Kategori: Ekonomi & Bisnis
-

Masyarakat Diminta Jangan Borong Bahan Pokok Makanan
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Jelang Idul Adha tahun ini kebutuhan bahan pokok makanan sangat mencukupi. Sehingga dianjurkan kepada masyarakat tidak perlu khawatir.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Kalsel H Birhasani, menyampaikan, bahkan untuk distribusi berjalan lancar baik antar daerah provinsi maupun antar kabupaten, begitu pula dengan suplay dan pasokan barang, karenanya ketersediaan bahan pokok di Kalsel aman dan tercukupi saat dikonfirmasi melalui WA.
Baca juga : Charta Politika : Mayoritas Masyarakat Setuju RUU Cipta Kerja Disahkan
“Harga barang pokok cukup bahkan harga ayam yang sempat naik kini mulai turun hingga Rp35.000 perkilo gramnya dan ketersediaannya sudah banyak,”katannya.
Sementara, Kepala Divre Bulog Kalsel, Arif Mandu juga menjamin ketersedian stok pangan Kalsel aman dan mencukupi untuk lebaran Idul Adha yang tinggal sepekan lagi.
Seperti gula cukup banyak ketersediannya disejumlah distributor besar bahkan harga juga sudah turun dijual sesuai HET yakni Rp12.500 perkilogram.
“Saya mengharapkan kepada warga banua jangan melakukan aksi borong jelang lebaran nanti karena keperluan sembako kita sangat mencukupi seperti harga bawang merah dan putih sudah stabil begitu juga harga gula pasir,” katannya.
Pantauan klikkalsel.com dibeberapa pasar tradisional harga gula pasir mulai stabil namun masih bervariasi jualnya ada yang Rp12.500 dan Rp13.000 perkilo.
Seperti Mahyuni pedagang pasar di Pasar Lama mengatakan, harga stabil ini tentunya membuat mereka nyaman dan penjualan meningkat
“Setiap harinnya ia menjual kurang lebih 50 kg tak menutup kemungkinan beberapa hari jelan Idul Adha akan terus meningkat, begitu pula dengan barang yang lain” katannnya.(azka)
Editor : Amran
-

Jelang Idul Adha, Tim Gabungan Pantau Pasar Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil
TANJUNG, klikkalsel.com – Tim gabungan yang terdiri dari Pemerintah Kabupaten Tabalong dan Satgas Pangan Polres setempat melakukan peninjauan ke Pasar Tanjung pada, Rabu (22/7/2020).
Peninjauan yang dipimpin Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Pemkab Tabalong, Yuhani itu, guna memastikan ketersediaan pasokan dan harga bahan pokok stabil menjelang Idul Adha 1441 H.
“Setelah tadi kita keliling mulai dari bawang merah, putih, gula dan tepung semuanya stabil,” kata dia usai melakukan peninjauan.
Menurutnya, ketersedian bahan pokok lainnya seperti, beras dan daging juga masih stabil harganya di pasaran.
Ia juga berpesan, agar masyarakat tidak perlu menumpuk bahan pokok jelang Idul Adha 1441 H.
“Karena kondisi bahan pokok kita ada semua. Jadi masyarakat belinya seperlunya saja sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Di tengah pandemi Covid-19, Yuhani pun mengingatkan, agar masyarakat saat beraktivitas di pasar harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
“Kalau ke pasar wajib pakai masker dan sebagainya agar terhindar dari penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (arif)
Editor : Akhmad
-

