Tag: Covid-19
-

Perkembangan Covid-19 di Tabalong, Bertambah 17 Kasus Positif
TANJUNG, klikkalsel.com – Perkembangan kasus virus corona (Covid-19) di Kabupaten Tabalong hari ini, Kamis (2/7/2020), bertambah sebanyak 17 orang pasien positif.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tabalong, dr Taufiqurrahman, mengatakan, pasein yang terkonfirmasi positif kali ini sebagian merupakan PDP yang dirawat di RSUD H Badaruddin Kasim, Maburai dan Unit Isolasi Khusus RS Tanjung lama.
“Dan sebagian didapat dari hasil tracking petugas di lapangan serta tracking terhadap pasien terkonfirmasi positif sebelumnya,” katanya.
Dengan adanya tambahan kasus ini, total orang terkonfirmasi positif virus corona di Tabalong mencapai 109 orang. Dalam perawatan 74 orang, sembuh 31 orang dan meninggal dunia empat orang.
“Dengan adanya penambahan kasus ini yang membuat seluruh kecamatan terdampak Covid-19, kami terus menghimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Selalu memakai masker, rajin mencuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan selalu terapkan pola hidup bersih dan sehat,” pungkas Taufiq.
Berikut data penambahan 17 kasus terkonfirmasi positif corona yang tersebar di tujuh kecamatan menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tabalong, Kamis (2/7/2020), Pukul 17.00 Wita.(arif)
Editor : Amran
Kecamatan Murung Pudak, 5 orang
1. Perempuan, 35 tahun, Kelurahan Pembataan
2. Laki – laki, 4 tahun, Kelurahan Pembataan
3. Laki – laki, 38 tahun, Kelurahan Pembataan
4. Perempuan, 32 tahun, Kelurahan Pembataan
5. Laki – laki, 26 tahun, Kelurahan MabuunKecamatan Tanjung, 2 orang
1. Perempuan, 28 tahun, Desa Kitang
2. Perempuan, 8 tahun, Kelurahan TanjungKecamatan Tanta, 2 orang
1. Laki – laki, 52 tahun, Desa Lukbayur
2. Perempuan, 48 tahun, Desa PadanginKecamatan Kelua, 3 orang
1. Perempuan, 41 tahun, Desa Binturu
2. Laki – laki, 54 tahun, Desa Binturu
3. Laki – laki, 53 tahun, Kelurahan PulauKecamatan Bintang Ara, 2 orang
1. Perempuan, 36 tahun, Desa Burum
2. Perempuan, 48 tahun, Desa UsihKecamatan Jaro, 2 orang
1. Laki – laki, 49 tahun, Desa Nalui
2. Perempuan, 50 tahun, Desa NamunKecamatan Muara Uya 1 orang
Perempuan, 45 tahun, Desa Simpung Layung -

Kasus Wabah Covid-19 di Kalsel Belum Ada Penurunan, Hari Ini Dilaporkan Jumlah Kumulatif Mencapai 3.337
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kasus wabah virus Corona (Covid-19) di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih mengalami lonjakan. Data kumulatif yang dilaporkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel 2 Juli 2020, mencapai 3.337 kasus.
Penambahan kasus per 2 Juli sebanyak 114 kasus baru, sedangkan angka kesembuhan pasien sebanyak 36 orang.Dikutip dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, penambahan 114 kasus baru berasal dari 11 daerah. Banjarmasin 35, Banjarbaru 28, Tabalong 17, Tanah Laut 13, Banjar 7, Kotabaru 5, Tapin 3, Balangan 2, Barito Kuala 2, dan masing-masing 1 dari Hulu Sungai Tengah, serta Hulu Sungai Selatan.
Baca Juga : Berlagak Jagoan Ancam Polisi dengan Sajam, Hendra Dobel Langsung Ditodong Pistol
Kabar baiknya dilaporkan ada 36 pasien Covid-19 dari 8 Kotabaru 3, Banjar 3, Barito Kuala 3, Hulu Sungai Utara 7, Tanah Bumbu 1, Balangan 3, Banjarmasin 11, dan Banjarbaru 5. Para pasien sembuh tersebut terdiri dari perawatan di beberapa rumah sakit dan tempat karantina secara khusus, sebagai berikut
– Karantina Khusus Ambulung Banjarbaru 10 orang.
