Tag: Covid-19
-

Program Stimulus untuk Petani Karet Sudah Dikucurkan Rp 1 Miliar Lebih
PARINGIN, klikkalsel.com – Perubahan skema program stimulus berupa pinjaman tanpa bunga bagi para pengumpul atau Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) harus dilakukan, perubahan program untuk menangani dampak pendemi Covid-19 di Kabupaten Balangan berdasarkan saran dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Perubahan skema ini, menurut Kabid Perkebunan pada Dinas Pertanian Kabupaten Balangan Amirul, jika sebelumnya direncanakan pinjaman tanpa bunga bagi sektor perkebunan karet dilakukan langsung oleh pemerintah daerah.
Namun karena atas saran BPK, menurut Amirul, dirubah berupa pinjaman ke Bank namun bunga pinjamannya tetap ditanggung pemerintah daerah.
“Jadi program stimulus pinjaman tanpa bunga sebetulnya tetap dijalankan, namun sumber pinjaman berasal dari bank dan kita hanya membayarkan bunganya saja selama enam bulan pertama,’’ terang Amirul , Rabu (17/6/2020), saat ditemui di ruang kerjanya.
Hingga kini, lanjut dia, sudah ada beberapa UPPB dan Pengumpul karet yang kreditnya sudah cair di Bank yang termasuk dalam program stimulus yang dijalankan ini.
“Menurut data kita sudah ada sekitar Rp1,4 miliar kredit yang disalurkan dalam program stimulus ini. Untuk beberapa pengaju kredit lainnya masih menunggu proses bank, kita hanya menjamin bunganya saja sedangkan untuk proses pinjaman itu domain bank dengan pemohon kredit,’’ ungkapnya.
Besaran dana yang disediakan sendiri, kata Amirul, pihaknya menyadiakan anggaran sekitar Rp200 juta lebih untuk pembayaran bunga pinjaman selama 6 bulan pertema, sehingga dengan asumsi besaran tersebut bisa merealisasikan besaran pinjaman di bank sebasar Rp 7 miliar.
Sekedar untuk diingat, semula tim gugus tugas berencana menganggarkan untuk program stimulus ini sebanyak Rp13 miliar, namun karena adanya perubahan perencanaan berdasarkan skala prioritas dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID- 19 Balangan, maka diturunkan menjadi Rp7,135 miliar. (adv/fitri)
Editor : Akhmad
-

Ibu dan Bayi yang Dilahirkannya Positif Virus Corona
TANJUNG, klikkalsel.com – Kasus positif virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Tabalong kembali bertambah dua orang pada, Selasa (16/6/2020).
Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kabupaten Tabalong, dr Taufiqurrahman mengatakan, dua tambahan kasus positif baru ini adalah seorang ibu dan bayinya yang baru lahir.
“Ada penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak dua orang dari Desa Bongkang, Kecamatan Haruai yakni, perempuan usia 33 tahun dan bayi perempuan usia nol tahun,” ungkap Taufiq.
Dengan adanya tambahan kasus ini, total orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Tabalong telah mencapai 27 kasus. Dalam perawatan 18 orang, sembuh tujuh orang, dan meninggal dunia dua orang.
Baca juga : Tambah Ruangan Pasien Covid-19, Lantai 4 dan 5 RSUD Ulin Direnovasi
Untuk pasien yang masih dalam perawatan, Taufiq merincikan, satu dirawat di RS Hasan Basri Kandangan, tiga di RS Ulin Banjarmasin, 11 di pusat isolasi RS Tanjung dan tiga dirawat mandiri.
“Dengan adanya penambahan kasus ini, kami terus mengimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, selalu memakai masker, rajin mencuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan selalu terapkan pola hidup bersih dan sehat,” tutur Taufiq.
Sementara itu juga tercatat, hingga hari ini di Tabalong masih ada 33 orang dalam pemantauan (ODP) dan tujuh pasien dalam pengawasan (PDP).(arif)
Editor : Amran
-

