Kategori: Ekonomi & Bisnis

  • BI Kalsel Survei Itik Balagung Desa Kayakah

    BI Kalsel Survei Itik Balagung Desa Kayakah

    AMUNTAI, klikkalsel.com – Kantor perwakilan BI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), kembali melakukan peninjauan lokasi peternakan Itik Balagung yang ada di Desa Kayakah Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten HSU.
    Dikesempatan itu, PJ Ahli Ekonomi Perwakilan BI Provinsi Kalsel Dadi Esa Cipta, menyampaikan, pihaknya menerima proposal permohonan bantuan dari Kelompok Ternak Itik Balagung Desa Kayakah untuk pembuatan kandang ternak dilahan seluas satu hektar lebih.
    “BI memiliki program sosial Dedikasi Untuk Negeri yang memungkinkan memberikan bantuan bagi pengembangan sektor industri, termasuk peternakan,” katanya.
    Selain itu, BI perlu terjun langsung membantu sektor rill, karena Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri tanpa peran serta dunia usaha dan perbankan.
    “BI tidak hanya bertugas menjaga kestabilan harga dan nilai rupiah serta mengawasi perbankan, namun bisa terjun langsung membantu pemerintah membantu pengembangan sektor industri, pertanian dan sebagainya,” terangnya.
    Disamping itu juga, potensi di Kabupaten HSU ini yang bisa kita kembangkan untuk membantu perekonomian, yang juga potensial untuk dikembangkan kedepannya seperti sektor perikanan dan peternakan itik dan kerbau rawa.
    Baca juga : Jelang Ops Patuh 2020, Kasat Lantas Polres HSU Ingatkan Jangan Melanggar
    “Melihat potensi pembudidayaan ikan Haruan (Gabus) yang dikembangkan dan juga potensi ternak Itik dan kerbau rawa, semoga Kabupaten HSU, kedepannya menjadi pemasok Ikan Gabus, Bebek dan Daging kerbau di Kalsel,” tuturnya.
    Sementara, Kepala Bidang Pengembangan Usaha Ternak Dinas Pertanian Kabupaten HSU, Akhmad Rijani memberikan keterangan tambahan, bahwa Kelompok Ternak ‘Tambah Jaya’ Desa Kayakah merupakan satu-satunya kelompok pembibitan silang Itik Balagung.
    “Jumlah produksinya minimal 1.000 ekor perminggu dan maksimal 3.000 ekor DOD anak itik Balagung,” ujarnya.
    Rijani menambahkan, BI sangat antusias membantu pengembangan ternak itik silang Balagung di Kabupaten HSU dan rencananya akan memberikan hibah untuk menambah skala usaha dan permodalan.
    Baca juga : Pastikan Tidak Terpapar Covid-19, Petugas Pengawas Pemilu di Rapid Test
    “Kelompok ternak di Desa Kayakah mengajukan proposal bantuan ke BI pada 2018 dan kemungkinan akan ditinjaklanjuti BI pada 2021 mendatang, sedang jumlah bantuan masih dalam perhitungan,” jelasnya.
    Rijani menambahkan, kelebihan Itik Balagung dibanding Itik Alabio adalah jenis ternak itik ini sebagai tipe pedaging yang umur panennya hanya 2,5 bulan dengan bobot 1,8 Kilogram harga jual Rp63000 per ekor.
    Namun kelebihan jenis ternak Itik Balagong ini, lanjut Rijani, tidak serta merta membuat peternak Itik Alabio ikut-ikutan mengembangkannya, karena masing – masing ternak itik sudah ada pangsa pasarnya.
    “Karena keterbatasan modal dan skala usaha maka pemenuhan permintaan terbatas, Ketersediaan bibit Itik Balagung menyebabkan pemenuhan permintaan pasar dibatasi, bahkan harus inden satu minggu untuk mendapatkannya,” tukasnya. (doni)
  • Masyarakat Diminta Jangan Borong Bahan Pokok Makanan

    Masyarakat Diminta Jangan Borong Bahan Pokok Makanan

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Jelang Idul Adha tahun ini kebutuhan bahan pokok makanan sangat mencukupi. Sehingga dianjurkan kepada masyarakat tidak perlu khawatir.
    Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Kalsel H Birhasani, menyampaikan, bahkan untuk distribusi berjalan lancar baik antar daerah provinsi maupun antar kabupaten, begitu pula dengan suplay dan pasokan barang, karenanya ketersediaan bahan pokok di Kalsel aman dan tercukupi saat dikonfirmasi melalui WA.

