Kategori: Ekonomi & Bisnis

  • Belanja dari Rumah, Banjarisme Diskon 50 Persen dan Bonus Masker

    Belanja dari Rumah, Banjarisme Diskon 50 Persen dan Bonus Masker

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Salah satu usaha ekonomi kreatif banua di bidang fashion, Banjarisme Apparel ambil bagian melawan wabah Covid-19. Upaya dari sisi bisnis pun dilakukan melalui imbauan Shop From Home atau belanja dari rumah, dengan pemberian diskon hingga 50 persen dan bonus masker modis.
    Owner brand lokal banua ini, Agus Rahman mengatakan pemberlakuan tersebut sebagai bentuk partisipasi dari kalangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam mencegah penyebaran virus corona. Dengan menerapkan sosial dan phisycal distancing atau jaga jarak dan menghindari kontak fisik.
    “Sengaja kami persembahkan Ramadhan Sale diskon 30 persen dan 50 persen dari sekitar 10 desain kaos untuk para Banjar Heroes (sapaan pelanggan Banjarisme)
    di tengah situasi pandemi sekarang,” ujarnya kepada Klikkalsel.com, Senin (4/5/2020).
    Baca Juga : Selama PSBB, Terhitung 9 Pasien Positif Covid-19 Sembuh di Banjarmasin
    Lanjut, tutur Agus, promo Ramadhan Sale berlangsung selama bulan Mei, sekaligus menyambut lebaran Idul Fitri. Pemberian diskon terbagi dua, yaitu diskon 30 persen dan 50 persen per pcs kaos.
    Diskon tersebut diberikan pada 10 desain kaos dari 80 stok pcs. Saat ini, salah satu desain cukup laris yaitu kombinasi motif sasirangan dan logo Bekantan Banjarisme Apparel. Promo ini sendiri dipublis Banjarisme Apparel via media sosial Instagram banjarismeapparel dan market place Shopee.
    “Kalau diskon sekitar 30 persen harga normal Rp 120.000 menjadi Rp 85.000 dan kami kasih bonus masker kain Banjarisme Apparel. Untuk diskon 50 persen harga Rp 120.000 turun jadi Rp 60.000.” tuturnya.
    Agus mengatakan, konsep marketing diskon Ramadhan Sale sekaligus mengimbau pembeli Shop From Home, secara bisnis bertujuan mendongkrak pemasukan. Agar UMKM tetap bertahan di tengah situasi perekonomian yang terdampak situasi pandemi.
    “Saat ini semua sektor usaha pasti terdampak apalagi UMKM. Jadi perlu inovasi agar pemasukan tetap ada, dari diskon itu masih ada laba walau tak banyak,” pungkas Agus. (rizqon)
    Editor : Akhmad
  • Sepi Pembeli, Pedagang Baju Muslim Terancam Gulung Tikar

    Sepi Pembeli, Pedagang Baju Muslim Terancam Gulung Tikar

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sudah sepekan Ramadhan, omzet penjualan busana Muslim tak mengalami perubahan. Itu karena sepinya pembeli saat pendemi Corona.
    Seperti yang dialami Annisa pemilik Butik Anisa Hijab yang menjual pakian Syar’i dan busana Muslim, hampir 40 persen dagangan baju Syar’i di butik Annisa menjadi pajangan saja.
    “Keadaan sekarang mengakibatkan dampak yang sangat berat bagi pedagang baju,” kata Annisa, Jumat Sore (1/5/2020).
    Biasannya di Ramadhan, memasuki seminggu puasa para pembeli mulai berdatangan untuk melihat-lihat sejumlah baju di toko miliknnya.
    “Keadaan seperti ini tidak hanya saya saja tetapi pemilik toko lainnya pun juga mengalami hal yang sama,” ucap dia.
    Hal yang sama pula di ungkapkan oleh Diah pedagang baju Muslim di kawasan Pasar Sentra Antasari.
    Ia mengaku mengalami penurunan hingga 50 persen daya beli, akibat dampak corona tersebut.
    “Padahal baju-baju dengan stok baru sudah dibeli beberapa waktu lalu, namun keadaannya seperti ini tentunya tak dapat memutar pendapatan ke depannya,” kata Diah.
    Ia berharap semoga di akhir-akhir Ramadhan wabah yang melanda ini bisa teratasi.
    “Saya berharap mendekati lebaran nanti akan banyak pembeli sebab saya tak tau harus seperti apa nantinnya jika ini terus melanda dan bisa gulung tikar,” ucapnya. (azka)
    Editor : Akhmad
  • Ramadhan, Usaha Kelapa Parut Makin Laku

