Kategori: HST

  • Pelaku yang Menguliti Jenazah Kurang Berbaur, Namun Sering Ikut Salat Kifayah

    Pelaku yang Menguliti Jenazah Kurang Berbaur, Namun Sering Ikut Salat Kifayah

    BARABAI, klikkalsel.com – Rupanya Sayuti, pelaku yang menguliti tubuh mayat manusia, kurang berbaur dengan warga. Namun ia sering ikut salat fardhu kifayah atau jenazah, ketika diminta.

    “Pelaku tersebut memang terkesan kurang berbaur dalam aktivitas masyarakat,” kata Pembakal Desa Benawa Tengah, Hidayatullah saat ditemui klikkalsel.com, Kamis (14/7/2022).

    Walaupun begitu, beberapa kegiatan keagamaan seperti Salat Kifayah pada saat ada orang meninggal, pelaku kerap juga hadir dan ikut mensalatkan.

    “Kurang berbaur dalam kegiatan masyarakat, mungkin pihak keluarga yang lebih mengetahui,” jelasnya.

    Baca Juga : Sayuti Simpan Puluhan Kepingan Kulit, Alis dan Kelopak Mata untuk Ilmu Kebal

    Baca Juga : Lebih Dari Seribu Guru Ngaji Tercover BPJS Hasil CSR PT. JAR

    Menurut informasi yang didapatnya, memang ada beberapa hal yang berbeda yang dilakukan pelaku di sekitar rumahnya.

    Seperti memasak yang jauh ke belakang rumah, menyimpan banyak sapu lidi yang bahkan sampai rusak, serta yang paling mengejutkan yakni temuan barang bukti puluhan kulit, kelopak mata, dan alis mata tersebut.

    Berjalannya kasus ini pun menjadi buah bibir masyarakat di Bumi Murakata yang masih seolah tak percaya melihat fenomena yang terkesan miring, terlebih dilakukan oleh seorang kakek yang backgroundnya hanya pekerja serabutan, bukan preman.

    Diketahui, kasus pencurian kulit jenazah ini terungkap setelah keluarga mendiang Bari dan Sandariah melapor ke pihak kepolisian, atas Laporan pencurian anggota tubuh luar (kulit,kelopak mata,alis mata).

    Setelah melakukan penyelidikan, akhirnya pelaku MS atau Sayuti (65) diamankan bersama barang bukti puluhan kepingan kulit manusia di rumahnya, pada Selasa (12/7/2022).

    Dari keterangan Sayuti, kepingan kulit yang diambil dari jenazah itu untuk ilmu kebal. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Sayuti Simpan Puluhan Kepingan Kulit, Alis dan Kelopak Mata untuk Ilmu Kebal

    Sayuti Simpan Puluhan Kepingan Kulit, Alis dan Kelopak Mata untuk Ilmu Kebal

    BARABAI, klikkalsel.com – Sudah sekitar dua tahun diduga MS atau SYT alias Sayuti (65) mengkaji ilmu kekebalan. Dan saat digeledah di rumahnya di Jalan Matang Hambawang, Kelurahan Benawa Tengah Kecamatan Barabai ditemukan 82 kepingan kulit, alis, dan kelopak mata.

    Bagian tubuh dari mayat manusia itu dikemasnya dalam kertas logam rokok, kemudian dibungkus plastik hitam.

    Hal ganjil tersebut diketahui setelah petugas Polres HST melakukan interogasi terhadap pelaku Sayuti.

    Di samping itu, adapula barang bukti tambahan yang diamankan petugas, yakni 2 alis mata milik almarhum Bari, lalu 2 kelopak mata dan alis mata milik almarhumah Sandariah, serta 2 silet.

    Baca Juga : Demi Ilmu Kebal, Kakek di HST Tega Kuliti Sejumlah Jenazah

    Baca Juga : Tunjang Tugas, Polresta Banjarmasin Gelar Pembinaan Rohani dan Mental Personel

    “Terhadap pelaku, kami masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan, baik itu dari mana asal berguru, maupun apabila ada indikasi keterlibatan pihak lain atas kasus ini,” ungkap Kasi Humas Polres HST, melalui Kasubdi PIDM, Aipda M Husaini, Kamis (14/7/2022).

