Kategori: Ekonomi & Bisnis

  • Planet Pasta Hadir di Banjarmasin, Berkonsep Makanan Itali

    Planet Pasta Hadir di Banjarmasin, Berkonsep Makanan Itali

    BANJARMASIN, klikkaleel.com – Kenikmatan hidangan aneka Pasta, masakan khas Italia dari racikan chef kali ini bisa dinikamti untuk memanjakan lidar warga Kota Banjarmasin.

    Restoran berlokasi di Jalan Rantauan Timur II No. 2 Pekauman, Banjarmasin Selatan berdiri dengan konsep rumahan dan familiar. Jangan salah, meski berkonsep rumahan aneka Pasta yang disediakan di sini tak kalah dengan masakan restoran pada umumnya.

    “Restoran ini kami dirikan dengan konsep rumahan, karena kami yakin ketika tamu berada di Planet Pasta, tamu akan disambut dengan arsitektur bangunan rumah era 80-an bergaya eropa dengan interior yang unik. Dinding di area ruang dalam rumah dipenuhi foto-foto klasik,” tutur Akhmad Lazuardi Saragih, owner Planet Pasta Indonesia, Selasa (29/9/2020).

    Menurut Lazuardi, sebagai resto yang berkonsep rumahan dengan corak makanan khas Italia, sangat mengandalkan kelezatan rasa dan kreasi makanan berupa pasta dengan pilihan sauce yang tepat.

    Planet Pasta menyajikan beragam makanan favorit dengan berbagai pilihan pasta antara lain, Spaghetti, Fettucine, Penne, Fussili.

    Sementara itu, pilihan sauce pasta yang dapat kamu coba antara lain, Sauce Bolognaise, Sauce Carbonara, Sauce Chicken Creamy Mushroom, Sauce Seafood Marinara Tomato, Sauce Chese Creamy, Sauce Choice Aglio Olio Tuna dan Sauce Smoke Beef Mushroom.

    Bagi penyuka pasta yang sangat begitu menggoda kelezatan, ditambahkan Lazuardi juga menyajikan Baked Lasagna, yaitu menu favorit yang dihadirkan di Planet Pasta.

    Menu lainnya yang dapat menjadi pilihan Anda dan keluarga, adalah Planet Sandwich dan Tuna Melt Sandwich. Planet Pasta juga menyajikan beragam minuman yang dapat menemani hidangan saat menikmati pasta, baik di siang hari maupun malam.

    “Ada Milkshake berbagai varian, dari Vanilla, Cokelat, Strawbery, Durian. Kami juga menyiapkan berbagai jenis juice,” tutur Chef Faizal Saragih.

    Bagi penikmat kopi, Planet Pasta juga menyajikan dua pilihan kopi favorit, yakni Arabic Coffee. Arabic Coffee diolah dan dibuat dengan sentuhan negara Arab dengan bervarian campuran cengkeh, kayu manis dan kapulaga. Pilihan kedua yang menjadi minuman favorit adalah Coffee Soda.

    “Kami juga menyediakan berbagai minuman lainnya, baik kopi maupun teh. Untuk teh sendiri kami menyiapkan pappermint tea dan green tea. Khusus Pappermint tea, kami sajikan dengan daun asli mint,” ujarnya.

    Soal harga jangan takut. Planet Pasta Indonesia, sebagai salah satu resto yang bergerak di bidang Usaha Kecil Menenangan (UKM) turut memahami kondisi ekonomi masyarakat yang mengalami rendahnya daya beli. Dengan harga makanan yang cukup terjangkau dari Rp15 ribi sampai dengan Rp30 ribu.

    “Kami menyadari soal harga sangat penting, tetapi yang jauh lebih penting bagi kami adalah bagaimana kita bisa memberikan sentuhan rasa bagi konsumen yang menikmati makanan khas di Planet Pasta,” jelas Lazuardi.

    Planet Pasta Indonesia sendiri telah berdiri sejak tanggal 17 Agustus 2019 di kota Bandung. Kehadiran Planet Pasta di Banjarmasin merupakan awal bagi kami untuk memberikan sentuhan makanan khas italia yang berkonsep resto rumahan.

