Kategori: Ekonomi & Bisnis

  • Pemko Terus Lakukan Komunikasi, Kendati Aliansi Pedagang Pasar Sudimampir Layangkan Somasi

    Pemko Terus Lakukan Komunikasi, Kendati Aliansi Pedagang Pasar Sudimampir Layangkan Somasi

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pemko Banjarmasin kembali melakukan rapat koordinasi terkait persiapan revitalisasi pasar di kawasan Sudimampir, Pasar Besar dan Ujung Murung.

    Rapat koordinasi itu terus dilakukan kendari para pedagang melalui aliansi sudah melayangkan somasi terkait penolakan adanya revitalisasi pasar yang direncanakan Pemko Banjarmasin.

    Kepala Bidang PSDP dan Pasar, Ichrom Muf Tezar menyampaikan, bahwa dalam rapat tersebut sedang memfokuskan pembahasan untuk revitalisasi pasar di kawasan Ujung Murung.

    Rapat tersebut merupakan rapat lanjutan dari rapat sebelumnya, yakni terkait status tanah di Blok Pasar Ujung Murung, menurutnya di Blok Ujung Murung tersebut ada 11 sertifikat.

    “Di Ujung murung itu ada 11 sertifikat dan ukurannya kecil-kecil, tidak mampu mengakomodir seluruh toko yang ada di Blok Pasar Ujung Murung,” ujar Tezar, Rabu (26/8/2020).

    Ia juga mengatakan, dalam rapat tersebut Pemko Banjarmasin juga menghadirkan Kepala, Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang nantinya akan membantu langkah Pemko Banjarmasin untuk mensukseskan revitalisasi pasar tersebut.

    “Dalam rangka mendukung langkah revitalisasi, Kepala BPN tadi menyatakan siap membantu Pemko, baik menerbitkan sertifikat ataupun langkah lainnya,” ucapnya.

    Ia juga mengungkapkan, bahwa sebelumnya Walikota Banjarmasin sudah menyampaikan kepada Camat Banjarmasin Tengah dan Lurah Kertak Baru Ulu untuk membantu pedagang. Apabila kedepannya memang dibuatkan sertifikat hak milik.

    “Kenapa sangat diperlukan sertifikat hak milik, karena ini merupakan landasan untuk kita melakukan revitalisasi agar status tanah di Blok Ujung Murung itu jelas,” tuturnya.

    Tezar menjelaskan dari sebanyak 139 toko yang berada di Blok Pasar Ujung Murung, hanya 11 toko yang memiliki sertifikat hak milik, sedangkan untuk sisanya hanya memiliki surat keterangan dari pemilik bahwa tanah itu adalah mereka.

    “Status surat keterangan kepemilikan itu hingga sampai saat ini memang tidak pernah ada gugatan dari pihak manapun, dan Pemko juga tidak pernah menarik retribusi di blok pasar ujung murung tersebut,” jelasnya.

    Sementara itu alasan memfokuskan pembahasan dalam rapat dipindah ke Blok Pasar Ujung Murung, dikarenakan dari Blok Pasar Sudimampir sudah melayangkan somasi penolakan revitalisasi yang direncanakan pemko Banjarmasin.

    “Dari Pasar Sudimampir kan sudah menyatakan sikap tidak setuju dengan revitalisasi ini, jadi mereka meminta kepada Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin untuk menghentikan rencana revitalisasi, sampai berakhir masa sertifikat hak guna bangunan (SHGB) mereka,” jelas Tezar.

    Ia juga menyampaikan, bahwa tidak semua SHGB di Blok Pasar Sudimampir yang hidup, karena dari sekian banyak toko di Pasar Sudimampir tersebut sebagiannya sudah ada yang mati pada 2005 lalu dan ada juga yang sudah memperpanjang hingga tahun 2025.

    “Pemko akan melakukan langkah-langkah untuk menangani permasalahan SHGB yang sudah mati ini, karena secara aturan kalau SHGB nya mati maka kembali ke Pemko. Kami dari Bidang pasar kedepannya akan berkoordinasi dengan aset terkait Pasar Sudimampir ini,” imbuhnya.

