BANJARMASIN, klikkalsel.com – Tepuk tangan dan hentakan musik memenuhi Rumah Anno Kota Banjarmasin, saat pembukaan Piala Wali Kota Banjarmasin Dancesport Competition 2026.
Melalui kegiatan ini Pemko Banjarmasin menegaskan bahwa dancesport bukan sekadar hiburan panggung, melainkan ruang pembinaan karakter, pencarian bibit atlet usia dini, hingga peluang baru membangun citra kota melalui wisata olahraga.
Kegiatan yang digelar Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) tersebut dihadiri Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Neli Listriani, jajaran panitia, dewan juri, komunitas olahraga, pelatih, atlet, dan peserta dari berbagai kategori usia.
Antusiasme peserta yang didominasi anak-anak dan remaja menjadi perhatian tersendiri karena dinilai menunjukkan tumbuhnya minat generasi muda terhadap olahraga modern berbasis seni dan disiplin.
Pemko Banjarmasin memberikan apresiasi terhadap kerja keras panitia yang dinilai berhasil menghadirkan wadah positif bagi generasi muda.
Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Neli Listriani mengatakan bahwa kompetisi ini bukan hanya melatih teknik menari dan kekompakan, tetapi juga membentuk mental bertanding, kepercayaan diri, serta kedisiplinan anak-anak sejak dini.
“Dancesport menjadi ruang pembinaan yang sehat bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan sportivitas. Dari ajang ini kita berharap lahir atlet-atlet Banjarmasin yang mampu bersaing di tingkat regional, nasional, hingga internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menilai kompetisi tersebut memiliki dampak yang lebih luas dibanding sekadar perebutan gelar juara.
Baca Juga :Â Kejuaraan Drum Band Piala Wali Kota Banjarmasin 2025 Dibuka: 17 Peserta Divisi Junior, Senior dan Umum Siap Beraksi
Baca Juga :Â Ratusan Peserta Ikuti Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Banjarmasin 2025
Ia menyebut kegiatan itu sebagai ajang silaturahmi para atlet, penghobi, komunitas olahraga, sekaligus momentum memperkuat pembinaan olahraga prestasi di kota Seribu Sungai.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga integritas pertandingan agar kepercayaan atlet dan masyarakat terhadap kompetisi tetap terjaga.
“Saya berharap pertandingan ini berjalan lancar dan seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas. Dewan juri juga harus benar-benar adil dan tidak memiliki keberpihakan dalam menentukan pemenang,” terangnya.
Ia menilai keberadaan anak-anak dalam arena pertandingan menjadi modal penting untuk menciptakan regenerasi atlet jangka panjang.
Hal ini juga menurutnya semakin diperkuat dengan capaian atlet dancesport Banjarmasin yang sebelumnya berhasil meraih medali emas di tingkat nasional.
“Kita ingin olahraga ini berkembang dan mampu membawa nama baik Banjarmasin. Ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga peluang membangun wisata olahraga dan kebanggaan daerah,” tuturnya.
Momentum Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin juga dimanfaatkan Pemko Banjarmaskn sebagai titik awal memperkuat identitas kota yang kreatif, terbuka terhadap bakat anak muda, serta mampu melahirkan atlet berprestasi dari berbagai cabang olahraga modern.
“Dengan semangat persahabatan antar peserta, menandai optimisme baru terhadap masa depan dancesport di Kota Banjarmasin,” pungkasnya.(fachrul)
Editor: Amran