    “Ini merupakan pilihan tepat untuk arisan, gathering, reuni dan merayakan ulang tahun bersama keluarga serta sahabat ataupun sekadar menghabiskan waktu santai sambil menikmati berbagai pilihan menu di siang dan malam hari,” tutur Lazuardi.

    Restoran yang berkonsep rumahan ini juga sangat memerhatikan ketaatan dalam mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah guna mencegah penyebaran Virus Covid-19.(ganang)

    Editor : Amran

  • Generasi Milineal Didorong Geluti Usaha Bidang Pertanian

    Generasi Milineal Didorong Geluti Usaha Bidang Pertanian

    AMUNTAI, klikkalsel.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Utara (HSU) melalui Dinas Pertanian setempat, mendorong generasi milineal menggeluti usaha sektor pertanian.

    Melalui usaha tersebut, kaum milenial setidaknya busa menjalankan bisnis sektor pertanian yang menguntungkan bagi generasi muda.

    “Sektor yang bisa digeluti generasi muda seperti tanaman hidroponik, wisata pertanian, ekonomi kreatif sektor pertanian dan sebagainya,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten HSU H Yuli Hertawan, Senin (28/9/2020).

    Terkait dengan adanya satu lembaga atau Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) yang ada di Kota Amuntai, setiap tahunnya menghasilkan Sarjana Pertanian, ia mengakui kurang memantau kemana alumnus Stiper mengabdikan ilmunya.

    “Kalau para Sarjana Pertanian ingin menggeluti usaha pertanian, misalnya jika ingin membuat demplot, Pemkab HSU melalui Dinas Pertanian bisa membantu menyediakan bibitnya,” terangnya.

    Sarjana Pertanian di Kabupaten HSU, lanjutnya, bisa melakukan kerja swadaya atau mandiri disektor pertanian, apalagi Bupati HSU mengajak putra daerah kembali ke HSU untuk mengaplikasikan ilmunya.

    “Belum lama ini, DPD KNPI Kabupaten HSU juga sudah memberi contoh dan memulai peran generasi milineal untuk terjun menggeluti sektor pertanian pada Hari Ulang Tahun Ke-47 dengan melaksanakan tanam padi perdana di Desa Babirik memarin,” ujarnya.

    Pada sektor pertanian, tambahnya, juga bisa dikembangkan untuk objek wisata, apalagi sekarang marak wisata sekedar untuk selfie, rumah makan, cafe dengan latar belakang pemandangan alam dan persawahan, khususnya di kawasan Polder Alabio sangat bagus pemandangan lahan persawahannya yang hijau.

    “Solusi yang diharapkan, alumnus Sekolah Tinggi Pertanian bisa mandiri dan kreatif melakukan usaha pertanian swadaya, Pemkab HSU melalui Dinas Pertanian berupaya membantu sebisanya,” tukasnya.(doni)

    Editor : Amran

  • Cawali Ini Rajin Endorse Produk UMKM, Ananda: Ini Ikhtiar Saya Untuk Membantu UMKM di Masa Pandemi

    Cawali Ini Rajin Endorse Produk UMKM, Ananda: Ini Ikhtiar Saya Untuk Membantu UMKM di Masa Pandemi

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Memiliki banyak follower di Instagram resminya @hj.ananda, tidak membuat Calon Walikota Banjarmasin Hj Ananda berpikir untuk mengkomersilkan kepentingan pribadinya.

    Malah mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin itu rajin melakukan endorse produk Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) secara gratis.

    Endorse gratis ini sendiri memang sudah lama dilakukannya sebelum pandemi Covid-19, bahkan intensitasnya semakin bertambah sejak pandemi sekarang ini.

    Baginya hal ini sebagai salah satu ikhtiarnya untuk dapat mendukung produk UMKM yang sangat terimbas negatif akibat wabah pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda dunia.

    “Dengan mempromosikan produk UMKM ini, saya berharap dagangan mereka bisa laku dibeli oleh masyarakat. Dengan demikian UMKM pun tetap bertahan untuk menghidupi keluarga dan karyawan mereka,” ungkapnya, Sabtu (26/9/2020).

    Diakui Runner Up 1 Puteri Indonesia Tahun 2006 itu, untuk melakukan endorse produk UMKM tersebut tidaklah gampang, karena dirinya harus menyisihkan waktu disela jadwalnya yang padat karena kini sedang mencalonkan diri sebagai Calon Walikota Banjarmasin berpasangan dengan H Mushaffa Zakir Lc.

