Tag: Covid-19
-

Pendukung Bacalon Perseorangan yang Positif Covid-19 Diverifikasi Faktual Via Online dan Video Call
BANJARMASIN, klikkalsel.com – KPUD tingkat kabupaten/kota kembali menjalankan tahapan Pilkada 2020 untuk melakukan verifikasi faktual terkait dukungan bakal calon (bacalon) dari jalur mandiri (perseorangan).
Tahapan kali ini dilakukan dengan mekanisme door to door atau pintu ke pintu ke rumah pendukung bakal calon. Namun, di tengah situasi pandemi COVID-19 tahapan bisa dilakukan secara online.
Sejak 24 Juni hingga 12 Juli 2020, tahapan verifikasi faktual tekait syarat dukungan calon perseorangan mulai difaktal dan dilaksanakan penyelenggara adhoc yaitu PPK dan PPS. Diketahui, Pilkad 2020, sejumlah bakal calon di kabupaten/kota turut dimeriahkan dari bakal calon perseorangan.
Terkait pelaksanaan verifikasi faktual syarat dukungan perseorangan dilaksanakan dengan sensus orang per orang atau tatap muka. Jika terkendala bisa dikumpulkan dalam satu tempat, serta melalui fasilitas video call.
Verifikasi faktual di masa pandemi Covid-19 mengharuskan data dukung yang diserahkan ke KPU tersensus. Bahkan bagi warga yang terkonfirmasi positif terjangkit virus Corona yang dikarantina ataupun dalam perawatan rumah sakit, sepenuhnya dibantu pihak penghubung atau liaison officer (LO) dari bakal pasangan calon perseorangan.
“Teman-teman PPS harus dapatkan surat bahwa yang bersangkutan memang benar dikarantina, atau suatu daerah dilockdown misalnya. Maka PPS harus mendapatkan surat dari gugus tugas. Jadi PPS tidak masuk ke situ, tapi verifikasi faktual tetap harus dilakukan melalui Video Call dan difasilitasi oleh LO, termasuk mereka yang benar terbaring di rumah sakit, LO harus bisa memfasilitasi itu,” jelas Komisioner KPU Kalsel, Hatmiati, Rabu (24/6/2020).
Komisioner Divisi Teknis ini menambahkan, KPU kabupaten/kota melakukan serah terima data rekapitulasi dukungan perseorangan kepada PPK dan PPS untuk dilakukan verifikasi faktual selama 14 hari. Tahapan Pilkada paling lambat berakhir pada 12 Juli.
Sementara itu, pelaksanaan verifikasi faktual oleh penyelenggara dipastikan akan menerapkan protokol kesehatan. Bagi petugas KPU, diwajibkan minimal mengenakan alat pelindung diri berupa masker, penutup wajah, dan sarung tangan.(rizqon)
Editor : Amran
-

Kasus Positif Terus Meningkat, Balangan Tambah 2 Aula Karantina Pasien Covid-19
PARINGIN, klikkalsel.com – Kasus positif covid-19 di Kabupaten Balangan meningkat, hingga menyebabkan pasien yang dirawat di rumah sakit turut bertambah dan penampungan ruang karantina di SKB pun penuh.
Berkaca itu, Tim Gugus Tugas Kabupaten Balangan langsung melakukan koordinasi untuk melakukan penambahan ruangan isolasi dan karantina melalui rapat,
di Ruang Rapat Bupati Balangan, Senin (22/06/2020)Hasilnya, ada keputusan penambahan ruang karantina untuk pasien positif. Adapun sesuai arahan Ketua Tim gugus Tugas Covid-19 sekaligus Bupati Balangan H Ansharuddin menunjuk satu Aula Disnakertran dan Balai Latihan Kerja ( BLK ) untuk dijadikan ruang karantina.
Baca Juga : Terbakar Api Cemburu, Suami Sekap PIL Istri Hingga Minta Uang Tebusan Rp30 Juta
Bergerak cepat, tim gugus kemudian mengecek bangunan Disnakertran dan BLK di mana ada 2 aula yang rencananya akan jadi lokasi karantina pasien Covid 19
Kepala Dinas Kesehatan Balangan, Erwan Mega menjelaskan, penambahan ruang karantina ini dilakukan sesuai dengan peningkatan kasus postif balangan yang sampai saat ini mencapai 104 orang.
“Ruang karantina di Disnakertran dan BLK ini akan dipakai untuk Pasien Positif Status orang Tanpa Gejala (OTG) yang didata sementara ada 62 orang,” jelasnya, saat meninjau lokasi karantina.
Dari 104 orang data terahir pasien positif , lanjut Erwan, 52 orang sudah dirawat di lokasi karantina Ambulung Banjarbaru.
Pertimbangan lain penambahan ruang karantina, karena saat ini tempat karantina yang ada sudah mulai penuh dengan. Sehingga kemungkinan tidak bisa menerima lagi rujukan pasien Covid-19.
Diruang karantina ini, kata juru Bicara TGTP Covid 19 Balangan ini, akan disiapkan fasilitas lengkap dan pemenuhan makanan serta vitamin .
“Lokasi karantina ini akan di siapkan tenaga kesehatan yang memantau kondisi sertan dijaga oleh pihak keamanan dari TNI Polri ,” ucapnya.
Ditanya data terakhir, Erwan tidak memungkiri kemungkinan akan bertambah kasus Covid-19 ini dikarnakan masih ada sekitar 200 hasil swab yang belum ke luar. (fitri)
Editor : Akhmad
-