    Dari beberapa pasar yang terkena dampak revitalisasi tersebut Pemko sudah mendapatkan kesepakatan dengan Pasar Besar, kemudian merambah ke Pasar Sudimampir yang akhirnya masih belum mendapatkan kesepakatan apapun.

    “Daripada kita menunggu yang belum pasti dari Pasar Sudimampir, kita melanjutkan ke Pasar Ujung Murung. Harapan kita mereka bisa cepat menyetujui,” ucapnya.

    Tezar juga berharap untuk Pasar Sudimampir, meskipun pihak pasar sudimampir melayangkan somasi ia menginginkan adanya komunikasi terkait langkah Pemko untuk revitalisasi ini.

    “Dalam waktu dekat kami akan mengundang lagi beberapa, mungkin pengurus Pasar Sudimampir, kami ingin menyampaikan terkait langkah Pemko, untuk menyikapi para pedagang yang sudah habis masa SHGB nya,” tandasnya.(fachrul)

    Editor : Amran

  • Promosi Sasirangan Lokal, Dinas Koperasi UMKM dan Industri Balangan Gelar Lomba Desain Sasirangan

    Promosi Sasirangan Lokal, Dinas Koperasi UMKM dan Industri Balangan Gelar Lomba Desain Sasirangan

    PARINGIN, klikkalsel.com – Puluhan peserta dari beberapa kecamatan mengikuti lomba desain sasirangan Dinas Koperasi UMKM dan Industri Kabupaten Balangan menggelar di Aula Gedung Sanggam Balangan, Rabu (27/8/2020).
    Peserta lomba menampilkan berbagai motif sasirangan dengan pewarnaan yang bermacam-macam pula. Bahkan keberanian warna dan penempatan motif menjadi penilaian dalam lomba tersebut.
    Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Kabupaten Balangan, Listiani mengatakan, lomba kali ini adalah untuk mengembangkan kemampuan sekaligus promosi sasirangan di Balangan, dengan tema Pesona Balangan.
    Baca juga : Pemberdayaan KeluargaPeringati HKG PKK ke-48, Bupati Beri Petuah Kembali ke Roh Wadah
    “Dimana kreativitas pada motif menunjukan ragam Balangan,” imbuhnya.
    Ia menyebutkan, penempatan motif juga harus memperhatikan ketika dijadikan pakaian. Sehingga motif yang dibuat bisa semakin memukau saat disulap menjadi baju, rok ataupun celana.
    Tak hanya itu, Listiani juga menjelaskan program ini bagian dari pembinaan terhadap pengrajin sasirang, agar dapat menjadi program unggulan setiap tahunnya.
    “Kami sedang mencoba membuat sentral sasirangan. Tapi sebelum itu kami memberikan pelatihan, pembinaan dan promosi,” ucap dia.
    Melalui materi pembelajaran yang diberikan oleh pihak ketiga, ia berharap adanya peningkatan terhadap pengrajin di Balangan.
    “Saya juga berharap, baik warga maupun jajaran SKPD di Balangan mulai memberdayakan pengrajin sasirangan yang ada. Sehingga apabila dibutuhkan kain sasirangan, maka membelinya juga pada pengrajin yang ada di Balangan,” katanya.
    Melalui kegiatan ini, ia yakin mampu membantu dan menjalankan visi misi Bupati Balangan H Ansharuddin, yakni perihal ekonomi kerakyatan.
    “Mudah-mudahan ini akan membawa kesejahteraan yang lebih bagi para pengrajin sasirangan di Balangan, ” ucapnya.
    Pada kesempatan itu pula, promosi terhadap sasirangan yang dipamerkan juga menjadi ajang penting. Terlebih, ada nama dan nomor telepon yang bisa dihubungi untuk pemesanan.
    Selain itu, Listiani juga mendatangkan juri handal, yakni seorang desainer yang sudah ternama. Serta ada pula juri dari beberapa organisasi perempuan yang ada di Balangan. (adv/fitri)
    Editor : Akhmad
  • Harga Elpiji 3 Kilo Naik di Tingkat Pengecer