– Isolasi mandiri dari Banjarbaru 5 orang.
– Isolasi mandiri dari Kotabaru 2 orang.
– RSUD Ulin Banjarmasin 3 orang.
– RSUD Muhammad Ansari Saleh Banjarmasin 12 orang.
– RS Bhayangkara Banjarmasin 4 orang.Turut dilaporkan 2 penambahan angka kematian pasien Covid-19, 1 dari Tapin yang meninggal pada 18 Juni dan 1 dari Kotabaru yang meninggal 29 Juni.
Sementara itu, secara kumulatif kasus Covid-19 di Kalsel per 2 Juli 2020 terdata 3.337 orang yang terpapar virus Corona. Jumlah ini terdiri 2.284 dalam perawatan, 861 sembuh dan 192 meninggal.
Sementara itu, jumlah PDP se Kalsel terdata 347 dirawat di beberapa rumah sakit rujukan dan dirawat secara karantina khusus. Total PDP Kalsel ini terdinamika dengan yang negatif Covid-19, dinyatakan sembuh, dan meninggal dunia, serta PDP yang baru dirawat.
Dilaporkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) se Kalsel berkurang menjadi 753 se Kalsel. 3 daerah yang telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menempati jumlah ODP terbanyak. Pertama Banjarmasin 287 ODP, kedua Barito Kuala 78 ODP, dan ketiga Kabupaten Banjar 65, sedangkan daerah lainnya di bawah angka 57.
Terus meningkatnya kasus positif di provinsi ini meski diiringi angka kesembuhan yang cukup signifikan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, meminta kerjasama masyarakat dalam memutus penyebaran mata rantai penyebaran Covid-19 di Bumi Lambung Mangkurat. Dengan cara melaksanakan anjuran pemerintah untuk mencegah penularan Virus Corona.
Antara lain, bersama-sama menerapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS) dengan rajin mencuci tangan pakai sabun atau menggunakan cairan antiseptic serta mengkonsumsi makanan bergizi, menggunakan masker jika keluar rumah, tetap jaga jarak dan kontak fisik.(rizqon)
Editor : Amran
-

Dampak Covid-19, Pemkab Balangan Akan Berikan Insentif Buat Guru Pesantren
PARINGIN, klikkalsel.com – Guru pondok pesantren di Kabupateten Balangan akan diberikan bantuan dari pemerintah selama pandemi Covid-19. Mereka dinilai masuk kategori warga terdampak selama Corona mewabah di Balanhan
Hal ini dikatakan Bupati Balangan H ansharuddin dimana, sejak dulu pemerintah sudah mengucurkan insentif untuk seluruh guru ngaji dan pengajar pondok pesantres di Balangan .
Di masa pandemi Covid-19 ini Pemkab Balangan melalui TGTP Covid 19, sudah mengagendakan bantuan kepada para guru pondok pesantren
“Khusus selama masa pandemi Covid-19, para guru pondok pesantren juga mendapat bantuan. Kita rencanakan Nilainya Rp300.000/orang setiap bulan. Bantuan ini diberikan tiga kali atau tiga bulan,” kata Anhsaruddin, Rabu (1/7/2020).
Guru pondok pesantren di Balangan terdata 132 orang dan proses penganggaran sudah dilakukan oleh TGTP sekaligus proses pencairan terhitung Juni, Juli dan Agustus.
Selain guru pondok pesantren, beberapa pekerja informal lain juga masuk kategori warga terdampak pandemi Covid-19 dan berhak menerima bantuan dari pemerintah.
Mereka antara lain, keluarga miskin atau keluarga dengan anggota keluarga penyandang difabel, lansia, dan PMKS. Namun yang tidak masuk dalam keluarga yang sudah mendapat bantuan social dari dari Kementrian Sosial (PKH, BPNT, BLT, Dana Desa, APBD Kabupaten, Program PKH plus Provinsi, dan tidak anggota keluarga yang mendapatkan program Kartu pra kerja).