    Baca juga : Charta Politika : Mayoritas Masyarakat Setuju RUU Cipta Kerja Disahkan

    “Harga barang pokok cukup bahkan harga ayam yang sempat naik kini mulai turun hingga Rp35.000 perkilo gramnya dan ketersediaannya sudah banyak,”katannya.
    Sementara, Kepala Divre Bulog Kalsel, Arif Mandu juga menjamin ketersedian stok pangan Kalsel aman dan mencukupi untuk lebaran Idul Adha yang tinggal sepekan lagi.
    Seperti gula cukup banyak ketersediannya disejumlah distributor besar bahkan harga juga sudah turun dijual sesuai HET yakni Rp12.500 perkilogram.
    “Saya mengharapkan kepada warga banua jangan melakukan aksi borong jelang lebaran nanti karena keperluan sembako kita sangat mencukupi seperti harga bawang merah dan putih sudah stabil begitu juga harga gula pasir,” katannya.
    Pantauan klikkalsel.com dibeberapa pasar tradisional harga gula pasir mulai stabil namun masih bervariasi jualnya ada yang Rp12.500 dan Rp13.000 perkilo.
    Seperti Mahyuni pedagang pasar di Pasar Lama mengatakan, harga stabil ini tentunya membuat mereka nyaman dan penjualan meningkat
    “Setiap harinnya ia menjual kurang lebih 50 kg tak menutup kemungkinan beberapa hari jelan Idul Adha akan terus meningkat, begitu pula dengan barang yang lain” katannnya.(azka)
    Editor : Amran
  • Paman Birin Apresiasi Kalsel Perdana Panen Ikan Bawal Bintang se Indonesia

    Paman Birin Apresiasi Kalsel Perdana Panen Ikan Bawal Bintang se Indonesia

    BANJARBARU, klikkalsel.com – Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor mengapresiasi Kebehasilan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Ikan Pantai Kotabaru di bawah Dinas Perikanan dan Kelautan Kalsel. Karena telah berhasil melaksanakan panen ikan Bawal Bintang.
    “Bahkan UPTD Balai Benih Ikan Pantai Kotabaru ini adalah UPTD yang pertama berhasil panen Ikan bawal di Indonesia,” kata dia Noor di halaman kantor Setdaprov Kalsel, Rabu (22/7/2020).
    Orang nomor satu di Kalsel tersebut juga mendukung penuh kegiatan budidaya ikan Bawal Bintang yang dilaksanakan UPTD Dinas Perikanan Kelautan ini.
    Baca juga : Usai Kedatangan Menteri, Enam Kelurahan di Banjarmasin Ditetapkan Sebagai Zona Hijau
    “Ini merupakan langkah maju dan Ikan Bawal Bintang perlu dibudidayakan serta terus didukung dan dikembangkan sekaligus untuk memenuhi kebutuhan ikan bagi masyarakat di Kalsel,” kata Sahbirin Noor atau yang akrab di sapa Paman Birin.
    Sementara Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan M Fadhli mengatakan, panen ikan Bawal Bintang ini merupakan pertama kali dilaksanakan UPTD Perikanan se-Indonesia dan hasilnya sangat bagus, berkisar 1 ton lebih ikan bawal bintang.
    “Untuk tingkat UPTD se Indonesia yang membudidayakan ikan Bawal Bintang, Balai Benih Ikan Pantai Kotabaru adalah UPTD yang pertama berhasil panen,” kata dia.
    Hasil panen pertama ini langsung dibagikan kepada ASN di lingkup Pemprov Kalsel.
    “Arahan Gubernur Kalsel, hasil pertama panen seluruhnya dibagikan agar semua bisa merasakan makan ikan dan sekaligus menjaga imun tubuh,” kata Fadhli.
    Budidaya ikan bawal bintang dilaksanakan dalam rangka pengembangan  ekonomi perikanan di Kalsel. Untuk benihnya juga sudah disebarkan ke Tala, Kotabaru dan Batola
    Dalam kesempatan itupula Paman Birin secara simbolis menyerahkan Ikan bawal Bntang kepada tiga perwakilan ASN di lingkungan Pemprov Kalsel.(azka)
    Editor : Akhmad
  • Jelang Idul Adha, Tim Gabungan Pantau Pasar Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