    Harga Elpiji 3 Kilo Naik di Tingkat Pengecer

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Harga gas elpiji 3 kg di Banjarmasin kembali dikeluhkan warga karena melambung hingga Rp25 ribu hingga Rp30 ribu bahkan sampai lebih, padahal harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan hanya Rp 17.500 per tabung.
    Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalimantan Selatan Kalsel, H Saibani mengatakan, memang sempat terjadi demikian di Kota Banjarmasin.
    “Memang sempat terjadi di atas HET, namun harga tersebut ditemukan di tingkat pengecer misalnya toko atau warung. Kami tak bisa mengontrol harga tersebut sebab kami hanya menyalurkan ke agen dan pangkalan sudah sesuai HET yang telah ditetapkan yakni Rp 17.500,” katannya, (25/8/2020).
    Diakuinnya memang sering terjadi di tingkat pengecer, terlebih disaat pandemi ini permintaan “si melon” tersbeut meningkat.
    Dikatakannya pula, terkadang ditemui para pengecer sengaja membeli gas elpiji 3 kg dari warga kurang mampu dengan harga lebih tinggi kisaran Rp25 ribu yang kemudian pengecer menjual lagi ke masyarakat umum sampai seharga Rp30 ribu sampai Rp40 ribu per tabung.
    “Kadang warga yang kurang mampu setelah mendapat kupon pembelian seharga HET menjualnya kepada pengecer. Kemudian untuk dijual lagi kepada warga yang membutuhkan,” ucapnnya.
    Saibani juga berharap kepada masyarakat agar membeli di agen atau pangkalan. Bagi yang mendapatkan kupon pengambilan gas elpiji 3Kg jangan dijual lagi khusus untuk konsumsi pribadi.
    “Kalau bisa jangan dijual kasihan masyarakat yang benar membutuhkan,”harapnya.(azka)
    Editor : Amran
  • Penuhi Kebutuhan Sehari-hari, Reza Mahasiswa Asal Tanah Bumbu Geluti Usaha Kopi Keliling

    Penuhi Kebutuhan Sehari-hari, Reza Mahasiswa Asal Tanah Bumbu Geluti Usaha Kopi Keliling

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Reza Muamar menghentikan laju motor maticnya saat melintas di sekitar kumpulan pengemudi ojek online (ojol), di Jalan Niga, Banjarmasin. Bukan untuk memeriksa kondisi motornya, ia berhenti langsung menawarkan kopi panas yang dibawanya.
    Berangkat dari kosnya di Jalan Kelayan A, Gang Srikandi, Murung Raya, Kecamatan Banjarmasin Selatan, sekitar pukul 10.00 Wita larut malam, hari itu, terhitung ia dua kali bolak-balik ke rumah untuk mengisi ulang air panas di termosnya.
    “Kopi, Bang?” sahutnya kepada warga dan sejumlah tukang ojek tanpa basa-basi.
    “Boleh satu, kopi hitam panas,” jawab salah satu pengemudi ojel.
    Tanpa bertanya lagi, Reza lalu mengambil gelas plastik, menuangkan bubuk kopi kemasan dan air panas ke gelas itu. Tak sampai dua hingga tiga menit, kopi itu sudah ia berikan kepada pengendara ojol yang memesan tadi.
    Warga Kota Banjarmasin tentu tidak asing melihat penjaja kopi keliling seperti Reza. Bermodalkan motor matic, mahasiswa perguruan tinggi swasta ini menjual berbagai macam minuman kemasan yang dijadikan satu dalam wadah, serta termos berisi air panas.
    “Kalau jualan di mana ada orang yang ramai, langsung ditawarkan,” tutur Reza kepada klikkalsel.com.
    Namun, siapa sangka, dibalik gigihnya ia menawarkan kopi yang terlihat sudah terbiasa, pria berusia 23 tahun itu dan anak pertama dari 4 bersaudara, ternyata baru tujuh hari menjalani pekerjaan sebagai penjual kopi keliling.
    Awalnya, ia hanya mahasiswa perantauan biasa. Pandemi wabah virus Corona (Covid-19) yang terjadi di Indonesia harus membantu kedau orangtuanya guna menutupi biaya kuliahya.
    Ia pun berpikir dari pada berdiam di rumah, lebih baik mencari usaha untk menambah tabungan. Apalagi Reza juga turut merasakan perekonomian tidak stabil. Dari awal kuliah ternyata ia sudah merencanakan untuk menjadi penjual kopi keliling.
    “Saya langsung kepikiran jualan kopi keliling waktu itu, modal belum ada, tidak kepikiran sewa tempat, enggak ada bosnya juga,” ucapnya.
    Reza bergelut jadi penjual kopi keliling karena perekonomian tidak stabil sebab terdampak virus corona, selain itu ia juga menjual beberapa menu minuman selain kopi. Selain itu, masker kain dan hand sanitizer menjadi barang tambahan yang ia jual.
    Tak hanya melirik kumpulan orang banyak, Reza juga berkeliling di sekitar Pasar Sudimampir dan Banua Anyar dan pada malam harinya hingga ke Asrama mahasiswa Tanah Bumbu 1.
    “Kadang bawa kompor lapangan, untuk memasak air,” imbuhnya.
    Tak Hanya berkeliling memasarkan minuman yang dibawanya, ia juga membuat layanan pemesanan melalui sosial media instagram (@koplingkura) untuk dipanggil ke lokasi si pemesan.
    Dari usahnya itu, ia bisa mengumulkan hasil jualan kpi panas dalam sehari mencapai Rp20 ribu sampai Rp50 ribu. Usahan ini akan terus digelutinya, paling tidak, sampai mendapatkan pekerjaan yang cukup untuk biaya kuliah yang jauh dari kampung halaman.
    “Semoga setelah corona ini dapat pekerjaan yang lebih baik lagi, seperti orang kantoran,” pungkasnya.(airlangga)
    Editor : Amran
  • Corona Buat Merana para Pelaku Usaha Kawasan Cendana