94 Tambahan Kasus Baru, 11 Sembuh dan 9 Meninggal Dunia, Jumlah Akumulasi Covid-19 di Kalsel Sudah 2.569
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Update kasus virus Corona di Kalsel kembal naik. Kenaikan jumlah terkonfirmasi positif hari ini sebanyak 94 kasus baru. berasal dari 7 daerah, diantaranya Banjarmasin 27, Balangan 28, Tabalong 25, Banjarbaru 5, Barito Kuala 5, Banjar 2 dan Hulu Sungai Selatan 2.
Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kalsel, secara akumulasi sudah mencatat sebanyak 2.569 orang diantaranya 2.004 dalam perawatan, 400 sembuh, dan 165 meninggal. Disisi lain ada kabar baik dari penanganan kasus Covid-19, sebanyak 11 orang.
Pasien itu berasal dari 2 daerah yaitu Banjarmasin 5 dan Banjar 6. Pasien tersebut terdiri dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin 1 orang, karantina secara khusus di Banjarmasin 4 orang dan karantina secara khusus di Kabupaten Banjar 6 orang.
Baca Juga : Dexamethasone Penyembuh Covid-19? Jubir Covid-19 Banjarmasin : Jangan Percaya
Akan tetapi disisi lain, jJumlah angka kematian Covid-19 turut melonjak terjadi 9 penambahan dari 156 menjadi 165. Data 9 pasien meninggal tersebut berasal dari 3 daerah yang wafat beberapa waktu lalu dengan hasil positif uji swab PCR, diantaranya Banjarmasin 6, Tabalong 2 dan Tanah Laut 1.
Sementara itu, jumlah PDP se Kalsel terdata 282 dirawat di beberapa rumah sakit rujukan dan dirawat secara karantina khusus. Total PDP Kalsel ini terdinamika dengan yang negatif Covid-19, dinyatakan sembuh, dan meninggal dunia, serta PDP yang baru dirawat.
Dilaporkan juga jumlah orang dalam pemantauan (ODP) se Kalsel berkurang menjadi 805 se Kalsel. 3 daerah yang telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menempati jumlah ODP terbanyak. Pertama Banjarmasin 361 ODP, kedua Barito Kuala 99 ODP, dan ketiga Banjar 61, sedangkan daerah lainnya di bawah angka 58.
Terus meningkatnya kasus positif di provinsi ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, meminta kerjasama masyarakat dalam memutus penyebaran mata rantai penyebaran Covid-19 di Bumi Lambung Mangkurat.
Dengan cara melaksanakan anjuran pemerintah untuk mencegah penularan virus Corona.
Antara lain, bersama-sama menerapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS) dengan rajin mencuci tangan pakai sabun atau menggunakan cairan antiseptic serta mengkonsumsi makanan bergizi, menggunakan masker jika keluar rumah, tetap jaga jarak dan kontak fisik.(rizqon)
Editor : Amran
-

