Sosaisasi Politik Ajarkan Masyarakat Bijak Menentukan Pilihan

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Badan kesatuan bangsa dan politik (Kesbangpol) Banjarmasin memberikan sosialisasi pendidikan Politik guna menyampaikan pemahaman tentang politik, terhadap masyarakat, Senin (18/11/2019)
Kegiatan sosialisasi pendidikan politik yang dilaksanakan di Kelurahan Kuin Selatan tersebut, menghadirkan beberapa narasumber seperti Kepala Badan Kesbangpol Kota Banjarmasin HM Kasman, Perwakilan Kementrian Agama, M Rofi’i dan Akademisi Fisip ULM Banjarmasin, Siti Hamidah.
Baca Juga : Barito Putera U18 Terhenti di Babak 8 Besar
HM Kasman menyampaikan, sosialisasi pendidikan politik bagi masyarakat sesuai dengan peraturan pemerintah peraturan menteri dalam negeri, oleh sebab itu Pemko Banjarmasin berkewajiban menyampaikan sosialisasi pendidikan politik bagi masyarakat.
Ia juga menambahkan, dengan pendidikan politik, agar nanti masyarakat mampu berpikir setiap kegiatan politik tidak harus selalu menjadi pertentangan, meskipun menurutnya pilihan politik setiap masyarakat berbeda, namun hal tersebut jangan sampai dijadikan perselisihan.
“Kita ingin dengan pendidikan politik ini, masyarakat bisa lebih bijak dalam menentukan pilihan, untuk menyongsong Pilkada yang akan dihadapi saat ini,” tuturnya.
Sementara itu Akademisi Fisip ULM, Siti Hamidah, mengatakan kegiatan Kesbangpol kota Banjarmasin merupakan edukasi untuk masyarakat, khsusnya warga Keluruhan Kuin Selatan.
Baca Juga : Cegah Curanmor, Bhabinkamtibmas Sungai Lulut Minta Warga Tambah Kunci Pengaman Motor
Menurutnya untuk mencapai politik yang bersih harus dimulai dari kalangan bawah berupa penguatan kelembagaan kemasyarakatan seperti RT, RW dan lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) lainnya yang ada di kawasan setempat.
“Peran (LPM) ini sangat penting untuk pengembangan partisipasi masyarakat agar tercipta demokrasi partisipatif dalam penyelenggaraan pemerintah,” tuturnya
Baca Juga : Pesona Pasar Terapung Lok Baintan Tak Pernah Mati
Selain itu, ia juga menyampaikan ada dua jenis politik yang terus berkembang di kalangan masyarakat, yakni politik kotor dan politik bersih.
“Politik kotor meliputi golongan yang menjadikan politik sebagai alat untuk memperoleh kekuasaan, kekayaan dan keuntungan untuk diri sendiri dengan mengorbankan hak masyarakat. Sedangkan politik bersih adalah suatu rangkaian usaha bagi masyarakat untuk mencapai tujuan bersama dalam rangka menciptakan tatanan kehidupan yang diharapkan,” tandasnya.(fachrul)
Editor : Amran