Tag: Covid-19

  • Gugus Tugas Kalsel Monitoring dan Evaluasi Penanganan Covid-19 di Tabalong

    Gugus Tugas Kalsel Monitoring dan Evaluasi Penanganan Covid-19 di Tabalong

    TANJUNG, klikkalsel.com – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Penanganan virus Corona di Banua Anam, salah satunya Kabupaten Tabalong.
    Kedatangan Tim GTPP Covid-19 Kalsel yang dipimpin oleh Ketua Harian Abdul Haris Makkie dan Wakil Ketua Harian Hanif Faisol Nuroiq, disambut Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani selaku Ketua Tim GTPP Covid-19 Tabalong di RS Tanjung Lama, Senin (25/5/2020).
    Dalam kesempatan itu, Abdul Haris Makkie menyampaikan apresiasinya atas apa yang sudah dilakukan Pemkab Tabalong dalam menangani pandemi Covid-19 hingga menjadi nol kasus positif.
    Namun begitu, dirinya mengingatkan agar semua pihak tetap berhati-hati dan waspada mengingat posisi Kabupatan Tabalong merupakan daerah perbatasan.
    “Kita tentu tidak dapat melakukan kunci habis terhadap orang yang masuk, oleh karena itu harus ada skenario protokol penanganan orang-orang yang masuk itu seperti membuat edaran atau kebijakan gubernur dan sejenisnya termasuk juga untuk pedagang,” beber Abdul Haris.
    Abdul Haris menyampaikan, terkait kebijakan penanganan Covid-19, pihaknya memperbolehkan kepada masing-masing daerah melakukan improvisasi selama hal tersebut tidak melanggar batas-batas kewenangan yang ada.
    “Tetapi kalau ada persoalan-persoalan administratif kita akan masuk kepada wilayah itu. Jadi intinya bahwa dalam penanganan kasus seperti ini kita tangani bersama-sama,” ujarnya.
    Sementara, Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani berharap mendapatkan dukungan dari Gugus Tugas (Gugas) Provinsi Kalsel untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dari luar Tabalong.
    Salah satunya, Anang meminta adanya surat edaran dari Gubernur Kalsel yang isinya mengatur tentang kegiatan para pedagang dari luar Tabalong.
    “Paling tidak ada surat edaran dari Gubernur supaya pedagang dari daerah tetangga untuk tidak berjualan di kabupaten Tabalong agar mempercepat pemutusan rantai penyebaran virus ini,” ujar Anang.
    Menurut Anang, jika surat edaran tersebut dapat diterbitkan, akan berpengaruh bagi pihaknya untuk menggeliatkan ekonomi di tingkat lokal Tabalong.
    “Otmatis pedagang kami akan mengambil alih peran seperti ini,” katanya.
    Anang juga menjelaskan, saat ini Tabalong telah memasuki fase tiga atau pemulihan, untuk itu dirinya beserta jajarannya akan konsentrasi untuk mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi masyarakat Tabalong.
    “Upaya untuk menambah jumlah tempat cuci tangan dan masker serta sosialisasi akan lebih kami gencarkan lagi. Dengan cara seperti itu Tabalong bisa membantu Kalsel terutama tidak muncul kasus impor dari Kalteng dan Kaltim yang bisa masuk lewat Tabalong di tiga jalan,” jelasnya.
    Lebih lanjut, Anang menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Tim Gugus Tugas Provinsi yang telah memberikan bantuan dana sebesar Rp 250 juta untuk penanganan Covid-19 di Tabalong.
    “Ini kami arahkan sesuai arahan provinsi untuk pengadaan masker kain dan ini semuanya kami beli dari UMKM lokal dan bantuan 250 rapid,” tandasnya. (arif)
  • Warga Diajak Jadi Garda Terdepan Memutus Penularan Covid-19

