Tag: Covid-19
-

Masa Libur Sekolah Resmi Diperpanjang Hingga 27 Juni 2020
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Dinas Pendidikan Banjarmasin kembali memperpanjang masa libur sekolah untuk tingkat TK, SD, SMP Negeri/Swasta dan Sederajat.
Perpanjangan libur sekolah ini mengingat pandemi Covid-19 di Banjarmasin terus mengalami peningkatan. Sebelumnya masa libur sekolah akibat pandemi ini berakhir pada 2 Juni 2020.
Perpanjangan masa libur sekolah tersebut resmi dikeluarkan Dinas Pendidikan Banjarmasin melalui Surat Edaran Walikota Banjarmasin yang akan diterbitkan besok hari yakni pada tanggal 29 Mei 2020.
Baca Juga : Orang Terpapar Covid-19 Tembus 819, Banjarmasin Tambah 100 Lebih Kasus Baru Hasil Tracking
Dalam surat edaran Walikota dengan nomor surat 800/2039-Sekr/Dependik/2020 tentang kebijakan bidang pendidikan dalam masa darurat penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) di Banjarmasin, memperpanjang kembali kegiatan belajar dari dirumah (BDR) mulai tanggal 2 Juni hingga 27 Juni 2020, dan tetap memperhatikan protokol penanganan Covid-19.
Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Totok Agus Daryanto menyampaikan bahwa sesuai dengan SE yang dikeluarkan Walikota Banjarmasin tersebut, selain dengan perpanjangan masa libur sekolah atau belajar dari rumah. Untuk tenaga pengajar juga ikut diliburkan atau work from home (WFH).
“Perpanjangan masa libur itu juga termasuk para guru, kepala sekolah, pengawas dan tenaga kependidikan yang lain, sesuai ketentuan yang sudah kita rapatkan bersama,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan kegiatan BDR ini tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya, seperti memberikan tugas kepada peserta didik sesuai dengan tingkat dan usia anak.
“Dilarang memberikan tugas yang terlalu banyak dan memberatkan kepada anak mengerjakannya, tapi jika ada guru yang terkendala dalam pelaksanaan BDR agar dicarikan solusinya, misalnya dengan membentuk Tim Teaching antar guru,” ujar Totok.
Sementara itu berkaitan dengan nilai rapor, Totok menyampaikan bahwa BDR bukan menjadi patokan untuk menentukan nilai rapor. Hal itu dikarenakan tidak seluruh siswa memiliki fasilitas untuk melaksanakan BDR.
“Untuk hasil BDR, itu tidak dijadikan ukuran untuk kenaikan dan kelulusan anak-anak. Jadi yang digunakan itu adalah nilai ketika dia belajar di sekolah, sehingga kalau ada beberapa anak yang tidak bisa mengaksesnya maka kita harus memahami itu karena memang keterbatasan,” tandasnya.(fachrul)
Editor : Amran
-

Wakil Walikota Sarankan Ada Langkah Konkret Memutus Covid-19
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memasuki tahap ketiga dan tinggal berapa hari lagi. Namun, angka positif Covid-19 di Banjarmasin terus menanjak hingga mencapai 350 lebih kasus.
Berkaca itu, Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah berharap, tim gugus penanganan Corona Banjarmasin memiliki langkah konkret memutus mata rantai virus asal Wuhan China tersebut.
“Melihat tren kasus yang terus naik, sekarang sudah 350 lebih orang positif. Jadi jangan lagi melihat dan debat soal PSBB atau new normal, akan tetapi sudah saatnya ada langkah konkret yang fokus memutus mata rantai Covid-19,” sebutnya di sela rapat koordinasi berkaitan anggaran dan penekanan Covid-19 di ruang paripurna DPRD Banjarmasin, Kamis (28/5/2020).
Baca Juga : ‘New Normal’, Rumah Ibadah Akan Dibuka dan Resepsi Pernikahan Diperbolehkan Sesuai SOP
Ia menyarankan, langkah konkret yang dipakai salah satunya menjalankan prosedur karantina atau isolasi mandiri secara serius. Misalnya, jika ada orang dalam keluarga yang positif, maka keluarga yang lain harus menjalani karantina sesuai waktu ditentukan dan kebutuhan hidupnya selama massa karantina dikompensasi.