“Semua warga yang masuk kategori akan kita usahakan dapat bantuan, paling tidak bantuan ini bosa meringankan warga kita dari dampak pandemi covid 19 ini,”pungkasnya. (fitri)
Editor : Akhmad
-

Covid-19 Kalsel kembali Melonjak, 108 Kasus Baru dan Sembuh Sebanyak 27 Pasien
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih mengalami lonjakan. Per 30 Juni, terjadi penambahan drastis sebanyak 108 kasus baru, sedangkan angka kesembuhan pasien sebanyak 27 orang.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, M Muslim menerangkan, 108 kasus baru tersebut erasal dari 4 daerah. Dari Banjarmasin sebanyak 76, Tanah Laut 16, Hulu Sungai Selatan 12 dan Banjar 4.
Penamabahan kasus baru itu terdiri pasien dalam pengawasan (PDP) yang terkonfirmasi terpapar virus Corona dan hasil tracing (penelusuran).
“Dari PDP sebanyak 6 dan selebihnya dari hasil tracing atau kontak tracing petugas kita yang masih melakukan secara masif pencarian atau telusur terhadap kontak erat premier, sekunder dan krusial,” terangnya di Command Centre Diskominfo Kalsel, Selasa (30/6/2020) sore.
Kabar baiknya dilaporkan ada 27 pasien Covid-19 dinyatakan sembuh. Para pasien sembuh ini berasal dari 3 daerah yaitu Banjarmasin 18, Tanah Laut 7dan Banjar 2. Muslim juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, mengatakan para pasien sembuh tersebut menjalani perawatan di rumah sakit dan tempat karantina secara khusus.
“Di antaranya 1 dirawat di Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin, kemudian ada 17 dalam karantina secara khusus di Banjarmasin, kemudian ada 2 yang diisolasi mandi di Kabupaten Banjar. Ada 7 di Kabupaten Tanah Laut dan ini dari perawatan Rumah Sakit Boejasin sebanyak 4 dan 3 diisolasi mandiri,” tuturnya.
Muslim menambahkan turut terjadi penambahan pasien terkonfirmasi Covid-19 meninggal dunia sebanyak 3. Pasien wafat tersebut dengan status PDP dengan hasil swab PCR terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona. Diantaranya, dua pasien dari Kabupaten Banjar yang meninggal dunia pada tanggal 20 dan 25 Juni, serta 1 pasien dari Kabupaten Tanah Laut.
“Saat ini total menjadi 3.148 kasus (Covid-19). 2.193 di antaranya dirawat baik dalam karantina secara khusus maupun di rumah sakit, 189 meninggal dan 766 yang sembuh,” paparnya.
Sementara itu, jumlah PDP se Kalsel terdata 314 dirawat di beberapa rumah sakit rujukan dan dirawat secara karantina khusus. Total PDP Kalsel ini terdinamika dengan yang negatif Covid-19, dinyatakan sembuh, dan meninggal dunia, serta PDP yang baru dirawat.
Dilaporkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) se Kalsel berkurang menjadi 743 se Kalsel. 3 daerah yang telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menempati jumlah ODP terbanyak. Pertama Kota Banjarmasin 301 ODP, kedua Kabupaten Barito Kuala 80 ODP, dan ketiga Kabupaten Banjar 61, sedangkan daerah lainnya di bawah angka 57.
Terus meningkatnya kasus positif di provinsi ini meski diiringi angka kesembuhan yang cukup signifikan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, meminta kerjasama masyarakat dalam memutus penyebaran mata rantai penyebaran Covid-19 di Bumi Lambung Mangkurat. Dengan cara melaksanakan anjuran pemerintah untuk mencegah penularan virus Corona.
Antara lain, bersama-sama menerapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS) dengan rajin mencuci tangan pakai sabun atau menggunakan cairan antiseptic serta mengkonsumsi makanan bergizi, menggunakan masker jika keluar rumah, tetap jaga jarak dan kontak fisik.(rizqon)
Editor : Amran
-

FKPT Dialog Cari Solusi Melawan Dua Virus Mematikan, “Covid-19 dan Terorisme”
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) wilayah Tengah dan Timur menggelar dialog online dengan tema “Melawan 2 Virus Mematikan Covid-19 dan Radikalisme”.