    Ramadhan, Usaha Kelapa Parut Makin Laku

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Di tengah Pandemi Corona dimana banyak masyarakat yang mengalami dampaknya, namun bagi Iman Syahbana warga Banua Hanyar ini lain cerita.
    Pasalnya usaha yang digelutinya, yakni Kelapa Parut membawa berkah tersendiri.
    Setiap harinya 200 biji kelapa laris manis terjual untuk keperluan pembuatan kue-kue dan makanan siap saji.
    “Alhamdulillah Ramadhan membawa berkah, buah kelapa yang dijual setiap harinya selalu laku terjual,” kata Iman, Jumat (1/5/2020)
    Di hari biasa penjualan setiap harinya sekitar 100 biji saja, namun dalam Ramadhan meningkat menjadi 200 biji sehari.
    “Kenaikan penjualan lantaran saat bulan puasa, warga Banjarmasin banyak buka usaha jual kue, sehingga banyak yang pesan kelapa dan santannya,” ujarnya.
    Untuk buah kelapa yang sudah diparut Rp15.000 perkilonya, jika dijadikan santan menjadi Rp16.000.
    Ajaibnya, meski suasana wabah Covid-19, usaha kelapa parut Iman sehari bisa memperoleh jutaan rupiah.
    Strategi saat ada anjuran physical distancing, Iman juga siap mengantarkan ke rumah. “Langganan yang beli biasanya para pembuat kue dan makanan. Jika minta antar saya kenakan biaya ongkir,” ucapnya. (azka)
    Editor : Akhmad
  • Berada di Rumah, Ridha Novrihati Mampu Kembangkan Usahanya

    Berada di Rumah, Ridha Novrihati Mampu Kembangkan Usahanya

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Ridha Novrihati Solehah mampu memanfaatkan waktu luangnya selama berada di rumah untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjual produk makanan dan minuman secara online, Kamis (30/04/2020).
    Sejak awal bulan April 2020, ia terus berinovasi membuat sajian makanan dan minuman demi menarik minat konsumen untuk membeli produknya, terlebih di bulan Ramadhan ia menyajikan juga menyiapkan menu spesial.
    Perempuan berusia 27 tahun ini awalnya bingung harus mengisi waktu luangnya dengan aktivitas apa, saat memutuskan libur menjaga kedai minuman miliknya akibat pandemi Virus Corona (Covid-19).
    “Karena ada virus Corona sekarang tidak jaga kedai dulu, lalu saya terpikir ketika orang-orang tidak ke luar rumah pasti perlu makanan yang bisa diantar. Dari situ saya mulai mencoba jualan dari rumah,” cerita Ridha.
    Menu makanan andalannya berupa nasi dengan toping udang pedas yang dikemas dalam cup, sedangkan untuk minuman tersedia berbagai macam varian pilihan.
    “Menu kita khusus masakan pedas, yakni cumi pedas, udang pedas dan ayam suwir pedas. Kalau minumannya, ada coklat, thai tea dan lain-lain,” ujarnya.
    Menu makanan andalan setengahlapar milik Ridha Novrihati Solehah. (foto: Instagram setengahlapar)
    Untuk harganya relatif murah dan dapat dijangkau kalangan mahasiswa, Ridha menjual satu cup nasi plus lauk seharga Rp15 ribu dan minuman Rp10 ribu.
    Produk makanan dan minuman milik Ridha Novrihati Solehah dapat dipesan di Instagram miliknya yang bernama @setengahlapar. Kalau mengantarkan pesanan pembeli, Ia mengaku menyediakan jasa pengantaran lewat kurir dengan tambahan biaya pengantaran.
    “Banyak kok jasa kurir di Banjarbaru, jadi kalau ada yang beli, saya tinggal panggil kurir. Bisa juga pesan melalui aplikasi Gofood setengah lapar,” ungkapnya.