    Jelang Idul Adha, Tim Gabungan Pantau Pasar Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

    TANJUNG, klikkalsel.com – Tim gabungan yang terdiri dari Pemerintah Kabupaten Tabalong dan Satgas Pangan Polres setempat melakukan peninjauan ke Pasar Tanjung pada, Rabu (22/7/2020).
    Peninjauan yang dipimpin Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Pemkab Tabalong, Yuhani itu, guna memastikan ketersediaan pasokan dan harga bahan pokok stabil menjelang Idul Adha 1441 H.
    “Setelah tadi kita keliling mulai dari bawang merah, putih, gula dan tepung semuanya stabil,” kata dia usai melakukan peninjauan.
    Menurutnya, ketersedian bahan pokok lainnya seperti, beras dan daging juga masih stabil harganya di pasaran.
    Ia juga berpesan, agar masyarakat tidak perlu menumpuk bahan pokok jelang Idul Adha 1441 H.
    “Karena kondisi bahan pokok kita ada semua. Jadi masyarakat belinya seperlunya saja sesuai kebutuhan,” ujarnya.
    Di tengah pandemi Covid-19, Yuhani pun mengingatkan, agar masyarakat saat beraktivitas di pasar harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
    “Kalau ke pasar wajib pakai masker dan sebagainya agar terhindar dari penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (arif)
    Editor : Akhmad
  • Penguatan Ekonomi BRG, Menunjang Pengembangan Desa Gambut HSU

    Penguatan Ekonomi BRG, Menunjang Pengembangan Desa Gambut HSU

    AMUNTAI, klikkalsel.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Hulu Sungai Utara, Hj Anisah Rasyidah Wahid mendukung penguatan ekonomi yang dilakukan Badan Restorasi Gambut (BRG).
    Menurutnya, program BRG sangat menunjang pengembangan desa-desa Gambut di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), untuk meningkatkan ekonomi kelompok usaha perempuan pengrajin purun.
    Baca juga : ACE Donasikan APD dan Alkes untuk 25 Kota di Indonesia.
    “BRG juga telah memberikan pengetahuan, dan pelatihan sasirangan pewarna alam, baik kepada kelompok perempuan di Desa Gambut, juga kepada anak-anak muda Generasi Berencana (GenRe), sehingga memunculkan kelompok pengrajin Sasirangan pewarna alam, yang sebelumnya tidak ada di daerah ini,” katanya. Selasa, (21/7/2020).
    Bahkan, dikatakannnya, kelompok-kelompok pengrajin mendapatkan bantuan alat mesin jahit, dan alat pengolahan pangan dari BRG.
    TP PKK Kabupaten HSU beserta POKJA II, tambahnya, bersinergi dengan Desa Peduli Gambut untuk menguatkan kelompok perempuan Desa Gambut melalui program usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K).
    Program UP2K merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga, dengan cara melakukan peningkatan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhannya.
    “Pengembangan UP2K menjadi penting untuk memunculkan wirausaha bagi perempuan marginal atau dari keluarga yang berpenghasilan rendah. Sasaran utama dari program ini adalah keluarga yang berpenghasilan rendah dan telah memiliki kegiatan usaha baik perempuan sebagai individu maupun kelompok yang memerlukan pengembangan usaha,” terangnya.
    Ketua Dekranasda Kabupaten HSU ini juga menyebutkan, kegiatan UP2K ini salah satu bagian dari kegiatan POKJA II PKK untuk pengembangan keterampilan dan ekonomi keluarga.
    TP PKK Kabupaten HSU juga memilih Desa Peduli Gambut, Sungai Namang, mewakili lomba UP2K tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
    “Desa Peduli Gambut Sungai Namang yang berada di Kecamatan Danau Panggang, secara tidak langsung telah melaksanakan kegiatan program UP2K, melalui pendampingan yang diadakan oleh BRG,” tuturnya.
    Anisah menyayangkan rencana dibubarkannya BRG, karena lembaga seperti BRG perlu dipertahankan karena Desa-Deesa yang berada di sekitar hutan gambut sangat memerlukan keberadaan BRG.
    “Untuk membina dan menguatkan masyarakat Gambut, agar dapat mengelola potensi-potensi yang perlu dikembangkan di lahan gambut ini,” tukasnya.(doni)
    Editor : Amran
  • Spectashop, Gerai Online Perkumpulan Pelaku UMKM Binaan PT Adaro Indonesia Resmi Didirikan

    Spectashop, Gerai Online Perkumpulan Pelaku UMKM Binaan PT Adaro Indonesia Resmi Didirikan

    TANJUNG, klikkalsel.com – Sekumpulan pelaku UMKM binaan PT Adaro Indonesia mendirikan gerai online di Pertokoan Komplek Linda Regency Lima, Keluarahan Belimbing Raya, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong.

