Kategori: Ekonomi & Bisnis

  • Pengaruh Pandemi Covid-19 Terhadap Industri Perbankan dan Langkah Pemerintah Dalam Menanggulanginya

    Pengaruh Pandemi Covid-19 Terhadap Industri Perbankan dan Langkah Pemerintah Dalam Menanggulanginya

    Penulis : Wina Febri Astuti
    Mahasiswi PKN STAN
    KONDISI pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, namun juga berdampak pada perekonomian masyarakat yang akan mengalami kelesuan ekonomi. Faktor terbesar penyebab kelusuan ekonomi tersebut yaitu kebijakan pemerintah untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menyebabkan sebagian besar masyarakat beraktivitas di rumah, hal ini tentunya akan mengurangi kosumsi masyarakat, dimana konsumsi masyarakat yang berkurang ini lah yang menyebabkan kegiatan perekonomian lesu, karna turun nya daya beli di masyarakata.
    Penurunan daya beli ini akan berdampak lurus dengan kerugian yang dialami oleh para produsen, baik produsen yang mempunyai profit dan usaha dengan jangkauan konsumen yang besar, seperti penyedia jasa transportasi online, biskop, dan restaurant maupun produsen kecil seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Jika hal ini terjadi terus-menerus tidak menutup kemungkinan akan terjadi kebangkrutan dan menyebabkan lonjakan pengangguran sebagai efek domino dari lesunya ekonomi saat pandemi.
    Lalu bagaimana bisa kondisi perekonomian yang lesu di masa pandemi ini berpengaruh terhadap bank dan langkah apa saja untuk menanggulanginya ? Untuk menjawab pertanyaan ini terlebih dahulu kita harus mengenal bagaimana suatu bank mendapatkan dana dan bagaimana bank tersebut beroperasi baik dalam mengelola dana yang disimpan masyarakat atau dana yang dipinjamkan kepada masyarakat.
    Bank adalah sebuah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lain yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup orang banyak. Dari pengertian tersebut bisa dilihat bahwa bank mempunyai peran utama sebagai lembaga intermediasi atau perantara keuangan.

    Dalam menjalankan peran utama bank sebagai intermediasi atau perantara keungan, bank mengambil dana dari masyarakat yang kelebihan dana kedalam bentuk tabungan, giro atau deposito lalu menyalurkan dana tersebut dalam bentuk pinjaman (kredit).

    Dari penjelasan ini tentunya dapat disimpulkan bahwa seluruh kegiatan pendanaan dan operasional bank sangat tergantung dengan keungan dari masing-masing individu, jika keuangan mereka sedang tidak baik maka mereka tidak akan memiliki kelebihan dana untuk disimpan di bank dalam bentuk tabungan, giro, deposito dan lain-lain disatu sisi mungkin saja mereka akan meminjam uang dari bank atau justru tidak sanggup membayar pinjaman yang telah mereka lakukan sebelumnya.
    Sedangkan keuangan masing-masing individu sangat bergantung pada kondisi perekonomian, jadi bisa kita simpulkan bahwa kondisi perekonomian sangat mempengaruhi bagaimana suatu bank dapat menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermeddiasi atau perantara keuangan.
    Ketika kegiatan perekonomian lesu karna pandemi COVID-19 seperti yang sudah jelaskan pada paragraf pertama, bank akan mengalami masalah yang bersumber dari dua hal. Pertama, masyarakat cenderung akan menghindari menabung atau bahkan menarik tabungannya untuk kegiatan konsumsi mereka, hal ini menyebabkan cadangan uang di bank tidak bertambah atau bahkan berkurang. Sumber masalah yang kedua yaitu nasabah yang harus membayar kredit ditengah kondisi perekonomian yang lesu, mereka akan kesulitan untuk membayar angsurandan ditandai dengan meningkatnya angka Non Performing Loan (NPL) dimaana peningkatan Non Performing Loan (NPL) mempunyai idndikasi terjadinya masalah dalam kredut bank.
    Jika hal ini tejadi terus menerus tidak menutup kemungkinan bahwa bank akan kesulitas likuiditas dan mengalami collapse. Pemerintah Indonesia dengan sigap sudah mengambil beberapa kebijakan, salah satunya dengan mengesahkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 tahun 2020 dan disempurnakan dengan disahkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) no 2 tahun 2020.
    Kebijakan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) no 2 tahun 2020 yaitu Baank Indonesia dapat memberikan pinjaman likuiditas jangka pendek atau pembiayaan likuiditas jangka pendek berdasarkan prinsip syariah kepada Bank Sistemik atau bank selain Bank Sistemik.
    Bank sistemik sendiri adalah Bank yang karena ukuran aset, modal, dan kewajiban; luas jaringan atau kompleksitas transaksi atas jasa perbankan; serta keterkaitan dengan sektor keuangan lain dapat mengakibatkan gagalnya sebagian atau secara keseluruhan Bank lain atau sektor jasa keuangan, baik secara operasional maupun finansial, jika Bank tersebut mengalami gangguan atau gagal. Bank Sistemik juga mempunyai beberapa kriteria yang harus dipenuhi yaitu ukuran skala bank, interkoneksitas serta kompleksitas produk dan transaksi.
    Tujuan dari peminjaman jangka pendek dari Bank Indonesia kepada Bank Sistemik atau bank selain Bank Sistemik yaitu untuk membantu Bank-bank yang ada di Indonesia tetap bertahan dan mejadi solusi masalah likuiditas seperti yang sudah dijelaskan pada paragraf ke empat. Pinjama jangka pendek ini akan membantu bank bertahan ketika kredit terhamabat dan tidak ada masyarakat yang berniat menaruh kelebihan dana mereka.
    Kebijkan yang diambil pemerintah selanjutnya yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan relaksasi restruktusrisas usaha mikro dan usaha kecil untuk nilai dibawah 10 Milyar baik kredit atau pembiayaan yang diberikan oleh bank maupun industri keuangan non bank kepada debitur perbankan dan akan memberikan penundaan satu tahun dan penurunan bunga.
    Jika dilihat kembali kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini sekilas merugikan bank, namun jika difikirkan lebih mendalam langkah yang diambil Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini sudah benar yaitu kita berfokus pada pemulihan ekonomi dengan relaksasi terlebih dahulu, jika keadaan ekonomi sudah pulih maka kesulitan nasabah dalam membayar pinjaman akan teratasi dan bank akan diuntungkan.