Penguatan Ekonomi BRG, Menunjang Pengembangan Desa Gambut HSU
AMUNTAI, klikkalsel.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Hulu Sungai Utara, Hj Anisah Rasyidah Wahid mendukung penguatan ekonomi yang dilakukan Badan Restorasi Gambut (BRG).
Menurutnya, program BRG sangat menunjang pengembangan desa-desa Gambut di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), untuk meningkatkan ekonomi kelompok usaha perempuan pengrajin purun.
Baca juga : ACE Donasikan APD dan Alkes untuk 25 Kota di Indonesia.
“BRG juga telah memberikan pengetahuan, dan pelatihan sasirangan pewarna alam, baik kepada kelompok perempuan di Desa Gambut, juga kepada anak-anak muda Generasi Berencana (GenRe), sehingga memunculkan kelompok pengrajin Sasirangan pewarna alam, yang sebelumnya tidak ada di daerah ini,” katanya. Selasa, (21/7/2020).
Bahkan, dikatakannnya, kelompok-kelompok pengrajin mendapatkan bantuan alat mesin jahit, dan alat pengolahan pangan dari BRG.
TP PKK Kabupaten HSU beserta POKJA II, tambahnya, bersinergi dengan Desa Peduli Gambut untuk menguatkan kelompok perempuan Desa Gambut melalui program usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K).
Program UP2K merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga, dengan cara melakukan peningkatan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhannya.
“Pengembangan UP2K menjadi penting untuk memunculkan wirausaha bagi perempuan marginal atau dari keluarga yang berpenghasilan rendah. Sasaran utama dari program ini adalah keluarga yang berpenghasilan rendah dan telah memiliki kegiatan usaha baik perempuan sebagai individu maupun kelompok yang memerlukan pengembangan usaha,” terangnya.
Ketua Dekranasda Kabupaten HSU ini juga menyebutkan, kegiatan UP2K ini salah satu bagian dari kegiatan POKJA II PKK untuk pengembangan keterampilan dan ekonomi keluarga.
TP PKK Kabupaten HSU juga memilih Desa Peduli Gambut, Sungai Namang, mewakili lomba UP2K tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Desa Peduli Gambut Sungai Namang yang berada di Kecamatan Danau Panggang, secara tidak langsung telah melaksanakan kegiatan program UP2K, melalui pendampingan yang diadakan oleh BRG,” tuturnya.
Anisah menyayangkan rencana dibubarkannya BRG, karena lembaga seperti BRG perlu dipertahankan karena Desa-Deesa yang berada di sekitar hutan gambut sangat memerlukan keberadaan BRG.
“Untuk membina dan menguatkan masyarakat Gambut, agar dapat mengelola potensi-potensi yang perlu dikembangkan di lahan gambut ini,” tukasnya.(doni)
Editor : Amran
-

Spectashop, Gerai Online Perkumpulan Pelaku UMKM Binaan PT Adaro Indonesia Resmi Didirikan
TANJUNG, klikkalsel.com – Sekumpulan pelaku UMKM binaan PT Adaro Indonesia mendirikan gerai online di Pertokoan Komplek Linda Regency Lima, Keluarahan Belimbing Raya, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong.
Gerai online yang diberi nama Spectashop.ID itu rencananya akan menjual berbagai produk kerajinan lokal khas Tabalong dan kerajinan lainnya.
Penanggungjawab Spetashop, Genta Pramadona, mengatakan, gerai online yang meraka dirikan sebagai solusi tetap berjalannya media marketing di tengah pandemi Covid-19.
“Kegiatan E Commerce ini mengandalkan kurir dari pihak UMKM yang terjaring dalam Spectashop dan rencananya akan bekerjasama dengan kurir lokal lainnya,” katanya.
Baca Juga : Satlantas Polresta Banjarmasin Gelar Operasi Patuh Intan, Pelanggar Siap-Siap Ditindak
Disamping itu Genta menyampaikan, Spectashop ke depannya bukan hanya diperuntukkan bagi Pelaku UMKM Binaan Adro, pihaknya juga siap membantu memasarkan secara online apabila ada pelaku UMKN lain khususnya di wilayah Tabalong yang ingin bergabung di Spectashop.
“Tidak mennutup kemungkinan juga untuk yang ingin bergbung dengan kita UMKM yang punya produk2 yang bagus, silakan bergabung dengan kami. Kami dengan tangan terbuka siap menerima siapa pun ukm yang akan bergabung dengan kami, akan bantu juga secara dengan pemasaran onlinenya,” jelasnya.
Genta pun berharap, dengan telah berdirinya Spectashop, para pelaku UMKM di Tabalong dapat memasarkan produknya tidak hanya di lokal Tabalong, melainkan sampai kancah Nasional bahkan Internasional.
Terpisah, Staff CSR PT Adaro Indonesia, Muhammad Saputra, mengatakan, pihak perusahaan sendiri sangat mendukung dengan aktifitas para pelaku UMKM. Dengan harapan penjualan produk dapat terjual hingga ke luar daerah Tabalong.
“Kita juga dari pihak perusahaan sangat mendukung sekali kawan-kawan dalam penjualannya terus aktivitasnya. Dengan adanya spectashop ini penjualan kita bisa lebih maksimal, bahkan Insya Allah bisa keluar daerah,” ungkapnya.
Saat ini, gerai online Spectashop masih memasarkan produknya melalui sosial media seperti, Facebook, Instagram dan lainnya. Hal itu dilakukan sementara sambil menunggu proses pembuatan web aplikasi resmi oleh pihak develover.(arif)
Editor : Amran
-

