Kategori: HST

  • Kontes Pemilihan Nanang Galuh HST 2022 Selesai, Berikut Daftar Pemenangnya

    Kontes Pemilihan Nanang Galuh HST 2022 Selesai, Berikut Daftar Pemenangnya

    BARABAI, klikkalsel.com – Setelah melewati malam Grand Final, kontes Pemilihan Nanang Galuh Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) 2022, resmi berakhir dengan menghasilkan sejumlah pemenang.

    Sesuai Surat Keputusan (SK) Dewan Juri dengan Kop Pawadahan Nanang Galuh HST, Dinas Pendidikan Kabupaten HST yang dibacakan Minggu (3/7/2022) dini hari, Nanang M. Akmal Firdaus dan Resty Nurhalisa resmi menjadi pemenang.

    Kemudian, pemenang lainnya Wakil I ditempati Nanang M. Rizky Rullitama dan Galuh HST Nur Milia Hasanah, lalu Wakil II Nanang Bagus Ismail dan Galuh Eka Fitriani, disusul Wakil III Nanang M. Azhari dan Galuh Noor Annisa.

    Selanjutnya, Wakil IV kontes itu dimenangkan Nanang M. Ridandi dan Galuh Tiara Dwi Anya, serta Wakil V Nanang M. Eldianor dan Galuh Hayatunnisa.

    Baca Juga : Kontes Nanang Galuh HST 2022, Sebanyak 45 Generasi Muda Siap Ikuti Audisi

    Baca Juga : Nanang Galuh dan Utuh Aluh Kolaborasi Kenalkan Wisata dan Budaya Banjar, Lewat Project BAPANDIR

    Adapula nominasi lainnya, yakni Nanang dan Galuh Berbakat yang ditempati M. Syarifuddin dan Galuh Siti N. Najwa. Berikutnya, Nanang Galuh Persabatan diduduki Haris Fadhillah dan Nurul Hidayah.

    Berdasarkan penilaian publik melalui akumulasi like instagram turut terpilih juara Nanang Favorit M. Azhari dengan total 1.023 like dan Galuh Favorit Resty Nurhaliza 1.531 like.

    Sekedar diketahui, ajang malam grand final itu berlangsung dari Sabtu (2/7/2022) malam hingga Minggu (3/7/2022) dinihari, dengan sejumlah penampilan 8 pasang finalis Nanang dan Galuh, serta dilakukan penilaian oleh lima dewan juri sesuai bidangnya masing-masing.

    Salah satu dewan juri, Muhammad Yani yang juga Pj Sekdakab HST menuturkan, Nanang dan Galuh ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai alat kelengkapan yang terkadang untuk menerima tamu, akan tetapi mereka bisa mencerminkan budaya lokal, kerarifan HST, serta masyarakatnya.

    “Seni-seni ini kita perluas lagi sosialisasinya melalui Nanang dan Galuh ini. Serta, keunggulan-keunggulan yang telah dipunyai oleh nenek moyang kita tentang seni dan budaya di Kalimantan Selatan pada umumnya, di Hulu Sungai Tengah khususnya dapat lebih terangkat,” tuturnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Hari Pertama Sekolah 11 Juli Mendatang, Peserta Didik Belum Vaksin Tetap Bisa Bersekolah

    Hari Pertama Sekolah 11 Juli Mendatang, Peserta Didik Belum Vaksin Tetap Bisa Bersekolah

    BARABAI, klikkalsel.com – Tahun ajaran baru di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) akan segera dimulai pada 11 Juli 2022 mendatang. Para peserta didik di Bumi Murakata akan kembali turun sekolah.

    Walaupun capaian vaksinasi para peserta didik belum memenuhi target, Dinas Pendidikan HST menjamin para peserta didik tetap mendapatkan perlakuan yang sama untuk dapat bersekolah dengan pertemuan tatap muka (PTM).

    Kepala Dinas Pendidikan HST, H M Anhar melalui Kabid SMP, Alam Mappaomopo menyampaikan, sesuai dengan kalender pendidikan yang dibagikan, libur semester genap yang dimulai pada 27 Juni dan akan segera berakhir pada 9 Juli 2022 mendatang.

    “Lalu pada 11 Juli ditetapkan sebagai hari pertama masuk sekolah Tahun Pelajaran 2022/2023,” ujarnya.

    Sesuai kalender itu, masa pengenalan lingkungan sekolah dimulai 11 sampai dengan 13 Juli 2022.

