Kategori: Ekonomi & Bisnis
-

Jokowi Akui Keberhasilan Paman Birin Majukan Pertanian di Kalsel
MARABAHAN, klikkalsel.com – Kedatangan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo di Kabupaten Barito Kuala (Batola) Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu tak hanya terkait dalam kegiatan optimalisasi lahan rawa.
Namun kunjungan kerja Mentan didampingi oleh Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, Bupati Batola, Hj Noormiliyani merupakan tamu istimewa yang membawa pesan dari Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).
Syahrul Yasin Limpo menyampaikan pesan dari Jokowi, kalau Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor dinilai telah berhasil memajukan sektor pertanian di daerah ini.
“Dan Saya diperintahkan untuk lebih konsentrasi membantu Kalsel”, ujar mantan Gubernur Sulsel tersebut.
Kunjungan Syahrul yasin Limpo pada lokasi pertama adalah lahan pertanian di Desa Karang Indah Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola. Saat itulah ia menyampaikan kalau pertanian di Kalsel maju sangat pesat.
Mentan secara simbolis juga menyerahkan bantuan satu mesin Combine Harvester padi kepada Brigade Alsintan Dinas Pertanian Kabupaten Barito Kuala.
Setelah di Batola, Mentan RI juga melakukan peninjauan kegiatan optimalisasi lahan rawa di Handil Barabai Desa Manarap Baru Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar.
Di tempat ini, Mentan RI secara simbolis juga menyerahkan 1 (satu) mesin Combine Harvester padi kepada Brigade Alsintan Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, yang diterimakan Sekda Banjar, Mohammad Hilman.
Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengungkapkan bangga dan apresiasinya atas kunjungan Mentan RI ke Kalimantan Selatan.
Paman Birin mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat dalam mendorong dan memajukan pertanian di Kalsel.”Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada pemerintah pusat atas perhatian luar bisa dalam memajukan pertanian di Kalsel,” ucapnya.
Dikatakan, lahan pertanian di Kalsel harus dioptimalkan agar petaninya bisa lebih sejahtera dan dapat memenuhi keperluan beras masyarakat Kalsel.
“Karena yang namanya padi ataupun beras merupakan konsumsi utama masyarakat Indonesia. Jika semua lahan pertanian dioptimalkan, diharapkan mampu memenuhi keperluan beras masyarakat Kalsel atau bahkan mengeskpornya keluar,” ujarnya.
Usai berkunjung ke dua desa, Mentan juga menyempatkan berkunjung ke Kantor Badan Ketahanan Pangan Kalsel di Banjarbaru.
Apresiasi terhadap perhatian Gubernur Kalsel di sektor pertanian juga disampaikan Direktur Irigasi Ditjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementan RI, Rahmanto saat melakukan panen perdana padi dari hasil program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) di Desa Selat Makmur, Beruntung Baru, Kabupaten Banjar.
Menurutnya, keberhasilan itu tentu dorongan kuat kepala daerah melalui regulasi terukur di bidang pertanian. Terlebih di Kalsel telah ada Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu, dilengkapi dengan mesin penggiling padi, diharapkan kesejahteraan petani makin meningkat.
Sementara itu, Bupati Banjar, H Khalilurrahman, mengucapkan terima kasih atas perhatian Gubernur Kalsel dan jajaran dalam mendorong peningkatan produksi pertanian di wilayahnya.(lipsus/klikkalsel)
Editor : Amran
-

Beternak Cupang, Bisnis Menggiurkan Ditengah Pandemi Corona
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Ikan hias Cupang atau yang bernama latin Betta memiliki banyak penggemar, baik dari kalangan anak-anak hingga dewasa.
Warna yang indah dan gerakan ekor yang menarik membuat ikan ini terus diburu oleh kolektor. Apalagi kini jenis ikan cupang pun sangat bervariasi, dari Cupang Koi, Halfmoon, Plakat, Double Tail, Big Ear, Fancy dan beberapa jenis lain.