“Misal orang tuanya yang menjadi tulang punggung keluarga positif Covid-19, maka keluarga yang menjadi tanggungannya harus dikompensasi kebutuhan hidupnya selama menjalani karantina,” kata dia.
“Kalau tak mendapat kompensasi, jangan salahkan mereka yang terindikasi terpapar Corona ini, keluyuran mencari biaya keperluan hidup. Dan konsekuensinya warga yang terpapar ikut bertambah,” ujarnya lagi.
Mendukung itu, kata Herman, tim penanganan Covid-19 Banjarmasin bisa melengkapi keperluan alat deteksi Corona seperti Rapid test dan PCR, sehingga warga yang terinfeksi Corona mudah dilacak kemudian diarahkan untuk menjalani karantina.
Ia berharap, sisa anggaran penangangan Covid-19 dimanfaatkan sebaik dan seefisien mungkin, agar langkah-langkah konkret memutus penyebaran Covid-19 bisa berhasil.
“Usai rapat bersama dewan ini, saya berharap ada langkah konkret yang diambil dan segera dilaksanakan. Kemudian dewan bisa mengawal penggunaan anggarannya,” katanya.(farid)
Editor : Amran
-

New Normal Sulit Diterapkan di Banjarmasin
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Indonesia termasuk Banjarmasin bakal memasuki tatanan kehidupan baru atau new normal. Namun aturan untuk hidup berdampingan atau berdamai dengan Covid 19 akan sulit terjalani.
Sebab upaya edukasi dan sosialisasi terkait protokol pencegahan Covid-19 kepada masyarakat saja masih belum berhasil secara optimal.
Terbukti dengan masih banyaknya masyarakat yang tidak mengindahkan pencegahan baik di tempat-tempat umum atau tempat lainnya. Seperti tak menggunakan masker, tidak menerapkan anjuran jaga jarak hingga ketiadaan tempat cuci tangan.
Berkaca itu, Dr Kasyful Anwar, Dosen Uniska Banjarmasin menilai, untuk menerapkan new normal perlu disertai dengan edukasi yang masif kepada masyarakat misal di institusi, perkantoran, sekolahan, pasar, mall, dan lain sebagainya
“Eduksi Itu meliputi pola pelayanan baru, kerja baru, belajar baru, dan pola lainnya yang menunjang new normal tersebut,” kata dia.
Adanya pola yang baru hendaknya dapat diterapkan di lokasi umum, di mana masyarakat berkumpul.
“Tapi, itu harus didukung sarana dan prasarana. Misal adanya tempat cuci tangan yang memadai di sekolah agar mudah melakukan bersih-bersih tangan, penyediaan masker di tempat umum,” katanya.
Selama pola -pola tersebut masih tak berjalan dan indokatornya belum terpenuhi, ia merasa new normal akan berat dilaksanakan.
“Jika ini maksimal bisa jadi terjadi penurunan kasus Covid-19,” sebutnya.
Bagi dia, kebiasaan perilaku hidup sehat dengan masyarakat menggunakan masker dan sering cuci tangan yang meningkat di samping menjalani protokol kesehatan.
Bukan tidak mungkin, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) menurun, termasuk angka kematian ikut melemah.Akan tetapi, ketusnya, jika indikator layanan kesehatan, alat pelindung diri (APD), dan ventilator di ICU minim ditambah perilaku masyarakat yang jauh dari PHBS dan mengindahkan anjuran penanganan Covid-19.
“Maka saya rasa sulit diterapkan new normal,” tandasnya. (azka)Editor : Akhmad
-

Anang Syakhfiani Salurkan Bantuan dari Pemprov Kalsel untuk Warga Tabalong Terdampak Covid-19
TANJUNG, klikkalsel.com – Masyarakat Kabupaten Tabalong yang terdampak Covid-19 menerima bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Bantuan diserahkan oleh Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani di halaman Kantor Sekretariat Daerah, Rabu (27/5/2020).
Penerima bantuan kali ini adalah perwakilan masyarakat diantaranya, janda Veteran Pejuang Kemerdekaan, Ormas Pemuda Panca Marga, LSM, perwakilan travel, juru parkir, wartawan dan warga lain yang terdaftar menerima bantuan yang diwakilkan oleh Camatnya masing-masing.