    Sedangkan jika bank terus memaksakan pembayaran pinjaman secara penuh dan mengabaikan kondisi nasabah, justru akan menyebabkan keadaan ekonomi semakin memburuk dan meskipun nasabah yang meminjam utang dapat ditarik asetnya oleh bank karna tidak sanggup membayar secara penuh dalam jangka waktu tertentu seperti permintaan bank, namun perlu diingat aset tersebut seperti tanah atau rumah tidak bersifat mudah di cairkan, sehingga hal ini tidak akan memperbaiki kesulitan likuiditas bank dan justru akan memperburuk keadaan ekonomi di masa COVID-19 ini.

    Setiap kebijakan memang tidak mudah untuk diterapkan mengingat kondisi COVID-19 ini telah memporak porandakan banyak Negara dan dari segala aspek. Namun dengan kebijakan menyelamatkan perekonomian, khususnya untuk Bank yang juga terkena dampak dari pandemi ini diharapkan dapat membuat keadaan semakin membaik baik dari segi ekonomi maupun aspek lainnya.(*)
  • Karyawan Duta Mall yang Dirumahkan Bisa kembali Bekerja

    Karyawan Duta Mall yang Dirumahkan Bisa kembali Bekerja

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Di masa tanggap darurat Pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Duta Mall Banjarmasin hanya membuka sejumlah pusat perbelanjaannya yakni hypermart dan transmart dengan waktu operasi pukul 10.00 dan hingga pukul 21.00.
    Kini waktu operasional Duta Mall akan kembali ke waktu normal yakni pukul 10.00 hingga pukul 22.00 Wita.
    Manajer Operasional Duta Mall Banjarmasin, Yenny Purwanti berharap dengan kembalinya waktu operasional secara normal masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan, serta bisa kembali mempekerjakan karyawan yang telah dirumahkan.
    “Dengan dibuka normal kembali untuk jam operasionalnya kami berharap karyawan yang selama ini dirumahkan bisa kembali bekerja dan masyarakat bisa tetap mendukung dengan tetap menjalankan protokoler kesehatan yang telah kami terapkan selama ini,” ujarnya, Selasa (30/6/2020)
    Ia juga mengucapkan apresiasi kepada kepada tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang senantiasa mengawal penerapan protokol kesehatan di Duta Mall.
    “Kami berterima kasih juga atas dukungan tim gugus tugas yang selalu datang dan melakukan pemantauan untuk protokol yang dijalankan selama ini. Mudahan dengan dibukanya Mall secara normal ini perekonomian bisa berangsur angsur pulih,” harapnya.
    Yenny juga menyampaikan bahwa untuk saat ini, seluruh pusat perbelanjaan maupun arena bermain sudah seluruhnya dibuka. Sedangkan untuk Bioskop Studio XXI diperkirakan akan dibuka pada pertengahan bulan Juli 2020.
    “Yang lain sudah buka semua, kecuali XXI. Insya Allah akan dibuka pada pertengahan Bulan,” tandasnya.(fachrul)
    Editor : Amran
  • Mengeluh Pendapatan Turun Drastis, Pedagang Berharap Situs Candi Agung Dibuka

