Risiko Obesitas dan Penanggulangannya

Dia mengungkapkan, diantaranya makanan yang cenderung menyebabkan seseorang menjadi obesitas, seperti seringnya mengkonsumsi makanan cepat saji, Gorengan dan daging berlemak dengan jenis olahanya.

“Seperti sosis atau daging siap santap, jika dikonsumsi berlebih dan kurangnya aktivitas bisa menjadi pemicu kelebihan berat badan,” tuturnya.

Selain itu, mengkonsumsi makanan olahan yang tinggi karbohidrat, susu full cream yang berlebihan juga penggunaan gula, soda dan minuman beralkohol bisa menjadi penyebab energi yang berlebihan berubah menjadi lemak dan berujung seseorang masuk kategori obesitas.

“Gaya hidup yang pasif atau malah berolahraga serta kurang tidur dari hasil beberapa penelitian menunjukan bisa memicu resiko bertambahnya berat badan dan mengembangkan obesitas,” imbuhnya.

Dia menambahkan, orang yang kurang tidur menyebabkan perubahan hormonal untuk meningkatkan nafsu makan, selain itu mengkonsumsi obat obatan, hormon serta genetik dari keturunan orang gemuk bisa beresiko seseorang menjadi obesitas.

Maka dari itu, kondisi obesitas harus segera ditangani karena dikaitkan dengan sejumlah penyakit. Orang dengan obesitas lebih berisiko terkena tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, radang sendi dan diabetes.

“Obesitas beresiko diabetes karena disebabkan penumpukan lemak dapat mempengaruhi fungsi-fungsi insulin untuk mengontrol gula darah,” jelasnya.

Orang dengan obesitas juga harus berusaha mengembalikan berat badan pada kondisi yang ideal dengan melakukan perubahan gaya hidup sehat melalui diet gizi seimbang dan juga berolahraga.

“Juga tidak lupa mengkonsumsi air putih sebanyak 2 liter sehari, sebab air putih juga untuk melancarkan metabolisme didalam tubuh,” pungkasnya.(airlangga)

Editor : Amran