Tag: Covid-19

  • Jusuf Kalla Minta Kalsel Sediakan 1.000 Relawan Penyemprotan Disinfektan

    Jusuf Kalla Minta Kalsel Sediakan 1.000 Relawan Penyemprotan Disinfektan

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Muhammad Jusuf Kalla akan mendukung Pemerintah Provinsi Kalsel menangangi wabah Corona (Covid-19).
    “Kuncinya harus melawan terhadap wabah tersebut dalam artian terus berusaha dalam menekan laju perkembangan virus yang menyerang sejumlah negara tersebut,” katanya pada kunjungan kerjanya dalam pertemuan Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Sahbirin Noor di Gedung Mahligai Pancasila Kamis (18/6/2020)
    “Slogan bergerak memang tepat dalam hal ini, kita jangan menyerah dengan keadaan seperti sekarang, teruslah berusaha,” kata Jusuf Kalla.
    Baca Juga : Melihat Budidaya Maggot BSF Satu-satunya di Tabalong
    Kalsel memang kasus terbanyak dalam Covid-19, namun, kata dia, jika bersatu dan saling membantu maka akan mampu menanganinya.
    Seperti melakukan penyemprotan disinfektan massal. “Penyemprotan disinfektan di Kalsel memang pernah dilakukan secara besar-besaran namun kita akan bantu lebih besar lagi, sediakan saja 1.000 sukarelawan, kita akan bantu nantinya mendatangkan alat-alatnya, namun harus pula dengan bekerjasama dengan Pemprov, petugas gugus dan lainnya,” kata mantan Wakil Presiden RI ini.
    Kesiapan PMI membantu proses terapi plasma darah untuk pasien Covid-19, Jusuf menuturkan plasma darah orang yang sembuh Covid-19 dan diperbanyak hanya bisa dilakukan oleh PMI bekerjasama dengan rumah sakit serta para peneliti. “PMI siap membatu,” ucap Jusuf Kalla
    Sementara, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor mengatakan, Kalsel akan selalu berusaha menanggulangi wabah tersebut. “Peran serta semua pihak sangat diharapkan agar dengan saling bahu membahu dan saling bantu kita bisa mengatasi wabah tersebut,” sebutnya. (azka)
    Editor : Akhmad
  • Program Stimulus untuk Petani Karet Sudah Dikucurkan Rp 1 Miliar Lebih

    Program Stimulus untuk Petani Karet Sudah Dikucurkan Rp 1 Miliar Lebih

    PARINGIN, klikkalsel.com – Perubahan skema program stimulus berupa pinjaman tanpa bunga bagi para pengumpul atau Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) harus dilakukan, perubahan program untuk menangani dampak pendemi Covid-19 di Kabupaten Balangan berdasarkan saran dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
    Perubahan skema ini, menurut Kabid Perkebunan pada Dinas Pertanian Kabupaten Balangan Amirul, jika sebelumnya direncanakan pinjaman tanpa bunga bagi sektor perkebunan karet dilakukan langsung oleh pemerintah daerah.
    Namun karena atas saran BPK, menurut Amirul, dirubah berupa pinjaman ke Bank namun bunga pinjamannya tetap ditanggung pemerintah daerah.
    “Jadi program stimulus pinjaman tanpa bunga sebetulnya tetap dijalankan, namun sumber pinjaman berasal dari bank dan kita hanya membayarkan bunganya saja selama enam bulan pertama,’’ terang Amirul , Rabu (17/6/2020), saat ditemui di ruang kerjanya.
    Hingga kini, lanjut dia, sudah ada beberapa UPPB dan Pengumpul karet yang kreditnya sudah cair di Bank yang termasuk dalam program stimulus yang dijalankan ini.
    “Menurut data kita sudah ada sekitar Rp1,4 miliar kredit yang disalurkan dalam program stimulus ini. Untuk beberapa pengaju kredit lainnya masih menunggu proses bank, kita hanya menjamin bunganya saja sedangkan untuk proses pinjaman itu domain bank dengan pemohon kredit,’’ ungkapnya.
    Besaran dana yang disediakan sendiri, kata Amirul, pihaknya menyadiakan anggaran sekitar Rp200 juta lebih untuk pembayaran bunga pinjaman selama 6 bulan pertema, sehingga dengan asumsi besaran tersebut bisa merealisasikan besaran pinjaman di bank sebasar Rp 7 miliar.
    Sekedar untuk diingat, semula tim gugus tugas berencana menganggarkan untuk program stimulus ini sebanyak Rp13 miliar, namun karena adanya perubahan perencanaan berdasarkan skala prioritas dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID- 19 Balangan, maka diturunkan menjadi Rp7,135 miliar. (adv/fitri)
    Editor : Akhmad
  • Ibu dan Bayi yang Dilahirkannya Positif Virus Corona

