Kategori: HST

  • Kodim 1002/HST Turunkan 160 Prajurit Amankan Pemungutan Suara Pemilu 2024

    Kodim 1002/HST Turunkan 160 Prajurit Amankan Pemungutan Suara Pemilu 2024

    BARABAI, klikkalsel.com – 160 orang prajurit gabungan dari Kodim 1002/HST dan Yonif 621/Mtg disiapkan ikut dalam proses pengamanan pemungutan suara pada pemilu 2024 di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

    Dandim HST, Letkol Inf Fery Perbawa kepada awak media, merincikan dari 160 orang prajurit tersebut, 129 orang dari Kodim dan 31 orang lainnya dari Yonif 621.

    “Untuk teknis pembagian pengamanan, satu prajurit mengamankan dua atau tiga TPS tergantung tingkat kerawanannya,” tuturnya, Kamis (8/2/2024).

    Ia menjelaskan tiga TPS terluar seperti Aing Bantai, Batu Perawahu dan Juhu, masing-masing akan dijaga oleh dua prajurit per satu TPS sekaligus pengawalan logistik.

    “Untuk proses distribusi logistik ke wilayah terluar ini cukup memakan waktu karena jauh, kepada para personel diharapkan tetap semangat dan utamakan faktor keamanan,” ucapnya.

    “Selalu jaga kesehatan itu yang terpenting. Dan paling utama adalah pegang teguh netralitas TNI dalam Pemilu,” tegasnya.

    Baca Juga : Kapolda Kalsel Yakini Pelaksanaan Pemilu 2024 di Bumi Lambung Mangkurat Berlangsung Aman

    Baca Juga : Ujaran Kebencian Rawan Terjadi Jelang Pemilu 2024 dan Berpotensi Mengurangi Tingkat Pemilih

    Untuk diketahui, proses pelepasan logistik oleh Komisi Pemilihan umum (KPU) Pemilu 2024 akan dilaksanakan hari ini.

    Proses pelepasan logistik pemilu dari Gudang logistik di Jalan Terminal Keramat, Kelurahan Barabai Utara ini dilaksanakan pada pukul 14.00 Wita.

    Untuk seremonial distribusi logistik wilayah terluar dan terjauh dari Pusat Kota Barabai akan dilaksanakan pada Sabtu 10 Februari 2024 dan Minggu 11 Februari 2024, dilanjutkan dengan pengantaran ke Pos-Pos yang telah disiapkan KPU.(meziha)

    Editor : Amran

  • HST Kembali Dilanda Banjir, Paman Birin Atensi Khusus Mitigasi dan Penanganan

    HST Kembali Dilanda Banjir, Paman Birin Atensi Khusus Mitigasi dan Penanganan

    BARABAI, klikkalsel.com – Intensitas hujan tinggi di awal tahun 2024 jadi momok wilayah Hulu Sungai, Kalsel. Saat ini sejumlah kecamatan, khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sedang terdampak banjir. Yang mana hal itu telah menjadi atensi Pemprov Kalsel.

    Seperti diketahui, banjir kerap kali melanda HST di tengah meningkatnya intensitas hujan. Bahkan, Barabai, ibukota kabupaten berjuluk Bumi Murakata itu sedang terdampak banjir.

    Selain Barabai, berdasarkan data BPBD kabupaten setempat per 3 Januari 2024 tercatat tiga kecamatan lainnya juga dilanda banjir yaitu Pandawan, Haruyan, dan Batang Alai Timur.

    Menyikapi kondisi itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyerahkan bantuan bantuan logistik yang diterima Kepala BPBD HST Ahmad Apandi di Kantor BPBD HST, Rabu (3/1/2023).

    Berdasarkan hasil tinjauan dan kajian analisa BPBD Kalsel dan BPBD HST, selama dua hari Selasa dan Rabu 2 -3 Januari 2024 terpantau genangan air masih terlihat di wilayah perkotaan.

    Baca Juga : BPBD Prediksi 41 Kelurahan di Banjarmasin Berpotensi Banjir Rob

    Baca Juga : Meski Debit Air Masih Normal, Kabupaten Banjar Siaga Darurat Banjir

    Tingkat Ketinggian air pada malam hari sekitar 30 sampai 40 cm dan menggenangi sejumlah permukiman warga.