Tambah Ruangan Pasien Covid-19, Lantai 4 dan 5 RSUD Ulin Direnovasi
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sejak pertengahan Maret, RSUD Ulin telah menangani pasien terpapar Covid-19 pertama di Kalsel. Sehingga, sesuai Permenkes RS ini menjadi salah satu dari 8 RS rujukan Covid-19 di Kalsel.
Saat ini berdasar data total pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Ulin berjumlah 314 orang, 89 diantaranya sembuh dan 101 meninggal.
Direktur RS Ulin Banjarmasin dr Hj Suciati MKes, menyatakan, dalam penanganan pasien Covid 19, RSUD Ulin mendapatkan dukungan penuh dari Pemprov Kalsel, baik berupa bantuan alat kesehatan penunjang medik dan peningkatan kapasitas layanan kesehatan.
“Begitu juga pihak swasta dan masyarakat juga banyak yang memberikan bantuan alat kesehatan dan makanan minuman,” ucapnya.
Namun, kata dia, atas arahan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor atau biasa disapa Paman Birin, saat ini Pemprov Kalsel melakukan renovasi lantai 4 dan 5 RS tersebut .
“Itu untuk penambahan jumlah ruang bagi pasien Covid-19. Bila renovasi selesai maka akan ada 250 tempat tidur khusus bagi pasien Covid-19,” jelas Suciati.
Pemprov Kalsel melalui BPBD juga memberikan insentif berupa uang lelah bagi 350 tenaga pelayanan Covid 19 yang ada di RSUD Ulin.
Suciati mengucapkan terima kasih sebesarnya kepada Gubernur Kalsel beserta jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 atas perhatian dan dukungan anggaran yang diberikan dalam penanganan pasien Covid-19 di RSUD Ulin selama ini.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Sahbirin Noor selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 serta seluruh jajaran atas perhatian dan upaya yang diberikan agar RSUD Ulin dapat memberikan layanan terbaik kepada seluruh pasien Covid-19,” tandasnya. (adv/azka)
Editor : Akhmad
-

Kadinkes Prediksi Kasus Covid-19 di Banjarmasin Turun Bulan Juli Minggu ke 4
BANJARMASIN, klikkalsel.com– Kasus positif Covid-19 di Banjarmasin sudah hampir menembus angka 900, dan diperkirakan akan terus bertambah hingga akhir Juni nanti. Hal tersebut dikarenakan masih banyaknya antrian pemeriksaan swab di Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) yang berada di Banjarbaru.
Hingga sampai saat ini sudah tercatat sebanyak 882 kasus Positif di Banjarmasin, yang mana sebanyak 735 pasien sedang dalam perawatan, 50 pasien sembuh, dan 97 kasus kematian.
Melihat angka tinggi tersebut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Banjarmasin, Dr Machli Riyadi menyampaikan pihaknya telah memiliki data puncak penyebaran Covid-19 di Banjarmasin.
Meskipun saat ini kasus positif di Banjarmasin sedang tinggi-tingginya, bahkan seluruh wilayah di Banjarmasin sudah terpapar Covid-19, dan daerah terbanyak kasus positif di Banjarmasin yakni Kelurahan Pekapuran Raya.
“Sebenarnya kita sudah memiliki data, dan mudah-mudahan ini adalah data puncak penyebaran Covid-19 di Banjarmasin,” ucapnya.
Ia juga mengatakan bahwa dalam minggu ini dan minggu depan penyebaran Covid-19 di Banjarmasin akan meningkat tajam, dan segera memasuki puncaknya.
“Ada 750 orang temuan terakhir kasus reaktif yang kita lakukan swab hari kemarin, ini memang ada peningkatan ketika swab massal dilakukan maka otomatis kurva kita akan meningkat tajam minggu ini dan minggu depan,” jelasnya.
Selain itu ia juga memprediksi bahwa akhir Bulan Juni nanti, kasus penyebaran Covid-19 di Banjarmasin akan mencapai puncaknya.
“Mudah-mudahan kalau kita prediksi akhir bulan Juni ini kita sudah menemukan puncak penyebaran dari Covid-19 di Banjarmasin. Bulan Juli grafiknya akan datar dan bulan Juli minggu ke 3 kurva kita akan mulai melandai,” tuturnya.
Prediksi tersebut menurutnya akan terwujud apabila masyarakat Banjarmasin mematuhi segala protokol kesehatan yang diberlakukan.
“Dari data yang kita miliki itulah prediksi kami, sepanjang masyarakat mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Karena itu kami berkeyakinan pada minggu ke 4 Bulan Juli kasus Covid-19 di Banjarmasin Insya Allah akan turun,” tandasnya.(fachrul)
Editor : Amran
-