    Ibu dan Bayi yang Dilahirkannya Positif Virus Corona

    TANJUNG, klikkalsel.com – Kasus positif virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Tabalong kembali bertambah dua orang pada, Selasa (16/6/2020).
    Juru Bicara Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kabupaten Tabalong, dr Taufiqurrahman mengatakan, dua tambahan kasus positif baru ini adalah seorang ibu dan bayinya yang baru lahir.
    “Ada penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak dua orang dari Desa Bongkang, Kecamatan Haruai yakni, perempuan usia 33 tahun dan bayi perempuan usia nol tahun,” ungkap Taufiq.
    Dengan adanya tambahan kasus ini, total orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Tabalong telah mencapai 27 kasus. Dalam perawatan 18 orang, sembuh tujuh orang, dan meninggal dunia dua orang.
    Baca juga : Tambah Ruangan Pasien Covid-19, Lantai 4 dan 5 RSUD Ulin Direnovasi
    Untuk pasien yang masih dalam perawatan, Taufiq merincikan, satu dirawat di RS Hasan Basri Kandangan, tiga di RS Ulin Banjarmasin, 11 di pusat isolasi RS Tanjung dan tiga dirawat mandiri.
    “Dengan adanya penambahan kasus ini, kami terus mengimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, selalu memakai masker, rajin mencuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan selalu terapkan pola hidup bersih dan sehat,” tutur Taufiq.
    Sementara itu juga tercatat, hingga hari ini di Tabalong masih ada 33 orang dalam pemantauan (ODP) dan tujuh pasien dalam pengawasan (PDP).(arif)
    Editor : Amran
  • Tambah Ruangan Pasien Covid-19, Lantai 4 dan 5 RSUD Ulin Direnovasi

    Tambah Ruangan Pasien Covid-19, Lantai 4 dan 5 RSUD Ulin Direnovasi

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sejak pertengahan Maret, RSUD Ulin telah menangani pasien terpapar Covid-19 pertama di Kalsel. Sehingga, sesuai Permenkes RS ini menjadi salah satu dari 8 RS rujukan Covid-19 di Kalsel.
    Saat ini berdasar data total pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Ulin berjumlah 314 orang, 89 diantaranya sembuh dan 101 meninggal.
    Direktur RS Ulin Banjarmasin dr Hj Suciati MKes, menyatakan, dalam penanganan pasien Covid 19, RSUD Ulin mendapatkan dukungan penuh dari Pemprov Kalsel, baik berupa bantuan alat kesehatan penunjang medik dan peningkatan kapasitas layanan kesehatan.
    “Begitu juga pihak swasta dan masyarakat juga banyak yang memberikan bantuan alat kesehatan dan makanan minuman,” ucapnya.
    Namun, kata dia, atas arahan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor atau biasa disapa Paman Birin, saat ini Pemprov Kalsel melakukan renovasi lantai 4 dan 5 RS tersebut .
    “Itu untuk penambahan jumlah ruang bagi pasien Covid-19. Bila renovasi selesai maka akan ada 250 tempat tidur khusus bagi pasien Covid-19,” jelas Suciati.
    Pemprov Kalsel melalui BPBD juga memberikan insentif berupa uang lelah bagi 350 tenaga pelayanan Covid 19 yang ada di RSUD Ulin.
    Suciati mengucapkan terima kasih sebesarnya kepada Gubernur Kalsel beserta jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 atas perhatian dan dukungan anggaran yang diberikan dalam penanganan pasien Covid-19 di RSUD Ulin selama ini.
    “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Sahbirin Noor selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 serta seluruh jajaran atas perhatian dan upaya yang diberikan agar RSUD Ulin dapat memberikan layanan terbaik kepada seluruh pasien Covid-19,” tandasnya. (adv/azka)
    Editor : Akhmad
  • Kadinkes Prediksi Kasus Covid-19 di Banjarmasin Turun Bulan Juli Minggu ke 4

