Genangan dan Lubang Ancam Pengendara, PUPR Banjarmasin Siapkan Solusi Permanen di Malkon Temon

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Banjarmasin, Kartika Estaurina

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Keluhan warga soal jalan berlubang di kawasan Jalan Malkon Temon, Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara, akhirnya mendapat respons dari Pemerintah Kota Banjarmasin.

Kondisi jalan yang rusak dan kerap tergenang air itu sebelumnya dikeluhkan masyarakat karena dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas saat malam hari maupun usai hujan turun.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin langsung menerjunkan tim survei ke lokasi untuk mencari penyebab utama kerusakan jalan yang sudah cukup lama dikeluhkan warga.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Banjarmasin, Kartika Estaurina, mengungkapkan bahwa hasil temuan sementara menunjukkan kerusakan jalan bukan hanya dipicu oleh tingginya aktivitas kendaraan, tetapi juga akibat sistem drainase yang belum berjalan optimal.

Kartika menjelaskan, posisi beberapa bangunan di sekitar lokasi, khususnya halaman salah satu ritel modern, memiliki permukaan yang lebih tinggi dibanding badan jalan.

Kondisi itu menyebabkan aliran air hujan hingga limbah rumah tangga turun langsung ke jalan dan mempercepat kerusakan aspal.

“Ini lagi dicek tim survei kita. Memang di sana diperlukan drainase. Posisi bangunan Alfamart (halamannya) lebih tinggi dari jalan, sehingga menjadi salah satu penyebab aspal cepat rusak,” ujar Kartika saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).

Baca Juga : Tumpukan Lumpur di Trotoar Rugikan Pengguna Jalan, PUPR Banjarmasin Minta Maaf

Baca Juga : Titian Kampung Hijau Ambruk, PUPR Banjarmasin Segera Anggarkan Perbaikan

Menurutnya, meski pihak ritel telah membuat saluran air di sisi jalan, namun keberadaannya dinilai belum memenuhi standar teknis yang semestinya sehingga genangan masih kerap terjadi saat hujan turun.

“Sebenarnya pihak Alfamart sudah ada membuat drainase di sisi jalan, tapi tidak standar, sehingga air masih menggenang di jalan,” tambahnya.

Sebagai langkah penanganan, Dinas PUPR menyiapkan dua skema perbaikan. Dalam jangka pendek, perbaikan dilakukan melalui penutupan lubang-lubang jalan agar aktivitas warga tetap berjalan aman dan risiko kecelakaan bisa ditekan.

Sementara untuk solusi jangka panjang, pemerintah merencanakan pembangunan drainase permanen di sepanjang ruas jalan tersebut. Upaya itu dilakukan agar persoalan genangan tidak terus berulang dan kerusakan aspal dapat diminimalkan.

Terlebih, selama ini kondisi jalan berlubang yang tertutup air sering mengecoh pengendara karena sulit membedakan antara permukaan jalan yang aman dengan lubang yang cukup dalam.

“Untuk penanganan lebih lanjut, perlu dibangun drainase di jalan tersebut. Kita sudah koordinasikan dengan Bidang Drainase,” tandasnya.(fachrul)

 

Editor: Amran