Menurut Anang Syakhfiani, Tabalong mendapatkan bantuan sebanyak 13.209 Kepala Keluarga dengan dana sekitar Rp1,3 Miliar.
“Setiap kepala keluarga mendapatkan Rp100 ribu yang direncanakan akan didistribusikan selama tiga bulan,” katanya.
Adapun bantuan kali ini merupakan bantuan sosial yang kedelapan kalinya yang disalurkan untuk masyarakat terdampak Covid-19.
“Kami berharap satu sampai tiga hari kedepan bantuan ini semuanya sudah di distribusikan kepada yang berhak menerima,” ujar Anang.
Sementara, salah satu penerima bantuan dari perwakilan Trans Borneo Trevel, Thomas Sumadi, sangat bersyukur atas bantuan yang ia terima tersebut. Karena, menurutnya sejak pandemi Covid-19 melanda, banyak supir travel yang terpaksa harus dirumahkan.
“Dalam hal ini Pemda provinsi dan daerah luar biasa memberikan apresiasi kepada kami selaku pelaku trevel dengan memberikan sembako maupun bantuan uang tunai yang kami terima hari ini,” ujarnya.(arif)
Editor : Amran
-

Wartawan Cemas Saat Uji Covid-19 Melalui Rapid Test
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Belasan wartawan yang bertugas di DPRD Kalsel mengikuti rapid test dari petugas Laboratorium Prodia Cabang Kalsel. Hal tersebut dilakukan untuk pencegahan sejak dini penularan wabah virus Corona (Covid-19) bagi profesi jurnalis yang setiap hari bertugas di lapangan sehingga rentan dan berisiko terpapar virus tersebut.
Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syarifuddin mengtakan, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan kepada para jurnalis demi mengantisipasi, sebab pekerjaan yang dilakukan oleh mereka rentan dan penuh risiko terhadap virus yang sangat berbahaya tersebut.
“Rapid test dilakukan kepada awak media, sebab mereka sangat rentan karena bertugas di lapangan,” katannya.
Dari sejumlah awak media yang bertugas di DPRD Kalsel diantarannya Endang Syarifuddin, mengatakan aa merasa cemas saat dilakukan tes. Terlihat raut wajahnya saat petugas mengambil sampel darahnya perasasaya gelisah, dan terus menungguhasil nya.
“Ini baru pertama kalinnya melakukan rapid test Covid-19 awalnnya ragu-ragu sebab takut jika hasil yang tidak diharapkkan, akan tetapi Alhamdulillah hasilnnya tak terjadi apa-apa seperti yang saya cemaskan,” ucapnnya.
Hal yang sama pula dialami Dini Hikmah, perasaan yang sangat cemas namun ia harus memberanikan diri dan memastikan terhadap virus pandemi saat ini. “Syukurlah Hasil non reaktif, dan saya akan tetap menjga kesehatan,” katannya.
Rapid test juga dilakukan pada sejumlah Staf Seketaris DPRD Kalsel dan hasilnnya juga non reaktif, artinnya untuk sementara mereka aman dari Covid -19.(azka)
Editor : Amran
-

Jumlah Orang Terpapar Virus Corona Tembus 630, Bertambah 27 Kasus Baru dan 4 Pasien Meninggal
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Jumlah kasus virus Corona di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mengalami penambahan. Hingga Selasa (26/5/2020), akumulasi kasus positif telah mencapai 630 orang. Dikutip dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, hari ini terjadi penambahan 27 kasus baru dan 4 orang meninggal dunia terpapar Covid-19.
Berikut perkembangan kasus Covid-19 per 26 Mei 2020 :
1. Jumlah kasus Covid-19 bertambah 27 menjadi 630. Kasus baru ini berasal dari 6 daerah yaitu Kota Banjarmasin 8, Kabupaten Tanah Bumbu 10, Kabupaten Kotabaru 1, Kabupaten Tanah Laut 5, Kabupaten Banjar 2 dan Kabupaten Tapin 1.
2. Jumlah pasien Covid-19 meninggal dunia bertambah 4 menjadi 67. Keempat pasien berasal dari Kota Banjarmasin.
3. Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terdata 162 dirawat di beberapa rumah sakit rujukan. Total PDP se Kalsel ini terdinamika dengan jumlah puluhan PDP yang negatif Covid-19 dan dinyatakan sembuh, serta PDP yang baru dirawat.
4. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) bertambah 12 menjadi 910. Kota Banjarmasin yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menempati urutan pertama sebanyak 529 ODP. Kedua, Kabupaten Banjar juga melaksanakan PSBB tercatat 104 ODP. Ketiga, Kabupaten Tanah Bumbu 94 ODP, sedangkan daerah lainnya masih di bawah angka 43.
Terus meningkatnya kasus positif di provinsi ini, Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kalsel, meminta kerjasama masyarakat dalam memutus penyebaran mata rantai penyebaran Covid-19 di Bumi Lambung Mangkurat. Dengan cara melaksanakan anjuran pemerintah untuk mencegah penularan virus Corona.
Antara lain, bersama-sama menerapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS) dengan rajin mencuci tangan pakai sabun atau menggunakan cairan antiseptic serta mengkonsumsi makanan bergizi, menggunakan masker jika keluar rumah, tetap jaga jarak dan kontak fisik.(rizqon)
Editor : Amran
-

Menyongsong “New Normal” di Tengah Pandemi, Apa yang Bisa Kita Lakukan?
DUA bulan berlalu sejak Covid-19 mulai ramai menghantam Indonesia, imbauan untuk berdiam di rumah saja kini sudah berganti menjadi ajakan untuk berdamai dengan virus Corona. The new normal, istilahnya. Artinya, kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun sektor-sektor lain dalam kehidupan sudah dipersiapkan agar bisa kembali bergeliat, tapi dengan modifikasi tertentu agar penyebaran penyakit ini bisa tetap berkurang.
Satu hal yang perlu ditekankan adalah meski mall, sekolah, dan tempat-tempat publik lainnya sudah kembali dibuka, virus Corona masih tetap ada. Jadi, kita tetap tidak bisa melakukan semua kegiatan seperti sebelum pandemi terjadi.
Kita perlu mengubah pola pikir dari berangan-angan, “Kalau pandemi selesai, saya akan…” menjadi menerima kenyataan bahwa pandemi ini tidak akan benar-benar berakhir hingga vaksin Covid-19 ditemukan. Jika melihat perkembangan penelitian yang sedang berlangsung di seluruh dunia, para ahli memprediksi vaksin corona baru akan ada paling cepat pertengahan tahun 2021.
Baca Juga :Hati-Hati, Positif Covid-19 Melonjak Tajam, Kelurahan Sungai Bilu Jadi Klaster Baru
Langkah yang perlu dilakukan dalam fase the new normal
Idealnya, konsep the new normal baru dapat dilakukan saat kurva infeksi sudah melandai, dan menandakan jumlah kasus Covid-19 baru sudah berkurang setiap harinya. Di Indonesia, kurva ini sama sekali belum landai, bahkan masih terus menanjak dan bisa jadi belum mencapai puncak. Karena itu dengan adanya pembukaan kembali fasilitas publik, masyarakat Indonesia perlu lebih waspada.
Jika tiba waktunya Anda harus kembali bekerja di kantor atau si Kecil sudah kembali bersekolah, pencegahan penyebaran Covid-19 jangan malah menjadi kendur. Saat menjalani the new normal nanti, jangan sampai kita justru tertular atau menularkan penyakit ini ke orang lain.
Medical editor SehatQ, dr. Anandika Pawitri mengemukakan bahwa ada beberapa hal yang perlu dilakukan saat kita menjalani skenario new normal nanti, seperti:
– Tetap melakukan physical distancing, terutama di tempat-tempat ramai.
– Membiasakan cuci tangan setiap habis menyentuh sesuatu dan jangan hanya saat tangan terlihat kotor.
– Selalu menggunakan masker, tidak hanya saat sakit atau beraktivitas di tengah polusi. Masker bahkan harus tetap dipakai bahkan saat berolahraga di gym atau studio yoga.
– Wajib membawa hand sanitizer, terutama jika naik kendaraan umum, sehingga bisa langsung mencuci tangan sesaat setelah menyentuh sesuatu.
– Membatasi aktivitas di luar rumah, meski tempat publik sudah buka.
– Membeli bahan kebutuhan sekaligus untuk jangka waktu satu minggu atau satu bulan jika memungkinkan sehingga tidak perlu bolak-balik ke supermarket.
– Mengutamakan opsi belanja online atau mencari toko yang tidak terlalu padat pembeli.