    Warga Diajak Jadi Garda Terdepan Memutus Penularan Covid-19

    BANJARMASIN, klikkalsel.com
    Pelambuan merupakan kawasan di Kecamatan Banjarmasin Barat yang terdata sebanyak 8 kasus positif Covid-19, diantaranya 7 dalam perawatan dan 1 pasien meninggal dunia.
    Berdasarkan data tersebut, Pemko Banjarmasin melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pelambuan terus menyuarakan tentang upaya untuk memutus penularan Covid-19 di kawasan tersebut.
    Dalam upaya tersebut, Kepala Puskesmas Pelambuan yakni dr Taufik Rahman menyampaikan bahwa garda terdepan dalam pemutusan rantai penularan Covid-19 adalah peran serta masyarakat itu sendiri.
    Upaya-upaya yang harus dilakukan masyarakat guna memutus rantai penularan tersebut yakni dengan selalu menggunakan masker apabila ke luar rumah, berdiam diri di rumah saja, kecuali untuk keperluan sangat mendesak, biasakan Cuci Tangan Pakai Sabun dan menjaga jarak 1,5 meter.
    “Apabila terjadi sakit, gejala mengarah ke Covid-19 baru masyarakat berkunjung ke fasilitas kesehatan. Kami petugas kesehatan tentu saja akan melaksanakan tugas sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SOP),” ujarnya.
    Dikarenakan saat dunia sedang Pandemi Covid-19 dan Banjarmasin sebagai epicentrum Covid-19 di Kalimantan Selatan, dalam pelayanan kesehatan pihak Puskesmas Pelambuan memisahkan antara pelayanan infeksius dan pelayanan non infeksius,
    “Dalam melayani masyarakat kami memisahkan jenis pelayanan yakni pelayanan infeksius dengan non infeksius, selain itu kami juga melaksanakan protokol kesehatan yang lainnya, dan petugas kesehatan yang bertugas di pelayanan infeksius menggunakan APD standar,” jelasnya.
    Dalam melayani masyarakat, dr Taufik menyampaikan bahwa kejujuran dan kepatuhan pasien sangatlah diharapkan agar pelayanan yang diberikan sesuai.
    Karena menurutnya ketidak jujuran pasien membahayakan diri pasien sendiri, membahayakan petugas, membahayakan pengunjung fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dan keluarga atau masyarakat sekitar penderita.
    “Tentu saja kami sebagai petugas kesehatan sangat berharap agar pasien kooperatif dengan kami. Berkenaan dengan identitas pasien, kami mempunyai kode etik dalam pelaksanaan tugas, yang salah satu nya menjaga kerahasiaan pasien,” paparnya.
    Selain itu, Berkenaan dengan tugas di Puskesmas Pelambuan, ia sangat apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya untuk rekan-rekan yang bertugas.
    Mengingat baru-baru ini banyak keluhan yang tersampaikan melalui media sosial seperti misalnya #Indonesia_Terserah hingga membuat ungkapan tersebut semakin viral dan menyudutkan pihak petugas kesehatan.
    “Sampai sejauh ini mereka terus melaksanakan tugas dengan semangat yang luar biasa dan sampai hari ini juga belum ada kata-kata terserah pian yang terlontar dari teman-teman Puskesmas Pelambuan,” ucapnya.
    Selain itu ia juga kembali mengimbau kepada masyarakat agar segera pergi ke Puskesmas di jam kerja Puskesmas apabila ada orang yang memiliki keluhan atau gejala yang mengarah ke Covid-19.
    “Kalau muncul gejala silahkan ke Puskesmas di jam kerja Puskesmas. Beri informasi yang jujur kepada petugas skrining yang bertugas di front office, setelah itu pasien/masyarakat akan dilayani sesuai standar,” tuturnya.
    Ia juga berharap agar para warga yang telah dilakukan pemeriksaan rapid tes dan hasilnya menunjukan reaktif bersedia membawa keluarganya serumah untuk periksa. Kemudian bersedia meluangkan waktu mengikuti prosedur swab test.
    “Jadi selama hasil swab belum keluar bersedia untuk melaksanakan karantina mandiri. Untuk masyarakat rajin berdoa agar Covid-19 segera berakhir, selalu pakai masker, hindari keramaian, konsumsi vitamin, rajin cuci tangan, begana di rumah saja. Dinsos juga akan memberikan bantuan kepada warga yang hasil rapidnya reaktif tanpa melihat status,” tandasnya.(fachrul)
    Editor : Amran
  • Orang Terpapar Virus Corona di Kalsel Tembus 603, Pasien Sembuh dan Meninggal Bertambah