    Ia menyatakan, pelaku Sayuti sudah ditetapkan sebagai tersangka dan disangkakan Pasal 363 dan atau Pasal 362 yakni pencurian dengan ancaman pidana 7 tahun.

    “Kasus ini masih kita dalami. Tersangka saat ini masih kita amankan di ruang tahanan Polres HST,” tukasnya.

    Diketahui, kasus ini terungkap setelah keluarga mendiang Bari dan Sandariah melapor ke pihak kepolisian, atas laporan pencurian anggota tubuh luar (kulit,kelopak mata,alis mata).

    Setelah melakukan penyelidikan, akhirnya pelaku Sayuti diamankan bersama barang bukti puluhan kepingan kulit manusia di rumahnya.

    Dari keterangan Sayuti, kepingan kulit itu untuk ilmu kebal. (dayat)

     

    Editor : Akhmad

  • Demi Ilmu Kebal, Kakek di HST Tega Kuliti Sejumlah Jenazah

    Demi Ilmu Kebal, Kakek di HST Tega Kuliti Sejumlah Jenazah

    BARABAI, klikkalsel.com – Berkedok demi ilmu kebal, seorang kakek di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tega melakukan pencurian bagian anggota tubuh sejumlah jenazah.

    Kakek berinisial MS (65), warga Jalan Matang Hambawang, Kelurahan Benawa Tengah Kecamatan Barabai itu, kini telah diamankan di Mapolres HST.

    Dari keterangan, pencurian jenazah itu memanfaatkan suasana sepi. Si kakek dengan senyap menguliti sejumlah anggota tubuh jenazah berupa kulit, alis mata, hingga kelopak mata dengan menggunakan silet.

    Menurut keterangan Kasatreskrim Polres HST, AKP Antoni Silalahi Rabu (13/7/2022) siang, sudah dua keluarga korban yang melaporkan insiden itu kepada pihaknya. Terduga pelaku pun orang yang sama, yakni MS.

    Berdasarkan pengakuan pelaku MS, pencurian anggota tubuh luar itu dilakukannya untuk kekebalan.

    Baca Juga : Tengok Isu Save Meratus, Tim Peneliti Kaji Ekonomi Hijau di HST

    Baca Juga : Tidak Kembali Setelah Ambil Air ke Sungai, Pria Warga Jalan RE Martadinata Ditemukan Meninggal

    Ia mempunyai keyakinan apabila memiliki kulit, kelopak mata, dan alis mata dari jenazah itu akan kebal dan dapat menjaga diri dari orang-orang yang jahat terhadapnya.

    “Pelaku telah melakukan ini kurang lebih satu setengah hingga dua tahun dengan maksud hanya untuk kekebalan,” terang Antoni dalam Konferensi Pers bersama awak media.

    Berdasarkan laporan yang diterima pihaknya Selasa (12/7/2022), dua keluarga korban yang melaporkan itu yakni pihak keluarga almarhumah Sandariah dan almarhum Bari.

    Lebih lanjut, keduanya melaporkan MS tersebut karena mendapati hal yang nyeleneh terkait mencuri anggota tubuh jenazah keluarganya yang baru meninggal.

    “Barang bukti yang diamankan ada 82 kulit, alis, dan kelopak mata yang disimpan MS di dalam bakul di rumahnya,” jelas Antoni.

    Terkait sejumlah anggota tubuh jenazah itu, MS menyimpannya di rumahnya, lalu dikeringkan, dan apabila keluar rumah ia bawa. Karena, menurutnya dengan membawa itu dia akan kebal.

    “Sementara, jumlah korban yang melapor saat ini baru 2 orang. Kasus ini akan terus kami kembangkan,” terangnya.

    Atas perbuatannya MS dapat dijerat sesuai tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau pencurian biasa dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. (dayat)

     

    Editor : Akhmad

  • Masjid Al-Huda Pakai Bakul Purun Bagikan Daging Kurban

    Masjid Al-Huda Pakai Bakul Purun Bagikan Daging Kurban

    BARABAI, klikkalsel.com – Komitmen pengurangan plastik sekali pakai secara perlahan menyasar kepada kalangan masyarakat. Salah satunya pada pelaksanaan ibadah kurban di lingkungan Masjid Al-Huda, Jalan Telaga Sungai Tabuk, Hulu Sungai Tengah (HST) yang dagingnya dibagikan menggunakan bakul purun.

