Usai Dilantik, Ma’ruf Amin Lebih Laku Dibanding Jokowi

Pelantikan Presiden ada berkah tersendiri bagi pedagang poster (foto : azka/klikkalsel)

BANJARMASIN,klikkalsel – Prosesi pelantikan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI. Nah, usai dilantik Ma’ruf Amin justru lebih banyak diminati dibandingkan Jokowi.

Bukan karena soal pilihan politik, ternyata Ma’ruf Amin paling banyak diminati untuk dibeli fotonya, sebagau pelengkap foto Jokowi yang sudah terpampang sebelumya.

Jadi pembeli kurang minat beli foto Jokowi karena presiden RI dua kali, dan fotonya sudah terpasang lebih dulu di perkantoran, sekolah dan sebagainya. Itu dikatakan sejumlah pedagang foto di Banjarmasin

Bagi para pedagang foto, poster dan bingkai momen pelantikan presiden dan wakil menjadi rezeki tersendiri.

Baca Juga : Hasnuryadi Sulaiman Masuk Bursa Calon Wakil Ketua PSSI

Pasalnnya, saat ini pasaran foto dan poster Presiden dan wakil meningkat dibeli oleh masyarakat, sekoah-sekolah serta kantor-kantoe.

Satu poster ukuran 25 cm x 35 cm biasanya, kata dia, dijual seharag Rp5 ribu, jika ditambah dengan figuranya harga menjadi Rp35 ribu.

“Sepasang gambar presiden dan wakil harganya menjadi Rp75 ribu. Ditambah gambar burung garuda harganya menjadi Rp100 ribu. Nah itu baru komplit,” kata Sri pedagang bingkai tersebut.

Ia juga mengatakan saat ini yang lebih laku adalah gambar Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Sebab gambar Presiden sudah banyak dibeli sebelumnnya atau kebanyakan lebih memilih menggunakan gambar lama.

“Kebanyakan membeli hanya wakil presiden saja, sebab wakilnya baru dan gambar Jokowi tidak berganti alias menjabat yang kedua menjadi presiden, jadi banyak pakai foto yang lama,” ucapnnya.

Husai salah satu pedagang di Hasanuddin juga mengatakan, kalau dulu jika usai pelantikan, foto beserta bingkainnya akan laku sampai ratusan seharinnya, namun kali ini hanya puluhan saja. Sebab kebanyakan hanya membeli foto Ma’ruf Amin.

“Kalau sehari lumayan lah lakunya jika dibanding tahun lalu jauh berkurang,” katanya.

Dikatakannya, sekarang untuk kantoran pemerintah sangat jarang membeli gambar presiden kalau dulu sangat banyak.

“Yang beli rata-rata pegawai sekolahan saja serta beberapa kantor swasta, pegawai pemerintah sangat jarang,” ucapnya. (azka)

Editor : Akhmad