    Mengeluh Pendapatan Turun Drastis, Pedagang Berharap Situs Candi Agung Dibuka

    AMUNTAI, klikkalsel.com – Penutupan sementara situs Candi Agung Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), berdampak buruk terhadap pedagang yang biasa mangkal di kawasan tersebut. Kini pendapatan mereka menurun drastis, sebab objek wisata bersejarah tersebut sepi pengunjung.
    “Pendapatan kami ini kan tergantung pengunjung. Lantaran ditutup sementara maka tidak ada pengunjung, akibatnya pendapatan kami juga turun drastis,” ujar salah seorang pedagang seraya minta namanya tidak diwartakan, Minggu, (28/6/2020).
    Dia juga menuturkan, sejumlah pedagang terpaksa tetap membuka jualannya lantaran tidak ada pekerjaan lain, sementara kebutuhan hidup setiap harinya harus dipenuhi.
    “Saya memang mendapat bantuan dari pemerintah Rp. 600 ribu perbulan, namun itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sekeluarga, ya terpaksa berjualan untuk mencari tambahannya,” jelasnya.

    Meski situs Candi Agung ditutup, diakuinya, namun ada saja pengunjung dari luar daerah yang datang lantaran tidak tahu ada penutupan sementara. Pengunjung tidak bisa masuk ke dalam situs, namun sebagian ada yang menyempatkan berdoa bersama di lapak tempat berdoa.

    “Sebagian lagi beristirahat sambil belanja makanan dan minuman di tempatnya, lumayan meski jumlahnya tidak banyak,” ungkapnya.
    Karena itulah, dia berharap kepada Pemerintah agar situs Candi Agung dibuka kembali dan pedagang kembali diizinkan berjualan di area parkir, karena beberapa kali mendapat teguran dari petugas.
    Pantauan awak media klikkalsel.com, hingga kemarin masih ada pengunjung yang datang ke situs Candi Agung dan kebanyakan dari luar daerah karena tidak tahu ada penutupan sementara.
    Nampak pengunjung berharap diizinkan masuk, namun akses keluar masuk ditutup menggunakan palang dari kayu papan yang membentang di pintu gerbang dekat loket.
    Sejumlah penjaga di areal situs tersebut terlihat memberikan penjelasan kepada pengunjung bahwa untuk sementara situs ditutup pasca pandemi Covid-19. (doni)
    Editor : Akhmad
  • Booming Gowes, Service Sepeda Ketiban Rezeki Lebih

    Booming Gowes, Service Sepeda Ketiban Rezeki Lebih

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Demam sepeda yang melanda warga Banjarmasin, membawa dampak postif kepada tukang service sepeda. Di tengah wabah virus Corona, ini menjadi rezeki yang tak terduga.
    Salah satunya Ahkmad pemilik bengkel sepeda dikawasan Sultan Adam depan Komplek Taekwondo. Setiap harinnya, puluhan lebih bermacam jenis sepeda minta diperbaikki dan diservice dari sepeda anak-anak hingga orang dewasa.

    “Boomingnnya warga bersepeda baik sepeda gunung maupun sepeda lipat berkah tersendiri bagi saya,” katannya, Sabtu (27/6/2020).

    Baca Juga : Pasien Sembuh Covid Meningkat
    Jenis sepeda lipat saat ini paling banyak yang digunakan warga, dan paling banyak mendapat permintaan service, dari pedal kaki yang kocak, rem tangan yang tak mencengkram hingga gigi belakang yang tidak mau dipindah turun naik.
    Tak jauh beda dengan Service Rafi Dikawasan Sungai Andai, sejak gemarnnya masyrakat bersepeda bengkelnnya kerap menjadi sasaran untuk perbaikan atau sekadar mengisi angin untuk ban sepeda.
    “Setiap sore mereka yang bersepda ada saja yang service kesini, entak itu tambah angin, mengencangkan rantai, mengencangkan baut-baut dan lain sebagainnya,” katanya.
    Ia menambahkan, selain service ia jual beli dari sepeda Gunung, fixi hingga sepeda anak-anak yang bekas. Untuk sepeda gunung Rp300 ribu dan untuk sepeda fixi dijual Rp400 ribu tergantung merknya.
    “Hampir setiap banyak warga yang menawar sepeda gunung dan fixi,” ucapnnya.(azka)
    Editor : Amran
  • Melihat Budidaya Maggot BSF Satu-satunya di Tabalong