    Penggunaan bakul purun untuk bungkus daging kurban itu dilakukan pertama kali oleh warga Sungai Tabuk, dalam rangka mendukung program Pemerintah Daerah (Pemda) mengurangi penggunaan sampah plastik, serta komitmen warga untuk menjaga lingkungan.

    Maulana Ketua Pelaksana Kurban Minggu (10/7/2022) mengatakan, pihaknya bertujuan mengedukasi masyarakat dalam hal mengurangi penggunaan sampah plastik.

    Pada kesempatan itu pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) HST sebagai leading sektor pemerintah yang bertugas dalam bidang tersebut.

    Ditambahkan, pemotongan hewan kurban kali ini berjumlah dua ekor sapi dan satu ekor kambing, untuk warga lingkungan Rt 1, Rt 2, serta Rt 3 setempat. Sekitar 320 kupon telah dibagikan dengan berat masing-masing daging sapi dalam bakul purun sekitar 5 ons.

    “Untuk daging kambing akan dibagikan kepada panitia dan pengurus mesjid. Sementara, penggunaan bakul purun pada penyembelihan di Masjid ini diharapkan agar kedepannya masyarakat HST peduli dengan lingkungan di sekitar,” katanya.

    Baca Juga : Amankan Malam Lebaran Idul Adha, Aparat Gabungan HST Lakukan Patroli

    Baca Juga : Paman Birin Serahkan Sapi Kurban Presiden Seberat 950 Kg Untuk Masjid Al-Karomah Martapura

    Menurutnya, bakul purun ini sangat membantu untuk mengurangi dampak dari penggunaan sampah plastik sekali pakai yang masih menjadi budaya praktis masyarakat, karena bakul tersebut dapat digunakan berulang-ulang.

    “Semoga melalui penggunaan bakul purun ini, kedepannya masyarakat HST bisa mencontoh agar menggunakan media ramah lingkungan,” tuturnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas LHP HST Mursyidi, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Ahmad Syafaat menyampaikan, ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepala seluruh panitia kurban 1443 H yang telah turut serta mendukung gerakan HST tanpa sampah plastik.

    “Kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia kurban yang sudah mendukung HST No Plastic, melalui pembagian daging kurban dengan menggunakan wadah yang ramah lingkungan seperti bakul/jintingan purun demi pengurangan limbah sampah plastik yang sangat sulit terurai oleh alam,” katanya.

    Dia berharap, semoga tahun depan semakin banyak panitia yang ikut mendukung gerakan kurban tanpa sampah plastik untuk menjadikan Bumi Murakata yang semakin ramah lingkungan.

    “Melalui pengunaan bakul/jintingan purun ini, kita insya Allah turut serta membantu dan berbagi rezeki dengan para pengrajin purun yang ada di Hulu Sungai Tengah, yang salah satunya adalah pasukan orange di Desa Walatung HST,” tukasnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Amankan Malam Lebaran Idul Adha, Aparat Gabungan HST Lakukan Patroli

    Amankan Malam Lebaran Idul Adha, Aparat Gabungan HST Lakukan Patroli

    BARABAI, klikkalsel.com – Mengantisipasi penumpukan masyarakat pada malam lebaran Idul Adha 1443 H, aparat gabungan Hulu Sungai Tengah (HST) lakukan patroli.

    Kegiatan tersebut dimulai dengan apel siaga lebaran di Mapolres HST Jl. P. M. Noor No. 29 Kecamatan Barabai, HST, Sabtu (9/7/2022) malam.

    Para personil yang dilibatkan dalam patroli itu terdiri dari TNI-Polri.

    Pada apel siaga itu dipimpin Kabag Ops Polres HST Kompol Matturidi dengan melibatkan personil gabungan Satu Regu Kodim 1002/HST, Satu Regu Polres HST, Satu Regu Satpol PP HST, Satu Regu SSR BPBD HST dan Satu Regu Dishub HST.

    Tujuan patroli gabungan itu, menurut Matturidi, mengantisipasi kegiatan masyarakat pada malam Hari Raya Idul Adha. “Jangan sampai terjadi penumpukan masyarakat di satu tempat,” ucapnya.