    Gerai online yang diberi nama Spectashop.ID itu rencananya akan menjual berbagai produk kerajinan lokal khas Tabalong dan kerajinan lainnya.

    Penanggungjawab Spetashop, Genta Pramadona, mengatakan, gerai online yang meraka dirikan sebagai solusi tetap berjalannya media marketing di tengah pandemi Covid-19.

    “Kegiatan E Commerce ini mengandalkan kurir dari pihak UMKM yang terjaring dalam Spectashop dan rencananya akan bekerjasama dengan kurir lokal lainnya,” katanya.

    Baca Juga : Satlantas Polresta Banjarmasin Gelar Operasi Patuh Intan, Pelanggar Siap-Siap Ditindak

    Disamping itu Genta menyampaikan, Spectashop ke depannya bukan hanya diperuntukkan bagi Pelaku UMKM Binaan Adro, pihaknya juga siap membantu memasarkan secara online apabila ada pelaku UMKN lain khususnya di wilayah Tabalong yang ingin bergabung di Spectashop.

    “Tidak mennutup kemungkinan juga untuk yang ingin bergbung dengan kita UMKM yang punya produk2 yang bagus, silakan bergabung dengan kami. Kami dengan tangan terbuka siap menerima siapa pun ukm yang akan bergabung dengan kami, akan bantu juga secara dengan pemasaran onlinenya,” jelasnya.

    Genta pun berharap, dengan telah berdirinya Spectashop, para pelaku UMKM di Tabalong dapat memasarkan produknya tidak hanya di lokal Tabalong, melainkan sampai kancah Nasional bahkan Internasional.

    Terpisah, Staff CSR PT Adaro Indonesia, Muhammad Saputra, mengatakan, pihak perusahaan sendiri sangat mendukung dengan aktifitas para pelaku UMKM. Dengan harapan penjualan produk dapat terjual hingga ke luar daerah Tabalong.

    “Kita juga dari pihak perusahaan sangat mendukung sekali kawan-kawan dalam penjualannya terus aktivitasnya. Dengan adanya spectashop ini penjualan kita bisa lebih maksimal, bahkan Insya Allah bisa keluar daerah,” ungkapnya.

    Saat ini, gerai online Spectashop masih memasarkan produknya melalui sosial media seperti, Facebook, Instagram dan lainnya. Hal itu dilakukan sementara sambil menunggu proses pembuatan web aplikasi resmi oleh pihak develover.(arif)

    Editor : Amran

  • Desa Kasiau Raya Jadikan Kebun Melon sebagai Komoditi Ketahanan Ekonomi

    Desa Kasiau Raya Jadikan Kebun Melon sebagai Komoditi Ketahanan Ekonomi

    TANJUNG, klikkalsel.com – Ketahanan pangan dalam rangka menunjang perekonomian di tengah pandemi Covid-19 menjadi yang utama di Posko Kampung Tangguh Banua, Desa Kasiau Raya, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong.

    Beberapa hasil cocok tanam pun telah dibudidayakan seperti, jagung dan sawi. Namun, yang menjadi primadona adalah perkebunan melon.

    Selain tahan hama dan mudah perawatan, budidaya melon memiliki jangka waktu panen yang relatif singkat dari tanaman lainnya.

    Menurut salah satu petani melon di Desa Kasiau Raya, Wagianto yang akrab disapa Ateng, masa perawatan melon hanya memakan waktu 70 hari dari awal menanam hingga panen dan dapat menghasilkan dua sampai empat kilogram lebih per biji melon.

    “Kadang gak sampe umur 70 sudah panen, rata rata yang masuk grade A , 2,5 kilogram, sampai 4 kilo,” katanya.

    Sebagai petani yang menyongsong ekonomi desa di sektor ketahanan pangan, Ateng berharap, budidaya melon tersebut tidak hanya menyongsong ekonomi warga desa, tapi juga bisa menjadi penyongsong ekonomi daerah hingga pasca pandemi Covid-19.