Desa Kasiau Raya Jadikan Kebun Melon sebagai Komoditi Ketahanan Ekonomi
TANJUNG, klikkalsel.com – Ketahanan pangan dalam rangka menunjang perekonomian di tengah pandemi Covid-19 menjadi yang utama di Posko Kampung Tangguh Banua, Desa Kasiau Raya, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong.
Beberapa hasil cocok tanam pun telah dibudidayakan seperti, jagung dan sawi. Namun, yang menjadi primadona adalah perkebunan melon.
Selain tahan hama dan mudah perawatan, budidaya melon memiliki jangka waktu panen yang relatif singkat dari tanaman lainnya.
Menurut salah satu petani melon di Desa Kasiau Raya, Wagianto yang akrab disapa Ateng, masa perawatan melon hanya memakan waktu 70 hari dari awal menanam hingga panen dan dapat menghasilkan dua sampai empat kilogram lebih per biji melon.
“Kadang gak sampe umur 70 sudah panen, rata rata yang masuk grade A , 2,5 kilogram, sampai 4 kilo,” katanya.
Sebagai petani yang menyongsong ekonomi desa di sektor ketahanan pangan, Ateng berharap, budidaya melon tersebut tidak hanya menyongsong ekonomi warga desa, tapi juga bisa menjadi penyongsong ekonomi daerah hingga pasca pandemi Covid-19.
Terpisah, Bhabinkamtipnas Desa Kasiau Raya, Bripka Budi Wahyono, mengatakan, meski saat ini belum ada penduduk desa yang terpapar Covid-19, Desa Kasiau Raya sudah siagakan ruang isolasi dan persediaan makanan.
“Termasuk ketahanan ekonomi desa dengan beberapa hasil perkebunan,” katanya.
Dirinya bersama Babinsa dan pemerintah desa setempat juga terus memberikan dukungan kepada warga dalam bidang ketahanan pangan.
Salah satu bentuk dukungan itu, pihaknya memberikan kiat kepada warga terkait kontrol penanaman agar hasil panen tidak menumpuk terlalu banyak dan tidak menimbulkan kerugian bagi warga.
“Yang lebih utama banyaknya di sini kebun melon. Jadi kebun melon ini penanamannya kita atur dalam sekali panen itu terkontrol agar harga tidak anjlok seperti pada tahun sebelumnya,” jelasnya.
Tak hanya itu, Budi menambahkan, di Desa Kasiau Raya, juga ada warga yang membudidayakan tanaman yang saat ini tengah viral, yakni tanaman porang. (arif)
Editor : Akhmad
-