    Baca Juga : Berjejer di Tepian Jalan HST, Para Penjual Bunga Kais Rezeki Keberkahan Idul Adha

    Baca Juga : Jemaah Muhammadiyah di HST Laksanakan Salat Idul Adha Besok

    Pihaknya juga akan membagikan masker pada tempat-tempat tertentu, karena kondisi saat ini masih dalam keadaan pandemi Covid-19.

    “Kita juga melakukan pemantauan dan pengaturan arus lalu lintas, khususnya dalam kegiatan masyarakat merayakan lebaran Idul Adha,” tuturnya.

    Sementara itu, Plh.Kapten Inf Subhan menambahkan, kegiatan ini merupakan komitmen bersama TNI-Polri serta Pemkab HST dalam memberikan pelayanan, rasa aman dan nyaman dalam setiap kegiatan perayaan hari raya.

    “Ini sudah menjadi komitmen kita bersama untuk melakukan pengamanan baik Idul Adha, Idul Fitri dan juga peringatan hari raya umat Nasrani maupun Hindu dan Budha warga Bumi Murakata,” ucapnya.

    Dia berharap, warga Bumi Murakata dapat bekerjasama untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah, demi ketentraman dan kenyamanan dalam merayakan Hari Raya Idul Adha 1443 H, serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

    Usai apel siaga, dilanjutkan penempatan pasukan dititik-titik tertentu pusat keramaian warga Hulu Sungai Tengah yang merayakan Hari Raya Idul Adha 1443 H.(dayat)

    Editor : Akhmad

  • Berjejer di Tepian Jalan HST, Para Penjual Bunga Kais Rezeki Keberkahan Idul Adha

    Berjejer di Tepian Jalan HST, Para Penjual Bunga Kais Rezeki Keberkahan Idul Adha

    BARABAI, klikkalsel.com – Sejumlah tepian jalan di pusat Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tampak dipadati para pedagang, tak terkecuali para pedagang bunga. Fenomena itu merupakan salah satu bentuk peluang mereka untuk mengais rezeki keberkahan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah.

    Menurut pantauan media ini, para pedagang bunga itu tampak berjejer di tepian ruas Jalan A Yani, perempatan air mancur Jalan Ulama, dan tepian jalan Pasar Keramat Barabai.

    Salah satu pedagang bunga di Jalan Ulama Kota Barabai, Susi (23) mengaku, semenjak lima hari yang lalu menjelang hari raya dan para pedagang bunga lainnya sudah buka lapak pada tepian jalan itu.

    Lebih lanjut, fenomena banyaknya pedagang bunga itu, menurut pihaknya memang hal yang biasa ditemui pada saat menjelang hari raya. Bahkan, sampai tiga hari kedepan ia akan tetap berjualan.

    “Alhamdulillah, lebih ramai pembeli daripada saat pandemi covid-19 kemarin. Untuk hari ini, sudah puluhan pembeli yang dilayani,” terangnya kepada media ini, Sabtu (9/7/2022).

    Baca Juga : Paman Birin Bagikan Sapi Kurban, Guru Sani Berangas: Sangat Membantu Masyarakat

    Baca Juga : Tengok Isu Save Meratus, Tim Peneliti Kaji Ekonomi Hijau di HST

    Untuk jenis bunga yang dijual berupa bunga (kembang) kenanga dan mawar dengan variasi harga Rp 10 ribu untuk yang berkelopak dan Rp 8 ribu untuk yang bertumpuk.

    Susi menambahkan, dirinya berjualan bunga tidak hanya pada momen hari raya saja, melainkan juga pada setiap hari Jum’at melayani para pembeli untuk melangsungkan ziarah, maupun keperluan lainnya.

    “Mudahan jualan bunga ini makin laris dan jangan sampai ada pandemi corona lagi,” harapnya.

    Sementara itu, Miri salah satu pembeli bunga mengaku, sangat terbantu dengan banyaknya pedagang bunga tersebut, tidak terkecuali pedagang musiman. “Tidak perlu bingung cari bunga, di pinggir jalan bisa dengan mudah ditemui,” bebernya.

    Menurutnya, momen hari raya Idul Adha ini memang hal yang lumrah untuk masyarakat berziarah dan menabur bunga di makam keluarga masing-masing. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • 96 SD di HST Kekurangan Siswa

    96 SD di HST Kekurangan Siswa

    BARABAI, klikkalsel.com – Sebanyak 96 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengalami kekurangan siswa.