    Melihat Budidaya Maggot BSF Satu-satunya di Tabalong

    TANJUNG, klikkalsel.com – UNTUK sebagian orang, jika sudah mendengar kata ulat atau belatung akan merasa jijik karena binatang ini kadang dianggap sebagai hama serta membawa penyakit.
    Namun hal itu tidak berlaku bagi Hendra Serda Alinda Putra. Pemuda Tabalong berusia 21 tahun ini malah menjadikan ulat sebagai ladang usaha dan membudidayakannya sejak tahun 2018 lalu.
    Meski dinamakan ulat, ternyata ulat budidaya pemuda yang akrab disapa Hendra ini bukanlah ulat biasa, melainkan larva atau belatung dari lalat jenis Black Soldier Fly (BSF) yang di dalam tubuhnya mengandung zat antibiotik alami sehingga tidak membawa agen penyakit.
    Wadah budidaya ulat Maggot BSF. (foto : arif/klikkalsel)
    “Lalat ini langka, tidak hinggap disampah dan tidak membawa penyakit,” kata Pria yang tergabung di Kelompok Usaha UPAYA Binaan Jikamaka Ampuh ini.
    Hendra mengungkapkan, awal ketertarikan dirinya membudidayakan ulat maggot BSF bermula dari saat ia mencari informasi di internet tentang pakan alternatif yang harganya relatif murah untuk ikan lele yang sebelum juga ia budidayakan.
    “Kalau pakan lelenya beli terus harganya mahal, sedangkan harga jual ikannya standar. Jadi pengen cari harga pakan lebih murah, ternyata ketemu dengan maggot BSF,” ujarnya.
    Atas dasar informasi dari internet tersebut, pada tahun 2018 Hendra pun mencoba untuk membudidayakan ulat Maggot BSF dengan menggunakan dua ekor indukan Lalat BSF yang ia dapat dialam liar di sekitaran rumahnya Jalan Bangun Sari RT 9, Kelurahan Belimbing Raya, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong.
    Daun pisang kering digunakan sebagai wadah indukan Maggot BSF hinggap. (foto : arif/klikkalsel)
    Hendra menuturkan, dua ekor indukan Lalat BSF yang ia dapat dialam liar hanya dengan menggunakan jebakan dari dedak yang dipermentasi.
    “Karena Lalat BSF senang aroma segar dari hasil permentasian. Pertama ada dua lalat, kemudian kami kembangkan dari kecil sampai jadi sebanyak ini,” tutur Hendra.
    Dari dua indukan Lalat BSF yang ia tangkap di alam liar, Hendra lalu kemudian secara bertahap memulai aktifitas budidayanya.
    Ulat Maggot BSF diberi makan sampah organik. (foto : arif/klikkalsel)
    Awal ia membudidayakan, Hendra mengaku hanya mampu menghasilkan telur Maggot BSF kurang dari satu gram dan ketika menjadi ulat hasilnya tidak mencapai satu kilogram.
    “Saya jadikan indukan semua, saya masukkan kandang yang kecil di situ saya baru bias panen telur dua gram,” kata Hendra.
    Selanjutnya dengan dua gram telur Maggot BSF, Hendra mampu menghasilkan ulat Maggot BSF sebanyak empat kilogram.
    Ulat-ulat itu terus ia kembangkan selama tiga tahun hingga sekarang dirinya mampu menghasilkan 20 hingga 50 gram telur Maggot BSF perharinya.
    Dengan hasil itupun Hendra mengaku sanggup menghasilkan 100 kilogram ulat Maggot BSF dalam setiap bulannya.
    Saat ini, Hendra dibantu ketiga rekannya yang juga tergabung dalam Kelompok Usaha UPAYA Binaan Jikamaka Ampuh masih terus melakukan aktifitas budaya Maggot BSF di lahan belakang rumahnya yang cukup luas.
    Ulat Maggot BSF hasil budidayanya sudah dapat ia pasarkan kepada para pembudidaya ikan, unggas maupun penghobi burung dan para pemacing dengan harga Rp10 ribu per Ons.
    Jika dalam satu bulan ia sanggup menghasilkan sebanyak 100 kilogram ulat Maggot BSF, maka pundi pundi rupiah yang ia dapat mencapai Rp10 juta setiap bulannya.
    Wadab penetasan telur Maggot BSF. (foto : arif/klikkalsel)
    Tantangan Budidaya Maggot BSF Dan Niat Ciptakan Zero Organic Waste
    Meski saat ini Hendra mampu menghasilkan pundi – pundi rupiah hingga Rp10 juta setiap bulannya, namun ia mengaku dalam melakukan budidaya Maggot BSF memiliki tantangan tersendiri.
    Setiap hari hendra bersama rekan-rekannya harus bermuka tebal untuk memungut sampah organik di pasar, rumah makan maupun tong – tong sampah yang mereka temui.
    “Ulat Maggot BSF ini memiliki kebiasaan memakan sampah organik atau limbah rumah tangga,” kata Hendra.
