BANJARBARU, klikkalsel.com – Pemprov Kalsel mengklaim kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bumi Lambung Mangkurat masih terkendali. Di tengah kondisi tersebut, Kalsel bersiap memberikan dukungan untuk penanganan karhutla di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Bantuan tersebut disiapkan menyusul kondisi di sejumlah wilayah Kalteng yang masih terdampak kabut asap. Bahkan, rombongan Kepala BNPB dan Menteri Kehutanan yang semula dijadwalkan menuju Kalteng harus mengalihkan perjalanan karena bandara di wilayah tersebut tidak dapat digunakan akibat kabut asap.
Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin mengatakan, karhutla di Kalsel saat ini masih dapat dikendalikan meski sejumlah titik api masih ditemukan.
“Memang sementara ini kasus cukup terkendali. Ada beberapa titik, tetapi yang jelas masih bisa kita kendalikan,” ujar ujarnya diBanjarbaru, Senin (21/9/2026).
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra mengatakan, pemerintah pusat berencana meminta dukungan Kalsel untuk membantu penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, khususnya wilayah Pulang Pisau.
Menurut Ronny, salah satu dukungan yang disiapkan berupa pengerahan helikopter water bombing. Helikopter tersebut direncanakan ditempatkan dengan home base di Kalimantan Selatan untuk mendukung operasi pemadaman di Pulang Pisau.
Baca Juga : 12 Bekantan Mati Terpanggang Karhutla di HSS, Api Diduga Berasal dari Luar Habitat
Baca Juga : Polda Kalsel Usut 10 Korporasi Terkait Karhutla, 5 Orang Sudah Jadi Tersangka
“Helikopter water bombing direncanakan dikerahkan ke Pulang Pisau dengan home base di Kalimantan Selatan,” ucapnya.
Di sisi lain, Ronny memastikan penanganan karhutla di Kalsel tetap berjalan. Sejumlah titik api masih aktif dan menghasilkan asap, namun seluruhnya masih dalam penanganan petugas di lapangan.
“Secara umum masih bisa kami kendalikan. Semua titik api masih tertangani dengan baik, walaupun tidak sepenuhnya langsung padam karena kondisi lahan gambut,” jelasnya.
Menurut Ronny, kondisi Bandara Syamsudin Noor juga relatif aman dibandingkan sejumlah bandara lain di Kalimantan. Sempat terjadi keterlambatan penerbangan pada Senin pagi, namun kondisi tersebut tidak terjadi setiap hari.
“Secara umum penerbangan dari dan menuju Kalsel masih berjalan normal,” ujarnya.
Penanganan karhutla di Kalsel dilakukan melalui pembasahan dan pengairan, terutama pada kawasan yang masih memiliki potensi bara di lahan gambut.
BPBD Kalsel juga terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau peluang pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, operasi tersebut belum dapat dilakukan karena kondisi atmosfer belum mendukung.
Pemantauan bersama BMKG tetap dilakukan untuk menentukan waktu yang memungkinkan pelaksanaan OMC.
Dengan kondisi karhutla Kalsel yang disebut masih terkendali, dukungan terhadap penanganan di Kalteng menjadi bagian dari upaya penanganan karhutla secara lintas wilayah di Kalimantan. (rizqan)
Editor: Abadi