    Terpisah, Bhabinkamtipnas Desa Kasiau Raya, Bripka Budi Wahyono, mengatakan, meski saat ini belum ada penduduk desa yang terpapar Covid-19, Desa Kasiau Raya sudah siagakan ruang isolasi dan persediaan makanan.

    “Termasuk ketahanan ekonomi desa dengan beberapa hasil perkebunan,” katanya.

    Dirinya bersama Babinsa dan pemerintah desa setempat juga terus memberikan dukungan kepada warga dalam bidang ketahanan pangan.

    Salah satu bentuk dukungan itu, pihaknya memberikan kiat kepada warga terkait kontrol penanaman agar hasil panen tidak menumpuk terlalu banyak dan tidak menimbulkan kerugian bagi warga.

    “Yang lebih utama banyaknya di sini kebun melon. Jadi kebun melon ini penanamannya kita atur dalam sekali panen itu terkontrol agar harga tidak anjlok seperti pada tahun sebelumnya,” jelasnya.

    Tak hanya itu, Budi menambahkan, di Desa Kasiau Raya, juga ada warga yang membudidayakan tanaman yang saat ini tengah viral, yakni tanaman porang. (arif)

    Editor : Akhmad

  • Omnibus Law jadi Strategi Paling Mungkin Atasi Masalah Ekonomi di Tengah Pandemi

    Omnibus Law jadi Strategi Paling Mungkin Atasi Masalah Ekonomi di Tengah Pandemi

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pengamat pajak dan staf khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo, menilai Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja merupakan strategi yang paling mungkin diambil untuk menyelesaikan masalah ekonomi yang muncul karena pandemi Covid-19.
    “Kalau dilihat secara objektif dan faktual, kita harus akui bahwa Indonesia ini over regulated dan terlalu banyak aturan tumpang tindih. Butuh diet dan perampingan regulasi supaya bisa bergerak gesit setelah pandemi ini. Omnibus Law Cipta Kerja ini strategi paling mungkin untuk diambil bagi kebutuhan-kebutuhan objektif ekonomi kita saat ini,” kata Yustinus dalam rilis survei “Sikap Publik Terhadap RUU Cipta Kerja” yang diselenggarakan SMRC, Selasa (14/7/2020).
    Secara objektif, menurut Yustinus, Indonesia sebelum pandemi Covid-19 sudah mengalami kesulitan untuk mengerek peringkat kemudahan memulai usaha atau Ease of Doing Business (EoDB). Indeks Daya Saing Global (Global Competitiveness Index) yang sempat membaik pada tahun 2017 pun akhirnya mentok dan turun kembali karena regulasi dan investasi yang terganjal.
    “Di saat pandemi ini, ekonomi kita yang biasanya ditopang oleh belanja rumah tangga dan pemerintah praktis turun. Belanja pemerintah yang terus didorong juga punya batas. Otomatis kita sangat memerlukan investasi untuk menopang ekonomi kita ini,” kata Yustinus menjelaskan.
    Selain itu, secara kepastian hukum RUU Cipta Kerja juga mendorong kepastian hukum untuk memulai usaha. Berbagai perizinan untuk pengusaha dan masyarakat yang ingin memulai usaha mikro kecil menengah juga dipermudah.
    “Perizinan yang mempersulit dihilangkan, terutama untuk usaha yang tidak berisiko tinggi. Pelaku UMKM juga coba di-mainstreaming, mandat untuk melakukan kemitraan dan didorong untuk membentuk PT. Ini membantu mereka untuk mendapat akses ke perbankan,” kata Yustinus.
    Soal klaster ketenagakerjaan yang menuai pro kontra, Yustinus mengatakan harusnya publik bisa melihat lebih jernih dan tak perlu berada dalam posisi yang dikotomis. “Soal outsourcing, saya rasa ini tetap bisa dikomunikasikan jalan tengahnya. Terkait pesangon yang jumlahnya diperkecil, pemerintah menawarkan unemployment benefit yang justru lebih menjamin keberlangsungan pekerja,” kata Yustinus menutup.(david)
    Editor : Amran
  • Masih Berstatus Tanggap Darurat Covid-19, Tingkat Occupancy Hotel Turun Hingga 20 Persen