    Ia berharap, produk usaha yang ditekuninya semakin berkembang dan konsumen semakin meningkat agar terus konsisten dalam usaha bidang kuliner.

    “Semoga Ramadhan tahun ini memberikan berkah tersendiri bagi kami untuk tetap terus berjualan,” katanya.
    Selain berjualan melalui online, Ridha Novrihati Solehah memiliki kedai spesial minuman thai tea dan kopi bernama ART Tea & Coffee di Jalan Taruna Praja, Kota Banjarbaru.(nuha)
    Editor : Amran
  • Harga Kebutuhan Pokok Ramadhan Sampai Idul Fitri Stabil

    Harga Kebutuhan Pokok Ramadhan Sampai Idul Fitri Stabil

    AMUNTAI, klikkalsel.com – Kebutuhan pokok di bulan Ramadhan sampai hari Raya Idul Fitri 1441 H di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) masih stabil.
    “Harga sembako beras, minyak, daging ayam, telor, susu dan lain-lain stabil,” ujar Kepala Disperindagkop-UKM H Akhmad Redhani Effendi melalui Kabid Perdagangan Marzuki, Minggu, (26/4/2020).
    Dikatakannya, mayoritas bahan pangan tersebut harganya masih stabil karena pasokan terbilang lancar, namun ia masih menyayangkan harga gula pasir yang masih terbilang tinggi. Meski jumlah gula dari luar daerah mulai berangsur-angsur masuk.
    “Harga gula ada penurunan sedikit menjadi 18 ribuan, karena yang dari sumatera dan jawa sudah mulai masuk,” katanya.
    Karenanya, diharapkan harga gula pasir dipasaran akan terus mengalami penurunan terlebih dibulan Ramadhan ini dan jelang hari raya Idul Fitri.
    “Mudah-mudahan harga gula pasir ke titik 15 ribu, dan wabah Virus Corona (Covid-19) cepat berakhir,” tukasnya.
    Dari data yang dirilis terbaru Kamis (24/4/2020) Disperindagkop Kabupaten HSU, sejumlah bahan pokok terbilang stabil diantaranya, harga beras premium lokal (Siam Unus 1) Rp.14.000/Liter (Rp.17.500/Kg), beras medium (Jawa) Rp.12.000/Liter (Rp.10.000/Kg, dan beras biasa lokal Rp. 8.000/liter atau Rp. 10.000/ kg.
    Demikian pada harga telur ayam juga tetap diharga Rp.1.700/biji dan telur ayam kampung Rp. 2.500/biji. Untuk telur Itik cenderung mengalami penurunan dari pekan sebelumnya sehaga Rp. 2.400/biji menjadi Rp 2.000/biji.
    Harga minyak goreng kemasan masih tetap Rp.15.000/liter dan minyak goreng curah masih tetap Rp.11.000/liter. Begitu juga pada harga daging sapi dan daging ayam, masih diharga yang sama yakni Rp 120.000/kg dan Rp 30.000/kg.(doni)
    Editor : Amran
  • Selama Ramadhan Persediaan Elpiji 3 Kilo Aman

    Selama Ramadhan Persediaan Elpiji 3 Kilo Aman

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Selama bulan Ramadhan 1441 H, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI memastikan pasokan elpiji 3 kg di wilayah Kalimantan aman.
    MOR VI telah mempersiapkan langkah antisipatif dalam penyaluran elpiji 3 kg untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan 1441 H di Kalimantan, di antaranya antisipasi penambahan stok sebanyak 5,3 persen dari alokasi kebutuhan normal per bulan.