    Orang Terpapar Virus Corona di Kalsel Tembus 603, Pasien Sembuh dan Meninggal Bertambah

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Jumlah kasus virus Corona di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mengalami penambahan. Hingga Senin (25/5/2020), akumulasi kasus positif telah mencapai 603 orang. Dikutip dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel hari ini penambahan kasus baru, pasien sembuh dan meninggal dunia.

    Berikut perkembangan kasus Covid-19 per 25 Mei 2020 :

    1. Jumlah kasus Covid-19 bertambah 2 menjadi 603. 2 kasus baru ini dari Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala.

    2. Jumlah pasien Covid-19 sembuh bertambah 2 menjadi 80. Penambahan ini dari Kota Banjarmasin dan Kabupaten Kotabaru.

    3. Jumlah pasien Covid-19 meninggal dunia bertambah 2 menjadi 63. Kedua pasien berasal dari Kota Banjarmasin.

    4. Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terdata 151 di rawat dibeberapa rumah sakit rujukan. Total PDP se Kalsel ini terdinamika dengan jumlah puluhan PDP yang negatif Covid-19 dan dinyatakan sembuh, serta PDP yang baru dirawat.

    5. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) bertambah 12 menjadi 913. Kota Banjarmasin yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menempati urutan pertama sebanyak 529 ODP. Kedua, Kabupaten Banjar juga melaksanakan PSBB tercatat 104 ODP. Ketiga, Kabupaten Tanah Bumbu 94 ODP, sedangkan daerah lainnya masih di bawah angka 44.

    Terus meningkatnya kasus positif di provinsi ini, Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kalsel, meminta kerjasama masyarakat dalam memutus penyebaran mata rantai penyebaran Covid-19 di Bumi Lambung Mangkurat. Dengan cara melaksanakan anjuran pemerintah untuk mencegah penularan virus Corona.

    Antara lain, bersama-sama menerapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS) dengan rajin mencuci tangan pakai sabun atau cairan antiseptic serta mengkonsumsi makanan bergizi, menggunakan masker jika ke luar rumah, tetap jaga jarak dan kontak fisik.(rizqon)

    Editor : Amran

  • Data Positif Tanah Bumbu Janggal, Gugus Tugas Lakukan Klarifikasi

    Data Positif Tanah Bumbu Janggal, Gugus Tugas Lakukan Klarifikasi

    BANJARBARU, klikkalsel.com – Hari ini kasus positif Covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali mengalami peningkatan. Ada penambahan 21 kasus, dengan ini total data positif Covid-19 menjadi 572.

    Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, M Muslim menerangkan penambahan kasus terdiri dari 1 pasien dalam pengawasan (PDP) dinyatakan terpapar virus Corona dan 20 hasil tracing atau penelusuran. Adapun 21 kasus baru ini berasal dari Kota Banjarmasin 16, Kabupaten Tapin 4 dan Kabupaten Banjar 1.

    “20 lainnya merupakan hasil tracing yang dilakukan Terdiri 15 dari Banjarmasin, kemudian 4 dari Tapin dan 1 dari Kabupaten Banjar,” paparnya di Command Center Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, Jumat (22/5/2020) sore.

    Sementara itu, Muslim menerangkan ada pengurangan kasus positif di Kabupaten Tanah Bumbu pada 21 Mei tercatat 106 kasus positif menjadi 100. Kemudian, ada penambahan hari ini sebanyak 5 dan menjadi 105 kasus Covid-19.

    “Ada beberapa koreksi terhadap penambahan data kasus terutama pada Tanah Bumbu yang kemarin atau 21 Mei berjumlah 106. Setelah dilakukan validasi ternyata ada 100 jumlah kasus yang ada Tanah Bumbu,” serangnya.

