Banjarmasin

Nama Jalan 9 Oktober Diambil dari Kebakaran Hebat Tahun 1973

BANJARMASIN,  klikkalsel.com – Hampir diseluruh tempat wilayah Indonesia khususnnya nama-nama sebuah jalan kebanyakan menggunakan nama sebuah tokoh sejarah maupun Pahlawan Indonesia.

Dikota Banjarmasin contohnnya, sejumlah ruas jalannya banyak menggunakan nama pahlawan revolusi seperti Jalan Ahmad Yani, Gatot Subroto, Sugiono, Piere Tendean, AS Nasution, KS Tubun, Haryono MT dan Jalan Katamso.

Kemudian ada pula nama jalan menggunakan nama para Pahlawan Nasional, seperti Jalan Jendral Sudirman, H Hasan Basry dan Jalan Imam Bonjol, Pangeran Antasari.

Tak hanya itu, sejumlah tokoh banua atau tokoh Pers Kalsel pun juga menjadi nama sebuah jalan misal Syar’i Musafa, Jalan Jafri Zamzam, Djok Mentaya dan H Anang Adenansi.

Tapi tak sedemikian dengan nama jalan di kawasan Kelurahan Pekauman, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin. Nama jalan tersebut diambil dari sebuah kejadian yang sangat tragis pada saat itu dan membuat kepanikan luar biasa.

PAda 9 Oktober 1973, sebuah kebakaran hebat yang terjadi di daerah Pekauman, lebih dari 300 buah rumah luluhlantak, kebakaran pada tanggal 9 Oktober tersebut merupakan kebakaran terbesar yang pernah dialami warga Banjarmasin.

Hidayat warga Pekauman menceritakan, saat itu Bulan Ramadhan dan waktu sore hari, terjadilah kebakaran hebat tersebut di Kawasan Pekauman, dimana api meluluh lantakkan pemukiman warga sekitar.

“Saat itu saya berusia 12 tahun, saya ingat betul lautan api yang sangat hebat,” kata Lelaki yang sudah berusia 59 tahun tersebut kepada klikkalsel (23/9/2020).

Ia melanjut ceritannya, api berkobar cukup besar bahkan lokasi yang terbakar sangat luas.

“Lokasi yang terbakar dari batas Kelayan Selatan atau depan rumah Sakit Sultan Suriansyah sekarang, hingga ke Kelayan Barat yang dekat dengan Kantor Satpol PP,” ucapnnya.

Dulu BPK tak sebanyak sekarang, hanya bebrapa saja sehingga kebakaran menjadi-jadi, banyak masyarakat yang berjuang memadamkan kebakaran dengan alat seadannya kala itu.

“Tapi apa boleh buat, saya rasa kebakan di tahun itu cukup besar yang pernah dialami warga Kota Banjarmasin,” kata Hidayat.

Jalan 9 Oktober berada di samping Puskesmas Pekauman, dan ini dulunnya hanya jalan umum bisa tidak jalan kompleks atau jalan kampung. Dulunnya jalan tersebut banyak dilalui jenis kendaraan dari roda dua hingga roda empat.

“Sebagai mengenang tragedi tersebut warga sekitar memberikan nama jalan tersebut dengan sebutan Jalan 9 Oktober, tapi sayangnnya nama papan pelang kecil sehingga tak terbaca,” kata Lelaki yang berpropesi sebagai penjual jasa antar jemput menggunakan sepeda motor alias Ojek tersebut.(azka)

Editor : Amran

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top