    “Untuk semua sekolah umum di HST, khusunya tingkat SD dan SMP akan berpedoman pada waktu tersebut, kecuali sekolah yang dinaungi Kemenag. Sedangkan jadwal SMA ditangani Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan,” jelasnya, Jum’at (1/7/2022) sore.

    Baca Juga : Pasukan Kodim 1002/HST Geruduk Mako Polres HST

    Baca Juga : Hari Pertama Uji Coba Pendaftaran MyPertamina, Masa Sosialisasi Aktivitas SPBU Tetap Normal

    Terkait capaian vaksinasi di sekolah, menurut data Disdik HST per 7 Juni 2022 untuk tingkat SD dari total keseluruhan 20.383 siswa SD, baru 14.870 atau (73 persen) yang sudah bervaksin dosis 1 dan 2.672 (13 persen) siswa SD yang baru vaksin dosis 2.

    Kemudian, dari total 4.319 siswa SMP, sebanyak 4.015 siswa (93 persen) yang sudah bervaksin dosis 1 dan sebanyak 3.642 siswa (84 persen) yang sudah bervaksin dosis 2.

    Kendati demikian, menurutnya, vaksinasi itu masih berupa imbauan dan tidak dipaksakan, untuk pembelajaran pun tetap mendapatkan hak yang sama bisa mengikuti PTM.

    “Terkait pembelajaran tetap mendapatkan hak yang sama, mungkin yang menyulitkan mengarah ke administrasi yang lain, seperti ingin naik pesawat, mendapatkan bantuan, atau hal lainnya yang diminta menampilkan sertifikat vaksin,” ujarnya.

    Di samping itu, pihaknya pun tetap mengimbau kepada peserta didik dan orang tua untuk tetap menjaga diri masing-masing, karena panemi Covid-19, masih belum berakhir.

    “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan, dan mengharapkan bagi yang hendak bervaksin, pelayanannya masih terbuka,” bebernya. (dayat)

    Editor : Hery Murdi

  • Pasukan Kodim 1002/HST Geruduk Mako Polres HST

    Pasukan Kodim 1002/HST Geruduk Mako Polres HST

    BARABAI, klikkalsel.com – Beragam cara unik dilakukan para petugas saat menyambut Hari Bhayangkara ke-76. Salah satunya yang dilakukan Kodim 1002/HST yang membawa pasukan menggeruduk Mako Polres HST.

    Para petugas yang dipimpin Dandim 1002/HST Letkol Kav Gagang Prawardhana, bersama para Perwira dan Babinsa iring-iringan masuk ke Polres HST menggunakan kendaraan dinas sambil membawa Tumpeng.

    Sontak kedatangan Dandim bersama anggota ini membuat kaget petugas jaga dan seluruh anggota Polres HST, usai melaksanakan korp raport kenaikan pangkat.

    Lebih lanjut, kejutan itu pun semakin meriah saat pemotongan tumpeng oleh Dandim 1002/HST dan diberikan kepada Kapolres HST AKBP Sigit Hariyadi diiringi lagu selamat ulang tahun oleh anggota Kodim dan Polres.

    Di sela kegiatan itu, Dandim menyampaikan, kegiatan ini untuk memberikan surprise kepada rekan-rekan Polri jajaran Polres HST di hari jadi Bhayangkara Ke-76 sebagai salah satu wujud kebersamaan TNI-Polri di HST.

    “Harapannya Sinergitas yang terjalin selama ini telah ditunjukkan dalam setiap kesempatan baik dalam tugas menjaga ketertibaan keamanan kondusifitas wilayah agar tetap dipertahankan dan tingkatkan lagi dalam mengatasi kesulitan masyarakat di Hulu Sungai Tengah,” jelas Dandim.

    Baca Juga : Daya Tarik Sekolah Umum di HST Masih Kurang Populer Dibanding Sekolah Agama

    Baca Juga : Hari Pertama Uji Coba Pendaftaran MyPertamina, Masa Sosialisasi Aktivitas SPBU Tetap Normal

    Kemudian, pihaknya pun atas nama keluarga besar Kodim 1002/HST mengucapkan Dirgahayu Bhayangkara Ke 76, 1 Juli 1946 – 1 Juli 2022.

    “Polri yang presisi mendukung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural untuk mewujudkan Indonesia tangguh-Indonesia tumbuh,” ujar Dandim.

    Sementara itu, Kapolres HST AKBP Sigit Hariyadi mengucapkan terima kasih kepada Dandim 1002/HST serta jajaran yang telah memberikan kejutan dalam rangka hari Bhayangkara ke 76 Polri.

