Kategori: Pendidikan

  • Mathari Mendukung Sekolah Dipasangi CCTV

    Mathari Mendukung Sekolah Dipasangi CCTV

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Munculnya wacana pemasangan CCTV di tiap sekolah, baik SMP, SD terutama TK/PAUD mendapat dukungan dari dewan Banjarmasin.

    Sebab, CCTV tersebut selain berguna untuk memantau aktivitas belajar mengajar tetapi juga untuk mengantisipasi kegiatan yang dianggap melanggar.

    “Salah satunya guna mengetahui aktivitas di sekolah. Sehingga ketika ada kejadian yang tak diharapkan bisa diketahui, contohnya kekerasan terhadap anak didik, seperti insiden dugaan kekerasan terhadap anak PAUD beberapa waktu lalu,” ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Banjarmasin Mathari.

    Selain itu, kata dia, dengan adanya kamera pemantau di sekolah bisa dijadikan media pengawasan, baik terhadap guru ataupun anak didik.

    Baca Juga Wakil Ketua Dewan Banjarmasin Tolak Kebijakan Penghapusan Tenaga Honorer

    Baca Juga Empat Anggota Dewan Banjarmasin Bacaleg ke DPRD Kalsel

    Mathari pun mengharapkan, adanya CCTV di tiap sekolah, dugaan kekerasan terhadap anak PAUD tidak terjadi lagi.

    “Saya mendukung sekolah dipasangi CCTV, karena tujuannya bagus,” katanya.

    Terkait dugaan kekerasan terhadap anak PAUD, ia berharap, persoalan tersebut tidak berlarut-larut.

    Jadi, ia meminta, Dinas Pendidikan (Disdik) turun tangan untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

    “Meskipun PAUD itu milik sebuah yayasan, tetap menjadi tanggung jawab Disdik,” tegasnya.

    Hal itu dilakukan, agar permasalahan yang terjadi tidak membuat citra dunia pendidikan yang sudah dibangun baik di Banjarmasin menjadi rusak.

    “Kami meminta, agar Disdik membentuk tim Ad Hoc atau tim khusus untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya lagi.

    Dengan adanya tim khusus itu, tentu membuat terang dan jelas seperti apa duduk permasalahan yang terjadi.

    “Karena informasi yang beredar saat ini, peristiwa itu terjadi beberapa bulan lalu. Namun, baru mencuat,” tukasnya. (farid)

    Editor : Amran

  • Lutfi Ingin Oknum Guru Pelaku Kekerasan Diberi Sanksi

    Lutfi Ingin Oknum Guru Pelaku Kekerasan Diberi Sanksi

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Ketua Komisi IV DPRD Kalsel HM Lutfi Saifuddin mengharapakan kasus kekerasan terhadap anak harus mendapat perhatian serius semua pihak. Tidak saja di institusi pendidikan tetapi juga pihak berwajib.

    Bahkan beberapa waktu kemarin, terjadi kasus dugaan kekerasan terhadap peserta didik oleh guru selaku tenaga pengajar.

    “Tentu hal tersebut akan berdampak negatif di lembaga pendidikan, namun juga berdampak perkembangan mentalitas anak itu sendiri. Pada akhirnya rasa ketidak percayaan dan kekhawatiran orang tua murid terhadap tenaga pengajar menghantui mereka,” katanya Senin (5/6/2023).

    Baca Juga : Viral di Media Sosial, Seorang Ibu Curhat Anaknya Jadi Korban Kekerasan PAUD Banjarmasin

    Baca Juga : Ibnu Sina Sesali Adanya Dugaan Kekerasan Anak di Salah Satu PAUD di Banjarmasin

    Bercermin dengan kejadian dugaan kekerasasan pada anak tersebut, tentunya orang tua atau wali murid diimbau lebih selektif dan teliti dalam memilih sekolah untuk anaknya.

    “Dalam memilih jangan memaksakan diri untuk masuk sekolah favorit, banyak pula sekolah pinggiran yang tidak kalah mutunya dengan sekolah yang menjadi kebanggaan,” katanya.

    Lutfi juga juga setuju, jika oknum guru terduga pelaku kekerasan diberikan sanksi tegas, hingga kepada yayasan atau lembaga bersangkutan, perizinannya bisa dibekukan minimal sampai proses hukum selesai.

    “Kami ingin efek jera itu bisa memperbaiki kualitas pendidikan kita,” pungkasnya. (azka)

    Editor : Akhmad

  • Lurah Akui Angka Anak Putus Sekolah di Kelurahan Murung Raya Cukup Tinggi

    Lurah Akui Angka Anak Putus Sekolah di Kelurahan Murung Raya Cukup Tinggi

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kelurahan Murung Raya, Kecamatan Banjarmasin Selatan mencatat angka putus sekolah dan angka kemiskinan ekstrim cukup tinggi.

    Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Lurah Murung Raya, Sugeng saat forum Dialog yang digelar Dinas Sosial Banjarmasin di salah satu hotel berbintang.

    Sugeng mengatakan bahwa di kawasal Murung Raya tersebut kondisi anak putus sekolah cukup tinggi. Banyak pengangguran dan orang yang mabukserta menyandang pendidikan rendah.

    Bahkan menurutnya di SMP Negeri 28 yang berada di Kelurahan Murung Raya itu semakin hari siswanya semakin berkurang.

    Untuk itu ia meminta kepada Dinas Pendidikan agar bisa mengentaskan permasalahan tingginya angka putus sekolah tersebut.

    Baca Juga Tingkatkan Literasi di Kalsel, PLN Donasikan Buku ke Sekolah Inklusi Banjarbaru

    Baca Juga Persiapan Akreditasi Pengelola Perpustakaan Sekolah dan Desa di Tanbu Dibekali Pembinaan

    “Murung raya memang masuk dalam angka putus sekolah yang ekstrim. Nilainya sangat tinggi di Banjarmasin ini,” ujarnya.

    “Maka saya selaku lurah menginginkan untuk angkanya itu menurun, dengan cara kami mendatangi dan mendata warganya itu,”tambahnya.

    Ia pun menginginkan agar angka putus sekolah tersebut bisa tertangani dengan baik. “Kami juga ingin anak-anak yang putus sekolah itu bisa kembali bersekolah,” bebernya.

    Selain itu kata dia, bahwa terjadinya putus sekolah itu sebagian besar lantaran faktor ekonomi. Sehingga meminta kepada Dinas Sosial bisa memberikan bantuan terhadap para anak yang putus sekolah, bisa kembali bersekolah.

    “Karena permasalahan ekonomi itu tadi, saya berharap bagaimana Dinas Sosial maupun Dinas lain yang terkait bisa membantu,” pungkasnya.

    Ketika di konfirmasi berkaitan tingginya anak putus sekolah tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Nuryadi, belum memberikan jawaban apapun.(fachrul)

    Editor : Amran

  • Hadiri Halal Bihalal PGRI, Bupati Balangan Tambah Insentif Guru Non ASN Rp 250 Ribu

    Hadiri Halal Bihalal PGRI, Bupati Balangan Tambah Insentif Guru Non ASN Rp 250 Ribu

    PARINGIN, klikkalsel.com – Bupati Balangan, Abdul Hadi, hadiri acara halal bihalal keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Juai, bertempat di Gedung Serbaguna Desa Mungkur Uyam, Kecamatan Juai, Kamis (1/6/2023).

    Kehadiran Bupati Balangan turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan, Camat Juai, Ketua PGRI Kabupaten Balangan, anggota PGRI, dan tenaga pendidik yang purna tugas serta calon jemaah haji PGRI Kecamatan Juai.

    Abdul Hadi dalam sambutannya menyampaikan, ucapan terima kasihnya kepada guru yang purna tugas, atas sumbangsih yang selama ini diberikan dalam melakukan pembenahan secara nyata, demi terwujudnya pelaksanaan pembangunan khususnya dibidang pendidikan.

    “Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada guru yang purna tugas, karena sudah mendedikasikan tenaga dan pikirannya untuk memajukan pendidikan di Balangan,” katanya.

    Baca Juga : Bupati Balangan Salurkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Dua Desa

    Baca Juga : Ikuti Verifikasi Lapangan, Pemkab Siap Wujudkan Balangan Sebagai KLA

    Ia melanjutkan, sebagai bentuk apresiasi terhadap tenaga pendidik, maka pemerintah daerah bakal memberikan tambahan gaji insentif sebesar Rp 250 ribu kepada tenaga pendidik non ASN.

    Pemberian tambahan gaji insentif ini dilakukan pada anggaran perubahan tahun 2023, dengan tujuan untuk memberikan semangat kepada tenaga pendidik dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, sehingga akan berimbas pada peningkatan kualitas pendidikan di Balangan.

    Acara diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada guru purna tugas dan SK kepada guru yang mutasi. (rfk/klik)

    Editor : Akhmad

  • Buta Huruf Masih Menjadi Momok Pendidikan di Daerah

    Buta Huruf Masih Menjadi Momok Pendidikan di Daerah

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Buta huruf (tidak bisa membaca) masih menjadi momok di dunia pendidikan, ditakutkan ke depannya akan mengancam kemajuan dan perkembangan suatu daerah.