    Kadinkes Prediksi Kasus Covid-19 di Banjarmasin Turun Bulan Juli Minggu ke 4

    BANJARMASIN, klikkalsel.com– Kasus positif Covid-19 di Banjarmasin sudah hampir menembus angka 900, dan diperkirakan akan terus bertambah hingga akhir Juni nanti. Hal tersebut dikarenakan masih banyaknya antrian pemeriksaan swab di Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) yang berada di Banjarbaru.
    Hingga sampai saat ini sudah tercatat sebanyak 882 kasus Positif di Banjarmasin, yang mana sebanyak 735 pasien sedang dalam perawatan, 50 pasien sembuh, dan 97 kasus kematian.
    Melihat angka tinggi tersebut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Banjarmasin, Dr Machli Riyadi menyampaikan pihaknya telah memiliki data puncak penyebaran Covid-19 di Banjarmasin.
    Meskipun saat ini kasus positif di Banjarmasin sedang tinggi-tingginya, bahkan seluruh wilayah di Banjarmasin sudah terpapar Covid-19, dan daerah terbanyak kasus positif di Banjarmasin yakni Kelurahan Pekapuran Raya.
    “Sebenarnya kita sudah memiliki data, dan mudah-mudahan ini adalah data puncak penyebaran Covid-19 di Banjarmasin,” ucapnya.
    Ia juga mengatakan bahwa dalam minggu ini dan minggu depan penyebaran Covid-19 di Banjarmasin akan meningkat tajam, dan segera memasuki puncaknya.
    “Ada 750 orang temuan terakhir kasus reaktif yang kita lakukan swab hari kemarin, ini memang ada peningkatan ketika swab massal dilakukan maka otomatis kurva kita akan meningkat tajam minggu ini dan minggu depan,” jelasnya.
    Selain itu ia juga memprediksi bahwa akhir Bulan Juni nanti, kasus penyebaran Covid-19 di Banjarmasin akan mencapai puncaknya.
    “Mudah-mudahan kalau kita prediksi akhir bulan Juni ini kita sudah menemukan puncak penyebaran dari Covid-19 di Banjarmasin. Bulan Juli grafiknya akan datar dan bulan Juli minggu ke 3 kurva kita akan mulai melandai,” tuturnya.
    Prediksi tersebut menurutnya akan terwujud apabila masyarakat Banjarmasin mematuhi segala protokol kesehatan yang diberlakukan.
    “Dari data yang kita miliki itulah prediksi kami, sepanjang masyarakat mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Karena itu kami berkeyakinan pada minggu ke 4 Bulan Juli kasus Covid-19 di Banjarmasin Insya Allah akan turun,” tandasnya.(fachrul)
    Editor : Amran
  • Kembali Belasan Tamu Karantina Dipulangkan, Paman Birin Ucap Syukur

    Kembali Belasan Tamu Karantina Dipulangkan, Paman Birin Ucap Syukur

    BANJARBARU, klikkalsel.com – Ketua Gugas Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, H Sahbirin Noor, mengungkapkan syukur atas berkurangnnya tamu karantina setelah 13 orang yang dikarantina di Balai Diklat Pemprov Kalsel, Jalan Ambulung Kota Banjarbaru dipulangkan.
    Itu setelah hasil swab-nya di laboratorium medis dinyatakan negatif.
    “Alhamdulillah saya tadi menanyakan dengan pihak pengelola karantina khusus di Balai Diklat Pemprov Kalsel, kembali 13 orang bisa dipulangkan karena hasil Swab bersangkutan negatif,” Kata Sahbirin Noor.
    Baca juga : Warga Sembuh Covid-19 Diminta jadi Agen Sosialisasi Protokol Kesehatan
    Orang nomor satu di Kalsel tersebut juga mengingatkan, kepada mereka yang dipulangkan, saat kembali di rumah agar tetap menerapkan protokol kesehatan, sebagaimana diterapkan di karantina, karena ini misi kemanusiaan untuk masyarakat agar terhindar dari wabah Covid-19.
    “Terima kasih kepada semua pihak yang bertugas di karantina atas upaya yang dilakukan memberi layanan terbaik, dan yang belum bisa pulang agar bersabar terus ikhtiar dan berdoa,” ucap Paman Birin.
    Ia menambahkan, sebelumnya ada 11 orang dikarantina yang sama juga dipulangkan.
    “Saya juga bersyukur sudah puluhan tamu karantina bisa pulang ke rumah, karena negatif Covid-19,” pungkasnya. (adv/azka)
    Editor : Akhmad
  • Warga Sembuh Covid-19 Diminta jadi Agen Sosialisasi Protokol Kesehatan

    Warga Sembuh Covid-19 Diminta jadi Agen Sosialisasi Protokol Kesehatan

    BANJARBARU, klikkalsel.com – Bagi mereka yang telah bebas dari paparan Covid-19 setelah mendapat karantina, diminta dapat menjadi agen sosialisasi protokol kesehatan di lingkungan terdekatnya.