Dexamethasone Penyembuh Covid-19? Jubir Covid-19 Banjarmasin : Jangan Percaya
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Dexamethasone kini marak diberitakan karena di klaim mampu menyembuhkan Covid-19. Obat yang masuk dalam golongan Kortikosteroid ini biasanya digunakan untuk jangka panjang dan tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba.
Dexamethasone untuk mengatasi peradangan, reaksi alergi dan penyakit autoimun, ini seharusnya tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan, dan jika ingin mengkonsumsinya harus sesuai dengan takaran dan resep yang diberikan oleh dokter.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin, Dr Machli Riyadi, mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya tidak mempergunakan Dexamethasone untuk mengobati pasien Covid-19 di Banjarmasin.
Baca Juga : Bertambah 25 Orang, Kasus Covid-19 di Tabalong Tersebar di Tujuh Kecamatan
Selain itu Machli menyampaikan untuk penggunaan obat tidak seharusnya serta merta dilakukan, terlebih obat yang rekomendasinya tidak resmi dari Kementerian Kesehatan RI, meskipun banyak yang menyebutkan keberhasilannya dalam menyembuhkan pasien Covid-19.
“Dexamethasone ini bukan obat yang baru, sudah ada sejak 50 tahun lalu digunakan untuk anti peradangan,” ujar Machli.
Ia menganggap, penggunaan Dexamethasone bukan untuk indikasi utama Covid-19, melainkan hanya memiliki sifat anti inflamasi.
“Masyarakat jangan mudah percaya dengan berita-berita tidak resmi yang beredar,” tuturnya.
Ia menyampaikan bahwa saat ini, petugas medis hanya memberikan obat-obatan yang sesuai rekomendasi Kemenkes RI kepada pasien Covid-19.
Diketahui, belakangan ini beredar di media sosial yang menyebutkan keberhasilan tenaga medis menyembuhkan pasien positif Covid-19 dengan menggunakan obat Dexamethasone.
Kasus ini sebelumnya juga pernah terjadi dimana Chloroquine yang biasa digunakan pada penyakit Malaria diklaim bisa menyembuhkan Covid-19.
Sampai saat ini penggunaan obat-obatan tersebut masih menjadi kontroversial untuk digunakan sebagai obat penyembuhan pasien Covid-19.(fachrul)
Editor : Amran
-

JK Tinjau Persiapan Pelaksanaan Terapi Plasma Konvalesen di UTD PMI Banjarmasin
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarmasin, mendapat kunjungan dari Ketua Umum PMI Pusat dalam rangka penanganan Covid-19 di Kalsel.
Kunjungan yang dilakukan Ketua Umum PMI Pusat, Drs H Muhammad Jusuf Kalla, tersebut dalam rangka mengkoordinasikan kerja PMI bersama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel.
“Kita disini untuk koordinasi untuk melihat keadaan dan mobilisasi relawan yang bekerja sama dengan TNI-Polri, dan juga kita ingin menambah peralatan disini,” ujar Wakil Presiden RI, ke 10 dan ke 12 ini, Kamis, (18/6/2020).
Baca Juga : Dapat Izin dari Kementerian, Asrama Haji Kalsel Sediakan 200 Kamar Karantina Penanganan Covid-19
Peralatan yang di maksud JK tersebut seperti gunner sprayer, dan beberapa peralatan lain untuk menunjang penanganan Covid-19 di Kalsel, namun selain menambah peralatan untuk PMI Kalsel, menurutnya target utama menurunkan penyebaran Covid-19 di Kalsel.
“Target utamanya menurunkan di seluruh Kalsel,” ucapnya.
Sementara itu, Peranan PMI dalam menangani masalah Covid-19 ini menurutnya adalah menurunkan tingkat penyebaran dari Virus ini yakni dengan cara dimatikan virus tersebut.
“Kita harus mematikan virus itu, jangan kita menyerah untuk melawan virus ini,” tuturnya.
Selain itu, dalam rangka kesiapan pelaksanaan Terapi Plasma Konvalesen, menurutnya masih diperlukan peralatan tambahan untuk memisah plasma dengan darah.
“Ia untuk plasma itu kita masih memerlukan peralatan tambahan,” paparnya.
Baca Juga : Jusuf Kalla Minta Kalsel Sediakan 1.000 Relawan Penyemprotan Disinfektan
Berkaitan hal tersebut, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit menyampaikan bahwa kunjungan Jusuf Kalla ke UTD PMI Banjarmasin hanya untuk meninjau kesiapan UTD PMI Banjarmasin untuk menerapkan terapi plasma konvalesen.
“Beliau tadi melihat kesiapan Laboratorium kita, dan Alhamdulillah tadi beliau bilang bagus. Kita bersyukur pak JK Mendukung, karena beliau salah satu pengurusnya, kalau untuk terapi plasma ini yang lebih tahu teknisnya itu UDD Pusat,” ucap dr Rama sapaan akrab Kepala UDD PMI Banjarmasin tersebut.
Berkaitan dengan alat Apheresis tersebut, disampaikan dr Rama, bahwa pihak UDD PMI Banjarmasin didukung penuh GTPP Covid-19 Kalsel.
“Alat Apheresis yang kita butuhkan itu disediakan atau disiapkan GTPP Covid-19 Kalsel,” paparnya.
Dalam waktu dekat ini, kemungkinan Apheresis itu akan datang dan apabila Apheresis tersebut sudah siap maka UDD PMI Banjarmasin akan memproduksi sendiri plasma konvalesen tersebut.
“Bila Apheresis nya sudah siap, kita akan produksi plasma konvalesen sendiri. Plasma itu diambil dari pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh setelah 2 kali melakukan pemeriksaan swab,” jelasnya.
“Untuk pengambilan plasma konvalesen ini kita memerlukan ruangan tersendiri tidak tergabung dengan pendonor darah lain, dan kita sudah siapkan ruangan itu di depan,” tandasnya.(fachrul)
Editor : Amran
-