Dialog virtual menghadirkan Direktur Pencegahan Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) Pusat, Irjen Pol. IR Hamli M.E, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dab Deradikalisme BNPT, Mayjen TNI Hemdri Paruhuman Lubis dan Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, DR Hj. Andi Intang Dulung, M.H.I dan moderator Suib Prawono dari pengurus FKPT Sulsel.
Kegiatan dialog online yang digelar, Selasa (30/6/2020) hari ini, juga diikuti oleh FKPT wilayah Tengah dan Timur yakni FKPT Kalsel, Kaltim, Kaltara, Bali, Sultra, Sulbar, Sulsel, Maluku Utara, Sulut, Sulteng dan Gorontalo.
Baca Juga : Geger Penemuan Benda Dikira Bom, Polda Kalsel Terus Lakukan Pendalaman
Ketua FKPT Kalsel Aliansyah Mahadi yang mengikuti diskusi bersama pengurus lainnya, mengatakan kegiatan ini selain silaturahmi sesama pengurus FKPT di masa pandemi Covid-19 juga menjadi masukan buat FKPT di daerah.
Apalagi, ujar Didit sapaan Ketua FKPT Kalsel ini, dalam dialog disampaikan Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Pol Ir Hamli bahwa pemerintah Indonesia tidak tinggal diam menghadapi Covid-19 dalam periode paling krusial, jika tidak diambil langkah-langkah yang cepat dan tepat, ledakan krisis multidimensi akan lebih sulit diatasi.
Ada berbagai upaya pencegahan dan mitigasi dilakukan pemerintah salah satunya adalah arahan untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah, sebagai bagian dari social distancing, yang belakangan diganti dengan istilah bagi physical distancing.
Dikatakannya, dengan situasi ini, kelompok radikal ini justru memanfaatkan situasi ketika mayoritas orang diam di rumah serta lebih banyak beraktifitas secara online, dengan meningkatkan propagandanya di dunia maya.
Baca Juga : Sepulang Dari Banjarmasin, Warga Komplek Propernas Tabalong Positif Covid-19
Bahkan tidak berhenti di internet, mereka menyerukan serangan teror mumpung pemerintah sibuk menangani Covid-19. Hal ini pula yang mendasari Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT melalui Direktorat Pencegahan merasa perlu menyampaikan mendiskusikannya dengan FKPT di daerah.
Menurut Didit yang didampingi Sekretaris FKPT, Firmansyah, Kabid Agama Dr H Zulkifli Musaba dan Kabid Media Zainal Helmie, diskusi online ini sebagai upaya mencari masukan dan solusi bagaimana melawan virus ideologoli radikal dan penetrasi kelompok terorisme di masa pandemi ini. (rils)
Editor : Akhmad
-

Pasien Sembuh Covid-19, Melebihi Penambahan Kasus Baru
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih mengalami lonjakan. Per 27 Juni, terjadi penambahan 54 kasus baru Covid-19, namun angka kesembuhan pasien hari ini sebanyak 65 orang. Perlahan tapi pasti tren pasien sembuh setiap harinya terus bertambah.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, M Muslim menerangkan, sebanyak 54 kasus baru tersebut berasal dari 6 daerah yaitu Tabalong 18, Banjarbaru 14, Barito Kuala 8, Balangan 6, Banjarmasin 5 dan Tanah Laut 6. Kasus baru tersebut terdiri pasien dalam pengawasan (PDP) yang terkonfirmasi terpapar Virus Corona dan hasil tracing (penelusuran).
“Penambahan-penambahan konfirmasi positif ini sebanyak 54, berasal dari 1 pasien dalam pengawasan (PDP) terkonfirmasi positif yang dirawat di rumah sakit Sultan Suriansyah. Kemudian 53 kasus lainnya merupakan hasil tracing” terangnya di Command Centre Diskominfo Kalsel, Sabtu (27/6/2020) sore.
Kabar baiknya dilaporkan ada 65 pasien COVID-19 dinyatakan sembuh. Para pasien sembuh ini berasal dari 7 daerah yaitu Tanah Laut 22 orang, Banjar 3 orang, Barito Kuala 10 orang, Tapin 7 orang, Tanah Bumbu 7 orang, Balangan 1 orang, dan Banjarmasin 15.