    Genangan air disebabkan sungai utama di Kecamatan Kota Barabai pada malam hari meluap hingga menggenangi jalan raya. Namun ketika hujan reda beberapa jam tingkat ketinggian air mulai menurun.

    Paman Birin, sapaan akrab gubernur, menginstruksikan BPBD dan instansi lintas sektor melakukan langkah-langkah nyata membantu daerah terdampak.

    “Segera lakukan langkah-langkah nyata membantu daerah terdampak, baik pengerahan personel, peralatan atau bantuan logistik,” ucapnya, Kamis (4/1/2023).

    Paman Birin mengatakan koordinasi perlu ditingkatkan agar mitigasi bencana banjir atau air pasang lebih komprehensif. Menurutnya meski di sejumlah daerah kabupaten/kota telah dibangun sarana sarana infrastruktur mengurangi risiko banjir seperti bendungan, drainase atau kanal kanal, langkah analisa atau kajian risiko bencana perlu dimantapkan lagi.

    “Caranya terus lakukan koordinasi, dan peningkatan kesiapsiagaan melalui pengerahan personel dan peralatan,” pungkasnya. (rizqon)

    Editor: Abadi

  • Anak-anak di Kaki Gunung Halau-Halau Akhirnya Mengenal Sosok Pangeran Antasari Lewat Film Perang Banjar

    Anak-anak di Kaki Gunung Halau-Halau Akhirnya Mengenal Sosok Pangeran Antasari Lewat Film Perang Banjar

    BARABAI, klikkalsel.com – Puluhan anak-anak Dusun Batu Kambar dan Dusun Kiyu, Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur, Hulu Sungai Tengah (HST) antusias mengikuti kegiatan nonton bareng Film Perang Banjar di lapangan Pasar Baru, Kamis (17/8/2023) malam. Film sejarah yang diproduksi Pemprov Kalsel itu mengisahkan perjuangan masyarakat banua menaklukkan penjajah Belanda.

    Film ini dimulai dari sekumpulan anak-anak siswa sekolah dasar dengan gambar sosok Pahlawan Nasional di pecahan uang Rp 2000 itu.

    Kemudian anak-anak itu menemui Kakek Birin untuk minta diceritakan sejarah perjuangan Pangeran Antasari menggerakkan masyarakat Banua melawan penjajah Belanda dan menggelorakan semboyan ”Haram Manyarah, Waja Sampai Kaputing”.

    Pangeran Antasari menyatukan kekuatan pemberontak terhadap Belanda karena telah dianggap berlaku semena-mena terhadap rakyat kecil. Beberapa pemberontakan yang terjadi di antaranya di Banua Lima, yakni daerah Negara, Alabio, Sungai Bouna, Amuntai dan Kelua yang dipimpin oleh Jalil.

    Di Muning, dibawah pimpinan Alim yang menobatkan dirinya sebagai Sultan dengan nama Penambahan Muda dan diikuti pula oleh anaknya yang bernama Sambang dan anak perempuannya yang bernama Saranti (yang kelak nantinya menjadi isteri Pangeran Antasari ).

    Baca Juga Warga Dayak Meratus di Kaki Gunung Halau-Halau Turut Meriahkan Peringatan HUT ke-78 RI

    Baca Juga Anak-anak Kaki Gunung Halau-Halau Antusias Ikuti Sunatan Massal Pendakian Nasional Merah Putih

    Di Tanah Laut dan Hulu Sungai dipimpin oleh Demang Lehman. Di Kapuas Kahayan di bawah pimpinan Tumenggung Surapati.

    Gerakan-gerakan itu sebenarnya menghendaki agar yang berkuasa adalah Pangeran Hidayat sesuai dengan amanat Sultan Adam sebagai penguasa terdahulu. Karena yang berkuasa saat itu adalah Pangeran Tamjidillah yang merupakan kaki tangan Belanda dan mendapat dukungan dari Belanda serta bertindak banyak yang merugikan rakyat.

    Karena gerakan ini dilakukan secara sendiri-sendiri, sehingga sering menemui kegagalan dalam perjuangannya. Barulah pada saat Pangeran Antasari yang diutus oleh Pangeran Hidayat yang waktu itu sebagai Mangkubumi untuk menyelidiki Gerakan-gerakan itu untuk dipersatukan.