    Untuk memenuhi kebutuhan akan pakan budidaya Maggot BSFnya, Hendra membagi waktunya ketika memungut sampah organik, siang ke pasar dan malam ke rumah makan.
    Sampah yang ia dapat, kemudian diolah menjadi pakan ulat Maggot BSF. Dalam satu hari hendra mampu mengolah 100 kilogram sampah organik dan dalam satu bulan mencapai hingga tiga ton sampah organik.
    Di sisi lain, meski sampah organik dijadikan sebagai pakan ulat Maggot BSF, Hendra juga berniat suatu saat Kabupaten Tabalong menjadi wilayah yang bebas dari sampah organik atau Zero Organic Waste.
    Pra pupa larva Maggot BSF sebelum menjadi indukan. (foto : arif/klikkalsel)
    “Target ke depan bisa mengolah sampah organik empat ton perhari dan dalam sebulan sekitar 120 ton,” ujarnya.
    Hendra menambahkan, selama sampah organik menjadi pakan ulat Maggot BSF, maka sampah tersebut tidak akan mengeluarkan bau menyengat atau bau tidak sedap.
    “Kalau sampah bau dikasih Maggot hilang, menandakan bakteri yang ada di sampah mati karena antibiotik yang ada di enzimnya Maggot BSF,” tambahnya.
    Ulat Maggot BSF yang sudah dibersihkan dan siap dipasarkan. (foto : arif/klikkalsel)
    Ulat Maggot BSF, Pakan Alternatif Ikan dan Unggas Yang Murah dan Mudah
    Selain berkeinginan menekan jumlah sampah organik di Kabupaten Tabalong, Hendra juga berharap para petani dan peternak unggas maupun ikan bisa lebih sejahtera dengan adanya ulat Maggot BSF sebagai pakan alternative yang lebih murah.
    Sebab, ia menilai selama ini pakan yang digunakan para petani dan peternak ikan maupun ungas masih terbilang mahal.
    “Agar tidak ketergantungan dengan pakan pabrikan, karena harga pakan semakin mahal,” katanya.
    Maggot BSF sendiri adalah larva dari Lalat Tentara Hitam atau Black Soldier Fly (BSF) yang diperkaya dengan nutrisi dan tinggi kandungan proteinnya juga mengandung asam amino dan antibiotik alami yang dapat membunuh bakteri jahat.
    ”Dengan begitu Maggot BSF sangat cocok untuk pakan ternak unggas dan ikan,” ujar Hendra.
    Bagi para penghobi ikan hias seperti ikan koi atau arwana, ulat Maggot BSF ini, menurut Hendra, juga sangat bagus untuk perkembangan pigmen warna ikan hias.
    Untuk para penghobi ikan hias ini, Hendra telah memproduksi ulat Maggot BSF kering yang proses pengeringannya dengan cara di oven.
    “Produk kami ada yang dioven untuk penghobi ikan koi dan arwana. Dia cepat menumbuhkan pigmen warnanya karena kadungan asam amino dan kandungan lemak hewaninya,” jelasnya.
    Ulat Maggot BSF hasil budidaya Hendra, saat ini masih dipasarkannya hanya di sekitaran Tabalong.
    “Kalau untuk yang jauh seperti Banjarbaru dan Banjarmasin kami jual yang dioven,” ujarnya.
    Selain menjual ulat ia menjual telur atau bibit lalat Maggot BSF bagi siapa saja yang ingin mencoba membudidayakannya dengan harga satu gram Rp10 ribu.
    “Satu gram ini kalau dikembangkan bisa jadi dua sampai tiga kilo ulat Maggot,” terangnya.
    Untuk Dikonsumsi Manusia, Ulat Maggot BSF Dapat Diolah Menjadi Peyek
    Banyak manfaat yang didapatkan Hendra sejak ia bersama ketiga rekannya membudidayakan Maggot BSF, mulai dari mampu mengurangi penyebaran sampah organik hingga sebagai pakan alternative yang lebih murah untuk ikan lele yang sebelumnya juga ia budidayakan.
    Namun, tak puas sampai disitu , Hendra saat ini mencoba mengolah ulat Maggot BSF menjadi sesuatu yang dapat dikonsumsi manusia yakni diolah menjadi peyek.
    Hendra menjelaskan, untuk ulat Maggot BSF yang diolah menjadi peyek berbeda dengan ulat Maggot BSF yang ia jadikan sebagai pakan ikan ataupun ungas.
    Jika ulat Maggot BSF untuk ikan dan ungas diberi makan sampah organik, maka ulat Maggot BSF yang diolah menjadi peyek diberikan makan buah-buahan dan ampas tahu. Hendra menyebutkan “Great Food”.
    “Tingkatan makanannya beda, itu great food namanya. Bukan dari limbah rumah,” ujar Hendra.
    Saat ini, lanjut Hendra, ia sudah ada memproduksi peyek berbahan dasar ulat Maggot BSF namun belum ia pasarkan dan hanya menjadi konsumsi pribadi. (arif)
    Editor : Akhmad
  • Masa Pandemi, Penjualan Sepeda Masih Ramai

