Reka Adegan Pembunuhan di RK Ilir, Tersangka Sempat Komentari Korban Kesurupan

Terlihat tersangka Yandi memperegakan adegan saat ia menusuk korban pada bagian dada kiri. (Istimewa)

BANJARMASIN, klikkalsel – Kasus pembunuhan terhadap Subahan Noor yang awalnya dipicu karena menolak ditawari miras oleh pelaku memasuki babak baru.

Penyidik kepolisian menghadirkan tersangka Afliyandi alias Yandi dalam reka adegan yang dilakukan di halaman Mapolsek Banjarmasin Selatan, Jumat (12/4/2019).

Reka adegan diawali dengan pesta miras yang dilakukan tersangka dengan salah seorang temannya. Dilanjutkan dengan kedatangan korban ketempat tersebut bersama seorang temannya Zainal.

Kemudian korban yang baru datang ditawari oleh tersangka untuk minuk miras oplosan tersebut, awalnya korban sempat menolak namun karena terpaksa dan karena alasan ingin menghormati akhirnya korban meminum miras yang disodorkan tersangka.

Dari informasi awal yang beredar, diduga tersangka tega menganiaya korban hingga tewas karena dipicu tersinggung lantaran korban menolak tawarannya minum.

Namun dari adegan ke 8 hingga adegan ke 14 terlihat dugaan tolakan miras bukan yang menjadi pemicu, namun karena tersinggung ditertawakan oleh korban saat ia terjatuh.

Dalam adegan tersebut terlihat tersangka yang sedang mabuk terjatuh hingga terduduk ditanah saat berusaha untuk berdiri. Korban yang melihat hal itu tertawa hingga membuat tersangka merasa tersinggung dan kemudian mendatangi korban sembari mengambil senjata tajam dari saku celananya.

Saat berada dihadapan korban, tersangka langsung menusuk korban pada bagian dada kiri hingga membuatnya tertelantang di kursi panjang tempatnya duduk.

Tak berhenti disitu, pada reka ulang tersebut tersangka kemudian terlihat kembali menusukan senjatanya ke arah pinggang kiri korban. Sedangkan yang menarik, entah karena efek mabuk atau bukan tersangka yang melihat korbannya sekarat dan kejang-kejang bukannya merasa kasian, namun malah mengeluarkan komentar lucu.

“Wah ini kasurupan, aku katuju urang kasurupan (Wah ini kayanya kesurupan, saya suka orang kesurupan),” ujar tersangka.

Sebelum meninggalkan lokasi, tersangka bersama seorang temannya muhlis sempat meminta pertolongan untuk korban. Sementara itu Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol H Najamuddin Bustari mengatakan ada 27 adegan yang diperakan dalam reka adegan tersebut. “Jadi motifnya karena tersinggung,” ujar Kapolsek.

Kejadian berdarah tersebut terjadi di Jalan RK Ilir RT 07 Kelurahan Kelayan Selatan Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin, Sabtu (16/3/2019) sekitar pukul 23.50 Wita. Akibat perbuatannya pelaku terancam pidana 15 tahun penjara.(david)

Editor : Alfarabi