    Selain soal waktu, dirinya pun juga harus mengasah otak untuk dapat membuat konten endorse produk UMKM yang kreatif dan menarik agar masyarakat mau membeli produk yang di endorsenya dan tentunya dengan review yang jujur dan bukan titipan.

    “Waktu dan pikiran tentunya harus disisihkan saat melakukan endorse produk UMKM ini. Walau begitu saya tidak masalah, karena bagi saya ini merupakan salah satu ikhtiar saya untuk membantu mereka,” katanya.

    Bahkan selain melakukan endorse, tidak jarang dirinya juga menyempatkan memberikan masukan kepada pelaku UMKM untuk dapat membenahi produknya agar semakin menarik dan dibeli oleh masyarakat.

    “Waktu ketemu langsung atau lewat Direct Message Instagram saya berikan masukan terkait produk UMKM yang saya endorse. Karena bagi saya masukan ini penting kedepannya agar produk mereka semakin berkembang,” jelasnya.

    Selain itu tidak jarang pula selain endorse, dirinya juga rutin memberikan testing terlebih dahulu kepada produk UMKM yang ingin dipasarkan.

    “Jadi setelah saya testing, saya berikan komentar dan produknya dibenahi oleh UMKM yang bersangkutan. Berikutnya biasanya saya akan posting di Instagram terkait produk tersebut agar produk dari UMKM yang saya endorse ini laku terjual,” tuturnya.

    Terkait komitmennya terhadap UMKM jika nantinya terpilih sebagai Walikota Banjarmasin dalam Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020, Ketua DPD Partai Golkar Kota Banjarmasin Periode 2017-2020 tersebut menegaskan komitmennya untuk dapat mendorong pengembangan UMKM yang ada di Kota Banjarmasin.

    “Salah satunya nanti program unggulan saya untuk UMKM di Kota Banjarmasin adalah Startup Camp,” pungkasnya.(ganang)

    Editor : Amran

  • Gaet Desainer Kenamaan, Bappeda Balangan Gelar workshop Kerajinan Sasirangan

    Gaet Desainer Kenamaan, Bappeda Balangan Gelar workshop Kerajinan Sasirangan

    PARINGIN, klikkalsel.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Balangan gelar Workshop pengembangan inovasi dan pemantapan kualitas Sasirangan agar bisa bersaing di pasar Nasional dan Internasional.

    Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Balangan pada Kamis (24/9/2020) tersebut, diharapkan dapat membuat para pengrajin sasirangan memiliki kemampuan dan inovasi baru dalam berkarya membuat produk kain sasirangan.

    Dalam pagelaran kegiatan tersebut turut dihadiri Hj Nursidah selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DekKabupaten Balangan, Kepala Bappeda Balangan Murjani Fauzi serta Desainer Sasirangan kenamaan Kalimantan Selatan (Kalsel) Nabil Salim.

    Adapun untuk pesertanya adalah para pengrajin kain sasirangan asal Balangan yang berjumlah 30 orang.

    Dalam kesempatan tersebut Hj Nursidah mengungkapkan, dengan adanya kegiatan ini di Balangan, bisa membuat inovasi baru kain sasirangan oleh pengrajin.

    “Para pengrajin nantinya bisa mengembangkan inovasinya sehingga berkelas dan berkualitas di mata Nasional dan Internasional,” tuturnya.

    Workshop tersebut bekerjasama dengan Nabil Salim, Desainer Sasirangan ternama di Kalsel sebagai pembimbing para pengrajin kain sasirangan di Balangan.

    Sementara itu Nabil Salim mengatakan, para peserta pelatihan sangat antusias. Ia juga sangat mengapresiasi peran Pemerintah Daerah dalam mendukung para pengrajin kain Sasirangan.

    “Alhamdulillah para peserta sangat antusias dan ada kemauan belajar yang sangat besar oleh mereka, saya sebagai Desainer sekaligus sebagai pembimbing tentunya sangat senang karena perkembangan mereka sangat luar biasa,” sebutnya.