    “Besar harapan kami sinergitas dan kekompakan tetap terjaga dalam memberikan pelayanan pengayoman, perlindungan kepada masyarakat. Semoga TNI-Polri tetap jaya,” tuturnya.

    Kegiatan tersebut ditutup dengan salam-salaman serta foto bersama antara jajaran Kodim 1002/HST dan Polres HST di halaman kantor setempat. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • RSUD H Damanhuri Barabai Buka Layanan Poliklinik Sore

    RSUD H Damanhuri Barabai Buka Layanan Poliklinik Sore

    BARABAI, klikkalsel.com – Manajemen RSUD H Damanhuri Barabai kini telah membuka Poliklinik pelayanan berobat sore untuk memfasilitasi masyarakat Bumi Murakata.

    Peluncuran pelayanan itu juga disertai dorongan transformasi digital lewat inovasi Anjungan Pasien Mandiri sebagai sistem pendaftaran pasien berbasis teknologi, Kamis (30/6/2022) sore.

    Direktur RSUD H Damanhuri, dr Nanda Sujud Andi Yudha Utama mengungkapkan, peluncuran layanan poliklinik itu merupakan sebuah strategi pemecah antrian pasien yang kerap membludak.

    “Pelayanan berobat sore dilakukan tiap hari kerja sejak pukul 16.00 Wita sampai pukul 21.00 Wita,” jelasnya.

    Menurut Nanda, inovasi pelayanan baru ini menjawab permasalahan yang selama ini terjadi, yakni hampir tiap hari antrean pasien rawat jalan terjadi pagi hari.

    “Pelayanan sore ini dibuka sebagai upaya kami memecah antrean pasien di poliklinik pagi. Pelayanannya baik untuk pasien BPJS maupun pasien umum yang dimulai pada 1 Juli 2022,” katanya.

    Karena keterbatasan dokter spesialis, pelayanan poliklinik sore ini, menurut Nanda, pada tahap awal akan dilakukan baru 85 persen.

    “Kami akan tingkatkan lagi kedepan. Alhamdulillah, 85 persen dokter spesialis bersedia ikut bergabung untuk pelayanan sore ini,” tuturnya.

    Baca Juga : Daya Tarik Sekolah Umum di HST Masih Kurang Populer Dibanding Sekolah Agama

    Baca Juga : Jelang Dimulainya Uji Coba MyPertamina di Kota Banjarmasin, Sopir Angkot: Ribet, Kalau Bisa Ada Kebijakan

    Dijelaskan, polikilinik yang buka layanan sore itu meliputi, Poli Jiwa, Poli Saraf, Poli Bedah, Poli Anak, dan Poli mata. Namun, untuk poli mata masih satu kali dalam seminggu.

    Kemudian, dalam inovasi tranformasi digital Anjungan Pasien Mandiri juga turut mendorong masyarakat terhadap peningkatan literasi digital yang saat ini masih rendah.

    “Untuk masyarakat yang masih belum melek teknologi, tentu akan tetap didampingi oleh petugas RSUD H Damanhuri Barabai,” terangnya.

    Pada peluncuran itu, secara simbolis dilakukan oleh Bupati HST H Aulia Oktafiandi di Aula RSUD H Damanhuri Kota Barabai, serta langsung melakukan uji coba penggunaan pelayanan digital tersebut.

    Kegiatan itu turut dihadiri Direktur RSUD H Damanhuri, dr Nanda Sujud Andi Yudha Utama, Ketua Dewan Pengawas Rumah Sakit Ainur Rafik, jajaran manajemen serta para dokter, serta tamu undangan lainnya.

    Usai meresmikan poliklinik sore itu, juga dilakukan penandatangan komitmen bersama jajaran manajemen untuk memberikan pelayanan professional kepada pasien. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Daya Tarik Sekolah Umum di HST Masih Kurang Populer Dibanding Sekolah Agama

    Daya Tarik Sekolah Umum di HST Masih Kurang Populer Dibanding Sekolah Agama

    BARABAI, klikkalsel.com – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022 masih berlangsung di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), daya tarik pendaftar sekolah umum masih kurang populer dibandingkan dengan sekolah agama.

    Contohnya pendaftar di SDN Palajau, saat ini baru berjumlah 7 orang dengan sasaran yang diinginkan 15 orang. Kemudian, pada daerah rawa di Dusun Awang Landas, pendaftar di SDN 3 Sungai Buluh baru berjumlah 6 orang. Kemudian pada daerah pegunungan di SDN 2 Datar Ajab pendaftarnya juga baru 17 orang.

