BANJARMASIN, klikkalsel.com – Selama bulan suci Ramadan, jajaran Polresta Banjarmasin terus menggencarkan patroli di sejumlah titik rawan di Kota Banjarmasin. Hingga Minggu (1/3/2026), sebanyak 79 orang telah diamankan dalam operasi tersebut.
Kapolresta Banjarmasin, Cuncun Kurniadi melalui Kasat Reskrim, Kompol Eru Alsepa mengungkapkan, dari total tersebut, 12 orang akan diproses hukum pidana dan ditahan.
“Sampai hari ini. Total 79 orang. Kita amankan, dan proses pembinaan, 12 orang diantaranya kita proses hukum pidana, masuk sel tahanan, sesuai perbuatannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, 12 orang yang diproses hukum tersebut karena terlibat kasus narkotika, penganiayaan, serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Sementara itu, puluhan lainnya diamankan karena diduga hendak terlibat perkelahian atau perang sarung, menghirup lem fox, pesta alkohol oplosan atau minuman keras, hingga balap liar pada dini hari.
“Jadi 12 yang diproses hukum itu rata rata orang dewasa semua,” jelasnya.
“Dari 79 orang tersebut, 61 masih usia anak anak (remaja) atau sekitar 85 persennya,” sambungnya.
Baca Juga : Sepekan Patroli Ramadan Polresta Banjarmasin Amankan 71 Orang, Mayoritas di Bawah Umur
Baca Juga : Patroli Cipta Kondisi, Polsek Banjarmasin Selatan Amankan Pria Bawa Belati Tanpa Izin
Sebagai tindak lanjut, para remaja yang dikenakan wajib lapor dengan datang empat kali dalam sepekan, khususnya pada hari libur, dengan pendampingan orang tua.
Pihak kepolisian juga mengimbau peran aktif orangtua agar tidak membiarkan anak keluar rumah hingga larut malam tanpa keperluan yang jelas.
Selain itu, sekolah diminta meningkatkan pengawasan dan pembinaan guna mencegah kenakalan remaja yang berpotensi mengarah pada tindak pidana.
Patroli Ramadan ini akan terus digelar secara rutin sebagai langkah preventif untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif selama bulan suci.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan membina anak-anak agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif,” pungkasnya. (airlangga)
Editor: Abadi