    Untuk diketahui bahwa Nabil Salim sudah lama mengamati karya para pengrajin sasirangan Balangan, sebelum ia diminta untuk menjadi pembimbing dalam pelatihan tersebut. (wawan)

    Editor : Akhmad

  • Masuk KUPP Kalsel, Pambasuhan Nilam Balangan Dapat Bantuan Alat Senilai Rp10 Juta

    Masuk KUPP Kalsel, Pambasuhan Nilam Balangan Dapat Bantuan Alat Senilai Rp10 Juta

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Ditetapkan sebagai Kelompok Usaha Pemuda Produktif (KUPP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), wirausaha Pambasuhan Nilam mendapatkan bantuan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel.

    Wirausaha Pambasuhan Nilam ini merupakan binaan usaha yang bergerak di bidang jasa cuci kendaraan dan karpet yang berada di Desa Buntu Karau Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan.

    Ketua KUPP Pambasuhan Nilam, Muhammad Rifky Munandar menjelaskan, bantuan yang diusulkan adalah alat cuci karpet dan mesin pompa air untuk cuci kendaraan yang nilainya terhitung sebesar Rp10 juta.

    Bantuan yang awalnya akan diserahkan ketika Hari Sumpah Pemuda namun dikarenakan masa pandemi, sehingga dimajukan ke tanggal 22 September 2020 yang diserahkan langsung oleh Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor kepada Ketua dan sekretaris KUPP Pambasuhan Nilam, Rifky dan Muhammad Arsyad.

    Menurut Rifky, bantuan ini bisa didapatkan setelah Pambasuhan Nilam berhasil masuk KUPP bersama 15 usaha lainnya se Kalsel dari jumlah pendaftar sebanyak 35 KUPP se Kalsel.

    Dimana prosesnya setelah usaha ini mengajukan proposal yang direkomendasikan oleh Dispora Kabupaten Balangan lalu disurvei jajaran Dispora Kalsel dan Dispora Balangan.

    Dari situlah menurutnya, karena masuk dalam kategori dan usaha yang dilakukan memang berjalan dan memiliki peluang tinggi untuk berkembang, akhirnya proposal tersebut disetujui untuk mendapatkan bantuan.

    Dengan keberhasilan ini, ditambahkannya, semoga semakin banyak wirausaaha muda yang berkembang di wilayah kabupaten balangan.

    “Jadi yang paling penting itu adanya kordinasi dengan Dispora baik provinsi maupun kabupaten agar bisa tahu informasi,” katanya.

    Selain itu kata Rifky, sebaiknya pelaku usaha bisa bergabung dalam sebuah forum, baik komunitas, himpunan atau organisasi yang berkaitan dengan usaha.
    Disisi lain, Rifky aktif sebagai Ketua PPI Kabupaten Balangan, anggota FKP Balangan, anggota KNPI Balangan dan banyak organisasi yang digelutinya.

    Ketua dan sekretaris KUPP Pambasuhan Nilam, M Rifky Munandar dan Muhammad Arsyad.

    Sementara itu, Sekretaris Pambasuhan Nilam, Muhammad Arsyad menyampaikan, program bantuan ini sangat membatu untuk meningkkatkan kualitas yang mereka geluti.

    “Apalagi usha kami telah berdiri sejak 2 tahun yang lalu, sehingga perlunya alat baru sebagai penunjang proses wirausaha kami. Terimakasih kami ucapkan kepada Pemprov Kalsel, Dispora Kalsel, Pemkab. Balangan dan Dispora Balangan serta para pelanggan setia kami yang telah mendukung dan mendoaakan usaha kami,” imbuhnya(ganang)

    Editor : Amran

  • Pengrajin Batu Bata di Kawasan Sungai Tabuk, Masih Bertahan Meski Harus Bersaing dengan Bata Olahan Pabrik

    Pengrajin Batu Bata di Kawasan Sungai Tabuk, Masih Bertahan Meski Harus Bersaing dengan Bata Olahan Pabrik

    MARTAPURA, klikkalsel.com – Pengrajin batu bata di Desa Ambun Jaya Jalur 2 Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, masih bertahan memproduksi bata olahan secara manual.

    Para pengrajin batu bata di kawasan Sungai Tabuk saat ini memang harus bersaing dengan pengolah bata ringan baik dari Pulau Jawa dan olahan pabrik di Kalimantan Selatan. Bahkan, para pengrajin batu bata di kawasan Sungai Tabuk masih mampu menjual batu batanya hingga ke Kabupaten Barito Kuala (Batola).

