BANJARMASIN, klikkalsel.com — Musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa menyisakan duka mendalam bagi keluarga para penumpang yang hingga kini masih menunggu kepastian nasib orang-orang yang mereka cintai.
Di tengah proses pencarian korban, muncul pula harapan dari sisi keagamaan. Jika terdapat penumpang yang dinyatakan meninggal akibat tenggelam, dalam perspektif ajaran Islam mereka termasuk golongan yang mendapatkan keutamaan pahala syahid akhirat.
Hal tersebut disampaikan Ustadz H Adi Rahman. Ia menjelaskan, dalam kajian fikih, syahid secara umum dapat dibedakan menjadi dua, yakni syahid dunia dan akhirat serta syahid akhirat.
“Syahid itu ada yang disebut syahid dunia dan akhirat. Salah satunya orang yang gugur di medan perang dalam rangka membela agama Allah. Dalam hukum dunia, jenazahnya memiliki ketentuan khusus, tidak dimandikan dan tidak disalatkan seperti jenazah biasa,” jelasnya saat di hubungi, Senin (21/9/2026).
Sementara itu, lanjut Adi Rahman, terdapat orang yang memperoleh pahala dan derajat syahid di sisi Allah, tetapi dalam hukum dunia jenazahnya tetap diperlakukan sebagaimana jenazah Muslim pada umumnya.
“Kalau syahid akhirat, dia mendapatkan pahala dan derajat syahid di sisi Allah. Tetapi dalam hukum dunia tetap dimandikan, dikafani, disalatkan dan dikuburkan seperti jenazah biasa,” ujarnya.
Menurutnya, terdapat sejumlah keadaan yang disebut dalam hadis Nabi Muhammad SAW sebagai sebab seseorang memperoleh pahala syahid, meskipun tidak gugur dalam peperangan.
Salah satu dasarnya adalah hadis dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda bahwa para syuhada di antaranya adalah orang yang meninggal karena wabah, penyakit perut, tenggelam, tertimpa reruntuhan, serta orang yang gugur di jalan Allah. Hadis tersebut diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.
Baca Juga : Ustadz H Adi Rahman: Cinta kepada Rasulullah SAW Membuka Jalan Keberkahan dalam Kehidupan
Baca Juga : Komisi V Pertanyakan KM Virgo Transport 8 Berusia 39 Tahun Bisa Beroperasi Hingga Tenggelam
Dalam riwayat lain disebutkan pula beberapa kategori tambahan, termasuk orang yang meninggal karena terbakar dan perempuan yang meninggal karena melahirkan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menjelaskan riwayat tersebut dalam pembahasan mengenai mati syahid berdasarkan hadis Nabi.
Khusus mengenai orang yang meninggal karena tenggelam, Rasulullah SAW secara tegas menyebutnya sebagai syahid. Dalam riwayat Shahih Muslim dari Abu Hurairah RA, orang yang tenggelam disebut sebagai salah satu golongan syahid.
Karena itu, Adi Rahman mengatakan, kondisi tersebut dapat menjadi penguat harapan bagi keluarga korban KM Virgo Transport 8 yang masih menunggu kabar orang-orang terkasih mereka.
“Kalau seseorang meninggal karena tenggelam, insyaallah termasuk orang yang mendapatkan pahala syahid akhirat. Namun kita tidak boleh memastikan seseorang secara mutlak sebagai syahid, karena penilaian akhirnya adalah hak Allah SWT,” katanya.
Ia mencontohkan, di antara penumpang KM Virgo Transport 8 terdapat masyarakat yang melakukan perjalanan untuk berbagai keperluan, termasuk mereka yang kabarnya baru saja melakukan ziarah ke makam para wali dan mereka yang bepergian untuk mencari nafkah bagi keluarga.
Bagi keluarga yang masih menunggu, kata dia, musibah tersebut tentu sangat berat. Namun dari sisi keimanan, terdapat harapan bahwa apabila korban benar-benar meninggal karena tenggelam, Allah memberikan kedudukan dan pahala sebagaimana yang dijanjikan dalam hadis Nabi.
“Termasuk orang yang sedang mencari nafkah untuk keluarganya. Kalau kemudian dia meninggal karena tenggelam, kita berharap kepada Allah SWT agar diberikan pahala syahid akhirat,” tuturnya.
Ia pun mengingatkan agar masyarakat tidak hanya melihat musibah dari sisi kehilangan, tetapi juga memperbanyak doa untuk para korban serta keluarga yang masih menunggu kepastian.
“Paling penting sekarang adalah mendoakan mereka. Semoga yang masih hidup segera ditemukan dalam keadaan selamat dan bagi mereka yang telah meninggal, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, menerima amal ibadahnya dan memberikan pahala syahid,” pungkasnya. (airlangga)
Editor: Abadi