Baca juga : Tanggal 18 Gaji ke-13 Cair, Sekda Terima Paling Besar
Peluang ini ditangkap oleh Khairil Anwar warga Jalan Pengambangan Kelurahan Banjarmasim Timur untuk dijadikan lahan pemasukan.
Sejak dua tahun lalu, dengan memanfaatkan garasi kecil di samping rumahnya, ia memulai bisnis beternak ikan cupang. Uang jutaan rupiah berhasil diraupnya dari bisnis yang membutuhkan ketekunan ini.
“Awalnya dulu saya hanya punya tiga pasang ikan, saya ternak hingga menghasilkan ratusan ikan cupang yang siap jual,” ujarnya, Rabu (12/8/2020).
Menurutnya, beternak cupang itu gampang-gampang susah. Ketelitian dan ketekunan tinggi hanya dibutuhkan saat proses pemijahan hingga proses pembesaran burayak (anak ikang cupang). Namun saat mulai dewasa ikan cupang tidak membutuhkan perawatan ekstra. Peternak ujarnya hanyaharus memperhatikan pemberian pakan dan pergantian air yang rutin.
Rata-rata ujarnya ikan cupang jantan kategori biasa berkisar diharga Rp50 ribu hingga Rp80 ribu. Namun jika ikan berkualitas tinggi harga bisa sampai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu perekornya.
Meski tidak mau menyebutkan angka pasti, ia mengaku paling tidak dua ikan berhasil dijual tiap harinya dengan kisaran harga Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.
“Harga tergantung warna, ukuran dan performa ikan. Semakin unik warnanya maka biasanya harganya akan semakin mahal,” terangnya.
Untuk masalah pemasaran ujarnya, ia memanfaatkan media sosial sebagai media promosi. Saat kolektor tertarik dengan ikan yang di postingnya, maka para kolektor itu dengan sendirinya akan menghubungi dirinya. Saat harga telah disepakati maka biasanya para kolektor akan mendatangi rumahnya untuk mengambil ikan, namun jika kolektor berada diluar daerah maka ikan akan dikirim melalui jasa ekspedisi.
Disaat semua bisnis melemah dimasa Pandemi Corona, Khairil menyebutkan bisnis ikan cupang tidak terpengaruh dan berjalan seperti biasa. Bahkan dikatakannya bila dicari bisnis yang cocok untuk kondisi ini, maka bisnis beternak cupang lah yang paling tepat.
“Kerjaannya dirumah saja, tidak perlu keluar rumah. Sangat pas saat Corona gini,” ujarnya berseloroh.
Ketika ditanya kendala, ia mengaku tidak banyak kendala dihadapi dalam beternak cupang.
“Paling-paling kita butuh wadah yang banyak untuk menampung anakan cupang yang sudah mulai besar. Karena kalo digabung mereka akan berkelahi dan menyebabkan tubuh serta ekornya rusak. Kalo masalah pakan, biasanya saya mencari sendiri jentik nyamuk atau kutu air diselipkan,” jelasnya.
Meski tidak menggantungkan pemasukan dari ikan cupang untuk membiayai keluarganya. Namun Khairil menegaskan bahwa bisnis beternak cupang mampu memberikan tambahan pemasukan yang lumayan.(david)
Editor : Amran
-

UMKM akan Jadi Lead Project dari RUU Cipta Kerja
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Ekonom dari Universitas Padjadjaran Anang Muftiadi melihat RUU Cipta Kerja akan sangat fokus untuk memajukan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) jika nantinya disahkan.
“Undang-Undang ini akan menyentuh ke UMKM untuk menyerap tenaga kerja lebih banyak. UMKM ini akan jadi lead project dari RUU Cipta Kerja karena ini area yang perlu diperhatikan. Karakteristik bisnisnya macam-macam, aspek tenaga kerjanya juga berbeda-beda,” kata Anang Muftadi dalam diskusi virtual bertajuk “Akankah RUU Cipta Kerja Disahkan?”, Rabu (12/8/2020).