    Sementara itu, turut dilaporkan ada 2 penambahan angka kematian kasus (KS) Covid-19 menjadi total 58. Muslim mengatakan 2 penambahan ini terdiri dari PDP meninggal pada 17 dan 19 Mei asal Banjarmasin yang terkonfirmasi positif hasil swab PCR.

    Secara kumulatif saat ini terdata se Kalsel 572 kasus positif Covid-19. Terdiri dari 437 dalam perawatan, 77 sembuh dan 58 meninggal dunia.

    “Saat ini dilakukan perawatan di rumah sakit sebanyak 101 kasus, sedangkan 336 lainnya atau 76,88 persen saat ini dilakukan perawatan dalam karantina secara khusus,”
    ujar Muslim yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kalsel.

    Berikut 101 pasien Covid-19 yang menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit rujukan.
    – 36 pasien di RSUD Ulin, Banjarmasin .
    – 31 pasien di RSUD Moch Ansari Saleh, Banjarmasin.
    – 11 pasien di RS Bhayangkara, Banjarmasin.
    – 9 pasien di RSUD Idaman, Banjarbaru
    – 3 pasien d RSUD Sultan Suriansyah, Banjarmasin.
    -2 pasien di RSUD Rumah Sakit Boejasin, Tanah Laut.
    – 5 pasien di RSUD Ratu Zaleha, Banjar.
    – 1 pasien di RSUD Damanhuri, Hulu Sungai Tengah.
    – 1 pasien di RSUD Abdul Aziz, Barito Kuala.
    – 1 pasien di RSUD Pambalah Batung, Hulu Sungai Utara.
    – 2 pasien di RS Ciputra, Banjar.
    – 1 pasien di RS Suaka Insan, Banjarmasin.

    Sementara itu, saat ini ada 110 PDP yang dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan. Muslim menerangkan, angka PDP ini terjadi dinamika perubahan atas PDP yang sembuh dengan hasil PCR negatif dan positif.

    Disamping itu, juga dilaporkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 878 se Kalsel. Urutan terbanyak pertama Kota Banjarmasin yang menerapkan PSBB 513 ODP, kedua Kabupaten Banjar juga melaksanakan PSBB sebanyak 102 ODP, dan ketiga Kabupaten Tanah Bumbu 97 ODP. Sedangkan, jumlah ODP di daerah berada di bawah angka 42.(rizqon)

    Editor : Amran

  • Bupati Tabalong, Ancam Cabut Surat Izin Usaha Rumah Makan dan Restoran yang Melanggar Protokol Kesehatan

    Bupati Tabalong, Ancam Cabut Surat Izin Usaha Rumah Makan dan Restoran yang Melanggar Protokol Kesehatan

    TANJUNG, klikkalsel.com – Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani ancam akan mencabut Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) bagi rumah makan, restoran maupun cafe-cafe yang tak mematuhi protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.

    Hal itu ia sampaikan, usai membagikan takjil di Pasar Kapar, Kecamatan Murung Pudak, Jumat (22/5/2020).

    “Kita lihat sampai malam hari ini, saya sudah sampaikan kepada instansi terkait. Kita berikan himbauan dulu, kita ingatkan, misalnya tidak mematuhi ketentuan itu tidak menutup kemungkinan ijinnya bisa kita cabut,” tegasnya.

    Menurut Anang, ia mengakui sejak kasus nol positif virus Corona, sebagian masyarakat mulai melonggarkan kewaspadaannya.

    “Tetapi ini jangan dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu saja. Jaga kondisi yang sudah baik ini,” kata Anang.

    Lebih lanjut, Anang menyampaikan, kepada warga Tabalong agar tetap menjaga jarak, menghindari kerumunan dan tidak terlalu euphoria.

    “Saya minta pengusaha restoran, rumah makan, warung juga demikian. Silahkan berusaha tapi tolong protokol kesehatan di jaga,” ujarnya.

    Untuk diketahui, pasca Tim GTPP Covid-19 Tabalong mengumumkan nol kasus positif virus Corona beberapa waktu lalu, masyarakat setempat mulai banyak keluar rumah untuk melakukan aktifitasnya.