    Pangeran Antasari merasa perjuangan para pemberontak sama dengan perasaan jiwa yang ada pada dirinya. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Pangeran Antasari untuk menggalang kekuatan secara bersama-sama dengan para pemberontak bersatu melawan Belanda.

    Maka sejak itu perjuangan rakyat Banjar ditengah kondisi krisis dilanjutkan oleh Pangeran Antasari sebagai salah satu pemimpin rakyat yang penuh dedikasi maupun sebagai sepupu dari pewaris kesultanan Banjar Pangeran Hidayatullah.

    Seluruh rakyat, para panglima Dayak, pejuang-pejuang, para alim ulama dan bangsawan-bangsawan Banjar dengan suara bulat mengangkat Pangeran Antasari menjadi “Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin”, yaitu pemimpin pemerintahan, panglima perang dan pemuka agama tertinggi.

    Pada tanggal 28 April (sumber lain menyebutkan 25 April) tahun 1859, Benteng Belanda di Pangaron, Kabupaten Banjar adalah yang pertama terjadi penyerbuan pasukan rakyat Banjar. Sejak itu Pangeran Antasari sering melakukan perlawanan terhadap Belanda.

    Pangeran Antasari adalah salah satu Pejuang yang ahli dalam perang gerilya di pedalaman Kalimantan, beliau adalah pemimpin yang ulet, tabah dan berwibawa serta memiliki kekuatan batin untuk mengikat para pengikutnya kepada tujuan yang mulia. Pangeran Antasari adalah pemimpin yang tidak mementingkan diri sendiri dalam berjuang melawan Belanda.

    Tak habis pikir, Belanda berusaha membujuk Pangeran Antasari untuk berdamai dan memberikan ampunan. Tetapi Pangeran Antasari menolak, bahkan beliau mengirimkan surat kepada Geza Hebber (penguasa) di Muara Bahau (Bakumpai) yang isinya menolak semua keinginan Belanda.

    Pemutaran film Perang Banjar ini digelar Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) UNISKA Banjarmasin dalam rangka memperingati Hari Jadi Kalsel ke-73 dan HUT ke-78 RI. Ketua Umun MAPALA UNISKA, Fikri mengatakan tujuan pemutaran film sejarah tersebut bertujuan mengenalkan Pahlawan Nasional Pangeran Antasari kebanggaan masyarakat banua kepada warga di kaki Gunung Halau-Halau.

    “Sangat senang, warga dan anak-anak setempat sangat antusias mengikuti nonton bareng rangakaian kegiatan Pendakian Nasional Merah Putih Gunung Halau-Halau yang kami laksanakan dari tanggal 14 Agustus sampai 19 Agustus 2023,” pungkasnya. (rizqon)

    Editor: Abadi

  • Warga Dayak Meratus di Kaki Gunung Halau-Halau Turut Meriahkan Peringatan HUT ke-78 RI

    Warga Dayak Meratus di Kaki Gunung Halau-Halau Turut Meriahkan Peringatan HUT ke-78 RI

    BARABAI, klikkalsel.com – Warga Dayak Meratus di kawasan kaki Gunung Halau-Halau, Desa Hinas Kiri, Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tak ingin ketinggalan momen dalam memperingati HUT ke-78 RI, Kamis (17/8/2023). Setelah upacara Hari Kemerdekaan, anak-anak hingga emak-emak begitu antusias mengikuti berbagai lomba 17 Agustus yang digelar Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) UNISKA Banjarmasin.

    Salah satunya, lomba make up atau tata rias wajah dengan mata tertutup mengundang gelak tawa. Lomba ini diikuti pasangan rejama perempuan dan emak-emak.

    Satu tim terdiri dua orang, satu bertugas sebagai penata rias dan yang satunya dirias. Dengan mata tertutup si penata meraba wajah rekannya agar tak salah tempat saat menaburkan bedak dan melipstik bibir rekannya dalam durasi 10 menit.

    Lomba tata rias dengan mata tertutup yang diikuti emak-emak dan para remaja perempuan Dayak Meratus di Kaki Gugung Halau-Halau.

    Saat lomba berlangsung, para penonton mencoba mengarahkan si penata supaya tepat mendaratkan lipstik ke bibir. Namun, banyak yang salah sasaran lepas pada bibir dan kemudian mengundang gelak tawa.