    Dinas Pendidikan Kabupaten HST pun merespon fenomena itu dengan merencanakan regrouping sekolah-sekolah tersebut, dengan langkah awal menyasar daerah pusat kota.

    Namun tahun ajaran baru ini, wacana regrouping terhadap sekolah tersebut belum direalisasi. Sekolah-sekolah yang kekurangan siswa itu pun tetap buka pendaftaran.

    SDN Bukat salah satu sekolah yang kekurangan siswa yang berada di pusat Kota Barabai. Dan tetap menjalankan perekrutan siswa.

    Bahkan pihaknya turun lebih awal dibandingkan sekolah lainnya mempersiapkan tahun ajaran baru, serta menunggu apabila ada pendaftar yang ingin masuk sekolah tersebut.

    Plh Kepala Sekolah SDN Bukat Hj Laila Farida beralasan, sepi murid mendaftar lantaran isu sekolahnya itu diisukan ditutup beberapa tahun silam, sehingga kepercayaan masyarakat pun drastis menurun untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.

    Dijelaskannya, pada 2018 lalu jumlah siswa di SDN Bukat sebanyak 87 siswa. Beberapa tahun berjalan, jumlah siswa secara bertahap menurun drastis hingga pada tahun ajaran 2021 lalu cuma 33 siswa.

    “Dari 33 siswa, lulus 11 orang. Jadi tinggal 22 siswa saat ini. Sebelumnya 33 siswa itu mendapat dana bos, untuk tahun ini belum tahu,” ungkapnya.

    Mengingat, sesuai Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), mensyaratkan satuan pendidikan atau sekolah memiliki jumlah peserta didik paling sedikit 60 orang selama tiga tahun terakhir.

    Baca Juga : Tengok Isu Save Meratus, Tim Peneliti Kaji Ekonomi Hijau di HST

    Baca Juga : Pahit Manis Petani Karet Tabalong, Edy : Dalam Pohon Karet Ada Segalanya

    Sehingga jelang tahun ajaran 2022 ini, pihaknya tetap membuka pendaftaran selayaknya sekolah lainnya. “Baru 1 siswa yang rencananya akan mendaftar masuk dan 2 siswa pindahan dari sekolah lain akan bergabung,” katanya.

    Demi mencari siswa, pihak sekolah pun mengaku sudah berkeliling mensosialisasikan penerimaan siswa baru ke berbagai sekolah TK, Panti Asuhan, Kelurahan, terlebih ke Disdik HST. Namun, peminatnya masih tetap minim.

    “Sekolah ini berada di area perkantoran dan dikelilingi sekolah lain yang serupa, seperti MIN Bawan, SDIT Al-Khair, Istiqamah. Kami tetap bertahan dari sisa yang ada, apapun keputusan pemerintah selanjutnya akan diikuti,” katanya.

    Sebelumnya, Plt Kadisdik HST, M Anhar mengatakan, saat pembahasan wacana regrouping itu diberlakukan bagi sekolah yang kekurangan siswa.

    Sekolah-sekolah itu meliputi, SDN 2 Banua Budi, SDN 2 Pajukungan, SDN 3 Ayuang, SDN 3 Barabai Darat, SDN 3 Benawa Tengah, SDN 3 Mandingin, serta SDN Bukat sendiri.

    “Saat ini sedang berproses, kita sudah bentuk tim regrouping yang melibatkan bukan hanya Disdik, ada juga Sekda, BPKAD, dan lainnya yang semuanya dilibatkan secara komprehensif,” bebernya.

    Menurutnya Anhar, kendala tidak bisa melakukan percepatan regrouping adalah agenda utama Kemendikbud yang harus pihaknya adaptasi terlebih dahulu.

    “Kita hari ini kelimpungan dengan kegiatan Kemendikbud, merdeka belajar, kurikulum merdeka, mengaktifkan akun belajar.id. Pemilih kurikulum merdeka lumayan sekitar 200an,” sebutnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Rutan Kelas IIB Barabai Buka Kunjungan Tatap Muka Secara Terbatas

    Rutan Kelas IIB Barabai Buka Kunjungan Tatap Muka Secara Terbatas

    BARABAI, klikkalsel.com – Setelah lebih dari dua tahun dilanda pandemi Covid-19 yang mengharuskan berbagai macam pembatasan, kini Rutan Kelas IIB Barabai resmi buka kembali kunjungan tatap muka.