    Bahkan, pantauan media ini, sebagian rumah makan dan cafe-cafe tampak dipadati oleh sejumlah pengunjungnya.

    Tak hanya itu, masyarakat pun banyak yang terlihat tidak melaksanakan protokol kesehatan seperti, memakai masker dan menjaga jarak.(arif)

    Editor : Amran

  • Prihatin Angka Penyebaran Covid Terus Meningkat, Polsek Bantim kembali Bagikan Ratusan Masker

    Prihatin Angka Penyebaran Covid Terus Meningkat, Polsek Bantim kembali Bagikan Ratusan Masker

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Menyadari semakin tingginya penyebaran Covid-19 di Banjarmasin, Polsek Banjarmasin Timur kembali membagikan ratusan masker, Jumat (22/5/2020) sore.
    “Hari ini kita kembali bagikan 200 masker kepada masyarakat,” ujar Kapolsek Banjarmasin Timur, AKP Alfian Tri Permadi.
    Ditambakan Kapolsek, ratusan masker tersebut dibagikan kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan seperti tukang becak dan penarik Ojol.
    Ia berharap apa yang dilakukan pihaknya dapat membantu Pemerintah Kota Banjarmasin untuk menekan angka penyebaran Covid-19.
    “Saya juga berharap agar masyarakat juga lebih taat terhadap aturan yang diberikan pemerintah sehingga kondisi ini cepat berlalu,” imbuhnya.
    Bukan hanya itu, Kapolsek yang didampingi Kanit Reskrim, Iptu H Timur Yono juga mengimbau masyarakat untuk tidak ke luar rumah jika tidak ada kepentingan. Misal terpaksa keluar rumah, Kapolsek mengingatkan untuk tidak lupa mengenakan masker dan sekembalinya kerumah warga diminta untuk mencuci tangan dengan bersih.(david)
    Editor : Amran
  • Anang Izinkan Perantauan asal Tabalong Lebaran di Kampung Halaman

    Anang Izinkan Perantauan asal Tabalong Lebaran di Kampung Halaman

    TANJUNG, klikkalsel.com – Menjelang hari raya Idul Fitri 1441 Hijiriah, Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani mengimbau seluruh warganya untuk tetap mewaspadai penyebaran Covid-19.

    Salah satunya, imbuan itu Anang sampaikan kepada warga Tabalong yang datang dari perantauan.

    Dalam imbauannya, Anang meminta kepada warganya di perantauan yang ingin berlebaran di Kabupaten Tabalong agar dapat memberikan keterangan yang sejujur- jujurnya kepada petugas di perbatasan atau petugas kesehatan yang ada di desa masing-masing bahwa telah melakukan perjalanan dari luar daerah.

    “Dengan cara seperti itu kami mengharapkan tidak ada kasus impor di Tabalong demikian juga kepada warga masyarakat di Tabalong, kita juga sedang berusaha agar tidak ada terjadi transmisi lokal,” Ujar Anang.

    Ia juga menyampaikan, kegiatan silaturahim yang biasa dilakukan ketika lebaran yaitu, mengunjungi kerabat dari rumah ke rumah untuk sementara waktu dibatasi.

    Menurut Anang, warga dapat menggunakan sosial media untuk menyampaikan ucapan selamat lebaran kepada kerabatanya.

    “Dengan cara seperti ini nanti setelah lebaran kita tetap akan bertahan tidak ada kasus positif di Kabupaten Tabalong. Insya Allah kita bisa memutus penyebaran Covid-19,” ujarnya.