    “Kendalanya terbatas waktu liburan, sehingga komunikasi dengan masyarakat terbatas dan sosialisasi tidak maksimal,” jelas M Noor Kepala Sekolah SDN Palajau.

    Pendaftaran pada jenjang pendidikan SD di sekolah umum Kabupaten HST pun masih manual dengan langsung daftar ke sekolah masing-masing untuk mendaftarkan diri.

    Baca Juga : PPDB SMA dan SMK se Kalsel Jaring 38.600 Calon Siswa

    Baca Juga : Jelang Dimulainya Uji Coba MyPertamina di Kota Banjarmasin, Sopir Angkot: Ribet, Kalau Bisa Ada Kebijakan

    Sementara pendaftar sekolah agama SIT Al Khair pada jenjang SDIT setempat yang menurut data Tim PPDB sudah sebanyak 83 orang pendaftar dengan target 120 orang. Pendaftarannya pun melalui mekanisme online, berbeda dengan sekolah pada umumnya.

    “Itu sudah terjadi peningkatan, walaupun tidak terlalu signifikan. Tahun lalu yang diterima 82 orang,” terang Ustadz Nazar, mewakili tim PPDB SIT Al-Khair.

    Menurutnya, peningkatan itu disinyalir karena sudah masuk dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dan pendaftaran akan ditutup jika sudah terpenuhi kouta.

    Sebenarnya, fenomena sekolah umum yang kurang populer ini sudah bertahun-tahun jadi pokok bahasan pemerintah setempat, rekomendasi dewan, bahkan atensi publik. Namun, hingga kini tak kunjung ada perubahan yang signifikan.

    Orang tua siswa, Norliani, yang mendaftarkan anaknya ke sekolah agama pun beralasan ingin agar anaknya belajar akhlak, budi pekerti, dan mendalami agama Islam.

    Sementara itu, Kabid SD Dinas Pendidikan HST, Fakhriyadi mengatakan, terkait meminimalisir kekurangan peminat sekolah umum dibandingkan sekolah agama, pihaknya menyerahkan situasi dan kondisi itu kepada lingkungan masing-masing yang dianggap lebih tahu permasalahannya di lapangan.

    “Kami dari dinas pendidikan hanya memotivasi sekolah agar meningkatkan kualitas sekolah, tenaga pengajar dan lain-lain, agar bisa menjadi daya tarik atau minat calon peserta didik,” sebutnya.

    Pihaknya pun pada tahun ini akan menggencarkan kegiatan siswa seperti lomba-lomba di berbagai bidang yang bisa menyalurkan keinginan atau kegiatan peserta didik.

    Terkait, permasalahan yang ditemui dalam penerimaan peserta didik, pihaknya menyadari jumlah anak usia sekolah dasar lebih sedikit. Akan tetapi, pihaknya belum merinci terkait data jelas jumlah anak-anak yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan sekolah dasar itu.

    Pihaknya pun dalam penerimaan peserta didik tahun ini berharap agar berjalan dengan lancar. “Khususnya di HST, jangan sampai anak usia sekolah tidak bersekolah itu harapan kami,” ujarnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Reyot dan Kian Semerawut, Pasar Keramat Barabai Menanti Komitmen Pemerintah

    Reyot dan Kian Semerawut, Pasar Keramat Barabai Menanti Komitmen Pemerintah

    BARABAI, klikkalsel.com – Kondisi Pasar Keramat Barabai kini semakin reyot dan semrawut tak kunjung ada perhatian. Para pedagang pun berulang kali mempertanyakan komitmen pemerintah terhadap kondisi tersebut.

    Dengan kondisi itu, wajar jika para pedagang banyak meninggalkan bangunan-bangunan setempat, karena kumuhnya kondisi areal bangunan serta tata kelola pasar yang tak karuan.

    Ketika menyambangi pasar tersebut, terlihat jelas kondisi tiang penyangga atap pada titik blok G kian miring, serta beberapa tiangnya pun bahkan ada yang patah dan hilang. Los bangunan setempat pun banyak yang kosong, tampak kotor dan masih tidak difungsikan usai dibuat pada Desember 2020 silam.

    Salah satu pedagang, Mama Umar merasa khawatir ketika terjadi angin. Dia selalu menengok ke luar dan berharap semoga tidak roboh.

    “Inisiatif para pedagang ada juga yang mengganti tiang yang sudah patah itu menggunakan tiang kayu,” ungkapnya.