Mereka yang sembuh tersebut menjalani perawatan karantina khusus di beberapa tempat, sebagai berikut.
– Karantina Ambulung Banjarbaru 23 orang.
– RSUD Abdul Aziz Marabahan Barito Kuala 10 orang.
– Karantina Tanah Laut 22 orang.
– Karantina Banjarmasin 10 orang.“Oleh karena itu saat ini dilakukan upaya-upaya yang lebih seksama lagi upaya-upaya memberikan perawatan terbaik agar para pasien yang saat ini terkonfirmasi dapat secepatnya disembuhkan,” ujar Muslim yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kalsel.
Secara kumulatif per 27 Juni terdata 2.930 jumlah orang terpapar COVID-19 se Kalsel, di antaranya 2.109 dalam perawatan, 643 sembuh, dan 178 meninggal.
Sementara itu, jumlah PDP se Kalsel terdata 319 dirawat di beberapa rumah sakit rujukan dan dirawat secara karantina khusus. Total PDP Kalsel ini terdinamika dengan yang negatif COVID-19, dinyatakan sembuh, dan meninggal dunia, serta PDP yang baru dirawat.
Dilaporkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) se Kalsel berkurang menjadi 797 se Kalsel. 3 daerah yang telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menempati jumlah ODP terbanyak. Pertama Kota Banjarmasin 361 ODP, kedua Kabupaten Barito Kuala 95 ODP, dan ketiga Kabupaten Banjar 57, sedangkan daerah lainnya di bawah angka 57.
Terus meningkatnya kasus positif di provinsi ini meski diiringi angka kesembuhan yang cukup signifikan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, meminta kerjasama masyarakat dalam memutus penyebaran mata rantai penyebaran Covid-19 di Bumi Lambung Mangkurat. Dengan cara melaksanakan anjuran pemerintah untuk mencegah penularan virus Corona.
Antara lain, bersama-sama menerapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS) dengan rajin mencuci tangan pakai sabun atau menggunakan cairan antiseptic serta mengkonsumsi makanan bergizi, menggunakan masker jika keluar rumah, tetap jaga jarak dan kontak fisik. (rizqon)
Editor : Akhmad
-

Kembali Berlatih di Upik Futsal, CISC dan AIS Tetap Perhatikan Protokol Kesehatan
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sejak berakhirnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Banjarmasin awal Juni lalu, aktivitas kehidupan warga mulai berjalan, termasuk kegiatan olahraga. Namun begitu, tidak seperti semula, karena masih di bawah ancaman Covid-19.
Chelsea Indonesia Supporters Club (CISC) Banjarmasin juga sudah mulai berlatih rutin setiap Rabu malam di Upik Indoor Futsal Banjarmasin yang merupakan venue binaan SuperSoccer di Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin, Kalsel.
Pun demikian, salah satu komunitas Euro Fans Club yang yang tergabung dalam SuperSoccer ini, meminta anggotanya yang bermain untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Baca juga : Identitas Mayat Mengapung di Sungai Barito Terungkap
“Sejak kembali berlatih, kami meminta anggota untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti menggunakan masker saat datang, mencuci tangan saat masuk venue, dan melakukan physical distancing di area tribun,” ujar Muhammad Nizwar Aprilianda, Koordinator Wilayah CISC Region Banjamasin, Jum’at (26/6/2020).
Apalagi kata pria yang akrab disapa Uway ini, prosedur pencegahan Covid-19 yang diterapkan pihak Upik Indoor Futsal sendiri cukup ketat. Di mana, pengunjung yang tak menggunakan masker tidak diperbolehkan masuk, serta pengunjung juga diperiksa suhunya dengan thermogun.
“Kami nyaman dengan adanya prosedur penerapan protokol kesehatan dari Upik Indoor Futsal yang cukup ketat ini. Kami bisa berolahraga dengan lebih tenang. Setiap pekan, ada sekitar 15-20 member yang ikut,” imbuh Uway.