    Itu sesuai arahan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor atau disapa Paman Birin.

    “Diharapkan mereka yang telah sembuh dapat jadi agen gugus tugas dalam menyampaikan arti penting menerapkan protokol kesehatan dalam mencegah penularan Covid-19,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Abdul Haris Makkie saat melepas 13 peserta karantina khusus di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Kampus II Jalan Ambulung Banjarbaru Senin (15/6/2020).

    Baca juga : Kembali Belasan Tamu Karantina Dipulangkan, Paman Birin Ucap Syukur

    Kepada yang sembuh diminta dapat mengingatkan kerabat atau tetangga untuk melaksanakan protokol kesehatan.

    “Mencegah lebih baik daripada mengobati, jadi saling ingatkan satu sama lain, pian berataan (anda semua) sampaikan juga pentingnya pola hidup sehat dan bersih dalam mencegah penularan virus Corona,” ucap Haris.

    Dalam pelepasan itu Haris mewakili Gubernur Kalsel juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada 13 peserta karantina khusus. Tercatat ada 37 peserta karantina Ambulung yang telah sembuh. (azka)

    Editor : Akhmad

  • Dirut RSUD Balangan Minta Masyarakat Jujur terhadap Kondisi Kesehatan

    Dirut RSUD Balangan Minta Masyarakat Jujur terhadap Kondisi Kesehatan

    PARINGIN, klikkalsel.com – Semakin hari, pasien positif Covid-19 di Kabupaten Balangan terus bertambah. Data per 15 Juni 2020 jam 10.00 WITA terdata 30 orang positif Covid-19.
    Dari data tersebut, semua ada terdapat tenaga medis yang merupakan salah satu garda depan ikut masuk data yang positif terpapar Covid-19.
    Melihat hal ini Dirut RSUD Balangan dr Ferry sarankan masyarakat terbuka atau jujur terhadap kesehatan masing-masing.
    Menurutnya, penanganan Covid-19 ini tidak bisa jika hanya dilakukan pemerintah, atau pun tim kesehatan saja. Akan tetapi butuh kerjasama dari seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Balangan.
    Baca Juga : Update Covid-19 Tabalong, Direktur RSUD H Badaruddin Kasim Positif Terpapar Virus Corona
    “Tenaga medis kita sudah 2 orang yang dinyatakan positif Covid-19, dan masih ada data reaktif yang belum keluar hasil swabnya,” beber dr Ferry kepada wartawan, senin (15/6/2020)
    Selain itu, pencegahan penyebaran virus tersebut, secara medis memang tim kesehatan yang mengerti.
    Pun demikian, jika masyarakat sendiri tidak menyadari dan selalu bersikap acuh, terhadap kondisi kesehatan yang dialami. Maka, dokter maupun tim kesehatan juga tidak bisa sepenuhnya bisa berbuat lebih.
    Contohnya, masyarakat yang memang sudah melakukan kontak fisik dengan pasien positif, namun mereka malah memilih diam dan tidak melakukan upaya untuk memeriksa kesehatannya di Puskesmas atau rumah sakit terdekat.
    “Lalu, bagaimana dokter dan tim medis dapat mengetahui kondisi perkembangan virus tersebut, di kalangan masyarakat,” tandasnya.
    Oleh karena, dr Fery menyarankan, agar masyarakat yang merasa pernah kontak fisik, dengan pasien positif Corona, agar dapat memeriksa kondisi kesehatannya di pelayanan kesehatan yang melakukan pemeriksaan Covid-19.
    Dengan demikian, penyebaran Virus Corona ini lebih dapat dideteksi, dan pencegahannya pun lebih capat dilakukan. Sehingga, dapat memutuskan mata rantainya penyebarannya.
    “Memang seharusnya masyarakat yang kontak dengan pasien-pasien Covid-19, hendaknya memeriksa diri ke pelayanan kesehatan atau dia isolasi mandiri di rumah, selama 14 hari,” katanya.
    Ia khawatir, masyarakat tersebut sudah tertular, namun tidak ada gejala yang menunjukkan, bahwa mereka terkonfirmasi virus tersebut. Sehingga, tidak melakukan pemeriksaan.
    Untuk itu, disarankan ada atau tidak gejala yang dialami, hendaknya masyarakat bisa lebih menyadari, dan segera melakukan pemeriksaan diri di rumah sakit.
    Hal ini, guna untuk mempercepat proses penanganan Covid-19 di Kabupaten Balangan, agar tidak meluas penyebarannya.
    Ferry juga menilai saat ini, semua elemen merupakan garda depan penanganan Covid-19, peran terpenting adalah masyarakat, untuk itu dia berharap, agar ke depannya masyarakat lebih terbuka lagi, dan tidak takut untuk memeriksa kesehatannya di rumah sakit.
    “Karena, semakin terbuka dan pedulinya masyarakat terhadap kesehatannya. Maka akan pencegahan penyebaran Covid-19 ini, akan cepat teratas,” pungkasnya. (fitri)
    Editor : Akhmad
  • COVID-19 Kalsel Per 14 Juni : 70 Kasus Baru Dari 8 Daerah, Sembuh 31 dan Meninggal 8