    Kondisi demikian menurut para pedagang sudah berlangsung bertahun-tahun silam, dan diperparah pula dengan peristiwa banjir yang membuat para pedagang banyak yang gulung tikar, serta semakin pindah keluar mencari tempat yang lebih strategis.

    “Tak ada kemajuan disini. Semakin semrawut tata kelolanya,” ungkap Lia, pedagang lainnya.

    Masrinasi salah satu pedagang ikan menimpali, kalau rutin bayar retribusi toko dan sampah kepada pemerintah. Namun, dari biaya itu tak dirasakan timbal baliknya terhadap kemajuan pasar.

    “Tak pernah terlambat bayar. Setahun sudah tidak terlihat perkembangannya,” timpalnya.

    Baca Juga : Kawasan Pasar Keramat Barabai Tak Diperhatikan dan Semakin Semrawut

    Baca Juga : Barabai Memiliki Catatan Sejarah Banjir Sejak 1928

    Yazid Fahmi AS Anggota DPRD Kabupaten HST sempat menyatakan, pasar itu memang sudah sangat memprihatinkan dan harus sesegeranya jadi atensi pemerintah.

    Menurutnya, tidak ada kata nanti lagi, sebab kondisinya boleh dikatakan sudah tidak layak.

    “Sepakat dengan para pedagang, yakni dengan retribusi pasar yang dipungut dari pedagang, tentu kewajiban pemerintah adalah memastikan sarana yang ada layak dan nyaman,” terangnya.

    Lebih lanjut, pihaknya menghendaki jangan sampai pemerintah daerah terkesan abai dengan kondisi pasar saat ini. “Termasuk aspal di kawasan pasar yang sudah sangat layak untuk dilakukan pengaspalan baru,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan HST H Syahruli Selasa (28/6/2022) sore saat dijumpai media ini, tak menampik terkait kondisi pasar yang kumuh dan semerawut itu.

    Dia mengatakan,sudah punya mapping untuk renovasi dan revitalisasi pasar, khususnya di Pasar Keramat Barabai itu. “Ini sekarang prosesnya sedang pembuatan Detail Engineering Design (DED), yang mungkin memerlukan waktu,” jelasnya.

    Ditambahkan, ada beberapa tempat yang akan pihaknya revitalisasi, termasuk melalui Blok D setempat yang akan dibuat jalan lingkar, serta pembongkaran pun juga akan dilakukan.

    “Intinya kita sudah ada program untuk revitalisasi pasar dan berharap nanti bisa maksimal fungsinya, termasuk kesemerawutannya dapat kita atasi,” tambahnya.

    Terkait tata kelola, pihaknya menyampaikan nanti ada sistem zonasi yang sudah di mappingkan zona kering dan zona basah. Sekitar tujuh paket yang sudah ada DED-nya dan sebagian sudah mulai dikerjakan, termasuk disana Pasar Keramat dan Agrobisnis.

    Di samping itu, inovasi pasar pun akan coba pihaknya jalankan, bahwa penataan pasar itu jangan hanya Disdag saja, melainkan akan ada posko bersama guna sama-sama melakukan penertiban.

    “Kita coba bangun kebersamaan dalam menata dan menertibkan, jangan hanya disdag saja tenaga Disdag kan terbatas,” timpalnya.

    Syahruli pun turut menyinggung, kepada para pedagang terkait retribusi pembayaran toko dan kios agar lebih tertib. “Tolong juga penuhi kewajibannya, semuanya juga bergerak. Jangan hanya dibebankan dengan pemerintah saja, sama-sama kita mengelola pasar,” tuturnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Jaring Calon Wirausaha Milenial, FKP HST Gelar Murakata Enterpreneurship 2022

    Jaring Calon Wirausaha Milenial, FKP HST Gelar Murakata Enterpreneurship 2022

    BARABAI, klikkalsel.com – Sebanyak 30 peserta calon wirausaha milenial baru ikuti gelaran Murakata Enterpreneurship tahun 2022 yang diselenggarakan Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), di Aula Gedung Murakata, Selasa (28/6/2022).

    Dalam bingkai kompetisi, kegiatan tersebut dijalankan berkolaborasi dengan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten HST, guna melatih sekaligus menyeleksi calon-calon wirausaha baru di HST.

    Kegiatan dibuka resmi oleh Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporapar HST, Hj Jumratil Kiptiyah, diikuti Ketua FKP Kalsel, Ketua FKP HST, serta para calon wirausaha milenial yang mengikuti seleksi.