Semangat RUU Cipta Kerja untuk kemudahan berusaha dan peningkatan investasi, juga harus dilihat secara luas terutama untuk sektor UMKM.
“Investasi itu harus dilihat konteksnya secara luas, tidak selalu investasi itu dari asing loh. Ketika kelas menengah dan kecil memulai usaha, ini juga bisa disebut investasi dalam negeri yang juga mendorong terciptanya lapangan pekerjaan,” ucap Anang.
Baca Juga : Tanggal 18 Gaji ke-13 Cair, Sekda Terima Paling Besar
Menurut Anang, Indonesia adalah salah satu negara dengan sistem pengupahan paling kompleks di dunia jika merujuk pada banyaknya versi Upah Minimum.
Penerapan aturan yang lebih sedikit mengenai pengupahan seperti yang dicanangkan di RUU Cipta Kerja, sangat mungkin mendorong pengusaha-pengusaha kecil dan menengah untuk terus bermunculan.
“Kita ini (Indonesia) paling sulit untuk memulai usaha. Ketika ada UMKM yang mau membuka usaha dan melihat aturan UMK dan UMP yang versinya bisa sangat berbeda-beda di tiap wilayah, mereka pasti akan pikir-pikir lagi,” ujar Anang.
Baca Juga : Pemkab HSU Berikan Ruang Bagi Pecinta E-Sport
Lebih jauh, Anang juga menganggap perlu adanya fokus dari pemerintah untuk memastikan rancangan Peraturan Pemerintah (PP) di bawah RUU Cipta Kerja bisa terinstitusionalisasi dengan baik.
“Ini supaya operasional dari Undang-Undang ini bisa tepat sasaran dan efektif. Jangan sampai nanti di daerah-daerah masih bingung soal aturan turunan untuk penerapan kebijakan besarnya,” kata Anang.(david)
Editor : Amran
-

Koperasi Simpan Pinjam Kalah Bersaing Lembaga Pinjaman Lain
AMUNTAI, klikkalsel.com – Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop dan UKM) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H Gustafa Yandi menilai pentingnya peran mitra koperasi, untuk meningkatkan mitra koperasi dan mengukur kapasitas peningkatan koperasi di daerah dalam bersaing dengan lembaga-lembaga lainnya.
“Misalnya koperasi simpan pinjam saat ini kalah bersaing dengan lembaga lain, bahkan dengan lembaga tidak resmi seperti pinjaman online yang saat semakin masif pergerakannya,” katanya dalam sambutannya saat membuka acara Pelatihan Perkoperasian dan Pembukuan Sederhana UMK, di Aula Balai Latihan Kerja, Amuntai.
Baca juga : Bete di Rumah, Waria Ini Malah Terjaring Razia saat Nongkrong
Oleh sebab itu, sambungnya, di era teknologi yang semakin pesat ini serta persaingan yang semakin ketat, mitra koperasi harus bisa bersaing dengan lembaga lainnya dalam meningkatkan kapasitas.
“Kerena kalau kita tidak lakukan itu, maka yakinlah kita akan ditinggalkan,” ungkapnya.
Di samping itu, dirinya berpesan kepada seluruh pelaku UMKM akan pentingnya paham tentang pembukuan sederhana dalam pengaturan keuangan, karena untuk mengetahui seberapa jauh usaha yang dilakukan apakah meningkat atapun sebaliknya.
“Saat ini masih banyak penggiat UMKM tidak mengatahui cara melakukan pembukuan sederhana dalam mengatur menejemen keuangan yang baik dan benar,” tuturnya.
Gustafa berharap, melalui pelatihan tentang perkoperasian dan pembukuan sederhana UMK bisa diikuti sebaik baiknya dan bisa memberikan manfaat kedepannya kepada para peserta yang hadir.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (HSU) melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten HSU.