    COVID-19 Kalsel Per 14 Juni : 70 Kasus Baru Dari 8 Daerah, Sembuh 31 dan Meninggal 8

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Jumlah kasus Virus Corona di Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali mengalami. Hingga Minggu 14 Juni 2020, akumulasi kasus positif telah mencapai 1.887 orang terinfeksi Virus Corona.
    Dikutip dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kalsel, hari ini terjadi penambahan 70 kasus baru. Selain itu, jumlah pasien sembuh dan meninggal dunia turut terjadi penambahan. Berikut perkembangan kasus COVID-19 per 14 Juni 2020.
    1. Jumlah kasus Covid-19 bertambah 70 dari 1.817 menjadi 1.887, kasus baru ini berasal dari 8 daerah. Di antaranya Kota Banjarmasin dan Kabupaten Tanah Laut terbanyak dengan 19 kasus baru.
    Selanjutnya, Kabupaten Balangan 12 kasus baru, 11 di Kota Banjarbaru, masing-masing 3 di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala, 2 di Kabupaten Hulu Sungai Utara, serta 1 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
    2. Kabar baiknya, jumlah pasien sembuh dilaporkan bertambah 31 dari 202 menjadi 233. Pasien sembuh berasal dari 6 daerah, yaitu Kabupaten Tanah Laut 14, Kabupaten Tapin 7, Kabupaten Tanah Bumbu 5, Kota Banjarbaru 3, Kabupaten Banjar 1 dan Kota Banjarmasin 1.
    Para pasien sembuh tersebut dirawat di beberapa rumah sakit rujukan dan dirawat karantina khusus.
    “Pasien sembuh hari ini sebanyak 31 orang berasal dari : Karantina Khusus Ambulung Banjarbaru 13 orang, RSUD Ulin Banjarmasin 1 orang, RSUD Ansari Saleh 1 orang, RSUD Idaman Banjarbaru 1 orang, Karantina Khusus Tanah Laut 14 orang dan RSUD Datu Sanggul Rantau 1 orang,” dikutip dari keterangan Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kalsel, Minggu (14/6/2020).
    3. Jumlah orang meninggal terpapar COVID-19 dilaporkan bertambah 8 dari 120 menjadi 128. Pasien wafat ini berasal dari 4 daerah dengan masing-masing 2 penambahan angka meninggal.
    “Tanah Laut 2 orang (meninggal tanggal 3 Juni dan 4 Juni), Tabalong 2 orang (meninggal tanggal 5 Juni dan terkonfirmasi COVID-19 tanggal 12 Juni), Kota Banjarmasin 2 orang (meninggal tanggal 11 Juni dan 12 Juni), Kota Banjarbaru 2 orang (meninggal 7 Juni dan 9 Juni,” dikutip dari keterangan Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kalsel.
    4. Secara kumulatif 1.887 jumlah orang terpapar Covid-19 di Kalsel di antaranya 1.526 dalam perawatan, 233 sembuh, dan 128 meninggal.
    5. Jumlah PDP se Kalsel terdata 250 dirawat di beberapa rumah sakit rujukan dan dirawat secara karantina khusus. Total PDP Kalsel ini terdinamika dengan yang negatif COVID-19 dan dinyatakan sembuh, serta PDP yang baru dirawat.
    6. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) se Kalsel berkurang menjadi 877 se Kalsel. 3 daerah yang telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menempati jumlah ODP terbanyak. Pertama Kota Banjarmasin 418 ODP, kedua Kabupaten Barito Kuala 141 ODP, dan ketiga Kabupaten Banjar 64.
    Sementara itu, terus meningkatnya kasus positif di provinsi ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, meminta kerjasama masyarakat dalam memutus penyebaran mata rantai penyebaran Covid-19 di Bumi Lambung Mangkurat. Dengan cara melaksanakan anjuran pemerintah untuk mencegah penularan virus Corona.
    Antara lain, bersama-sama menerapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS) dengan rajin mencuci tangan pakai sabun atau menggunakan cairan antiseptic serta mengkonsumsi makanan bergizi, menggunakan masker jika keluar rumah, tetap jaga jarak dan kontak fisik. (rizqon)
  • 123 Kasus Baru dari 11 Daerah Tambah Jumlah Penambahan Covid-19 di Kalsel