Dua Tenaga Medis di Tabalong Positif Corona, Salah Satunya Perawat Diduga Tertular dari Dokter Insternship Asal HSS
TANJUNG, klikkalsel.com – Kasus positif virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Tabalong kembali bertambah dua orang pada, Kamis (18/6/2020). Keduanya warga Kelurahan Pembataan dan Belimbing Raya, Kecamatan Murung Pudak.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kabupaten Tabalong, dr Taufiqurrahman mengatakan, dua tambahan kasus ini merupakan tenaga medis di RSUD H Badaruddin Kasim (RSHBK), Maburai, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong.
“Satu orang perawat dan satu orang analis dokter intership ber KTP di HSS yang betugas RSHBK,” katanya.
Baca Juga : Dapat Izin dari Kementerian, Asrama Haji Kalsel Sediakan 200 Kamar Karantina Penanganan Covid-19
Taufiq menjelaskan, satu orang perawat yang terpapar virus Corona, diduga terjangkit dari seorang dokter internship asal Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang bertugas di RSHBK.
“Dokter internship asal HSS positif setelah pulang dan diperiksa di HSS dan dirawat disana, kemungkinannya berkaitan dengan dr internship Tabalong yang Positif di HSS,” jelas Taufiq.
Sementara, satu analis yang juga positif virus corona, menurut Taufiq, diduga tertular dari pasein dalam perawatan (PDP) yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.
“Kebetulan analis kita itu berkeluarga dengan dengan PDP yang meninggal, keponakannya,” ungkap Taufiq.
Lebih lanjut, kata Taufiq dua tenaga medis yang terpapar virus corona ini akan menjalani isolasi untuk proses penyembuhannya. “Satu di RS Tanjung lama dan satu isolasi mandiri,” ujarnya.
Dengan adanya tambahan kasus ini, total orang terkonfirmasi positif virus corona di Tabalong mencapai 29 orang. Dalam perawatan 20, sembuh 7 dan meninggal dunia 2 orang.
“Dengan adanya penambahan kasus ini, kami terus menghimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, selalu memakai masker, rajin mencuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan selalu terapkan pola hidup bersih dan sehat,” tutur Taufiq.
Dalam perkembangannya, penambahan kasus positif corona di Tabalong tertinggi terjadi pada, Kamis (11/6/2020) lalu yakni 9 orang.(arif)
Editor : Amran
-

Dapat Izin dari Kementerian, Asrama Haji Kalsel Sediakan 200 Kamar Karantina Penanganan Covid-19
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kementerian Agama RI, mengeluarkan izin penggunaan Asrama Haji di Kalsel dijadikan tempat karantina khusus penanganan wabah virus Coroan (Covid-19).
Penggunaan Asrama Haji Kalsel ini sebelumnya sudah diajukan, mengingat keberangkatan haji tahun ini terpaksa ditunda karena pandemi Covid-19 yang sudah mewabah diseluruh dunia.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalsel H Noor Fahmi mengatakan, Asrama Haji sudah lama dipersiapkan pihak UPT Asrama Haji.
Baca Juga : Jusuf Kalla Minta Kalsel Sediakan 1.000 Relawan Penyemprotan Disinfektan
“Tinggal Tim Gugus Tugas membenahi untuk selayaknya penempatan karantina pasien Covid-19,” katannya usai menghadiri pertemuan Ketua PMI dan Gubernur Kalsel di Gedung Mahligai Pancasila Kamis (18/6/2020)
Bahkan menurutnya, izin penggunaan Asrama Haji Kalsel sudah mendapat balasan dari Kementerian Agama RI dan izin tersebut sudah diterima secara fisik setelah diajukan pada Mei 2020 sebagai pusat karantina khusus Covid-19.
“Sudah lama kita ajukan, namun izinnya baru diterbitkan,” ucapnnya.
Sementara Wakil Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, Dr Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, gedung Asrama Haji akan diaktifkan sebagai pusat karantina pada pekan depan.
“Sebenarnya, gedung-gedung belakang di kompleks Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin sudah bisa ditempati, hanya saja agar meminimalisir pekerjaan, saat ini orang-orang positif Covid-19 masih ditempatkan di Gedung Diklat Ambulung dan Gedung BPSDMD Kalsel,” katannya.
Ditambahkannya, Asrama Haji akan menampung sekitar 200 orang yang dinyatakan positif Covid-19, namun khusus bagi yang tidak memiliki gejala ataupun gejala ringan.
“Untuk saat ini Asrama Haji sedang dipasang AC sebanyak 51 unit, sehingga baru 30 orang bisa masuk,” ucapnnya.(azka)
Editor : Amran