    Masa Pandemi, Penjualan Sepeda Masih Ramai

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Di tengah pandemi virus Corona, banyak warga menyalurkan hobi olahraga sesuai standar protokol kesehatan, yakni bersepeda.
    Berkaca itu, maka tak semua bisnis yang mengalami penurunan drastis. Dan penjualan sepeda masih ramai digemari warga Banjarmasin.
    “Sehari bisa terjual 5 hingga 10 unit berbagai jenis sepeda. Namun saat ini jenis sepeda lipat dan sepeda gunung banyak peminatnya,” kata Memei di Angel Bikes SHOP Jalan Benua Anyar.
    Harga untuk sepeda lipat dan sepeda gunung bervariasi dari harga Rp3 juta hingga Rp11 juta. Tak hanya itu suku cadang dan aksesoris juga tersedia di toko sepeda tersebut dari Body sepeda, pegangan stang, Ban, Velg, pemindah gigi sepeda dan lain sebagainya.
    “Terkadang kami juga kehabisan stok aksesoris tersebut sebab saat ini lagi booming bersepeda,” ucapnya.
    Tak jauh beda dengan penuturan Nono salah seorang karyawan penjual sepeda Alan Jalan S Parman. Menurut dia, sejak dibukanya PSBB dan Normal baru di masa pandemi ini, warga banyak bersepeda terutama di akhir pekan.
    “Memang bersepeda sudah trend sejak lama bagi warga Banjarmasin, namun kali ini menggunakan sepeda lipat yang booming, baik keluarga maupun anak-anak muda warga Banjarmasin,” katanya.
    Yadi salah satu warga mengatakan, keberadaan sepeda lipat memang saat ini lagi trend terlebih di masa Normal Baru ini. Sebab akhir pekan atau libur, banyak warga yang mengisi waktu luang dan berolahraga menggunakan sepeda.
    “Kalau sepeda lipat enaknnya bisa dibawa kesana-kemari, bahkan kalau kita sedang istirahat di tepi jalan dan sambil santai sepedanya bisa kita lipat dan diletakan di samping kita atau dipegang,” ucapnya, kepada klikkalsel.com saat melihat-lihat sepeda lipat. (azka)
    Editor : Akhmad
  • Objek Wisata di HSS Ditutup, Pendapatan Pariwisata Drastis Merosot

    Objek Wisata di HSS Ditutup, Pendapatan Pariwisata Drastis Merosot

    KANDANGAN, klikkalsel.com – Ditutupnya seluruh objek wisata di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sejak 17 Maret 2020 akibat Pandemi Covid-19 hingga sekarang, menimbulkan berbagai dampak.
    Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Pemuda dan Olahraga Pariwisata (Disporapar) HSS, Moh Zakir Maulidi menerangkan, selama ditutupnya seluruh fasilitas objek wisata yang ada membuat omset pendapatan daerah di bidang pariwisata mengalami penurunan drastis.
    “Dengan adanya penutupan, otomatis pengunjung pun tidak ada, jadi pendapatan retribusi seluruh objek wisata juga tak ada pemasukan,” ucapnya saat ditemui di kantor Disporapar HSS, Selasa (09/06/2020).
    Baca Juga : Hasil Swab Positif, 2 Warga Kalumpang Dijemput
    Meski masih dilakukan penutupan, namun pihaknya juga telah menyiapkan berbagai program yang standar protokol kesehatan untuk menyambut status new normal dalam hal upaya mengembalikan potensi peningkatan wisatawan kedepannya.
    “Sekarang kami sudah mempersiapkan berbagai program untuk upaya recovery dibidang pariwisata, jadi jika nanti sudah diterapkan new normal maka kami sudah siap mengembalikan potensi wisata yang ada,” tambahnya.
    Hingga kini pihak Disporapar HSS terus melakukan koordinasi dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten HSS, dalam menentukan kapan waktu yang tepat untuk membuka kembali seluruh fasilitas pariwisata yang ada.(reyhan)
    Editor : Amran
  • Banyak yang Gulung Tikar, Baznas Carikan Solusi UMKM