    Dalam kesempatan itu, Ketua FKP HST, Niezar Perdana mengungkapkan, kegiatan Murakata Enterpreneurship 2022 ini berlangsung dari 28 Juni hingga 3 Juli 2022.

    Lebih lanjut, acara tersebut menurutnya, bertujuan untuk mendorong dan memunculkan para calon wirausaha muda di Bumi Murakata.

    Baca Juga : Lomba Panahan Tradisional Berbasis Kearifan Lokal Warnai Hari Bhayangkara ke-76 HST

    Baca Juga : Imbas Gagal Panen, Harga Bawang Merah di HST Alami Kenaikan Harga

    “Kegiatan ini merupakan sebuah inovasi di HST. Setelah kegiatan usia, para peserta akan diajak bergabung masuk ke FKP untuk mengembangkan skill atau usahanya,” jelasnya.

    Niezar juga menjelaskan, sesuai hasil seleksi sbelumnya, dari 70 orang yang mendaftar diri, sebanyak 30 peserta berlanjut ke tahap pembekalan, serta berbagai seleksi lanjutan lainnya.

    “Kepada para peserta, diharapkan agar mengikuti kegiatan dengan benar dan dari awal hingga akhir. Karena para narasumber yang dihadirkan adalah orang-orang hebat di bidangnya masing-masing,” tuturnya.

    Selanjutnya, pihaknya pun turut menyampaikan terima kasih kepada pihak Disporapar HST yang telah bersedia FKP berkolaborasi guna menyukseskan Murakata Enterpreneurship 2022 ini.

    Sementara itu, Hj Jumratil Kiptiyah menjelaskan, berkat kolaborasi dan diskusi bersama FKP HST, akhirnya pihaknya dapat menggelar kegiatan yang tak sekedar hanya pelatihan, tapi juga berupa kompetisi.

    “Selain pelatihan untuk wirausaha muda baru, acara juga dimeriahkan dengan bazar selama lima hari, dimulai pada hari Rabu besok,” katanya

    Jumratil Kiptiyah menambahkan, para peserta pun akan ditugaskan untuk melakukan presentasi usahanya masing-masing. Lalu, yang terbaik dari calon wirausaha tersebut akan diberikan bantuan akses modal usaha.

    Selain pelatihan dan bazar, acara pun juga dimeriahkan dengan hiburan band dan akustik. Bahkan, juga ada lomba lipsync dan mewarna.

    “Terima kasih kepada FKP HST atas kerjasamanya. Semoga segala rangkaian ini berjalan lancar sesuai rencana yang diharapkan,” tukasnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Kolaborasi Perbanusa Kalsel, Beragam Inovasi Dibagikan kepada Penggiat Lingkungan

    Kolaborasi Perbanusa Kalsel, Beragam Inovasi Dibagikan kepada Penggiat Lingkungan

    BARABAI, Klikkalsel.com – Silaturahmi sekaligus berbagi pengetahuan serta pengalaman oleh Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara (Perbanusa) Kalimantan Selatan bersama para penggiat lingkungan lintas daerah, kembali digelar di Taman Wisata Goa Limbuhang Desa Haliau, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

    Dalam pertemuan itu, beragam inovasi lingkungan dibagikan dalam bingkai sharing session kepada para penggiat lingkungan lintas daerah di Kalsel, maupun Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

    Mulyadi Saputra Ketua Perbanusa Kalsel menerangkan, kegiatan tersebut merupakan yang ketiga kalinya diselenggarakan dengan menjaring kolaborasi dan kepemimpinan yang lebih besar antar para bank sampah, serta penggiat lingkungan, terlebih di kalangan milenial.

    Lebih lanjut, dalam kegiatan itu diikuti oleh Bank Sampah Urbandewan HST, BS Minimilenial, Zerowaste Kalsel, Eco Enzyme Nusantara Kalsel, Green Leadership Indonesia, Ratikita.id, Pepelingasih lintas kabupaten, TPS3R Tamiyang Layang, BS Binsik Paser, Perbanusa Kalteng, Perbanusa Kaltim, serta para penggiat lingkungan lainnya.

    “Sebanyak 110 peserta para penggiat lingkungan kita undang dan berhadir dalam kegiatan ini. Terlebih, para guru dan perwakilan sekolah berbagai jenjang pendidikan di HST juga turut mengikuti dengan penuh antusias,” terangnya, Minggu (26/6/2022).