    Corona Buat Merana para Pelaku Usaha Kawasan Cendana

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sejumlah usaha di Jalan Cendana Banjarmasin Utara mendadak sepi, tidak seperti biasanya.
    Pantauan reporter klikkalsel.com, Selasa Siang (25/8/2020) yang terik, kawasan ini tampak sunyi, hanya beberapa pengendara yang melintas, terlihat beberapa warung makan yang buka, namun sepi dari pembeli, berbeda dari kondisi sebelumnya di jam makan siang warung sekitar kawasan Cendana uang ramai akan pembeli, sebelum Virus Corona (Covid-19) melanda di Banua.
    Mayoritas pembeli di sini adalah mahasiswa-mahasiswi dan pekerja bergaji pas pasan.
    Maka, jangan heran apabila harga yang ditawarkan warung di kawasan ini terbilang ramah kanton
    Seperti Farida ibu dari dua anak ini, mengaku sudah 10 tahun menggantungkan hidupnya ikut berdagang makanan di kawasan Jalan Cendana.
    Kondisi saat ini yang ia rasakan amatlah pahit, berbeda dari bulan-bulan lalu, warung yang ia kelola mulanya ramai kini mengalami penurunan.
    “Sunyi, tidak seperti dulu, mahasiswa banyak pulang kampung,” ucapnya kepada klikkalsel.com Selasa (25/8/2020).
    Pasalnya, selama masa pandemi Covid-19 banyak kampus yang menghentikan sistem pembelajaran tatap muka dan beralih fungsi menggunakan sistem daring, guna mengurai penyebaran mata rantai virus corona.
    Hal inilah yang bisa dibilang menyebabkan penurunan pemasukan bagi penjual makanan di kawasan Cendana, bahkan sebagian penjual banyak yang balik kandang/pulang kampung karena tidak sanggup bertahan.
    Karena harga bahan pokok tetap tinggi. Banting harga tidak mungkin. Maka, bertahan dan mengurangi karyawan adalah strategi satu-satunya.
    Tidak hanya pedagang makanan yang mendapatkan dampak merosotnya perekonomian, para Jasa rental dan pengetikan pun kena imbasnya.
    Tubagus Pramadi contohnya, pria berusia 50 tahun ini sudah merantau dari Jawa Timur ke Banjarmasin sejak 2006 lalu, juga merasakan dampak yang sama,
    Ia mengelola sebuah jasa pengetikan dan rental di salah satu bagunan di jalan Cendana mengaku di masa pandemi ini sepi orderan.
    “Satu dua hari bisa tidak ada yang datang,” katanya
    Selanjutnya, ia menceritakan kalau dulu dari pagi, siang, sore hingga malam selalu ada saja yang menggunakan jasanya, namun di masa pandemi sangat jarang sekali bahkan bisa saja tidak ada yang datang.
    Hal ini mengakibatkan kemerosotan drastis baginya, yang mana dulu dalam satu minggu. Ia bisa mendapatkan Rp500 sampai Rp800 ribu, kini di keadaan saat ini Rp200 ribu untuk seminggu saja susah.
    “satu minggu cari Rp200 ribu susah, kaya hidup enggan mati tak mau,” pungkasnya. (airlangga)
    Editor : Akhmad
  • Akibat Pandemi, APBD Perubahan 2020 Kalsel Merosot Sekitar Rp1 Miliar