Dengan dihadiri sebanyak 30 peserta baik itu dari pengurus koperasi dan pelaku UMKM yang berada di Kabupaten HSU. Pelatihan perkoperasian dilaksanakan dari tanggal 10 Agustus hingga 13 Agustus 2020, dan pelatihan pembukuan sederhana dilaksanakan dari tanggal 10 Agustus hingga 18 Agustus 2020. (doni)
Editor : Akhmad
-

Bupati Balangan Resmikan Pasar Sepeda Motor Bekas
PARINGIN, klikkalsel.com – Setelah 17 tahun menanti, akhirnya para pedagang sepeda motor di Kabupaten Balangan memiliki organisasi tersendiri, yakni Persatuan Pedagang Sepeda Motor Balangan (PPSB).
Keberadaan organisasi ini, menjadi wadah bagi pedagang sepeda motor bekas di Paringin. Tentunya agar kegiatan jual beli sepeda motor bekas semakin teratur.
Bupati Balangan Ansharuddin meresmikan secara langsung PPSB di Terminal Paringin, Balangan, Senin (10/8/2020).
Yang mana terminal tersebut juga sekaligus menjadi pangkalan para pedagang untuk menjual sepeda motor bekas di setiap Senin.
“Keberadaan PSBB ini merupakan angan yang sudah lama diinginkan. 17 tahun sudah Balangan jadi kabupaten pemekaran, semasa itu pula keinginan dibentuknya PSBB,” ucap Ansharuddin.
Saat ini Pemkab Balangan akan mengkoordinir keberadaan PPSB di Terminal Paringin, bahkan rencananya akan menyatukan pula dengan pedagang sepeda yang berjualan di Taman Sanggam. Sehingga dijadikan satu wadah, yakni di kawasan terminal.
Ketua PPSB, H Fahmi mengatakan, ada ratusan pedagang sepeda motor bekas yang tergabung dalam PPSB.
Ia menerangkan, keberadaan PPSB merupakan bentuk peningkatan ekonomi kreatif yang dijalankan masyarakat secara mandiri. Dimana para pedagang akan terkumpul pada satu tempat dan menjalankan usaha jual sepeda motor bekas.
“Hampir setiap kecamatan ada pedagang sepeda motor bekas. Lantas keberadaan PPSB ini menjadi tempat mereka untuk berjualan,” ucap Fahmi.
Ia menyatakan tak ada syarat khusus untuk bergabung menjual sepeda motor bekas di pangkalan resmi itu. Hanya saja diwajibkan kendaraan yang dokumen kendaraannya lengkap, seperti memiliki BPKB dan STNK.
“Kami tidak akan menjual kendaraan bodong,” tegas Fahmi.
Pasar sepeda motor bekas akan menggunakan sistem fleksibel. Dalam artian apabila Pemkab Balangan membutuhkan terminal Paringin untuk mengadakan kegiatan pada hari yang sama, yakni Senin, maka pihaknya pun siap berpindah.
Terminal Paringin juga dianggap cukup strategis untuk mengembangkan penjualan sepeda motor bekas. Terlebih, tempatnya yang luas dapat menampung puluhan unit sepeda motor. Tentunya keberadaan lapangan sepeda motor yang buka setiap Senin itu diharapkan Fahmi dapat meningkatkan ekonomi di Kabupaten Balangan.(adv/fitri)
Editor : Akhmad
-

Bupati HSU Panen Buah Bersama Kelompok Tani Sari Mulya Desa Tayur
AMUNTAI, klikkalsel.com – 89 persen wilayah Kabupaten HSU terdiri atas lahan rawa, namun tidak menghalangi semangat petani hortikultura yang tergabung dalam Kelompok Tani Sari Mulya, Desa Tayur Kecamatan Amuntai Utara dalam memanfaatkan lahan yang ada untuk mengembangkan produk hortikultura yang berdaya saing.
Ada banyak tanaman yang dibudidayakan, diantaranya durian, pampakin, kurma , kelingking, melon, labu, semangka, bawang, cabai, petai, kurma, anggur, pisang dan nangka.