    “Nah kenapa muha (wajah,red) kayak badut,” ujar Misda terkejut dan tertawa lepas saat melihat wajah di cermin.

    Baca Juga : Anak-anak Kaki Gunung Halau-Halau Antusias Ikuti Sunatan Massal Pendakian Nasional Merah Putih

    Baca Juga : Kaki Rudi Patah Ditabrak Oknum Polisi, Saat Minta Tanggung Jawab Malah Diintimidasi

    Sementara itu, berbagai lomba lainnya juga digelar khusus anak-anak di antaranya balap karung, mengisi air ke botol menggunakan spons, makan kerupuk dan tarik tambang di lapangan Pasar Baru, Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur.

     

    Ketua Umum MAPALA UNISKA Banjarmasin, Fikri mengatakan, lomba-lomba 17 Agustus tersebut merupakan rangkaian kegiatan Pendakian Nasional Merah Putih Puncak Gunung Halau-Halau. Seluruh peserta selain yang juara, kata dia, mendapatkan bingkisan dan paket sembako dengan tujuan menambah kegembiraan di hari Kemerdekaan.

    “Kami sengaja hadir di sini dengan tujuan berbagai kebahagiaan HUT ke-78 RI bersama warga setempat. Alhamdulillah kegiatan lancar, peserta pendakian hari ini juga sudah sampai puncak Halau-Halau di ketinggian 1901 Mdpl dan melaksanakan upacara kemerdekaan di puncak,” ucapnya.

    Untuk pembagian hadiah akan dilaksanakan pada malam hari nanti di lapangan setempat. Kemudian dilanjutkan nonton bereng layar lebar Film Perang Banjar yang dipimpin Pahlawan Nasional Pangeran Antasari.

    “Harapan kami dan sesuai arahan bapak Gubernur Sahbirin Noor yang mendukung penuh kegiatan ini ingin memperkokoh NKRI di pelosok Banua,” pungkasnya. (rizqon)

    Editor: Abadi

  • Bank Kalsel Respon Permohonan Bantuan Warga Terdampak Banjir

    Bank Kalsel Respon Permohonan Bantuan Warga Terdampak Banjir

    BARABAI, klikkalsel.com – Terdampak banjir dengan waktu yang sangat lama, warga Desa Mantaas, Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mendapatkan ratusan paket sembako disalurkan Bank Kalsel Cabang Barabai.

    kepada warga Desa Mantaas, Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Kamis, (11/05/2023)

    Bantuan sembako tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Bank Kalsel Cabang Barabai, Muhaini Achyar kepada Pembakal dan beberapa warga Desa Mantaas, awal Mei tadi.

    Kepala Bank Kalsel Cabang Barabai, Muhaini Achyar saat ditemui mengatakan, bantuan ini sebagai respons dari Bank Kalsel atas permintaan dari masyarakat Desa Mantaas saat Ramadan lalu.

    “Mereka meminta bantuan melalui proposal sebab terdampak musibah banjir yang cukup lama. Totalnya sekitar 300 lebih rumah yang terendam,” jelasnya.

    Baca Juga : Bank Kalsel Bantu Korban Kebakaran di Desa Pekauman Ulu

    Baca Juga : Petugas Kebersihan dan Pertamanan Balangan Terima Bantuan Sembako dari Bank Kalsel

    Achyar mengatakan, meskipun saat ini kondisi banjir sudah surut, tetapi permohonan mereka tetap ditindaklanjuti.

    “Alhamdulillah, kita coba meminta bantuan kepada Unit Pengelola Zakat (UPZ) Bank Kalsel dan memang masih ada dananya,” jelasnya.

    Ia mengatakan total yang bisa dibantu 300 lebih paket sembako dengan nilai Rp 50 juta.

    “Sembako sendiri terdiri dari sejumlah bahan kebutuhan pokok yang diperlukan masyarakat, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, ikan kaleng dan mie instan,” jelasnya.

    Ia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban mereka yang membutuhkan.

