BANJARMASIN, klikkalsel.com – Konflik dan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang tengah terjadi saat ini menjadi perhatian berbagai pihak. Meski belum berdampak besar terhadap jemaah yang ingin melaksanakan ibadah umrah, pemerintah tetap mengimbau agar keberangkatan ditunda sementara waktu demi keselamatan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Eddy Khairani, mengingatkan para penyelenggara perjalanan ibadah umrah untuk menjadwalkan ulang atau menunda keberangkatan jamaah.
Ia menegaskan, pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, otoritas Arab Saudi, serta maskapai penerbangan guna memastikan situasi tetap terkendali.
“Demi keselamatan, pemerintah menghimbau menunda sementara keberangkatan,” ujarnya.
Baca Juga : Tarawih Perdana di Sabilal Muhtadin Dipadati Lebih 7.000 Jemaah: Wagub Sampaikan Salam Gubernur
Baca Juga : 332 Jemaah Haji Reguler HST Ikuti Bimbingan Manasik, Berangkat Mei 2026
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, H. Gusti Iskandar, juga menyarankan agar masyarakat tidak memaksakan diri berangkat jika kondisi dinilai berisiko tinggi.
“Sebaiknya dilakukan penundaan jika berpotensi menimbulkan risiko. Sebagai insan, jangan memaksakan keinginan apabila situasi tidak memungkinkan,” katanya, Selasa (3/3/2026).
Ia menambahkan, kondisi konflik seperti saat ini berada di luar perkiraan banyak pihak, sehingga diperlukan kesabaran dan kewaspadaan.
“Bersabarlah, sebab situasi seperti ini di luar perkiraan kita semua,” ucapnya.
Bagi jemaah yang saat ini sudah berada di Tanah Suci, ia mengimbau agar terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan petugas maupun panitia pelaksana umrah. “Tapi intinya saya mengharapkan tunda dulu lah,” pungkasnya.(azka)
Editor : Akhmad