    Banyak yang Gulung Tikar, Baznas Carikan Solusi UMKM

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menerima bantuan Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas) Kalimantan Selatan (Kalsel), akan dievaluasi.
    Itu dilakukan untuk ditinjau kembali dan mencarikan solusi di tengah sulitnya ekonomi pada masa pendemi Covid-19 ini.
    Kepala Pelaksana Baznas Kalsel A Nikhrawi Hamdie, saat ditemui Selasa (9/6/2020), memaklumi kondisi UMKM di Kalsel yang sangat berpengaruh karena wabah Covid-19. Dan bnyak para UMKM yang mengalami kesulitan bahkan ada yang gulung tikar.
    Baca Juga : Jatanras Polres Balangan Bekuk Bandar Togel Online Halong
    “Para UMKM yang telah dibantu Baznas akan kita evaluasi artinya kita tinjau kembali, keadaan sekarang, atau bisa juga mencarikan jalan solusi untuk mereka bisa tumbuh kembali dalam keterpurukan di tengah pendemik Corona ini,” katanya.
    Ia menjelaskan, bantuan terhadap UMKM yang diberikan adalah dari masyarakat yang menyalurkan dan mempercayakan zakat, infak dan sedekah ke Baznas Kalsel, dan disalurkan untuk orang-orang berhak menerimanya melalui program-program yang ada.
    “Kegiatan tersebut sudah berjalan, kurang lebih ratusan UMKM yang telah diberikan bantuan oleh Baznas, oleh sebab itu kita akan evaluasi keadaan mereka sekarang,”ucap Nikhrawie. (azka)
    Editor : Akhmad
  • Pedagang Pasar Kerajinan Tradisional Amuntai Simulasikan New Normal

    Pedagang Pasar Kerajinan Tradisional Amuntai Simulasikan New Normal

    AMUNTAI, klikkalsel.com – Selepas salat subuh, sekitar pukul 05.30 Wita pagi, geliat Pasar Subuh Amuntai sudah ramai dengan hiruk pikuk aktivitas baik pedangang dan pembeli.
    Kabarnya, pasar yang berada di Jalan Basuki Rahmat (Taman Putri Junjung Buih) Amuntai Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), siap menyambut New Normal dengan protokol kesehatan.
    Hal ini terlihat para pedagang yang juga pengrajin tampak menggunakan masker dan menggelar dagangannya dengan membuat jarak, sehingga interaksi antar pedagang diharapkan sesuai dengan protokol kesehatan.
    Salah seorang pedagang Hustaniah dari Desa Palimbangan Sari, mengatakan tiap aktivitas jual beli selalu mengupayakan mematuhi protokol kesehatan. Mulai menggunakan hand sanitizer di samping menggunakan masker, serta menjaga jarak baik antar pedagang maupun pembeli.
    Baca juga : Aksi Pawadahan Naga HSU, Bagikan 500 Masker Bagi Pedagang Pasar Amuntai
    “Saya tidak hanya melakukan di sini (pasar), di rumah pun kami sekeluarga mengikuti protokol kesehatan. Jadi tidak ada alasan tidak menjalankan protokol kesehatan, masker selalu dibagikan secara gratis, tempat cuci tangan disediakan tiap rumah di desa kami,” terangnya.
    Dalam hal pembuatan barang dagangan ini, tambahnya, juga tetap mengikuti protokol kesehatan, mulai saat membeli bahan baku, sampai display produk.
    “Kami juga selalu menjaga agar nantinya kami terhindar dari virus corona,” kata pedagang yang mengaku puluhan tahun berjualan tas berbahan dasar tanaman purun ini.
    Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten HSU H. Adi Lesmana menyampaikan, untuk fasilitas pasar sendiri juga tampak siap menyambut New Normal. Sejak dini hari atau sebelum dimulainya aktivitas jual beli di lokasi pasar tersebut telah dilakukan penyemprotan disinfektan dan disiapkan tempat cuci tangan oleh instansi BPBD Kabupaten HSU.
    Ditambah lagi dengan penyiagakan petugas untuk melakukan pengukuran suhu tubuh pengunjung pasar dari Dinas Kesehatan Kabupaten HSU. Personil Satpol PP – Damkar Kabupaten HSU juga dikerahkan untuk mengawasi dan mengarahkan pedagang dan pembeli untuk menaati atau mematuhi protokol kesehatan.
    Sedangkan dari Disperindagkop-UKM Kabupaten HSU beserta personil UPT-nya langsung turun ke pasar untuk membantu mengatur para pedagang, supaya tetap mematuhi protokol kesehatan dalam aktivitas jual beli.
    Disetiap sudut pasar dan di tengah keramaian juga terpasang CCTV dan pengeras suara disertai personil Diskominfo Kabupaten HSU yang selalu siaga memberikan sosialisasi melalui pengeras suara tersebut.
    “Jika terpantau atau terlihat di layar monitor ada pedagang atau pembeli yang melanggar protokol kesehatan, oleh petugas akan diberikan teguran langsung melalui pengeras suara,” ujarnya.
    Kemudian, aktivitas jual beli dan fasilitas yang telah sesuai dengan protokol kesehatan tersebut, didokumentasikan oleh Diskominfo Kabupaten HSU untuk dijadikan video pendek yang akan diikutsertakan dalam Lomba Inovasi Daerah dalam bentuk Video Simulasi New Normal Life yang diselenggarakan oleh Kemendagri yang wajib diikuti seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.
    Meskipun masih simulasi, diharapkan hal tersebut dapat menjadi gambaran singkat terkait protokol kesehatan untuk diterapkan di Kabupaten HSU saat menyambut New Normal, guna mencegah penyebaran Covid-19.
    Mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten HSU ini mengucapkan terima kasih kepada BPBD, Dinas Kesehatan, Disperindagkop-UKM, dan Satpol PP – Damkar serta semua pihak yang telah terlibat dalam pembuatan video tersebut, serta kepada Bapelitbang Kabupaten HSU yang telah turut memfasilitasi lomba tersebut.
    “Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Mari kita bersama menjalankan protokol kesehatan dimulai dengan disiplin diri kita sendiri menghadapi New Normal ini,” tukasnya.(doni)
    Editor : Amran
  • Alasan Perekonomian dan Berdamai dengan Corona, Banjarmasin Terapkan New Normal