    Hj Wati, yang memliki gudang pengolahan batu bata, dalam sehari mampu memproduksi 1.400 biji batu bata dibantu dengan dua orang pegawainya, Tini dan Mairoh. Usaha tersebut sudah digelutinya kurang lebih 10 tahun.

    Proses pengolahan batu bata yang diproduksi di gudang Hj Wati memang berbeda dengan bata ringan dari pulau Jawa. Ada beberapa tahapan yang dikerjakan anak buah Hj Wati secara manual. Pertama mencari tanah liat, kemudian tanah tersebut di injak-injak agar melebur dan lebih halus.

    “Proses selanjutnya adalah pencetakannya yang dilakukan langsung dua orang yang bekerja di gudang, kemudian proses terakhir adalah proses pembakaran atau pengeringan,” tutur Hj Wati.

    Baca Juga : Olahraga Malam Berlebihan Beresiko Pada Daya Tahan Tubuh

    Menurutnya, proses pembakaran atau pengeringannya bisa memakan waktu hingga 1 bulan, karena terkendala tempat atau gudangnya kecil, tetapi dalam proses pengeringan tersebut bisa menghasilkan 20.000 balok batu bata dalam waktu 1 hari 1 malam, dan menggunakan bahan bakar kayu.

    “Dua pegawai saya yang bekerja di gudang, masing-masing bisa menghasilkan 700 sampai 900 balok batu bata tiap orangnya dan untuk harga 1 baloknya kurang lebih 500 rupiah,” ucapnya.

    Sementara ditambahkannya, bahan tanah liat untuk mengolah batu bata tersebut dicari langsung oleh suami Hj Wati.

    “Kalau untuk penjualannya sudah mulai keluar Kabupaten Banjar, seperti daerah Banjarmasin dan yang paling jauh daerah Anjir Kabupaten Barti Kuala, setiap pengiriman tersebut bisa mencapai 2.000 balok batu bata sesuai kapasitas mobil angkutan tersebut, dan juga sesuai permintaan konsumen. Akhir-akhir ini pesanan untuk bahan baku sekolahan mencapai 30.000 balok batu bata.(nono)

    Editor : Amran

  • Ekonomi Mikro Berkembang Pesat, Bank Kalsel Apresiasi Era Kepemimpinan Ibnu Sina-Hermansyah

    Ekonomi Mikro Berkembang Pesat, Bank Kalsel Apresiasi Era Kepemimpinan Ibnu Sina-Hermansyah

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pencapaian 2.847 Wira Usaha Baru Banjarmasin di Era Kepemimpinan Ibnu Sina- Hermansyah mendapat apresiasi dari Bank Kalsel selaku Perbankan Daerah.

    Apresiasi ini disampaikan Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin atas kinerja Pemkot yang berhasil mencapai visi misi walikota dan wakil walikota Banjarmasin.

    “Selamat atas pencapaian 2.847 pelaku usaha pada program wira usaha baru di wilayah Banjarmasin,” ujarnya.

    Ia mengapresiasi keberhasilan dan berharap kesuksesan terhadap peresmian Food Court UMKM Center dan taman kreatif di rumah sasirangan kreatif.

    “Semoga dapat menjadi wadah bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya di masa akan datang,” tandasnya. (fachrul/rilis)

    Editor : Akhmad

  • Tekun Menjalankan Usaha Krupuk Dimasa Pandemi, Syaiful Belum Merasa Rugi

    Tekun Menjalankan Usaha Krupuk Dimasa Pandemi, Syaiful Belum Merasa Rugi

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Meski ditengah pandemi yang telah mewabah dan sebagian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) banyak mengalami kesulitan.

    Bahkan tak sedikit, dari usaha-usaha tersebut yang bangkut bahkan banting setir mengelola usaha lain, namun berbeda dengan Syaiful Hidayat pemilik usaha kerupuk yang tetap eksis.

    Sayiful warga Jalan Belitung Darat, Gang Abadi RT10 No 38 , Banjarmasin Barat, mengaku tak berpengaruh dengan keadaaan, bahkan para pelanggannya di kawasan Pasar Lama, Kalindo, Pasar HKSN dan Pasar Berangas masih membeli krupuknya.