    “Semoga bisa meringankan beban warga Desa Mantaas dan lebih dari itu dapat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari,” tuturnya. (adv/klik)

    Editor : Akhmad

  • Bank Kalsel Bantu Paket Sembako kepada Pengajar Ponpes Nurul Muhibbin llung

    Bank Kalsel Bantu Paket Sembako kepada Pengajar Ponpes Nurul Muhibbin llung

    BARABAI, klikkalsel.com – Bentuk dukungan dalam bidang keagamaan, Bank Kalsel kembali memberikan bantuan kepada pengajar Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Muhibbin llung, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

    Bantuan berupa paket sembako tersebut disalurkan melalui Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) Barabai. Yang diterima secara simbolis oleh ustadz/ustadzah Ponpes Nurul Muhibbin llung.

    Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan KCPS Barabai, Ahda Muyassir kepada perwakilan Ustadz Ponpes tersebut.

    Baca Juga : Ratusan Mahasiswa Uniska dapat Beasiswa Bank Kalsel

    Baca Juga : DPRD dan Kejati Kalsel Lanjutkan MoU Kerjasama Hukum Bidang Perdata dan TUN

    Ahda Muyassir mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap ustadz/ustadzah yang telah berjasa dalam memberikan ilmu agama.

    “Jadi Bank Kalsel melalui UPZ memberikan bantuan paket sembako. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan dapat mencukupi kebutuhan sembako ustadz/ustadzah Ponpes Nurul Muhibbin llung,” katanya.

    Dia pun mengajak, semua pihak bisa ikut berpartisipasi dalam program-program kegiatan yang diinisiasi oleh UPZ Bank Kalsel.

    “Bagi donatur dan Sahabat Gen-K yang ingin menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu yang membutuhkan bisa menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ Bank Kalsel,” tukasnya. (adv/klik)

    Editor : Akhmad

  • Alamak! Hanya Ada Satu Murid Kelas 1 di SDN 2 Pajukungan dan Bukat Barabai

    Alamak! Hanya Ada Satu Murid Kelas 1 di SDN 2 Pajukungan dan Bukat Barabai

    BARABAI, klikkalsel.com – Tahun ajaran baru di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Barabai tampak sepi, karena alami kekurangan siswa.

    Salah satu sekolah tersebut yakni SDN 2 Pajukungan yang kelas satu nya cuma diisi oleh satu orang siswa.

    Noorkasihani Kepala Sekolah SDN 2 Pajukungan Rabu (20/7/2022) membenarkan informasi tersebut, yakni kelas 1, yang hanya diisi oleh satu orang siswa. Walaupun begitu pembelajaran tetap pihaknya lakukan seperti sekolah biasanya.

    Satu siswa kelas 1 tersebut bernama Muhammad Junaidi, warga setempat. Menurutnya, meskipun cuma belajar satu orang Junaidi tetap semangat sekolah yang terbukti selalu turun semenjak MPLS pekan lalu hingga saat ini.

    “Benar, kelas satu hanya diisi 1 orang dan total keseluruhan siswa 40 orang. Bagi kami, pembelajaran tetap seperti biasanya,” tuturnya.

    Kasus kekurangan siswa lainnya juga ditemui di SDN Bukat yang berada di pusat Kota Barabai sekitar 100 meter jaraknya dari Dinas Pendidikan HST.

    Baca Juga 

    Hari Pertama Masuk Sekolah, Para Siswa Senang PTM Secara Penuh Dilaksanakan

    Demi Ilmu Kebal, Kakek di HST Tega Kuliti Sejumlah Jenazah

    Menurut keterangan Plh Kepala SDN Bukat Hj Laila Farida, total jumlah siswanya ada 25 orang, lebih menurun dibanding tahun lalu yang berjumlah 33 orang.

    Kekurangan siswa itu, menurutnya, karena adanya isu mau regrouping hingga penutupan sekolah yang siswanya kurang dari standarisasi pendidikan. Untuk itu, para orang tua siswa pun berpikir memasukan anaknya ke sekolah tersebut.

    “Tahun ini 1 orang mau masuk kelas 1, namun hingga pekan kedua ini ia masih belum masuk. Informasi terakhir didengar orang tuanya kecelakaan,” jelasnya.

    Demi mencari siswa, pihak sekolah sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari mendatangi dan berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan, meminta bantuan pihak kelurahan, keliling panti asuhan, hingga TK/PAUD.

    Namun, kenyataannya tidak ada perkembangan signifikan orang mau menyekolahkan anak-anaknya ke tempat tersebut.