Pendapat senada diungkapkan Setya Wiraldi dari Arsenal Indonesia Supporters (AIS) Region Banjarmasin yang merupakan bagian dari SuperSoccer. Menurut Koordinator AIS Banjarmasin itu, sejak Upik Indoor Futsal kembali dibuka 2 Juni lalu, member AIS langsung berlatih.
“Selama lebih dari 2 bulan sejak adanya pandemi Covid-19, kami tidak berlatih futsal. Kami berusaha disiplin mengikuti aturan pencegahan virus corona karena jika kami mengabaikan, justru bisa berbahaya bagi kami sendiri,” ucap Wira.
Kasus positif Covid-19 di Kalsel maupun Banjarmasin terus bertambah, belum ada tanda-tanda curva akan melandai. Karena itulah, masyarakat Banjarmasin harus tetap waspada dan tidak mengabaikan protokol kesehatan dalam pencegahan virus corona tersebut.
“Semoga pandemi ini segera berlalu dan aktivitas SuperSoccer di Banjarmasin kembali bergairah. Ayuk kita bersama keluar dari pandemi ini dengan taat pada protokol kesehatan,” tandasnya. (rils)
Editor : Akhmad
-

Bayi Positif Virus Corona di Tabalong Dinyatakan Sembuh
TANJUNG, klikkalsel.com – Perkembangan penanganan kasus virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Tabalong, semakin membaik. Selain banyak pasien yang sembuh, hari ini bayi yang terpapar wabah Corona juga dinyatakan sembuh.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tabalong, dr Taufiqurrahman mengatakan, pasien yang sembuh kali adalah seorang bayi yang sempat terpapar virus corona bersama ibunya beberapa waktu lalu.
Baca juga : Update Covid-19 di Kalsel, Angka Kesembuhan Terus Bertambah
“Alhamdulillah satu pasien terkonfirmasi positif, bayi perempuan asal Kecamatan Haruai yang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin dinyatakan sembuh,” kata Taufiq.
Sedangkan ibu sang bayi, diketahui belum dinyatakan sembuh dan masih menjalani perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin. Adanya tambahan pasein sembuh ini, dari total 57 kasus, sudah ada sembilan warga Tabalong yang dinyatakan sembuh dari virus corona.
Sementara, 45 pasien masih menjalani perawatan dan empat orang telah meninggal dunia.
Disamping itu, perkembangan kasus Covid-19 di Tabalong hingga hari ini, masih menunjukkan ada 9 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 42 orang dalam pemantauan (ODP).
“Kami tetap mengharapkan kepada masyarakat untuk lebih disiplin dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19, selalu memakai masker, rajin mencuci tangan pakai sabun dan selalu menjaga jarak,” pungkas Taufiq.(arif)
Editor : Amran
-

Dokter Internship Asal Tabalong yang Dirawat di RS Hasan Basri Kandangan Dinyatakan Sembuh dari Covid-19
TANJUNG, klikkalsel.com – Satu orang warga Tabalong hari ini, Kamis (25/6/2020), kembali dinyatakan sembuh dari wabah virus Corona (Covid-19).
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tabalong, dr Taufiqurrahman mengatakan, pasien yang sembuh kali ini adalah seorang dokter internship asal Tabalong yang bertugas di RS Hasan Basri Kandangan, Hulu Sungai Selatan.
“Ya yang sembuh dokter internship kita di Kandangan,” kata Taufiq.
Pasien diketahui, seorang perempuan, 25 tahun, warga Kelurahan Agung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong yang dinyatakan positif virus corona pada 29 Mei 2020 lalu.
“Dinyatakan sembuh usai menjalani dua kali swab test dengan hasil negatif,” jelas Taufiq.
Baca Juga : Pembakal Unyil Desa Jirak Tabalong Tewas Ditembak, Polisi Buru Pelaku
Dengan adanya tambahan pasein sembuh ini, dari total 57 kasus, sudah ada delapan warga Tabalong yang dinyatakan sembuh dari virus corona. Sementara, 46 pasien masih menjalani perawatan dan empat orang telah meninggal dunia.
Disamping itu, perkembangan kasus Covid-19 di Tabalong hingga hari ini, masih menunjukkan ada 11 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 33 orang dalam pemantauan (ODP).(arif)
Editor : Amran
