Seorang Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Wafat di Arafah, Sempat Dirawat karena Sesak Napas

Suasana jemaah haji wukuf di Arafah. (foto: istimewa)

BANJARBARU, Klikkalsel.com– Kabar duka datang dari rombongan jemaah haji Embarkasi Banjarmasin Kloter BDJ 05 di tengah persiapan puncak ibadah haji di Arafah. Maniah Abdullah Ibai, meninggal dunia di Tanah Suci, Senin (25/5/2026) pukul 13.25 waktu setempat.

Almarhumah merupakan jemaah asal Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, wafat pada usia 64 tahun.

Petugas Kesehatan Kloter BDJ 05, Tania, menerangkan sebelum meninggal dunia almarhumah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Al Noor akibat sesak napas disertai penurunan saturasi oksigen hingga 85 persen tanpa bantuan oksigen.

“Beliau dirawat selama lima hari dan setelah kondisi membaik diperbolehkan kembali bergabung bersama kloter,” ucapnya

Namun saat perjalanan menuju Arafah, kondisi kesehatan almarhumah kembali menurun. Sesampainya di Arafah, ia mengalami sesak napas dan langsung mendapat penanganan di klinik kesehatan setempat.

Baca Juga : Haji Fani Temui Jemaah Haji asal Tabalong di Makkah: Semua Jemaah Kita Sehat

Baca Juga : 185 Jemaah Haji Tanah Bumbu Kloter BDJ 18, Dilepas Menuju Tanah Suci

“Di klinik dilakukan pemasangan infus dan pemberian obat-obatan, namun Allah berkehendak lain. Beliau meninggal dunia akibat cardiac arrest, distress napas, dan pneumonia,” jelasnya.

Kabar wafatnya Maniah dibenarkan oleh Ketua PPIH Embarkasi Banjarmasin, Eddy Khairani. Mewakili keluarga besar Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Selatan dan PPIH Embarkasi Banjarmasin, ia menyampaikan duka cita mendalam, dan mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Eddy mengingatkan seluruh jemaah agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan, terutama menghadapi cuaca panas ekstrem menjelang rangkaian Armuzna.

Ia meminta petugas kloter terus mengingatkan jemaah untuk rutin mengonsumsi air putih guna mencegah dehidrasi yang dapat memicu gangguan kesehatan serius.

“Rata-rata jemaah takut minum banyak air karena khawatir sering buang air kecil. Padahal dehidrasi bisa memicu kambuhnya penyakit bawaan atau komorbid,” pungkasnya. (rizqan)

Editor: Abadi