    “Dalam usaha perlu sabar, ketekunan serta keyaninan,” katannya, Jumat 18/8/2020

    Diceritakannya, perjalanannya dalam bisnis rumahan tersebut kurang lebih 20 tahun ia geluti. Pemasaran kerupuk yang dijalankannya tentunya tak semulus apa yang dikira. Jatuh bangun dalam mempertahankan usaha tersebut bukan hal yang baru lagi.

    “Alhamdulillah kita bisa berjalan dengan baik dan bisa mencukupi keluarga,” katannya.

    Tak tanggung-tanggung kini usaha kerupuk yang bercap ‘Tiga Saudara’ omzetnnya cukup menguntungkan, dengan mempekerjakan 8 orang karyawan yang rata-rata didominasi ibu rumah tangga.

    “Setiap hari mulai pukul 08,00 hingga sore sekitar pukul 16.00 Wita, menghasilkan ribuan bungkus,” katannya.

    Ditannya, ditengah pandemi tersebut apakah ada pengaruh yang signifikan terhadap usaha? Pria berusia 54 tahun ini mengatakam, dimasa pedemi tak mempengaruhi omzetnya sedikitpun, malahan dimasa seperti ini konsumen lebih senang mengkonsumsi kerupuk.

    “Harga tentu bervariasi dimana jenis jenis kerupuk seperti kerupuk semprong, kerupuk tempe, kerupuk tahu, kerupuk terasi, dimana kesemuannya di bungkus dengan plastik,” katannya.

    Untuk bahan baku yang masih mentah didatangkan dari daerah Jawa Timur kemudian diproses sendiri dalam pengolahannya.

    “Semua dikerjakan secara manual oleh karyawan ,dari menggoreng hingga sampai pada pengemasan,” ucap Bapak tiga anak tersebut.

    Dari hasil usaha yang digelutinya Hidayat bisa menyelesaikan dua anaknnya ditingkat Sarjana serta menikmati usaha yang telah digelutinnya.(azka)

    Editor : Amran

  • Usaha Jual Permen Kapas, Sugiono Mampu Berikan Pendidikan Layak untuk Anak

    Usaha Jual Permen Kapas, Sugiono Mampu Berikan Pendidikan Layak untuk Anak

    PERUNTUNGAN seseorang memang tak ada yang bisa menebak. Selama seseorang terus berjuang mencari rezeki, berbekal ketelatenan dan kesabaran. Tuhan pasti akan memberikan apa yang diharapkan.

    Kalimat itulah yang diucapkan Sugiono, seorang penjual permen kapas keliling di pinggiran jalan kawasan Banjarmasin Utara.

    Dilihat dari penampilannya dan juga dagangan yang hanya didagangkan menggunakan sepeda sederhana. Ternyata usaha pria paruh baya tersebut, berhasil mengantarkan kedua anaknya mendapat pendidikan yang layak.

    Sugiono yang aslinya berasal dari Jogja, merantau ke Banjarmasin sejak 1986 ini dulunya seorang karyawan di salah satu pabrik kayu terbesar di Banjarmasin.

    Setelah pensiun ia melanjutkan mencari nafkah untuk keluarga dengan berjualan permen kapas yang dibilang orang Jawa arumanis. Dari selepas Ashar hingga tengah malam buta dengan sepeda peot yang ditungganginya.

    Pria berusia 62 tahun yang tinggal di Simpang Anem RT 23 Banjarmasin Barat ini, sudah sekitar 12 tahun berjualan permen kapas sejak setelah pensiun dari pekerjaanya di pabrik.

    Meski tidak memiliki lapak permanen, namun tiap harinya tanpa kenal lelah pria yang akrab disapa Giono ini tak gentar mendagangkan jualannya dengan sepedanya di sekitaran jalan Banjarmasin Utara

    Sebelum wabah pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, ekonomi Giono memang bisa dikatakan mencukupi. Yang pada dulunya ia mampu menjual 70 sampai 100 bungkus permen kapas dalam seharinya, kini untuk menghabiskan 30 bungkus saja berat menurutnya.