    “Sementara belum ada keputusan dari Dinas Pendidikan, kami tetap normal menjalankan kegiatan pembelajaran. Selanjutnya, jika ada keputusan baik itu berupa regrouping atau hal lainnya kami siap menjalankannya,” tukasnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Diiringi Isak Tangis, Sebanyak 7 WBP Rutan Barabai Terima Asimilasi Rumah

    Diiringi Isak Tangis, Sebanyak 7 WBP Rutan Barabai Terima Asimilasi Rumah

    BARABAI, klikkalsel.com – Suasana berlangsung haru dengan diiringi isak tangis keluarga pada proses pengeluaran Narapidana di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Barabai Kanwil Kemenkumham Kalsel, Senin (18/7/2022).

    Sebanyak 7 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) ditetapkan mendapatkan Asimilasi di Rumah dalam rangka pencegahan Covid-19.

    Program itu dijalankan sesuai Permenkumham No 43 Tahun 2021 dan Keputusan Menteri Hukum dan HAM No. M.HH.73.PK.05.09 Tahun 2022 bahwa dilakukan perpanjangan masa asimilasi Covid-19.

    Sehingga, Narapidana yang 2/3 masa pidananya dibawah 30 Desember 2022 dan telah menjalani 1/2 masa pidananya diberikan hak Asimilasi dirumah

    Pada kegiatan itu dihadiri oleh Kasi Pidum Kejaksaan HST, Herlinda, dan Hakim Wasmat Pengadilan Negeri HST, Fendy Aditiya Siswa Yulianto dengan turut memberikan pembekalan dan wejangan kepada WBP yang menjalani Asimilasi dirumah agar tidak mengulangi tindak pidana kembali.

    Kepala Rutan Barabai Gusti Iskandarsyah, memberikan nasehat kepada WBP untuk benar-benar mengambil hikmah selama menjalani pidana di Rutan Barabai agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik ketika di luar nantinya.

    Baca Juga : Usai Ditangkap, Wanita Muda yang Sempat Kabur Kembali Dititipkan di Rutan Barabai

    Baca Juga : Rutan Kelas IIB Barabai Buka Kunjungan Tatap Muka Secara Terbatas

    “Kalian sudah dibina disini, selalu rutin salat berjamaah, dan bisa berkelakuan baik selama menjalani pidana, maka teruskan kebiasaan tersebut ketika diluar nanti dan jangan pernah berpikir untuk kembali lagi,” ingatnya.

    Selanjutnya, Kasi Pidum Kejari HST, Herlinda menyampaikan, pesan kepada WBP untuk menjalani masa asimilasi bersama keluarga dengan penuh tanggung jawab.

    Pada kesempatan yang sama, Hakim Wasmat PN Barabai Fendy Aditya menjelaskan, latar belakang pidana di wilayah HST selama dirinya menjabat dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor ekonomi dan lingkungan.

    “Rata-rata tindak pidana di HST ini didominasi karena faktor ekonomi dan lingkungan sosial. Maka dari itu saya berpesan kepada kalian untuk bisa bersabar agar tidak tergiur melakukan tindak pidana karena kesulitan ekonomi dan menjauhi lingkungan yang membuat kalian masuk kedalam sini,” tegasnya.

    Usai dilakukan pemberian pembekalan dan wejangan selanjutnya narapidana yang menjalani Asimilasi dipertemukan dengan keluarganya di Halaman Rutan Barabai.

    Melalui kegiatan seremonial tersebut diharapkan WBP yang mendapat hak Asimilasi mendapat kesan mendalam sehingga bisa berpartisipasi di masyarakat dengan lebih baik lagi.

    Disamping itu, walaupun mendapatkan Asimilasi di rumah, para WBP tersebut masih tetap dalam pengawasan serta tetap harus melaksanakan wajib lapor ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) Amuntai. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Fakta Baru dari Kakek Sayuti, Tak Hanya Ilmu Kebal, Kulit Jenazah Juga Dibakar untuk Pengobatan

    Fakta Baru dari Kakek Sayuti, Tak Hanya Ilmu Kebal, Kulit Jenazah Juga Dibakar untuk Pengobatan

    BARABAI, Klikkalsel.com – Fakta baru terungkap dari kasus kakek Sayuti. Lelaki paruh baya berusia 65 tahun ini tak hanya mengkaji ilmu kebal dengan melakukan pencurian bagian tubuh jenazah. Baru-baru baru ini diketahui kulit jenazah yang dicurinya juha akan dijadikan pengobatan.