    Anang juga menambahkan, pandemi Covid-19 ini belum berakhir, untuk itu ia meminta agar warganya tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan tidak keluar rumah kecuali dengan alasan yang penting. (arif)

    Editor : Akhmad

  • Ketua DPRD Kalsel Serahkan Bantuan APD ke GTPP HSU

    Ketua DPRD Kalsel Serahkan Bantuan APD ke GTPP HSU

    AMUNTAI, klikkalsel.com – Komitmen Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Kalimantan Selatan H Supian HK dalam rangka membantu menanggulangi pencegahan dan memutus mata rantai virus Corona atau Covid-19 kian meluas di masyarakat, patut diberi apresiasi.
    Setelah beberapa waktu yang lalu menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD), hand sanitizer, masker dan tissu basah di Polres Hulu Sungai Utara (HSU) dan beberapa Puskesmas, kali ini kembali melakukan hal serupa dengan menyerahkan bantuannya kepada Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten HSU dan anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten HSU.
    Bantuan tersebut secara langsung diserahkan kepada Bupati HSU H Abdul Wahid HK, selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten HSU, di Kantor DPD Partai Gorkar Jalan Norman Umar Kelurahan Kebun Sari Amuntai.
    Ketua DPRD Provinsi Kalsel H Supian HK, yang juga menjabat Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel ini menyebutkan, bantuan yang dia berikan ini sebagai bentuk keperdulian pihaknya untuk ikut membantu daerah dalam usaha menanggulangi dan memutus penyebaran virus Covid-19 makin meluas.
    Sementara untuk anggota Fraksi Partai Golkar DPRD HSU, ia meminta hendaknya bantuan ini diserahkan langsung oleh anggota dewan ke puskesmas-puskesmas sesuai dengan Daerah pemilihan (Dapil).
    “Dengan secara langsung kita menyerahkan bantuan ke Dapil kita, masyarakat menilai bahwa kita tidak lupa dengan mereka yang pada saat ini bergotong-royong memerangi Covid-19, serta perlu kita ingatkan tanpa dukungan mereka kita tidak akan seperti sekarang ini,” tuturnya.
    Dirinya mengharapkan, baju hazmat yang dia berikan mudahan jangan sampai terpakai, karena kalau sampai digunakan berarti ada warga yang terindikasi terpapar Covid-19.
    Sementara Bupati HSU H.Abdul Wahid HK pada kesempatan itu mengucapkan terimakasih atas bantuan Ketua DPRD Kalsel, dengan bantuan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat didaerahnya untuk bersama-sama melawan menekan penyebaran Covid-19.
    Bupati HSU yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten HSU menjelaskan, bahwa saat ini ada 4 orang warganya yang positif terpapar virus yang sangat berbahaya ini. Sekarang mereka tersebut sedang menjalani perawatan, ada yang di rawat di Amuntai dan ada yang di luar daerah.
    Wahid juga selalu menghimbau kepada masyarakat, agar sehari-hari menjalankan pola hidup bersih dan sehat, jaga kesehatan.
    “Kalau keluar rumah jangan lupa memakai masker, sering-sering cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, bila perlu sesering mungkin berwudhu serta hindari kumpulan orang banyak dan jaga jarak.(doni)
    Editor : Amran
  • Dalam Sepekan Terakhir,126 Kasus Corona muncul di Banjarmasin