    “Dulu enak mas, Alhamdulilah sehari bisa habis 70 sampai 100. Beda saat ini, 30 bungkus saja bisa 3 hari baru habis ,” ujarnya kepada klikkalsel.com Selasa (15/9/2020)

    Giono mengatakan, permen kapas ini tidak dibuatnya sendiri. Melainkan diperolehnya dari pembuat permen kapas yang berada di kawasan Pekapuran, lalu ia jual lagi dengan laba Rp2 ribu per bungkusnya.

    “Tidak banyak, yang penting bisa makan, Allah selalu beri jalan buat hambanya,” ucap Giono sambil Bersyukur masih bisa mendapatkan rejeki.

    Banyak yang ia ceritakan kepada klikkalsel.com yang bertemu dengannya di pinggir Jalan sambil duduk lesehan beralaskan sandal. Mulai dari pengalaman saat dia berdagang permen kapas ini pernah menerima gangguan gaib saat pulang tengah malam dan bahkan di hadang preman untuk dimintai uang.

    “Dia memukul perut, saya mundur berulang kali, saya tidak melawan, ya namanya sudah tua, sebelumnya saya juga ada pengalaman bela diri” kata Giono sambil tersenyum.

    Selain itu, keuletan Giono ternyata mampu memberikan pendidikan yang layak buat anaknya, hingga saat ini anak bungsunya masih duduk dibangku sekolah Madrasah Aliah Negeri (MAN), dan lebih beruntung lagi si sulung karena memiliki otak yang encer.

    Barangkali sebagian orang tidak bakal menyangka kalau bapak satu ini sukses membuat anaknya mampu menyelesaikan pendidikannya di salah satu akademi kebidanan (Akbid) yang setelah lulus dari Sekolah tinggi kejuruan, ia langsung dipekerjakan di daerah Batola.

    “Apapun pekerjaan, jika dijalani dengan kesungguhan dan ketelatenan, tentu akan menghasilkan buah yang sepadan,” pungkasnya. (airlangga)

    Editor : Akhmad

  • Awalnya Iseng, Kini Amat dapat Keuntungan dari Bonsai Kelapa

    Awalnya Iseng, Kini Amat dapat Keuntungan dari Bonsai Kelapa

    BANJARMASIN,klikkalsel.com – Awalnnya hanya sekedar iseng dan cuma mengisi waktu luang saja. Ternyata malah menghasilkan pundi-pundi rupiah.
    Itulah yang dilakukan Amat, warga Jalan Panjaitan Gang 9 Nopember, Banjarmasin Tengah, yang membudidayakan pohon kelapa yang dikerdilkan atau dibuat bonsai.
    Awalnya, kata Amat, hanya mencoba membuat bonsai kelapa setelah melihat di media sosial.
    “Pertama melakukannya tidak berhasil alias bonsai kelapanya mati, namun mencoba lagi dan terus mencoba ternyata berhasil tumbuh,” katanya kepada klikkalsel.com Sabtu, (5/9/2020) siang.
    Kemudian, ia terus membuat dan menekuni tata cara pembuatan bonsai kelapa tersebut dan ternyata berbuah manis.t
    Itupun lantaran ketidaksengajaan, yang mana saat dirinya mengunggah foto hasil bonsai miliknnya tersebut ke media sosial. Ternyata ada yang membelinya.
    Beranjak dari situlah, Amat kemudian sering didatangi pembeli ke rumah. “Awalnnya hanya iseng saja ternyata ada yang tertarik dan ingin membelinnya,” ucap Amat.
    Kalau untuk harga bervariasi tergantung jenis kelapannya pula, ada jenis Bonsai Kelapa Hijau atau Sayur, Bonsai Gading, Bonsai Kelapa Salah dan sebagainya.
    “Harganya relatif kisaran dari Rp 100 ribu hingga Rp300 ribu per bonsai, namun jika bonsai kelapa sudah lama dan dibuatkan tempatnnya yang menarik akan tinggi pula harganya,” jelasnya.
    Saat ini memang lagi trend tentang bonsai kelapa tersebut di Banjarmasin, selain bagus untuk tanaman hias juga sebagai koleksi. Sebab bentuknya yang kecil dan mungil tidak seperti pohon kelapa pada umumnnya, sehingga bonsai kelapa tersebut bisa ditaruh di atas meja tamu, halaman dan juga di ruang dalam rumah.(azka)
    Editor : Akhmad