelah menjalani perawatan intensif.

Kepergian mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel itu meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga ribuan jemaah dan masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok alim dan bersahaja. Sejak kabar wafatnya tersebar, pelayat mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.

Salat kifayah dilaksanakan di Masjid Jami Sungai Jingah, Banjarmasin, usai waktu Zuhur. Ribuan jemaah diperkirakan akan memadati kawasan tersebut untuk mensalatkan almarhum.

Baca Juga : Akali Sistem Pembelian Dengan Modus Ganti Pelat dan Duplikasi Barcode, Pertamina Terkesan Kewalahan Awasi Praktik Pelangsiran

Baca Juga : Polisi Ungkap Aksi Viral Konvoi Sajam di Banjarmasin, Delapan Remaja Diamankan

Usai disalatkan di Banjarmasin, jenazah langsung diberangkatkan menuju Amuntai, Hulu Sungai Utara. Di sana, almarhum kembali akan disalatkan di lingkungan Pondok Pesantren Rakha, sebagai bentuk penghormatan dari kalangan santri dan masyarakat setempat.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Balangan, kampung halaman almarhum. Di daerah tersebut, jenazah kembali akan disalatkan sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga.

Almarhum akan dimakamkan berdekatan dengan makam orang tuanya, sebagai tempat peristirahatan terakhir. Prosesi pemakaman diperkirakan berlangsung setelah seluruh rangkaian salat jenazah selesai.

Jenazah KH Husin Nafarin saat diberangkatkan usai di salatkan di Masjid Jami Sungai Jingah

Semasa hidupnya, KH Husin Naparin dikenal sebagai ulama yang konsisten dalam dakwah dan pendidikan keagamaan. Sosoknya juga kerap menjadi rujukan dalam berbagai persoalan keumatan di Kalimantan Selatan.

Sebelumnya, kondisi kesehatan almarhum memang menurun akibat penyakit jantung dan paru-paru. Faktor usia yang telah mencapai 78 tahun turut memengaruhi kondisi fisiknya yang kian melemah.

“Beliau sakit jantung dan paru dan juga memang sudah sepuh sehingga kondisinya lemah. Sering keluar masuk rumah sakit,” ujar Ustadz Fahrie, keponakan almarhum, beberapa waktu lalu.

Kepergian KH Husin Naparin menjadi kehilangan besar bagi umat Islam di Kalimantan Selatan. Doa dan penghormatan terus mengalir, mengiringi perjalanan terakhir sang ulama menuju peristirahatan abadi. (azka)

Editor : Akhmad