    “Antisifasi tersebut diyakini cukup untuk mengakomodir peningkatan kebutuhan elpiji 3 kg masyarakat Kalimantan bulan Ramadhan tahun ini, mengingat pada bulan Ramadhan kebutuhan elpiji cenderung meningkat untuk aktivitas masak-memasak ditambah kondisi Covid-19 untuk tetap berada di rumah,” kata Region Manager Communication Relations dan CSR Kalimantan, Roberth MV Dumatubun .

    Rata-rata konsumsi elpiji 3 Kg di wilayah Kalimantan sepanjang Januari sampai Minggu Ke-3 April 2020 sekitar 395.118 tabung per hari, dengan antisipasi peningkatan sebesar 5.3 persen maka pada bulan Ramadhan ini volume yang disiapkan Pertamina untuk Kalimantan mencapai 416.059 tabung/ perhari.

    “Jika dalam pelaksanaannya masih diperlukan adanya penambahan tentu akan kami penuhi jika memang sesuai dengan peruntukannya,” katannya Roberth.

    Ia juga menjelaskan untuk mendapatkan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), masyarakat dapat membeli elpiji di pangkalan pabgkalan resmi yang dapat dikenali. Seperti terpampang papan atau spanduk yang terpasang di areal pangkalan, selain itu, juga dapat membeli di SPBU dan modern outlet yang menyediakan produk elpiji.

    Robert , dengan adanya wabah Covid19 saat ini, masyarakat diberikan kemudahan untuk mendapatkan tabung isi ulang elpiji dan tidak perlu keluar rumah, masyarakat dapat menghubungi 135, layanan Pertamina Delivery Service akan melayani kebutuhan pembelian elpiji Bright Gas baik 5.5 maupun 12 kg.

    “Dengan antisipasi ini kami harapkan masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan nyaman dan tetap membeli kebutuhan LPG sesuai kebutuhan dan peruntukannya baik untuk LPG subsidi maupun non subsidi,” ucapnnya.(azka)

    Editor : Amran

  • Hj Sabariah Harus Sabar Dagangannya tak Seramai Dulu

    Hj Sabariah Harus Sabar Dagangannya tak Seramai Dulu

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Nama Hj Sabariah cukup terkenal di kawasan Alalak Tengah, tepatnnya di penyebrangan Fery. Namanya terkenal karena kebiasaannya mengolah kue khas Banjar seperti Bingka Kentang, Bingka Lakatan, Amparan Tatak Pisang, Amparan tatak Lakatan, Raraban, Puteri Selat dan lain sebagainya.

    Hj Sabariah memproduksi kue-kue khas banjar tersebut khusus bulan Ramadhan saja, tak tanggung-tanggung, dia memproduksi bingka hingga mencapai 300 biji sehari selama bulan Ramadhan dan untuk kue yang pakai loyang besar seperti Amparan Tatak, Puteri Selat, Sari Muka, kararaban dan lainnya bisa berjumlah 50 loyang seharinya.

    “Kalau tahun-tahun sebelumnya memang benar bisa sampai begitu banyak membuat kue-kue dibulan ramadhan tersebut, namun tahun ini sangat berbeda jauh,” kata Hj Sabariah atau yang akrab dipanggil Hj Sabar, Sabtu (25/4/2020)

    Baca Juga : Pintu Masuk-Keluar di HSU Dijaga, Warga Dilarang Mudik Lebaran

    Virus Corona sangat berdampak katannya, terus bahan yang naik akhirnnya omzet pendapatan sangat menurun. ”Seperti kemarin pendapatan yang diperoleh sekitar Rp300 ribu saja biasannya sehari mendapat kurang lebih Rp1 juta an,” ucapnnya kepada klikkalsel.com

    Tak jauh beda dengan Ibu Raudah di kawasan Pekapuran Laut pembuat kue bingka ini juga mengatakan, pandemik Covid-19 memberikan dampak yang sangat luar biasa, tahun ini para pedagang sangat mengalami kesulitan.