    Baca Juga : Kubah Basirih Masuk Dalam 50 Destinasi Desa Wisata Indonesia Bangkit

    Baca Juga : Imbas Gagal Panen, Harga Bawang Merah di HST Alami Kenaikan Harga

    Menurut Mulyadi, berbagai inovasi di bidang lingkungan pun turut dipaparkan dan dibagikan kepada para peserta yang hadir. Mulai dari inovasi bank sampah berbasis digital dari ratikita, lalu inovasi sampah menjadi batako dari BS Binsik Paser, olahan sampah organik jadi Eco Enzyme, serta Agen 46 dari BNI Cabang Barabai sebagai digitaisasi payment bank sampah.

    “Alhamdulillah para peserta sangat antusias, bahkan mereka semua sudah mencoba terkait berbagai inovasi itu. Mereka pun juga turut membawa pulang eco enzyme yang telah dipraktekan untuk selanjutnya dikembangkan lagi di rumahnya masing-masing,” jelasnya.

    Sementara itu, M Amin Darojat Branch Manager BNI Barabai menuturkan, pihaknya juga turut berkolaborasi dan mendukung penuh gerakan lingkungan yang dilakukan Perbanusa Kalsel itu.

    “Kami juga turut mendukung kegiatan ini, terlebih tagline BNI juga Go Green yang menjadikan komitmen yang sama dalam hal penyelamatan lingkungan,” terangnya.

    Lebih lanjut, pihaknya pun mengaku pada tahun 2021 lalu telah mendapatkan rekor muri terkait komitmen lingkungan kolaborasi bersama para pengelola bank sampah.

    Terkait Agen 46, pihaknya pun mengajak para penggiat lingkungan dan para bank sampah yang hadir untuk turut berkolaborasi dalam hal digitalisasi bank sampah, terkait payment atau pembayaran tabungan sampah agar lebih tercatat transparan dan memudahkan transaksinya.

    “Semoga kedepan bisa bersinergi lebih luas bersama para penggiat lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan untuk sama-sama membantuk kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik. Karena sebenarnya, sampah itu bisa menjadi cuan,” harapnya. (dayat)

     

    Editor : Akhmad

  • Tak Capai Target Vaksinasi, Alokasi Dana Desa Tahap II Tertunda Dicairkan

    Tak Capai Target Vaksinasi, Alokasi Dana Desa Tahap II Tertunda Dicairkan

    BARABAI, klikkalsel.com – Alokasi Dana Desa (ADD) Tahap II Tahun 2022 untuk operasional kantor, dan gaji perangkat, hingga kepala desa, tertunda pencairannya.

    Alasannya, karena desa belum penuhi persyaratan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Pemkab HST).

    Menurut salah satu perangkat desa di HST yang identitasnya enggan dimediakan, capaian vaksinasi Covid-19 dosis kedua di desa disyaratkan harus 80 persen untuk pencairan ADD itu. Imbasnya ADD belum dicairkan Pemkab, karena tak cukup syarat.

    Tak ingin ambil pusing, beberapa pemerintahan desa berani membijaksanai dengan memakai Dana Desa (DD) untuk operasional kantor dan gaji perangkat hingga ke tingkat RT.

    “Berhutang dana desa untuk gaji perangkat dan operasional, nanti kalau sudah cair ADD nya dibayarkan,” terangnya, Jumat (24/6/2022).

    Baca Juga : Imbas Gagal Panen, Harga Bawang Merah di HST Alami Kenaikan Harga

    Baca Juga : Lomba Panahan Tradisional Berbasis Kearifan Lokal Warnai Hari Bhayangkara ke-76 HST

    Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra H Ainur Rafiq menjelaskan, pertimbangan penaikan capaian vaksinasi dari jumlah penduduk untuk realisasi ADD pada sebagian besar desa, ada beberapa desa dengan hasil capaian yang sangat lambat.

    Dari data yang terhimpun, menurut pihaknya lebih dari 70 desa melalui berbagai upaya dan koordinasi telah mencapai target dan wajib untuk diberikan apresiasi oleh Pemkab.

    “Kalau alasan ketiadaan vaksin, dari data Dinkes faktanya sampai dengan 10 juni 2022 yang lalu, masih terdapat 30.000 lebih vaksin sinovac yang akhirnya kadaluarsa. Sedangkan untuk vaksin moderna masih tersedia saat itu dan kedaluarsa pada 20 Juni 2022 karena kekurangan sasaran vaksinasi,” jelasnya, Jum’at sore.

    Menurut Rafiq, artinya bukan vaksinnya yang tidak tersedia, hanya saja karena tidak ada sasaran dan capaian mengakibatkan vaksin tersebut akhirnya kadaluarsa. Padahal pihaknya telah berupaya untuk optimalisasi capaian tersebut hingga tingkat desa.