Baca juga : Meski Wabah Corona, Pasar Malihu Selalu Ramai Pembeli
Salah seorang petani Fahrul mengatakan, berani memilih untuk bertani hortikultura karena potensi tanah sangat mendukung sekali untuk bercocok tanam.
“Beberapa tanaman memiliki beberapa varietas disini, seperti semangka contohnya mulai dari semangka merah seperti biasa dijual dipasar, semangka madu, semangka kuning dan semangka lundu ada disini. Melon pun ada dari melon biasa dan ada pula melon kuning,” katanya.
Bahkan, kata dia, beberapa sudah bisa dipanen diantaranya, dari 30 Kg bibit bawang merah bisa menghasilkan 150 Kg, untuk melon dari 1.200 tanaman bisa menghasilkan 10 Ton serta semangka merah dan semangka madu juga sudah mulai bisa dipanen,” katanya.
Fahrul berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSU khususnya Dinas Pertanian Kabupaten HSU, yang telah banyak memberikan dukungan baik bibit maupun alat-alat pertanian. Sehingga proses bercocok tanam bisa berjalan dengan lancar dan bisa terus ditingkatkan.
Baca juga : Walikota Banjarbaru Tutup Usia Saat Melawan Covid-19
“Saya lihat disini tempatnya tidak jauh dari lapangan cross, mungkin nantinya bisa dikembangkan jadi semacam agrowisata, sehingga Kabupaten HSU bisa lebih MANTAP lagi dengan adanya hortikultura dan agrowisata,” tuturnya.
Sementara Bupati HSU H Abdul Wahid HK menilai, hal ini sangat tepat sekali terutama dimasa pandemi Covid-19 ini, jadi harus kreatif untuk bisa memanfaatkan lahan yang ada untuk kegiatan perekonomian.
“Kami siap mendukung segala hal yang berkaitan dengan peningkatan ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat di Kabupaten HSU, sehingga lebih produktif, salah satu contohnya pertanian hortikultura ini,” terangnya.
Bupati Wahid juga menghimbau, agar para generasi muda yang ada di Kabupaten HSU untuk ikut mengupayakan pemanfaatan lahan agar lebih produktif.
“Selamat untuk Kelompok Tani Sari Mulya yang sudah panen untuk ke tiga kalinya, lahan seluas 5 hektar sudah digarap dan sudah mulai menghasilkan,” tukasnya.
Dalam panen buah bersama ini Bupati HSU H. Abdul Wahid HK, didampingi Camat Amuntai Utara Jumaidi beserta jajaran, Kapolsek Amuntai Utara Ipda Warsono dan Perwakilan Koramil Amuntai Utara serta Ketua Perkades Kabupaten HSU beserta Perkades Amuntai Utara. (doni)
Editor : Akhmad
-

Disdak HST Lagi Pendataan UMKM, Pelaku Usaha Kue Cincin Diminta Bersabar
BARABAI, klikkalsel.com – Penggiat usaha kue cincin di Desa Marintis Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengeluhkan turunnya minat pembeli akibat merebaknya wabah Covid-19. Penghasilan pun turun drastis, sehingga berharap ada perhatian pemerintah.
Menanggapi itu, Kabid Koperasi dan UMKM pada Dinas Perdagangan HST Hasriani meminta para pelaku usaha kue cincin di kawasan Muara Rintis itu bersabar.
“Sekarang kami sedang melakukan pendataan terhadap UMKM yang terdampak Covid-19,” katanya saat ditemui wartawan klikkalsel.com, di ruang kerjanya, Senin (10/8/2020).
Menurut dia, sesuai Instruksi Menteri Koperasi dan UMKM akan ada 12 juta UMKM penerima bantuan dari Kementerian Koperasi dan UMKM se Indonesia.
Ia mengatakan, pendataan tersebut dilakukan dari minggu pertama Agustus sampai awal September 2020.
Dan, kata dia, pihaknya setiap hari melakukan pendataan terhadap pelaku UMKM se Kabupaten HST, sehingga tidak ada yang luput nantinya untuk menerima bantuan tersebut.