    Kejadian yang sempat heboh di Desa Benawa Tengah, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) masih terus didalami oleh petugas kepolisian.

    Baru-baru ini, hasil pengembangan Polres HST didapatkan informasi bahwa Sayuti tidak hanya menggunakan kulit-kulit tersebut untuk kekebalan saja, melainkan juga turut membakar kulit jenazah untuk melangsungkan pengobatan.

    “Kulit tersebut dijadikan untuk pengobatan atau dalam istilah Banjar disebut Penambaan,” kata Kasi Humas Polres HST, AKP Soebagyo, Jumat (15/7/2022).

    Ia menjelaskan, teknis penggunaannya apabila ada pasien yang datang untuk minta tolong, kulit-kulit tersebut dibakar, lalu abunya dimasukkan ke kertas rokok dan dimasukkan ke dalam kantong hitam.

    “Setelahnya diserahkan kepada pasien yang datang untuk disimpan dalam rumahnya tersebut,” tambahnya.

    Terkait pasien yang datang, dari hasil BAP, tersangka menerangkan yang datang merupakan orang jauh dan tidak terlalu dikenal olehnya. Disamping itu, tersangka juga masih terkesan tertutup. Sehingga, masih belum terendus jelas siapa saja pasiennya baik yang dekat maupun yang jauh.

    Baca Juga : Viral Kakek Kuliti Jenazah Untuk Ilmu Kebal, Ustadz Muhammad Maulana Al Kelayani : Hukumnya Haram

    Baca Juga : Pelaku yang Menguliti Jenazah Kurang Berbaur, Namun Sering Ikut Salat Kifayah

    Sebelumnya, Sayuti kepergok Misrah saat melakukan aksinya mencuri alis dan kelopak mata almarhumah SDH di rumah duka. Pelaku dan korban masih satu desa yakni Desa Benawa Tengah, Kecamatan Barabai.

    “Pelaku tidak menggali makam, spesialisnya begitu ada melihat bendera kematian di salah satu rumah warga, di pura-pura untuk takziah melayat, membacakan Yasin segala macam dan ketika sepi pelaku baru beraksi menggunakan silet mengambil kulit jenazah,” tambah Soebagiyo.

    Sebanyak 88 kulit jenazah telah disita petugas beserta 2 buah silet dan 1 bakul purun sebagai barang bukti dari aksi nyinyir Sayuti yang sudah digelutinya sekitar dua tahun.

    Kemudian, terkait kondisi kejiwaan Sayuti, menurut Soebagiyo sementara ini pihaknya masih dalam proses pemeriksaan. Usai itu, baru akan dikonsultasikan ke psikiater.

    “Sementara ini masih dalam pemeriksaan. Setelah hasil pemeriksaan selesai akan dikonsultasikan ke psikiater untuk diambil kesimpulannya dari saksi ahli psikiater tersebut. Apakah ada gangguan jiwa atau bagaimana,” tutupnya.(dayat)

    Editor : Amran

  • Sayuti Kepergok Sayat Alis dan Kelopak Mata Jenazah Sandariah di Rumah Duka

    Sayuti Kepergok Sayat Alis dan Kelopak Mata Jenazah Sandariah di Rumah Duka

    BARABAI, Klikkalsel.com – Sayuti (65) seorang kakek yang diduga mengkaji ilmu kekebalan dengan menguliti sejumlah jenazah, akhirnya terungkap usai kepergok salah satu keluarga korban.

    Ketika melancarkan aksinya pada jenazah almarhumah Sandariah (80) di Jalan Matang Hambawang Rt 11 Rw 006 Desa Benawa Tengah Kecamatan Barabai, Selasa (12/7/2022), Sayuti kepergok Misrah (48), yakni anak dari almarhumah tersebut.

    Saat ditemui media ini pada Kamis (14/7/2022) sore, Misrah menjelaskan motif lengkap asal mula terkuaknya kejahatan Sayuti.

    Saat itu, dia tampak tak menaruh kecurigaan apa-apa. Sebab Sayuti dengan mengenakan setelan pakaian muslim dengan atasan batik, lengkap dengan peci dan sorban, melayat ke rumah almarhumah.