– Menghindari keramaian dan lebih berhati-hati ketika bepergian, terutama bagi lansia
– Untuk lansia, jika terpaksa harus bepergian harus lebih cermat dan sebisa mungkin hindari tempat ramai.Selain hal-hal di atas, dr. Anandika juga menambahkan bahwa akan ada banyak perubahan akibat pandemi ini. “Pemandangan seperti kasir yang dibatasi dengan tirai plastik atau restoran dengan penutup plastik antarmeja, yang sebelumnya tidak ada, saat ini jadi pemandangan normal,” ungkapnya.
Baca Juga : Penusukan di Kampung Melayu Terungkap, Pelaku Ternyata Napi Asimilasi
Hal ini membuat kita harus siap beradaptasi dengan kondisi yang baru. Selain kesehatan fisik, dr. Anandika juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental. Sebab, melalui pandemi ini bukanlah perkara mudah bagi setiap orang.
“Kita tetap harus cari cara untuk bisa bahagia sambil tetap melakukan physical distancing dan menjaga kebersihan,” katanya.
Ia menyarankan, untuk lebih kreatif dalam mencari cara baru menghibur diri, yang bisa membuat kita terhindari dari Corona, setidaknya hingga vaksin Covid-19 berhasil ditemukan.
Disiplin adalah kunci dalam menjalani the new normal
Tidak hanya Indonesia, negara-negara lain juga sudah mulai membuka kembali beberapa sektor kehidupannya. Dua negara yang dianggap sukses dalam menangani pandemi Covid-19, Korea Selatan dan Selandia Baru juga sudah hampir kembali seperti normal.
Namun, ada cerita yang cukup unik dalam perjalanan kedua negara tersebut dalam menjalani fase the new normal, dan ini bisa dijadikan pelajaran untuk kita yang baru akan memulainya.
• Perdana menteri Selandia Baru ditolak masuk kafe
Kebijakan physical distancing yang ketat di Selandia Baru dan kedisplinan masyarakatnya dalam mengikuti aturan tersebut, dipercaya menjadi salah satu kunci keberhasilan negara ini dalam memberantas Covid-19.
Kisah kedisiplinan ini terbukti saat beberapa waktu yang lalu. Perdana Menteri Selandia Baru ditolak saat akan masuk ke dalam sebuah kafe akibat peraturan phsyical distancing yang dibuatnya sendiri. Di negara itu, kafe, restoran, dan beberapa bisnis lainnya memang sudah mulai diizinkan beroperasi karena kasus corona baru hampir tidak ada lagi.
Baca Juga : PSBK Jilid III, Upaya Skala Kecil Libatkan RT-RW dan Masyarakat
Namun, dibukanya kembali sektor ini juga disertai dengan aturan ketat soal physical distancing yang masih membatasi jumlah pengunjung. Sehingga, saat ingin masuk tapi kuota pengunjung sudah habis, sang perdana menteri ditolak tanpa pandang bulu oleh pemilik kafe.
• Jumlah kasus positif di Korea Selatan naik drastis saat physical distancing dilanggar
Sementara itu, Korea Selatan yang juga sudah mencatat hampir tidak adanya penambahan kasus baru, kembali harus menghadapi gelombang infeksi. Hal ini terjadi saat ada seseorang pengunjung sebuah klub malam yang padat, ternyata positif terinfeksi Covid-19.
Di negara itu, berbagai bisnis juga sudah mulai beroperasi seperti semula dengan menerapkan imbauan physical distancing, penggunaan masker, dan menjaga kebersihan yang tetap ketat. Namun, karena “kecolongan” soal klub malam yang beroperasi di area Itaewon, Seoul, angka infeksi yang tadinya sudah bisa berada di angka 0, kembali naik dan bertambah menjadi tiga digit. Dilansir dari The Korean Herald, angka infeksi yang berhubungan dengan penularan di cluster Itaewon sudah mencapai 162 kasus baru.
Melihat pelajaran dari kedua negara tersebut, dapat dilihat bahwa meski sudah memasuki fase new normal, bukan berarti kita dapat langsung rileks dan bertindak seolah corona sudah tidak ada. Kedisiplinan adalah kunci, jika kita ingin bisa secepatnya menyingkirkan penyakit ini dari Indonesia.(*)
Disadur dari sehatq.com
Editor : Amran