    “Pemkab telah berupaya mengoptimalkan penggunaan vaksin tersebut melalui Camat, Puskesmas, Forkopincam serta TNI/Polri. Namun, sasaran yang seharusnya bisa dilakukan optimalisasi oleh Pemdes dan dibantu BPD kepada masyarakat tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan,” tuturnya.

    Masih terkait vaksin, Kadinkes HST H Mursalin menyebutkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dan mengajukan permintaan vaksin ke Dinkes Provinsi. Namun, stok vaksin di Gudang Farmasi Provinsi juga lagi kosong.

    “Kekosongan vaksin ini bukan hanya terjadi di HST, ada beberapa kabupaten/kota yang juga kondisinya sama,” ungkapnya.

    Meskipun begitu, menurut Mursalin pada Rabu (22/6/2022) lalu, Kabupaten HST dapat droping vaksin reguler jenis Moderna sebanyak 4.770 dosis dari Kemenkes dan BINDA Prov. Kalsel Jenis Sinovac sebanyak 5.000 dosis.

    “Dengan ketersediaan vaksin yang ada, Pemkab HST siap melaksanakan pelayanan vaksinasi di semua Faskes, Desa, dan tempat-tempat umum lainnya,” tuturnya.

    Di samping itu, dari data yang telah dihimpun Pemkab, untuk saat ini sudah ada 76 desa dari 161 desa di HST, dan 36 desa diantaranya ADD sudah dicairkan.

    Kemudian, oleh pemerintah, setiap desa pun diharapkan agar dapat memvalidasi ulang data sasaran vaksinasi guna memudahkan upaya percepatan peningkatan capaian vaksinasi setiap desa, terutama desa yang masih rendah capaian vaksinasinya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Imbas Gagal Panen, Harga Bawang Merah di HST Alami Kenaikan Harga

    Imbas Gagal Panen, Harga Bawang Merah di HST Alami Kenaikan Harga

    BARABAI, klikkalsel.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga bawang merah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengalami kenaikan harga yang signifikan.

    Fenomena kenaikan tersebut disinyalir imbas dari adanya gagal panen di daerah penghasil

    Menurut Karno, salah satu pedagang grosir bawang merah, untuk harga bawang merah daun di tingkat grosir berada di kisaran Rp 48.000 hingga Rp 49.000 per kilogram.

    Sedangkan, untuk bawang merah bersih di kisaran harga Rp 57.000 hingga Rp 59.000 per kilogram.

    Lebih lanjut, ia tidak menapik adanya gagal panen di daerah penghasil yakni Bima, Nusa Tenggara Barat sebagai pemasoknya.

    Kendati demikan, stok bawang merah di Pasar Keramat Barabai dipastikan tetap aman dan tercukupi.

    “Distribusi bawang merah tetap normal, namun penjualan agak berkurang karena kenaikan harga. Barang masuk tetap dari Bima melalui Surabaya,” jelasnya, Jum’at (24/6/2022) sore.

    Sedangkan harga bawang putih di tingkat partai atau grosir normal berada di kisaran harga Rp 14.000 hingga Rp 15.000 per kilogramnya. Terkait penjualan, biasanya per hari bisa mencapai 2 ton.

    “Harga memang mengalami kenaikan bervariasi, ada rupa ada harga. Pembeli ada yang maklum, adapula yang kaget,” katanya.

    Baca Juga : Kenaikan Harga Bawang Disebut Masalah Nasional

    Baca Juga : Jelang Idul Adha, Kalsel Dapat Jatah 4.200 Dosis Vaksin PMK Hewan Kurban

    Sementara itu, Nida salah satu pembeli bawang mengaku kaget dengan kenaikan harga tersebut.

    Menurutnya, kenaikannya saat ini cukup signifikan daripada biasanya, karena dibarengi juga dengan kenaikan bahan pokok lainnya.

    “Beli bawang merah di Pasar Barabai seharga Rp 63.000 per kilogram. Belum lagi ditambah bahan pokok lainnya yang juga turut meningkat,” keluhnya.

    Nida merasa, kenaikan harga bawang merah, ditambah lagi cabai, telur, serta bahan pokok lainnya menjadi kesulitan tersendiri dalam menjalankan usaha warung makan.

    “Setiap hari kami membeli dan memerlukan bahan pokok itu untuk warung makan. Semoga harganya cepat kembali stabil,” tukasnya. (dayat)

    Editor : Akhmad