    Masih Berstatus Tanggap Darurat Covid-19, Tingkat Occupancy Hotel Turun Hingga 20 Persen

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pengusaha Hotel terus putar otak di masa pandemi Covid-19 saat ini, meskipun sudah melalui masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun tingkat kunjungan Hotel masih sangat kurang.
    Hingga sampai saat ini, Banjarmasin masih dalam kondisi zona merah, terlebih sampai hari ini, Senin (13/7/2020) terhitung jumlah kasus Covid-19 terus meningkat.
    Walaupun para pengusaha hotel menjalankan protokol kesehatan seperti anjuran pemerintah, namun status tanggap darurat tersebut masih membuat setiap orang takut untuk bepergian.
    Hal tersebutlah yang membuat tingkat kunjungan hotel di sejumlah daerah semakin menurun, khususnya di Banjarmasin.
    Baca Juga : Warga Temukan Jenezah Panjaga Parkir Rumah Sakit Mengapung
    Diungkapkan Senior Sales Manager, Golden Tulip Galaxy Banjarmasin, Ellissa Hermina, bahwa Golden Tulip Galaxy sendiri baru mulai beroperasi sejak tanggal 1 Juni 2020 lalu, dan telah menerapkan protokol kesehatan.
    “Kalau protokol kesehatan sendiri kita menjalankan sesuai arahan pemerintah dan Golden Tulip pusat. Kita juga sudah menjalankan Protokol kesehatan itu sebelum tutup kemarin,” ujarnya.
    Kemudian berkaitan dengan tingkat pengunjung hotel, menurutnya sampai saat ini tidak ada peningkatan yang signifikan lantaran pengunjung hanya datang dari luar Kota.
    “Untuk tingkat hunian masih belum tinggi, karena tamu banyak dari luar kota,” ucapnya.
    Sementara itu, Ellissa juga mengungkapkan bahwa perbandingan tingkat kunjungan saat ini dengan sebelum adanya wabah Covid-19, sangat menurun drastis.
    “Biasanya normal Occupancy kita 70 persen, tetapi sekarang 20 persen saja kita sudah sangat bersyukur,” tandasnya.(fachrul)
    Editor : Amran
  • Jelang Idul Adha Sembako Aman, Harga Masih Stabil

    Jelang Idul Adha Sembako Aman, Harga Masih Stabil

    BANJARMASIN,klikkalsel.com – Kebutuhan bahan pokok jelang lebaran Hari Raya Idul Adha 2020 sejauh ini masih dalam kondisi normal atau aman. Begitu juga terkait stabilitas harga masih tergolong relatif belum ada kenaikan yang signifikan.
    Kepala Kanwil Bulog Divre Kalsel Arif Mandu, menyampaikan, hingga jelang lebaran Idul Adha nanti sembako aman dan kesiapan untuk stok gula pasir ada sekitar 900 ton lebih.
    Tak hanya itu, Arif Mandu juga menambahkan, selain gula yang tersedia 900 ton yang tersebar di gudang Bulog Telaga Biru Banjarmasin, Hulu Sungai Tengah, dan Kotabaru.
    Baca juga : Tiba di Banjarmasin, Ratusan Hewan Kurban Kelelahan
    “Sementara minyak goreng ada sekitar 13.080 liter, di gudang Telaga Biru Banjarmasin sebanyak 9,744 liter dan 3,336 gudang Kotabaru,” ucapnnya.
    Sementara beras saat ini ada 11 ribu ton dan terus bertambah sebab penyediaan gabah karena mulai panen raya, untuk stok beras aman hingga 5 bulan kedepan.
    Saat ditannya di pasaran, harga gula masih bervariasi ada Rp13,000 bahkan ada yang jual Rp12500 perkilo. Arif mengatakan, disejumlah pasar tradisional gura sekarang rata-rata di jual Rp13,000 per kilo, harga tersebut sudah mendekati Harga Eceran tertinggi (HET) Rp12.500 perkilo dari sebelumnya dijual Rp15,000 hingga Rp16,000 perkilonya.
    Baca juga : Jelang New Normal, Pemrov Kalsel Mengembangkan Sistem SPBE
    “Kami optimis harga gula dan pasokannya akan stabil jelang lebaran nanti belum pasokan dari para pengusaha lokal kita seperti Assosiasi Gula Bersatu sehingga gula diharga Rp12500 per kilo,” tutup Arif Mandu.(azka)
    Editor : Amran