Omnibus Law jadi Strategi Paling Mungkin Atasi Masalah Ekonomi di Tengah Pandemi
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pengamat pajak dan staf khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo, menilai Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja merupakan strategi yang paling mungkin diambil untuk menyelesaikan masalah ekonomi yang muncul karena pandemi Covid-19.
“Kalau dilihat secara objektif dan faktual, kita harus akui bahwa Indonesia ini over regulated dan terlalu banyak aturan tumpang tindih. Butuh diet dan perampingan regulasi supaya bisa bergerak gesit setelah pandemi ini. Omnibus Law Cipta Kerja ini strategi paling mungkin untuk diambil bagi kebutuhan-kebutuhan objektif ekonomi kita saat ini,” kata Yustinus dalam rilis survei “Sikap Publik Terhadap RUU Cipta Kerja” yang diselenggarakan SMRC, Selasa (14/7/2020).
Secara objektif, menurut Yustinus, Indonesia sebelum pandemi Covid-19 sudah mengalami kesulitan untuk mengerek peringkat kemudahan memulai usaha atau Ease of Doing Business (EoDB). Indeks Daya Saing Global (Global Competitiveness Index) yang sempat membaik pada tahun 2017 pun akhirnya mentok dan turun kembali karena regulasi dan investasi yang terganjal.
“Di saat pandemi ini, ekonomi kita yang biasanya ditopang oleh belanja rumah tangga dan pemerintah praktis turun. Belanja pemerintah yang terus didorong juga punya batas. Otomatis kita sangat memerlukan investasi untuk menopang ekonomi kita ini,” kata Yustinus menjelaskan.
Selain itu, secara kepastian hukum RUU Cipta Kerja juga mendorong kepastian hukum untuk memulai usaha. Berbagai perizinan untuk pengusaha dan masyarakat yang ingin memulai usaha mikro kecil menengah juga dipermudah.
“Perizinan yang mempersulit dihilangkan, terutama untuk usaha yang tidak berisiko tinggi. Pelaku UMKM juga coba di-mainstreaming, mandat untuk melakukan kemitraan dan didorong untuk membentuk PT. Ini membantu mereka untuk mendapat akses ke perbankan,” kata Yustinus.
Soal klaster ketenagakerjaan yang menuai pro kontra, Yustinus mengatakan harusnya publik bisa melihat lebih jernih dan tak perlu berada dalam posisi yang dikotomis. “Soal outsourcing, saya rasa ini tetap bisa dikomunikasikan jalan tengahnya. Terkait pesangon yang jumlahnya diperkecil, pemerintah menawarkan unemployment benefit yang justru lebih menjamin keberlangsungan pekerja,” kata Yustinus menutup.(david)
Editor : Amran
-

Masih Berstatus Tanggap Darurat Covid-19, Tingkat Occupancy Hotel Turun Hingga 20 Persen
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pengusaha Hotel terus putar otak di masa pandemi Covid-19 saat ini, meskipun sudah melalui masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun tingkat kunjungan Hotel masih sangat kurang.
Hingga sampai saat ini, Banjarmasin masih dalam kondisi zona merah, terlebih sampai hari ini, Senin (13/7/2020) terhitung jumlah kasus Covid-19 terus meningkat.
Walaupun para pengusaha hotel menjalankan protokol kesehatan seperti anjuran pemerintah, namun status tanggap darurat tersebut masih membuat setiap orang takut untuk bepergian.
Hal tersebutlah yang membuat tingkat kunjungan hotel di sejumlah daerah semakin menurun, khususnya di Banjarmasin.
Baca Juga : Warga Temukan Jenezah Panjaga Parkir Rumah Sakit Mengapung
Diungkapkan Senior Sales Manager, Golden Tulip Galaxy Banjarmasin, Ellissa Hermina, bahwa Golden Tulip Galaxy sendiri baru mulai beroperasi sejak tanggal 1 Juni 2020 lalu, dan telah menerapkan protokol kesehatan.
“Kalau protokol kesehatan sendiri kita menjalankan sesuai arahan pemerintah dan Golden Tulip pusat. Kita juga sudah menjalankan Protokol kesehatan itu sebelum tutup kemarin,” ujarnya.
Kemudian berkaitan dengan tingkat pengunjung hotel, menurutnya sampai saat ini tidak ada peningkatan yang signifikan lantaran pengunjung hanya datang dari luar Kota.
“Untuk tingkat hunian masih belum tinggi, karena tamu banyak dari luar kota,” ucapnya.
Sementara itu, Ellissa juga mengungkapkan bahwa perbandingan tingkat kunjungan saat ini dengan sebelum adanya wabah Covid-19, sangat menurun drastis.
“Biasanya normal Occupancy kita 70 persen, tetapi sekarang 20 persen saja kita sudah sangat bersyukur,” tandasnya.(fachrul)
Editor : Amran