    Akibat Pandemi, APBD Perubahan 2020 Kalsel Merosot Sekitar Rp1 Miliar

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Dewan Perwalian Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Rapat Paripurna, Senin (24/5/2020).
    Rapat kali ini dengan agenda salah satunya penjelasan Raperda APBD Perubahan Tahun 2020 Provinsi Kalsel yang mengalami pengurangan anggaran hingga Rp1 miliar lebih dari APBD Murni 2020.
    Ketua DPRD Provinsi Kalsel, H Supian HK secara langsung memimpin rapat paripurna yang turut dihadiri Gubernur H Sahbirin Noor serta perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda). Ada tiga agenda yang diparipurnakan pihak legislatif dan eksekutif.
    Agenda pertama, Penetapan Perubahan Ketiga Agenda DPRD Provinsi Kalsel
    Bulan Agustus Tahun 2020. Agenda Kedua, Penandatanganan Persetujuan Bersama Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara APBD Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2021 Oleh Kepala Daerah Bersama Pimpinan DPRD.
    “Dan agenda Ketiga, Penjelasan Gubernur Kalimantan Selatan atas Rancangan
    Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 disertai Nota Keuangan,” jelaa Supain HK saat memimpin rapat paripurna.
    Baca Juga : Gara-gara Ucap Tatib Sama Al-Quran, Sukhro Diminta Istighfar
    Terkait Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor menerangkan ada pengurangan dari Anggaran Pendapatan dan Pengeluaran Daerah (APBD) Murni tahun 2020.
    Gubernur yang karib disapa Paman Birin ini memaparkan, pendapatan daerah dianggarkan sebesar Rp6.656.475.428.911. Disebutkannya, turun sebesar Rp574.429.735.080
    “Atau 7,94 persen dari Anggaran Murni Tahun 2020 sebesar Rp7.230.905.164.000,” paparnya.
    Paman Birin menguraikan APBD Perubuhan 2020, belanja daerah dianggarkan sebesar Rp7.047.518.382.972 turun sebesar Rp533.386.781.028 atau 7,04 persen dari anggaran murni tahun 2020 sebesar Rp7.580.905.164.000.
    “Selisih antara pendapatan daerah dan belanja daerah terdapat defisit, yang ditutupi dengan pembiayaan netto sebesar Rp391.042.954.061, naik sebesar Rp41.042.954.061 atau 11,73 persen, dari anggaran murni tahun 2020 sebesar Rp350.000.000.000,” jelas gubernur.
    Baca Juga : Hasil Panen Padi di Batola Akan Penuhi Target Pemerintah Pusat
    Gambaran APBD Perubahan Tahun 2020 tersebut, mengacu dengan adanya kesepakatan KUPA – PPAS. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, dan Permendagri Nomor 33 tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan APBD tahun anggaran 2020.
    “Inilah dasar bagi skpd dalam menyusun rencana kerja dan anggaran  (RKA), yang dilanjutkan dengan Penyusunan Rancangan Perubahan APBD tahun Anggaran 2020,” kata Paman Birin.
    Gubernur berharap perubahan APBD ini, dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan pembangunan, setelah terpengaruh cukup besar oleh pandemi Covid-19. Dengan komposisi perubahan APBD Tahun Anggaran 2020, permasalahan kesehatan, sosial dan ekonomi dapat tertangani dengan baik.
    “Mudah-mudahan, perubahan apbd tahun anggaran 2020 ini, memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan pembangunan di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (rizqon)
    Editor : Akhmad
  • Ketika Budaya Ngopi dan Motoran Bertemu