    Kebijakan itu pun disambut baik oleh masyarakat dan membuahkan suasana haru meliputi pertemuan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) setempat dengan keluarganya yang telah lama tak berjumpa.

    Kepala Rutan Kelas IIB Barabai Gusti Iskandarsyah menjelaskan, kunjungan tatap muka ini dilaksanakan secara terbatas. Hal itu dijalankannya sesuai surat edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas PAS).

    Baca Juga : RSUD H Damanhuri Barabai Buka Layanan Poliklinik Sore

    Baca Juga : Kunjungan WBP Rutan Tanjung Kembali Dibuka, Ini Syarat Kunjungannya

    “Setiap WBP hanya diberikan satu kali kunjungan selama satu minggu, dan hanya dari keluarga inti (bapak, ibu, suami/istri, anak, saudara laki-laki/perempuan) yang diizinkan untuk berkunjung,” jelasnya.

    Lebih lanjut, persyaratan untuk berkunjung antara lain adalah membawa fotokopi KTP, Kartu Keluarga, dan sertifikat vaksin ketiga atau booster, dan untuk kunjungan tahanan wajib membawa surat izin kunjungan dari pihak penahan.

    “Bagi yang belum mendapatkan vaksin booster tetap bisa melaksanakan kunjungan dengan menunjukkan surat karangan negatif hasil tes antigen atau PCR,” tambah Gusti.

    Kemudian, untuk jadwal kunjungan dilaksanakan masih secara bergantian, dari hari Senin untuk Blok D dan Wanita, Selasa untuk Blok C, Rabu untuk Blok B, dan Kamis untuk Blok A dan terbatas dari pukul 09.00 pagi sampai jam 11.30 Wita siang.

    Hingga kini, tercatat sudah ada sebanyak 13 pengunjung yang berjumpa dengan keluarganya di Rutan Kelas IIB Barabai yang masih dibuka secara terbatas itu.

    “Untuk meningkatkan pengamanan saat kunjungan, kami menghimbau kepada pengunjung untuk tetap menitipkan barang bawaan diloket penitipan barang dan tetap dilakukan penggeledahan barang dan badan saat masuk guna menghindari masuknya barang barang terlarang kedalam Rutan,” tukasnya. (dayat)

     

    Editor : Akhmad

  • Tengok Isu Save Meratus, Tim Peneliti Kaji Ekonomi Hijau di HST

    Tengok Isu Save Meratus, Tim Peneliti Kaji Ekonomi Hijau di HST

    BARABAI, klikkalsel.com – Sejumlah tim peneliti Badan Pusat Statistik bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) lakukan kajian ekonomi hijau di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

    Kajian itu dilakukan dengan menengok isu gerakan Save Meratus yang telah lama digaungkan warga Bumi Murakata.

    Dibantu Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) HST, Tim peneliti menyambangi sejumlah praktik ekonomi hijau yang telah berjalan yang secara mayoritas digarap oleh kalangan milenial.

    Perwakilan tim peneliti, Zainal Fatoni Senin (4/7/2022) mengungkapkan, pihaknya dari BPS dan BRIN bekerjasama melakukan kajian tentang ekonomi hijau di 34 provinsi. Untuk di Kalimantan Selatan, pihaknya secara khusus melihat isu Save Meratus.

    Kajian itu digelar bertajuk kajian kualitatif Long Form Sensus Penduduk 2020 yang sudah berlangsung sejak 27 Juni sampai dengan 16 Juli 2022 guna pengumpulan data lapangan.

    Sejumlah lokasi praktik ekonomi hijau yang ditinjau, meliputi Bank Sampah Murakata di DLHP HST, Budidaya Maggot BSF di Hevea, Pembibitan Ikan dan Maggot Bina Rumpun Sejati di Pantai Hambawang, Budidaya Maggot untuk Unggas di Balanti, serta Bank Sampah Urbandewan berbasis Digital di Desa Bawan.