“Semoga saja bantuan yang dialokasikan tersebut cepat direalisasikan oleh kementerian, sehingga para penggiat UMKM bisa bertahan, karena menurut data yang saya terima sekarang hanya tinggal 34 penggiat usaha wadai cincin yang tersisa,” ungkapnya. (wawan)
Editor : Akhmad
-

Penggiat Usaha Wadai Cincin Harapkan Perhatian Pemerintah Daerah.
BARABAI, klikkalsel.com – Usaha kecil menengah tak luput dari imbas pandemi Corona seperti yang terjadi pada penggiat usaha wadai cincin di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
“Sebelum Corona, saya bisa meraup omzet, Rp350 ribu sampai Rp500 ribu- per hari, kalau sekarang jauh menurun hanya berkisar Rp150 ribu saja perharinya,” keluh Ibu Irma, pedagang kue cincin di Desa Muara Rintis Barabai, HST, Senin (10/8/2020).
Menurut, ia berjualan dari jam 08.00 dan tutup jam 09.00 malam ini secara mandiri tanpa adanya bantuan dari Pemerintah.
Hal ini senada dengan yang disampaikan Acil Bio, yang dalam sehari cuma membuat wadai cincin 2 Kilogram. Itupun, katanya, belum tentu habis laku terjual. “Hasil berjualan pas-pasan buat kebutuhan saja” tuturnya, kepada klikkalsel.com
Dalam hal ini para penggiat Usaha Kecil Menengah ini berharap, ada perhatian dari pemerintah daerah setempat untuk memberikan bantuan. Mengingat, sepinya usaha yang mereka geluti, padahal warung kecil-kecilan tersebut merupakan mata pencaharian menggantungkan hidup.
Dua pedagang tersebut jauh lebih beruntung dibandingkan Acil Saubari yang terpaksa menutup tempat usahanya. “Saya terpaksa menutup dulu tempat usaha wadai cincin, karena sepinya pembeli dan modal yang dimiliki pas-pasan,” sebutnya.
Mudah-mudahan, kata dia, Pemerintah bisa memberi perhatian ke rakyat kecil para penggiat usaha wadai cincin. (wawan)
Editor : Akhmad
-

Meski Wabah Corona, Pasar Malihu Selalu Ramai Pembeli
PARINGIN, klikkalsel.com – Pasar Malihu yang berdiri sejak 2005 dan beroperasi setiap Minggu ini, tidak pernah sepi pengunjung atau selalu ramai pembeli, meski saat pandemi virus Corona (Covid 19).
Terhitung jauh dari pusat kota Paringin Kabupaten Balangan, pasar kampung ini selalu ramai dikunjungi oleh warga sekitar. Sebab pasar ini digelar, sebagai alternatif tempat berbelanja kebutuhan yang lengkap.
Baca juga : Pendakian Merah Putih Tahun Ini Ditiadakan
“Saya selalu datang untuk berjualan tiap hari minggu, karena berjualan di sini ramai pembeli dan pastinya mendatangkan omset yang besar,” ungkap Amat pedagang telur (09/08/2020)
Ia beserta istrinya sudah sejak awal pasar ini digelar selalu datang untuk berjualan, karena selalu ramai pengunjung tiap minggunya.
Saat disambangi terlihat, ramainya para pengunjung yang berlalu lalang di pasar. Ditambah dengan banyaknya kendaraan yang lewat semakin menambah padat pasar tersebut, namun hal itu tidak masalah karena para pengunjung sudah terbiasa berpapasan dengan kendaraan yang lewat.
Menurut penuturan Iwan warga setempat, pasar ini ramai dikunjungi warga dari pedalaman terutama mereka yang berprofesi sebagai petani karet. “Daripada harus ke kota untuk berbelanja mending kesini. Semoga para pedagang dan pengunjung tetap merasa nyaman menggelar dan berbelanja di pasar kampung ini,” katanya. (wawan)
Editor : Akhmad