    “Tak hanya saya saja, semua penjual kue lagi mengalami omzet yang turun luar biasa,”katannya. Ia, berharap musibah yang melanda semoga saja cepat berlalu.(azka)

    Editor : Amran

  • Belajar Melalui Internet Berdampak Pada Masyarakat Ekonomi Rendah

    Belajar Melalui Internet Berdampak Pada Masyarakat Ekonomi Rendah

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Social distancing atau physical distancing, saat ini diberlakukan dengan tujuan mengurangi kontak antar manusia untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19).
    Imbas dari aturan itu, kegiatan belajar di sekolah pun harus dihentikan untuk sementara. Sehingga sejumlah siswa terpaksa belajar menggunakan fasilitas internet di rumah.
    Pengamat Pendidikan, Dr H Kasypul Anwar, yang juga merupakan Dosen perguruan tinggi swasta di Banjarmasin menyampaikan, aturan belajar di rumah juga merujuk pada Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020, yaitu tentang Pencegahan Covid-19 pada satuan pendidikan.
    “Pemerintah daerah memilih untuk “merumahkan” kegiatan pendidikan dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan peserta didik serta guru,” tutur Kasypul Anwar, Senin (20/4/2020).
    Baca Juga : Sebelum Diterapkan, Pemko Akan Sosialisasi Terkait PSBB di Banjarmasin
    Berkaitan dengan proses belajar di rumah dengan menggunakan fasilitas internet, ia menilai ada dampak multisektor seperti sosial, ekonomi, bahkan pendidikan.
    Menurutnya, ini akan menimbulkan polemik baru, karena siswa maupun orang tuannya memerlukan pengetahuan teknologi, ditambah aplikasi yang tak mendukung misal tak memiliki Handphone Android, keterbatasan untuk membeli kuota internet, apalagi jika harus menggunakan laptop.
    “Setidaknnya yang tidak terbiasa menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran akan mengalami banyak kesulitan,” sebutnya.
    Mantan kepala sekolah disejumlah SMPN di Banjarmasin ini juga menambahkan, perlu disadari, bahwa tingkat pendidikan anak sangat erat kaitannya dengan tingkat perekonomian orangtuanya.
    Orangtua yang kondisi ekonominya tinggi tidak akan banyak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak, berbeda dengan orangtua yang kondisi ekonominya rendah.
    Terlebih lagi, dampak Covid-19 yang dinyatakan WHO (World Health Organization) sebagai pandemi global, langsung berpengaruh pada perekonomian masyarakat kelas bawah yang mayoritas menggantungkan hidupnya pada upah harian.
    “Kebijakan pemerintah dalam social distancing melalui stay at home dan work from home membuat banyak orang kehilangan pendapatannya. Sebab, work from home ini hanya bisa dilakukan oleh segelintiran orang saja, yakni pekerja kantoran,” ucapnya.
    “Sedangkan pekerjaan yang bergantung pada aktivitas di luar rumah dan bergantung pada mobilitas orang sudah dapat dipastikan apa yang akan terjadi pada mereka,” katanya.(azka)
  • Atasi Harga Telur Itik Anjlok, Dinas Pertanian HSU Lakukan Hal Ini

    Atasi Harga Telur Itik Anjlok, Dinas Pertanian HSU Lakukan Hal Ini

    AMUNTAI, klikkalsel.com – Menyikapi harga telur itik yang mengalami penurunan alias anjlok, Dinas Pertanian Kabupaten (Disperta) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), langsung bergerak cepat.

    Upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan harga telur itik di tingkat peternak itik di Kabupaten HSU ini, yaitu dengan cara membeli dari kelompok peternak itik kemudian memasarkan telur itik tersebut.

    Kepala Disperta Kabupaten HSU Ir. H. Yuli Hertawan melalui Kabid Peternakan Ahmad Rijani, mengiyakan saat ini pihaknya telah melaksanakan program membeli telur langsung dari kelompok dengan harga di atas harga mingguan di Pasar Alabio.

    “Harga di Pasar Alabio saat ini hanya Rp1.250 sampai Rp1.400 perbutir, sedangkan modal peternak dalam memelihara itik bertelur Rp1.700 sampai Rp1.800 perbutir,” ujarnya.

