Sebelum Jadi Atlet Renang NPC, Akhamd Jailani Kecelakaan Hingga Kehilangan Satu Kaki

Atlet NPC Kalsel, Akhmad Jaini. (foto: nuha/klikkalsel)
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Perenang National Paralympic Comite (NPC) Kalimantan Selatan (Kalsel), Akhmad Jaini pernah memiliki tubuh normal sebelum terjadi insiden kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya, Rabu (27/05/2020).
Kejadian tersebut terjadi pada tahun 2005, ketika Akhmad Jaini masih bekerja disalah satu perusahaan sebagai supir truk pengangkut batubara di daerah Sungkai, Kabupaten Banjar.
“Ketika pulang usai mengantar batubara dari Banjarmasin ke Sungkai, sekitar jam 4 pagi kecelakaan di Danau Salak menabrak mobil truk sedang parkir di pinggir jalan,” ungkapnya.
Baca Juga : Warga HSU Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19, Hasil Swab Dinyatakan Positif
Dalam kecelakaan itu, kedua kaki Akhmad Jaini terjepit di dalam truk dan sempat susah untuk bernafas dan merupakan sebuah berkah Ia berhasil lolos dari kecelakaan maut tersebut.
“Tulang kering kaki sebelah kanan patah, lama kelamaan menjadi busuk karena infeksi. Kata dokter disuruh potong, namun saat itu hati ini menolak keras. Apalagi biayanya sangat besar,” katanya.
Selama 1 tahun, ia memilih menghabiskan sepanjang waktunya berada di rumah. Sampai ada salah satu habib mengunjungi dan berkata agar kaki Akhmad Jaini segera diamputasi.
“Setiap hari hanya menonton televisi di rumah. Kemudian ada habib berkunjung ke rumah menyarankan agar segera diamputasi, karena kakinya sudah mulai mengering,” ceritanya.
Akhirnya kaki kanan Akhmad Jaini terlepas setelah dilakukan perawatan mandiri selama kurang lebih dari satu tahun. Namun, karena sudah terlalu lama duduk di rumah kaki kirinya lemas dan sulit untuk berjalan.
“Jadi setiap hari kaki kiri saya direndam air hangat, dan selalu berjemur setiap pagi. Lama-lama Alhamdulillah bisa berjalan,” ujarnya.
Tahun 2012 merupakan langkah awalnya untuk bangkit pasca kecelakaan, ia dimasukkan ke salah satu lembaga difabel milik Dinas Sosial di Guntung Payung Kota Banjarbaru.
Setelah masuk Dinas Sosial Loka Bina Karya (LBK), pertama kali yang dirasakan Akhmad Jaini, bahwa ia merasa bersyukur karena masih ada orang lain yang lebih parah kehilangan anggota tubuh selain dirinya.
“Ada yang kehilangan kedua kakinya, ada yang tidak memiliki tangan, bahkan tidak bisa jalan. Nah dari situ hati sudah mulai percaya diri kembali,” ucap Akhmad Jaini.
Kurang lebih 3 bulan di LBK, Akhmad Jaini dikirim ke Kota Solo, Jawa Tengah yang merupakan pusat difabel milik Dinas Sosial untuk melakukan pelatihan kerja.
Berawal dari sanalah Ia mengenal cabang olahraga renang dan giat berlatih selama lebih dari satu tahun. Kini, Akhmad Jaini berhasil menjadi salah satu atlet NPC Kalsel yang akan mengikuti ajang Internasional yakni Asean Para Games tahun 2020 di Filipina.(nuha)
Editor : Amran