    Kemudian, seperti kebanyakan orang, ia tampak membacakan Yasin berbarengan dengan pelayat lain di depan jenazah. Terlebih di desa itu, kakek Sayuti juga dikenal sebagai warga dengan kehidupan yang biasa-biasa saja.

    “Pelaku masih dalam satu desa, tampak seperti orang biasa saja,” terangnya.

    Kecurigaan pun muncul saat Misrah melihat gelagat aneh Sayuti dengan menyentuh dan mengusap bagian wajah, lalu memijat-mijat jenazah hingga ke kaki.

    Baca Juga : Sayuti Simpan Puluhan Kepingan Kulit, Alis dan Kelopak Mata untuk Ilmu Kebal

    Baca Juga : Pelaku yang Menguliti Jenazah Kurang Berbaur, Namun Sering Ikut Salat Kifayah

    Hal itu dilakukannya sangat singkat, hanya berselang beberapa menit saja setelah warga lain yang melayat keluar dari rumah duka, Sayuti langsung melancarkan aksinya.

    Dua kelopak mata dan dua alis ludes disayatnya. Namun, pada sayatan kelopak mata yang terakhir aksinya yang terlihat oleh Misrah.

    “Pelaku sempat gemetar saat terlihat aksinya, dengan perlahan mengantongi apa yang sudah disayatnya itu. Tapi, saat itu saya pun masih ragu akan kebenaran yang dilihat,” jelasnya.

    Setelah aksinya terlihat, suasana pun tegang seketika. Perlahan Sayuti berpamitan dengan Misrah dengan salam tanpa menyentuh dan langsung keluar meninggalkan rumah duka.

    Selanjutnya, Misrah pun langsung menyambangi jenazah ibunya. Usai dibuka, ia pun nampak sangat terkejut dengan kelopak mata dan alis jenazah hilang dengan bekas sayatan serta mata nampak melotot. Demi meyakinkan apa yang ia lihat, pihak keluarga lainnya pun dipanggilnya dan terkejut melihat hal yang sama.

    Misrah kemudian melaporkan insiden itu pada Pambakal, kemudian mendatangi kantor polisi menindaklanjuti peristiwa itu.

    Pemandian jenazah yang dijadwalkan pukul 10.00 Wita pun diundur dengan dilakukannya pemeriksaan serta penelusuran para petugas Polisi serta jajaran lainnya. Hingga, tak berselang lama Sayuti dipergoki di rumahnya dengan 88 kulit, alis dan kelopak mata yang sudah dikemasnya untuk kekebalan yg ia percayai.

    Oleh seorang tukang mandi jenazah sempat disangka hilangnya bagian tubuh luar itu jenis penyakit baru. Namun, saat itu pihak keluarga tegas membantah ada sebuah kejanggalan dari hilangnya alis dan kelopak mata tersebut yang semula masih utuh.

    Rupanya, tukang jenazah itu menemukan kondisi yang sama pada jenazah Bari yang juga masih satu desa dan baru meninggal beberapa waktu lalu. Hal itu menjadi penguat petugas terkait pengembangan kasus pencurian yang sudah dilangsungkan Sayuti sekitar dua tahun dan menjangkau puluhan jenazah.

    Empat tenaga medis pun sempat dihadirkan untuk menguji kecocokan dari alis dan kelopak mata hasil sayatan Sayuti guna mencocokan hasil curiannya. Hingga, sampai mendapati kecocokan baru dilanjutkan kembali pelaksanaan perawatan jenazah tersebut.

    Dari informasi warga, Sayuti itu berada dalam kalangan agamis, sering melayat, ikut salat fardu kifayah, amalan-amalan wajib pun kerap dilihat warga tak pernah ia tinggal.

    Namun, yang paling tidak disangka adalah perilakunya yang melakukan pencurian dengan tega menguliti kelopak dan alis mata untuk kekebalan, sungguh diluar nalar.

    Atas perbuatannya, Sayuti pun sudah ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di ruang tahanan Polres HST, serta masih digali perkembangan kasusnya.

    “Kami tidak dendam, semoga pelaku dihukum seadil-adilnya dan mendapatkan hidayah untuk bertobat,” tutur Misrah. (dayat)

     

    Editor : Akhmad