    Sehingga agar kelompok bisa terbantu, maka pihaknya membeli dan memasarkan telur itik senilai Rp1.750 perbutir. Pemasaran dilakukan melalu media online ke SKPD, ASN dan masyarakat umum, dengan terlebih dahulu memesan lewat petugas di Bidang Peternakan Disperta Kabupaten HSU.

    Disampaikannya juga, dengan cara ini ternyata cukup berhasil karena banyak pesanan yang masuk untuk membeli telur yang ditawarkan.

    “Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel juga telah memesan lebih kurang 7.000 butir telur untuk dikirim ke Banjarbaru langsung oleh peternak,” ungkapnya.

    Bahkan, saat ini pesanan terus banyak dan tiap hari terus bertambah, malahan banyak yang tidak kebagian untuk membeli telur langsung di kelompok peternak itik melalui Disperta Kabupaten HSU.

    “Alhamdulillah kelompok peternak merasa terbantu dengan tindakan dan upaya yg dilakukan Disperta Kabupaten HSU ini,” ucapnya.

    Penyebab anjloknya harga telur di tingkat kelompok, Rijani menduga karena adanya permainan dari tengkulak memanfaatkan wabah Covid-19.

    Dugaan adanya permainan ini, menguat karena ternyata para tengkulak menjual harga telur tetap mahal dengan harga Rp2.200 sampai Rp2.400 per butir di pasaran.

    Hal ini juga terlihat dari kisaran harga telur itik di tingkat konsumen pasar tradisional yang masih tinggi yaitu Rp2.200 perbutir.

    “Dengan kondisi inilah makanya Disperta HSU membeli dan memasarkan telur itik langsung dari kelompok, dengan harapan minimal mereka bisa kembali modal dalam pemeliharaan itiknya,” tukasnya. (doni)

    Editor : Akhmad

  • Virus Corona “Lumpuhkan” Usaha Perhotelan, Karyawannya di Rumahkan

    Virus Corona “Lumpuhkan” Usaha Perhotelan, Karyawannya di Rumahkan

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pandemi Corona atau Covid-19 membekukan pebisnis hotel dan restoran di Banjarmasin. Sejak adanya larangan kegiatan dengan mengumpulkan orang banyak tak ada lagi kegiatan meeting room yang menyewa hotel.
    Tak hanya fasilitas meeting room sebagai sarana menambah pemasukan manajeman hotel, pun sejak dua minggu terakhir keberadaan tamu hotel menurun drastis.
    “Dua minggu terakhir adalah minggu terberat tak tangung-tanggung, penurunan hingga mencapai 90 persen,” kata General Manager Fave Hotel Banjarmasin Devy Antonius Jumat (17/4/2020).
    Berdampaknnya keadaan dan situasi yang dialami Devy mengatakan, mendukung apa yang dilaksanakan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dalam hal ini pula sejumlah karyawan terpaksa dirumahkan terutama tenaga kontrak, sisanya bekerja seperti biasa.
    “Namun mereka diminta multi fungsi sebab keterbatasan pekerja, bahkan ruang hotel yang dulu dipergunakan 5 lantai sekarang 1 lantai dan lift yang dulunnya digunakan 2 sekarang hanya 1 guna penghematan,” katannya.
    Ditanya jika wabah Corona tersebut terus berlanjut dan kemungkinan berakhir diakhir tahun, apakah Hotel Fave akan ditutup?
    “Kita lihat kedepan nantinnya namun ia berharap pemerintah bisa memberikan solusi dan keringanan seperti listrik, pajak dan sebagainnya ditengah lesunya bisnis perhotelan,” ucapnnya.
    Sementara salah seorang karyawan hotel di Banjarmasin mengatakan, sejak sebulan terakhir ia sudah dirumahkan akibat merebaknnya Covid 19.
    “Semoga saja ini cepat berlalu dan saya bekerja lagi, saya ngak tau harus seperti apa nantinnya untuk menyambung kebutuhan rumah tannga,” imbuhnya.(azka)
    Editor : Amran