    Ketika Budaya Ngopi dan Motoran Bertemu

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Budaya ngopi bareng sudah menjadi tren dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas ini dilakukan sekadar ngobrol atau nongkrong bareng.
    Saat ini minum kopi dengan teman seakan sudah menyatu dengan istilah kopi darat (Kopdar) bagi beberapa orang di komunitas motor.
    Baca juga : Biker Shirath, Touring Sambil Berdakwah
    Tren inilah yang kemudian menjadi alasan salah satu anggota Biker Shirath Banjarmasin Fachmi Arta Kusuma atau yang akrab disapa Jangkar untuk membuka kedai kopi di Jalan Sultan Adam yang menjadi tujuan para pecinta motor dan kopi.
    “Sepeda motor dan kopi bisa dibilang menjadi bagian gaya hidup yang tidak terpisahkan dalam masyarakat,” ucapnya Jangkar Kamis (20/8/2020)
    Tidak hanya kopi, Road kedai juga menyediakan varian rasa dan minuman lain seperti Kopi Susu Gula Aren, Kopi susu, Teh Tarik, Kopi Hitam dan hanya susu.
    “Mau Es atau panas, Tergantung Selera,” tuturnya.
    Selain itu, di Road Kedai juga bisa menikmati mie rebus dan makanan khas orang banjar berupa Lempeng pisang yang diproduksi oleh jukung julak, yang bekerjasama membuka stand di depan Road Kedai.
    Fenomena gaya hidup dari para pecinta kopi dan komunitas motor yang kini menjadi salah satu sisi menari dalam hal tren ini.
    Secara rutin beberapa Komunitas motor di Banjarmasin melakukan kopdar di Kedai sambari sekadar ngobrol atau nongkrong bareng.
    Selain itu, bajat menu makanan yang disediakan Road Kedai juga terhitung murah, tidak terlalu menguras kantong, untuk harga minuman dan makanan yang disediakan berkisar dari Rp3 ribu hingga Rp10 ribu.
    “Road Kedai buka dari pukul 17.00 Wita sampai pukul 23.00 Wita, jika malam minggu kedai tutup pukul 00.00 Wita, dan libur pada Kamis malam setiap minggunya,” pungkasnya.(airlangga)
    Editor : Amran
  • Pendapatan Jasa Penyeberangan Turun Hingga 75 Persen

    Pendapatan Jasa Penyeberangan Turun Hingga 75 Persen

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pendapatan jasa penyeberangan Fery Banjar Raya (Banjarmasin)-Saka Kajang (Kabupaten Barito Kuala) menurun drastis dimasa pandemi Covid19.
    Menurunnya pendapatan tersbut dikarenakan berkurangnya pengguna jasa yang penyeberangan karena menahan diri untuk bepergian karena ancaman dari wabah virus Corona (Covid-19).
    Berkurangnya pemakai jasa fery saat ini sangat berpengaruh terhadap operasional. Bahkan para pengguna memilih jalur aman dari kerumunan sehingga rela menggunakan jalan raya kendati lebih jauh dibanding dengan menyeberang menggunakan fery.
    Sandon adalah salah satu perintis jasa penyeberangan Saka Kajang-Banjar Raya. Pada masa pandemi ini, ia mengaku pendapatannya semakin lama semakin menurun. Bahkan berkurang hingga 75%. Padahal padahal dia harus mempekerjakan dua anak buah kapal.
    “Masa pandemi ini penghasilan mencapai 4-6 juta per hari. Namun saat ini hanya mampu 1-2 juta dalam 12 kali penyeberangan,” tutur Sandon.
    Bapak dari tiga anak ini juga menyesalkan penutupan jasa ini oleh pihak pelabuhan banjarmasin pada beberapa waktu lalu, sehingga tidak dibolehkan beraktifitas maka jasa tersebut sempat mati total.
    Padahal dia harus menghidupi kehidupan keluarganya dan kedua anak buahnya yang harus pulang pergi dari Tamban kilometer 5 yang jaraknya sekitar 8 kilometer untuk menjaga kapalnya sewaktu sandar.(anam)
    Editor : Amran
  • Eksplorasi Potensi Wisata HSU Melalui Lomba Maket