    Baca Juga : Lakukan Ekspedisi ke Gunung Halau-halau, Bupati HST Sampaikan Komitmen Menjaga Kelestarian Hutan Meratus

    Baca Juga : Sejumlah Kawasan di Banjarmasin Masih Terendam Pasca Hujan Deras dan Air Pasang

    Sebelumnya, pihaknya juga telah menyambangi kawasan Pegunungan Meratus Puncak Penitiranggang di Desa Kiyu melihat suasana hutan dan praktik ekonomi hijau Masyarakat Adat Dayak melalui berladang dan bertani.

    “Kita melihat dari hulu nya kawasan pegunungan bagaimana masyarakat petani melakukan praktik ekonomi hijau untuk kegiatan berladang/bertani. Serta, di bawahnya kita juga lihat isu di perkotaan yang lebih mengarah ke masalah sampah dan pengelolaannya,” jelasnya.

    Menurutnya, masih banyak potensi lokal yang bisa ditingkatkan, baik itu melalui komunitas-komunitas dan tentunya perlu dukungan semua pihak.

    “Melihat praktik-praktik ekonomi hijau itu, bahwa dengan mengelola sampah bisa memberikan benefit tambahan penghasilan, jadi dampak ekonomi semakin terasah. Tingkatkan lagi komunitas-komunitas itu, dan perlu didukung oleh semuanya,” tuturnya.

    Sementara itu, Syafaat Kabid Pengelolaan Sampah DLHP HST yang turut mendampingi tim peneliti itu menyambut baik segala masukan-masukan yang diberikan oleh mereka.

    Lebih lanjut, terhadap saran-saran yang diberikan kepada para pelaku ekonomi hijau milenial di HST, pihaknya pun akan turut serta mendorong kepada mereka agar lebih memaksimalkan lagi berbagai kegiatannya, sehingga dampak positifnya semakin meluas.

    “Akan terus kita rangkul dan jejaringkan pada pelaku ekonomi hijau milenial di HST ini, agar semakin dikenal dan kebermanfaatannya semakin meluas. Terlebih, mereka dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” jelasnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • DLHP HST Imbau Masyarakat Diet Plastik

    DLHP HST Imbau Masyarakat Diet Plastik

    BARABAI, klikkalsel.com – Memperingati Hari Kantong Plastik Sedunia yang jatuh pada 3 Juli 2022, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengimbau masyarakat Bumi Murakata untuk melakukan diet plastik.

    Kepala DLHP HST, melalui Kabid Pengelolaan Sampah, Syafaat Minggu (3/7/2022) sore mengatakan, imbauan itu dilakukan dengan maksud menggencarkan komitmen pengurangan sampah plastik sekali pakai atau tagar #HST No Plastik guna menjaga lingkungan.

    Pihaknya juga telah mengeluarkan edaran untuk seluruh Kepala SOPD agar menjadi contoh teladan bagi seluruh ASN dan tenaga kontrak, dalam membantu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai (PSP) melalui penggunaan tumbler, keranjang belanja, menabung sampah, rapat tanpa air minum kemasan dan lainnya.

    “Mari kita manfaatkan sampah yg selama ini kita buang dengan cara dipilah dan ditabung ke bank sampah terdekat,” ajaknya.

    Baca Juga : Alat Pembuat Limbah Sampah Plastik Disulap Jadi BBM Cantik

    Baca Juga : Awas, Warga Akan Dikenakan Sanksi Tipiring Jika Buang Sampah Sembarangan

    Kemudian, untuk sama-sama menjaga lingkungan dengan tidak lagi buang sampah sembarangan ke lingkungan, khususnya sampah plastik yang sangat sulit terurai, bahkan ada yang sampah 100 tahun lebih baru bisa terurai.

    Jelang hari raya Idul Adha 1443 H, pihaknya juga membuat surat edaran kepada seluruh panitia kurban agar membantu mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.

    “Pengurangan itu dengan mengganti bahan yang ramah lingkungan seperti jintingan purun, wadah, dan produk serupa, sekaligus untuk berbagi rezeki dengan pelaku usaha kerajinan purun di daerah,” jelasnya.

    Sekali lagi, DLHP HST mengajak seluruh masyarakat di Bumi Murakata menggaungkan diet plastik, melalui gerakan HST_Noplastic sebagai gerakan bersama agar Bumi Murakata bersih, sehat, dan asri, serta tidak mewariskan sampah plastik ke anak cucu nanti. (dayat)

     

    Editor : Akhmad