    Dalam Sepekan Terakhir,126 Kasus Corona muncul di Banjarmasin

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Banjarmasin telah resmi diumumkan Walikota Banjarmasin. PSBB yang sudah diperpanjang untuk kedua kalinya hingga sampai saat ini masih belum menunjukan hasil yang signifikan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Banjarmasin.
    Dari data yang dikeluarkan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Banjarmasin hingga update terakhir kemarin sudah tercatat sebanyak 219 kasus positif di Banjarmasin yang dikategorikan 151 orang dalam perawatan, 20 orang sembuh, 48 orang meninggal.
    Dari sebanyak 48 kasus meninggal tersebut, untuk usia rentan yakni dari usia 32 hingga 65 tahun yang mana puncaknya pada usia 46 hingga 55 tahun, dan sebagian besar disertai dengan Komorbid atau penyakit penyerta seperti, Diabetes, Hypertensi dan TB Paru.
    Untuk saat ini, dari sebanyak 52 kelurahan yang ada di Banjarmasin sudah sebanyak 96 persen terpapar Covid-19, yang artinya, saat ini hampir seluruh kawasan di Banjarmasin merupakan kawasan zona merah atau kawasan yang berbahaya yang mana bisa saja menjadi klaster atau transmisi lokal.
    Selain itu yang paling memilukan khususnya dalam penerapan PSBB di Banjarmasin, terhitung sudah ada peningkatan sebanyak 126 kasus hanya dalam 7 hari terakhir di Banjarmasin.
    Untuk itu juru bicara gugus tugas percepatan Penanganan Covid-19, Dr Machli Riyadi menyampaikan, saat ini sudah ada tercatat 5 klaster di Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Banjarmasin, yakni klaster Sentra Antasari, klaster Pekapuran, klaster Gowa, klaster Multifaktor, klaster Ulin.
    “Tapi klaster-klaster yang lain itu tidak berkembang, yang berkembang saat ini adalah klaster Sentra Antasari, dan klaster Pekapuran, ini kita lihat perkembangannya begitu masif sehingga kita mengimbau kepada masyarakat kalau harus ke pasar Antasari harus menggunakan masker,” ucapnya.
    Dengan tingginya angka kasus di Banjarmasin ini, khususnya angka kematian yang membuat keprihatinan dengan kondisi saat ini ia berharap masyarakat mampu mematuhi apa yang telah diatur oleh pemerintah.
    “Banyak orang yang datang sudah dalam kondisi stadium yang sudah seharusnya dirinya sudah diisolasi dan keterlambatan membawa juga menjadi menjadi keprihatinan kita, kita sangat menyayangkan itu di masyarakat,” tandasnya. (fachrul)
    Editor : Akhmad
  • 275 Reaktif Rapid Test Jalani Swab di Halaman Dinkes Banjarmasin

    275 Reaktif Rapid Test Jalani Swab di Halaman Dinkes Banjarmasin

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kembali Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melakukan pemeriksaan swab bagi ratusan orang yang berstatus reaktif hasil dari pemeriksaan Rapid tes di sejumlah pasar dan puskesmas di Banjarmasin.
    Pemeriksaan tersebut dilakukan di halaman Dinkes Banjarmasin, bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel dan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalsel, Jumat (22/5/2020).
    Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Dr Machli Riyadi, menyampaikan, pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut dari penelusuran pemeriksaan rapid tes di enam pasar beberapa waktu lalu dan puskesmas yang ada di Banjarmasin.
    Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan Swab di Halaman Dinkes Banjarmasin
    Ia mengatakan, pemeriksaan swab ini sebagian besar adalah orang yang telah melakukan rapid tes di puskesmas, sedangkan untuk dari pasar kemarin itu hanya sisa yang belum sempat ikut swab saja.
    “Ini yang sudah melakukan rapid tes, dan mereka dibawa oleh masing-masing kepala Puskesmas. Karena jumlahnya sangat banyak kita juga minta bantuan dari Kabiddokkes Polda Kalsel serta dibantu juga oleh swaber dari Dinkes Provinsi Kalsel,” ujarnya.
    Swab massal yang dilakukan tersebut merupakan penyelesaian dari swab tahap pertama beberapa waktu lalu dari orang yang hasil rapid tesnya reaktif di 7 pasar termasuk pasar sentra antasari yang totalnya sekitar 176 orang.
    Namun pemeriksaan tahap pertama lalu masih belum selesai dilakukan keseluruhan, karena masih menyisakan sebanyak 43 orang. “Tahap pertama kemarin kan belum selesai, baru 133 yang melakukan swab, jadi masih ada sisa, nah sisa itu yang kita habiskan hari ini, digabung dengan orang reaktif yang dari puskesmas sebanyak 232 jadi totalnya 275 orang,” jelasnya.
    Sedangkan untuk hasil swab tersebut Machli menyampaikan bahwa dikarenakan laboratorium PCR hanya ada di Banjarbaru, maka pihaknya hanya bisa menunggu, yang mana biasanya hasil tersebut baru bisa diketahui sekitar 3 hingga 4 hari.
    “Kita menunggu antrian juga jadi biasanya 3 sampai 4 hari baru keluar hasilnya,” pungkasnya. (fachrul)
    Editor : Akhmad