    Eksplorasi Potensi Wisata HSU Melalui Lomba Maket

    AMUNTAI, klikkalsel.com – Dalam rangka mengembangkan potensi pariwisata dan bakat para pemuda yang ada di Hulu Sungai Utara (HSU), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten HSU bekerjasama dengan Pawadahan Nanang Galuh, menggelar kompetisi pembuatan maket (Youth Mockup Competition) Pariwisata di HSU.
    Event ini diikuti oleh 8 tim, di antaranya tim The Chai, tim Gadis Desa, tim Alfa, tim KIR Smansa, tim Tumenggung Jalil A dan B, tim Babirik Junior Architect, dan tim Gerpindom. Adapun penilaian dan pengumuman pemenang digelar di GOR Sei Karias Amuntai.
    Baca juga : Dua Budak Sabu tak Berkutik Saat Dibekuk Polisi
    Kegiatan ini dihadiri Ketua DPD KNPI Kabupaten HSU Almien Ashar Safari, Kepala Bidang Kepemudaan Disporapar Kabupaten HSU Nazaruddin, serta Kepala Bidang Kebudayaan dan Kepariwisataan pada Disporapar Kabupaten HSU Siti Marhamah, yang ketiganya juga sebagai juri.
    Kabid Kepemudaan Disporapar HSU Nazaruddin, mengapresiasi kegiatan yang dipelopori oleh DPD KNPI Kabupaten HSU ini.
    “Kami mengapresiasi kegiatan-kegiatan kepemudaan seperti ini, dimana organisasi kepemudaan bisa bekerjasama dengan wadah atau perkumpulan pemuda lainnya, mengekplor kreativitas pemuda dalam hal budaya dan pariwisata di samping kreativitas-kreativitas pemuda lainnya sehingga menjadi pemuda yang maju, pemuda mandiri, pemuda yang sejahtera, pemuda yang agamis, dan pemuda produktif bisa terwujud, sesuai dengan doa yang kita panjatkan melalui semboyan MANTAP,” katanya.
    Nazaruddin juga menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada DPD KNPI Kabupaten HSU dan Pawadahan Nanang Galuh Kabupaten HSU atas pelaksanaan kegiatan ini dan berharap event ini tetap terus dilaksanakan serta kegiatan ini dijadikan agenda rutin oleh DPD KNPI dan Pawadahan Nanang Galuh.
    “Baik dalam kualitas dan kuantitas, karena event ini sangat baik untuk mengembangkan bakat dan potensi pemuda khususnya pemuda HSU ini. Sehingga keberadaan pemuda dalam kehidupan sehari-hari dapat dirasakan melalui pemberdayaan dan pengembangan pemuda itu sendiri,” tuturnya.
    Sementara itu Ketua DPD KNPI Kabupaten HSU Almien Ashar Safari turut mengapresiasi peserta kompetisi dan hasil karya kawan-kawan akan dinilai.
    “Hal ini membuktikan, bahwa kalian sebagai pemuda HSU mampu menggali potensi potensi pariwisata yang ada di Kabupaten HSU ini melalui Youth Mockup Competition ini,” ujarnya.
    Almien yang juga Ketua DPRD Kabupaten HSU ini menyebutkan, melalui kegiatan ini kalian diajarkan dan dilatih agar dapat lebih kreatif dan inovatif untuk memajukan daerah HSU ini
    “Tentunya merupakan harapan kita bersama untuk lebih maju, lebih mandiri, lebih sejahtera, lebih agamis, dan lebih produktif,” tukasnya.
    Setelah melalui tahapan penilaian, di antaranya penilaian persentasi masing-masing tim diberikan waktu 7 menit dan sesi wawancara 3 menit, tim juri sepakat menentukan para pemenang.
    Untuk pemenang pertama diraih oleh tim Alfa, pemenang kedua tim Gerpindom, dan pemenang ketiga tim Tumenggung Jalil B. Sedangkan juara harapan satu diraih oleh tim KIR Smansa, juara harapan dua tim Babirik Junior, dan juara harapan tiga tim The Chai. Masing-masing pemenang mendapatkan uang, piala, dan piagam penghargaan.(doni)
    Editor : Amran
  • Bisa Dicoba, Masakan Haruan Batanak Khas Banjar Ala Wartawan

