Dalam Sepekan Terakhir,126 Kasus Corona muncul di Banjarmasin

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Banjarmasin telah resmi diumumkan Walikota Banjarmasin. PSBB yang sudah diperpanjang untuk kedua kalinya hingga sampai saat ini masih belum menunjukan hasil yang signifikan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Banjarmasin.
Dari data yang dikeluarkan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Banjarmasin hingga update terakhir kemarin sudah tercatat sebanyak 219 kasus positif di Banjarmasin yang dikategorikan 151 orang dalam perawatan, 20 orang sembuh, 48 orang meninggal.
Dari sebanyak 48 kasus meninggal tersebut, untuk usia rentan yakni dari usia 32 hingga 65 tahun yang mana puncaknya pada usia 46 hingga 55 tahun, dan sebagian besar disertai dengan Komorbid atau penyakit penyerta seperti, Diabetes, Hypertensi dan TB Paru.
Untuk saat ini, dari sebanyak 52 kelurahan yang ada di Banjarmasin sudah sebanyak 96 persen terpapar Covid-19, yang artinya, saat ini hampir seluruh kawasan di Banjarmasin merupakan kawasan zona merah atau kawasan yang berbahaya yang mana bisa saja menjadi klaster atau transmisi lokal.
Selain itu yang paling memilukan khususnya dalam penerapan PSBB di Banjarmasin, terhitung sudah ada peningkatan sebanyak 126 kasus hanya dalam 7 hari terakhir di Banjarmasin.
Untuk itu juru bicara gugus tugas percepatan Penanganan Covid-19, Dr Machli Riyadi menyampaikan, saat ini sudah ada tercatat 5 klaster di Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Banjarmasin, yakni klaster Sentra Antasari, klaster Pekapuran, klaster Gowa, klaster Multifaktor, klaster Ulin.
“Tapi klaster-klaster yang lain itu tidak berkembang, yang berkembang saat ini adalah klaster Sentra Antasari, dan klaster Pekapuran, ini kita lihat perkembangannya begitu masif sehingga kita mengimbau kepada masyarakat kalau harus ke pasar Antasari harus menggunakan masker,” ucapnya.
Dengan tingginya angka kasus di Banjarmasin ini, khususnya angka kematian yang membuat keprihatinan dengan kondisi saat ini ia berharap masyarakat mampu mematuhi apa yang telah diatur oleh pemerintah.
“Banyak orang yang datang sudah dalam kondisi stadium yang sudah seharusnya dirinya sudah diisolasi dan keterlambatan membawa juga menjadi menjadi keprihatinan kita, kita sangat menyayangkan itu di masyarakat,” tandasnya. (fachrul)
Editor : Akhmad