    123 Kasus Baru dari 11 Daerah Tambah Jumlah Penambahan Covid-19 di Kalsel

    BANJARBARU, klikkalsel.com – Jumlah kasus virus Corona di Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali bertambah signifikan. Sabtu 13 Juni 2020, akumulasi kasus positif telah mencapai 1.817 orang terpapar wabah Covid-19.
    Dikutip dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, hari ini terjadi penambahan 123 kasus baru. Selain itu, jumlah pasien sembuh dan meninggal dunia turut bertambah. Berikut perkembangan kasus Covid-19 per 13 Juni 2020.
    1. Jumlah kasus Covid-19 bertambah 123 dari 1.694 dari menjadi 1.817, kasus baru ini berasal dari 11 daerah. Salah satunya Banjarmasin terbanyak dengan 37 kasus baru.
    Selanjutnya, Barito Kuala (Batola) 25 kasus baru, 19 di Banjar, 15 di Hulu Sungai Utara, 10 di Balangan, 7 di Tabalong, 5 di Tanah Laut, 3 di Banjarbaru, dan masing-masing 1 di Tapin dan Hulu Sungai Selatan, serta di Hulu Sungai Tengah.
    2. Kabar baiknya, jumlah pasien sembuh dilaporkan bertambah 20 dari 182 menjadi 202. Pasien sembuh berasal dari 7 daerah yaitu dari Tapin sebanyak 7 pasien sembuh, 5 dari Barito Kuala, 3 asal Banjarmasin, 2 dari Banjarbaru, dan masing-masing 1 dari Tanah Laut, Tanah Bumbu serta Tabalong.
    Pasien sembuh tersebut sebanyak 8 orang menjalani perawatan dibeberapa rumah sakit. Diantaranya 3 di RSUD Ulin Banjarmasin, 4 di RSUD Abdul Aziz, Marabahan, Barito Kuala, dan 1 di RSUD H Boejasin Pelaihari,Tanah Laut. 12 pasien sembuh lainnya menjalani karantina secara khusus yaitu 11 di Karantina Khusus Ambulung Banjarbaru dan 1 di tempat karantina khusus di Tabalong.
    3. Jumlah orang meninggal terpapar Covid-19 dilaporkan bertambah 4 dari 116 menjadi 120. Pasien wafat ini berasal dari 2 daerah yaitu Banjarmasin 2 dan Banjar 2.
    4. Secara kumulatif 1.817 jumlah orang terpapar Covid-19 di Kalsel di antaranya 1.495 dalam perawatan, 202 sembuh, dan 120 meninggal.
    5. Jumlah PDP se Kalsel terdata 252 dirawat di beberapa rumah sakit rujukan dan dirawat secara karantina khusus. Total PDP Kalsel ini terdinamika dengan jumlah puluhan PDP yang negatif Covid-19 dan dinyatakan sembuh, serta PDP yang baru dirawat.
    6. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) se Kalsel bertambah menjadi 889. 3 daerah yang telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menempati jumlah ODP terbanyak. Pertama Kota Banjarmasin 436 ODP, kedua Kabupaten Barito Kuala 135 ODP, dan ketiga Kabupaten Banjar 64.
    Sementara meningkatnya kasus positif di provinsi ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, meminta kerjasama masyarakat dalam memutus penyebaran mata rantai penyebaran Covid-19 di Bumi Lambung Mangkurat. Dengan cara melaksanakan anjuran pemerintah untuk mencegah penularan virus Corona.
    Antara lain, bersama-sama menerapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS) dengan rajin mencuci tangan pakai sabun atau menggunakan cairan antiseptic serta mengkonsumsi makanan bergizi, menggunakan masker jika keluar rumah, tetap jaga jarak dan kontak fisik.(rizqon)
    Editor : Amran