    Bisa Dicoba, Masakan Haruan Batanak Khas Banjar Ala Wartawan

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Ikan Gabus (iwak haruan) sudah tak asing lagi bagi masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel). Jenis ikan sungai ini populer dikonsumsi oleh masyarakat.
    Nama latinnya adalah Channa striatus, dan termasuk keluarga snakehead fish. Ikan gabus juga banyak di inovasi dan dapat dijumpai dalam kuliner di Kota Banjarmasin.
    Baca juga : Bisnis Rental Sepeda di Tengah Pandemi Covid-19 Cukup Diminati Warga
    Seperti masakan ikan Haruan Batanak, karena dimasak dengan santan dalam bahasa banjar disebut lemak, maka masakan ini juga umum disebut Haruan Batanak. Ada pula yang sengaja dibuat lebih pedas dengan menambahkan cabe rawit.
    Nina Megasari, pedagang masakan khas banjar yang menyediakan menu Haruan Batanak di daerah Pasar Pekauman, juga berprofesi sebagai wartawan media lokal di Kalsel.
    Ia mengaku membuka usaha ini sudah digelutinya baru 3 bulan terakhir
    “Usaha ini dikelola, bersama keluarga,” ucapnya kepada klikkalsel.com Rabu (19/8/2020).
    Tak hanya itu, ia juga menjual makanan khas Banjar lainya seperti Kokoleh, Mie Habang, Sulada dan Bihun Goreng.
    “Harganya relatif murah tidak terlalu menguras kantong, mulai kisaran dari Rp2 ribu hingga Rp15 ribu per pcs,” ujarnya.
    Dagangan ini, ia jual tiap harinya di pasar mulai pukul 07.30 Wita sampai pukul 13.00 Wita. Selain di pasar, ia juga memasarkan secara online melalui akun sosial instagram (@rasa.nina).
    Masakan yang diracik Nina beda dari yang lainya, karena ikan Haruan digoreng terlebih dahulu, lalu dicampur bumbu sambal terasi, kemudian dimasukan rempah-rempah dapur dan terakhir dituangkan santan segar.
    Karena itu pula ikan Haruan termasuk jenis ikan yang lumayan harganya. Selain itu, ikan ini memiliki banyak duri halusnya.
    Namun, ikan Haruan yang berukuran besar lebih mudah menyisihkan duri dan tulangnya, dan biasa diproses menjadi ikan kering atau ikan asin, serta ikan Haruan bisa di buat pais bahkan bisa pula dibakar untuk penyajiannya.
    Dengan santan yang berlemak, masakan ini memang cocok untuk menyantap dengan nasi panas atau ketupat.
    Umumnya, di Kalsel, ikan haruan segar disajikan secara masak habang (bumbu merah) yaitu ikan goreng yang dimasak dengan bumbu cabe merah.
    Haruan masak habang sering dimakan dengan ketupat atau lontong, yang kemudian diguyur dengan sayur bersantan.
    Parutan kelapa (nyiur) yang menjadi santan diperlukan karena yang dimasak biasanya adalah ikan haruan yang sudah digoreng dan dikeringkan atau diasinkan.
    Santan yang menciptakan rasa gurih, tekstur ikan yang lembut, dan bumbu-bumbunya membuat citarasa asam-pedas. Haruan Betanak mudah dijumpai di rumah-rumah makan di seluruh Kalimantan Selatan. Sajian ini juga masih menjadi favorit keluarga di rumah-rumah penduduk.
    Cara masak dan bumbu-bumbunya sangat sederhana. Pada dasarnya hanya diperlukan bawang merah dan cabe dalam keseimbangan yang bagus, bila perlu ditambahkan citarasa asam dan belimbing buluh, sehingga rasanya makin gurih.
    Ikan haruan sebenarnya termasuk jenis ikan buas yang hidup liar di sungai. Panjangnya bisa mencapai satu meter. Orang-orang tua meyakini khasiat ikan gabus yang baik untuk penyembuhan luka dalam, misalnya bagi ibu-ibu setelah melahirkan.(airlangga)
    Editor : Amran