Banjarmasin

Peran Perempuan Sangat Diharapkan Di Era Politik Menghadapi Pilkada 2020

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Kalsel khususnya pemilih perempuan mendominasi di dalam daftar pemilih tetap. Guna mengharapkan Pilkada yang berkualitas, perempuan diajak untuk mengawasi jalannya Pilkada 2020.

Hal tersebut disampaikan ketua Bawaslu Provinsi Kalsel, Erna Kasypiah saat di konfirmasi klikkalsel.com bahwa peran serta perempuan sangat penting untuk mengawasi jalannya Pilkada di Kalsel.

“Sangat penting untuk terlibat dalam mengawasi pemilihan, karena di masa pandemi ini bisa jadi orang akan khawatir untuk terlibat dan bisa jadi partisipasi pemilih akan menurun,” ujarnya, Kamis (26/11/2020).

Menurutnya pemilih perempuan di Kalsel lebih tinggi dibandingkan dengan pemilih laki-laki, hal tersebutlah yang menjadi pemicu agar peran perempuan bisa lebih aktif dalam mengawal Pilkada yang berkualitas di Kalsel.

“Pemilih perempuan di Kalsel lebih tinggi dari pemilih laki-laki, jadi sangat diharapkan perempuan juga ikut berpartisipasi dalam mewujudkan pilkada yang berkualitas,” jelasnya.

“Bawaslu juga sudah melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif untuk para aktivis perempuan dengan bekerjasama dengan LK3 Banjarmasin,” tuturnya.

Sementara itu, Varinia Pura Damayanti selaku Gender Enthusiast, mengatakan bahwa Peran serta perempuan dalam mengawasi jalannya Pilkada tidak lain karena adanya peningkatan akan pemahaman tentang peran perempuan di sektor publik.

“Perempuan dewasa ini kiprahnya semakin meluas di masyarakat, seiring dengan program pengarusutamaan Gender yang dicanangkan pemerintah, juga melalui program SDGs yang semakin membuka ruang bagi perempuan untuk berkarya di ruang publik,” ujar Varinia.

Kemudian menurutnya, pentas politik dalam hal ini Pilkada, selama ini dipandang sebagai arena kontestasi bagi laki-laki, tetapi seiring dengan meningkatnya kesadaran akan hak berpolitik dan kesempatan yang semakin terbuka, membuat stigma politik sebagai representasi maskulinitas menjadi semakin bergeser.

Selanjutnya terkait peran serta pengawasan perempuan, baginya hal ini tidak bisa ditampik sebagai posisi perempuan di masyarakat yang sebetulnya strategis.

“Perempuan bisa dipandang mampu menggerakkan massa yang cukup besar, atau setidaknya kelompok maupun komunitasnya, seperti pengajian, arisan, kelompok dasa wisma, dan sebagainya,” jelasnya.

Melalui kelompok atau komunitas tersebut, ia berharap agar perempuan dapat berperan aktif dalam melakukan pengawasan partisipatif.

“Apabila perempuan sudah memiliki bekal pengetahuan dan kesadaran akan Pilkada yang bersih dan berintegritas, diharapkan perempuan dapat mengawal Pilkada dengan penuh kesadaran minimal kepada keluarga dan kelompok komunitasnya demi masa depan daerah kita,” pungkasnya. (fachrul)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top