    Alasan Perekonomian dan Berdamai dengan Corona, Banjarmasin Terapkan New Normal

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Alasan Pemko Banjarmasin akan memberlakukan New Normal usai pelaksanaan Pembatasan Sosial (PSBB) jilid III, agar roda pergerakan ekonomi bisa tetap berjalan sekaligus berdamai dengan Covid-19.
    Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina mengatakan, terkait upaya pemerintah untuk menerapkan standar-standar dan menggerakan ekonomi yang dikenal dengan New Normal, maka Pemko Banjarmasin akan segera menerapkan New Normal di Banjarmasin.
    “Kita tetap menyelesaikan masalah kesehatannya, tetapi aspek ekonominya juga harus mulai direcovery,” ujar Ibnu Sina, Rabu (27/5/2020).
    Baca Juga : Usai PSBB Tahap III, Banjarmasin Akan Terapkan New Normal
    Sehingga dengan diberlakukannya New Normal itu nanti, segala kebiasaan yang telah diterapkan pada saat tanggap darurat Covid-19 di Banjarmasin seperti menggunakan masker, mencuci tangan, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) akan terus dan mulai dibiasakan.
    “Artinya mulai saat ini kita mulai sedikit berdamai dengan Covid-19 ini jadi upaya penanganan terus dilakukan tetapi roda ekonomi harus tetap berjalan,” jelasnya.
    Ibnu Sina juga menyebutkan, pihaknya hingga sampai saat ini masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat terkait status tanggap darurat Covid-19 yang akan berakhir pada Mei ini.
    “Kalau status tanggap darurat dicabut Pemerintah Pusat berarti yang jadi panglima bukan lagi kesehatan, jadi upaya untuk penanganan kesehatan itu tetap diprioritaskan, tetapi kita juga harus melihat dampak ekonomi, karena dampak sosial dan ekonomi harus dipadukan,” tuturnya.
    Ia berharap, pada akhir Mei ini keputusan dari pemerintah pusat terkait status tanggap darurat bisa segera dikeluarkan, apakah akan dilanjutkan atau akan dicabut.
    “Kalau diteruskan berarti penanganannya akan seperti ini terus. Tetapi kalau dicabut artinya kita ingin agar kehidupan kita sesegeranya kembali normal, sehingga segala sesuatunya harus dilaksanakan semua,” pungkasnya. (fachrul)
    Editor : Akhmad