Dirut RSUD Balangan Minta Masyarakat Jujur terhadap Kondisi Kesehatan
PARINGIN, klikkalsel.com – Semakin hari, pasien positif Covid-19 di Kabupaten Balangan terus bertambah. Data per 15 Juni 2020 jam 10.00 WITA terdata 30 orang positif Covid-19.
Dari data tersebut, semua ada terdapat tenaga medis yang merupakan salah satu garda depan ikut masuk data yang positif terpapar Covid-19.
Melihat hal ini Dirut RSUD Balangan dr Ferry sarankan masyarakat terbuka atau jujur terhadap kesehatan masing-masing.
Menurutnya, penanganan Covid-19 ini tidak bisa jika hanya dilakukan pemerintah, atau pun tim kesehatan saja. Akan tetapi butuh kerjasama dari seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Balangan.
Baca Juga : Update Covid-19 Tabalong, Direktur RSUD H Badaruddin Kasim Positif Terpapar Virus Corona
“Tenaga medis kita sudah 2 orang yang dinyatakan positif Covid-19, dan masih ada data reaktif yang belum keluar hasil swabnya,” beber dr Ferry kepada wartawan, senin (15/6/2020)
Selain itu, pencegahan penyebaran virus tersebut, secara medis memang tim kesehatan yang mengerti.
Pun demikian, jika masyarakat sendiri tidak menyadari dan selalu bersikap acuh, terhadap kondisi kesehatan yang dialami. Maka, dokter maupun tim kesehatan juga tidak bisa sepenuhnya bisa berbuat lebih.
Contohnya, masyarakat yang memang sudah melakukan kontak fisik dengan pasien positif, namun mereka malah memilih diam dan tidak melakukan upaya untuk memeriksa kesehatannya di Puskesmas atau rumah sakit terdekat.
“Lalu, bagaimana dokter dan tim medis dapat mengetahui kondisi perkembangan virus tersebut, di kalangan masyarakat,” tandasnya.
Oleh karena, dr Fery menyarankan, agar masyarakat yang merasa pernah kontak fisik, dengan pasien positif Corona, agar dapat memeriksa kondisi kesehatannya di pelayanan kesehatan yang melakukan pemeriksaan Covid-19.
Dengan demikian, penyebaran Virus Corona ini lebih dapat dideteksi, dan pencegahannya pun lebih capat dilakukan. Sehingga, dapat memutuskan mata rantainya penyebarannya.
“Memang seharusnya masyarakat yang kontak dengan pasien-pasien Covid-19, hendaknya memeriksa diri ke pelayanan kesehatan atau dia isolasi mandiri di rumah, selama 14 hari,” katanya.
Ia khawatir, masyarakat tersebut sudah tertular, namun tidak ada gejala yang menunjukkan, bahwa mereka terkonfirmasi virus tersebut. Sehingga, tidak melakukan pemeriksaan.
Untuk itu, disarankan ada atau tidak gejala yang dialami, hendaknya masyarakat bisa lebih menyadari, dan segera melakukan pemeriksaan diri di rumah sakit.
Hal ini, guna untuk mempercepat proses penanganan Covid-19 di Kabupaten Balangan, agar tidak meluas penyebarannya.
Ferry juga menilai saat ini, semua elemen merupakan garda depan penanganan Covid-19, peran terpenting adalah masyarakat, untuk itu dia berharap, agar ke depannya masyarakat lebih terbuka lagi, dan tidak takut untuk memeriksa kesehatannya di rumah sakit.
“Karena, semakin terbuka dan pedulinya masyarakat terhadap kesehatannya. Maka akan pencegahan penyebaran Covid-19 ini, akan cepat teratas,” pungkasnya. (fitri)
Editor : Akhmad