    Sampai saat ini, kasus buta huruf rupanya masih didapati di beberapa daerah pelosok yang berada pada Provinsi Kalimantan Selatan.

    Hal tersebut diungkapkan, Drs. Ahmad Rijali yang kala itu selaku sebagai supervisor dari kelompok 5 Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin untuk melakukan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Hinas Kanan, Kecamatan Hantakan Kabupaten Barabai, Provinsi Kalimantan Selatan pada 20 Mei-20 Juni 2023 mendatang.

    Mahasiswa KKN Kelompok 5 dengan supervisor Drs. Ahmad Rijali ini berjumlah 7 orang yaitu Khairul Rizal, Muhammad Iqbal Pratama, Muhammad Saufi Hidayat, Masliah, Noor Tiara, Ummi Rahmiatun, dan Syed Al-Idrus.

    “Mahasiswa ini berasal dari beberapa daerah, provinsi bahkan negara Malaysia,” ujarnya, Kamis (1/6/2023)

    Pihaknya menemukan tingginya angka buta huruf pada anak-anak yang masih menempuh pendidikan di SD Hinas Kanan.

    Baca Juga Pelajar dan Pemuda di Kecamatan Kusan Hulu Diedukasi Pendidikan Politik

    Baca Juga Bank Kalsel Berikan Bantuan Pendidikan untuk Fajar Haikal Munawwar

    Bahkan, banyak anak-anak yang sudah lulus SD mengurungkan niatnya untuk melanjutkan pendidikan di SMP karena takut ke depannya kesulitan membaca.

    “Hal ini terjadi di Desa Hinas Kanan Kecamatan Hantakan Kabupaten HST lebih tepatnya di sekolah SDN 1 Datar Ajab,” ungkapnya.

    Dari hasil survey dan bertanya kepada guru sekolah, kepala desa, tokoh agama, masyarakat setempat, ditemukan masalah buta huruf tersebut diduga terjadi karena sebagian orangtua kurang terlalu peduli dengan pendidikan anaknya, dan berbagai faktor lainnya.

    “Orang tua atau wali anak di Hinas Kanan sebagian kurang terlalu peduli dengan pendidikan anak anaknya selain itu faktor fasilitas, akses yang lumayan sulit karena jalur naik turun gunung dan jalannya sangat rusak juga diduga menjadi penyebab,” imbuhnya.

    “Faktor lainnya di SDN 1 Datar Ajab pembelajarannya tidak efisien, ini yang perlu diperhatikan lagi, “tambahnya

    Disamping itu, Ketua kelompok KKN kelompok 5 UIN Antasari, Khairul Rizal mengatakan, pendidikan merupakan sebuah hal yang sangat penting untuk diperhatikan, sebagai sarana untuk membangun karakter anak bangsa.

    “Sebagai mahasiswa yang berlatar belakang dari fakultas keguruan, saya sangat mengkhawatirkan yang terjadi di desa Hinas Kanan ini, tanpa adanya dukungan dan kolaborasi orangtua, guru, aparat desa, masyarakat setempat dan pemerintah untuk mengawal pendidikan maka kualitas masyarakat tidak akan mengalami kemajuan dan akan berimbas kepada rendah nya kualitas SDM.” kata Rizal.

    Kemudian, pihaknya mencari penyebab banyaknya kasus buta huruf yang terjadi di wilayah tersebut dan mendapati minimnya fasilitas untuk membaca juga menjadi penyebab dari hal tersebut.

    “Ketika kami bertanya pada guru SDN 1 Datar Rajab mengenai perpustakaan yang ada di sana buku-bukunya sangat kurang, rak-rak di perpustakaan sudah dimakan rayap dan ada yang mau roboh, buku-buku yang ada disana banyak rusak dan dimakan rayap,” ungkapnya.

    Untuk itu pihaknya melayangkan surat permohonan bantuan buku bahan bacaan anak-anak sekolah dasar beserta fasilitas lemari sebagai penunjang untuk mengurangi tinggi angka buta huruf yang terjadi.

    “Kami berharap dinas pendidikan atau stakeholder terkait merespon, dan secepatnya untuk menanganinya,” harap Rizal.

    Ditambahkan Muhammad Iqbal Pratama, satu dari anggota kelompok KKN juga mengatakan bahwa berdasarkan amanat UUD 1945 Pasal 31 Ayat 1 yang berbunyi bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan .

    “Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 pasal 12 ayat 3 Pemerintah kabupaten/kota wajib mengupayakan agar setiap warga negara Indonesia usia wajib belajar mengikuti program wajib belajar 9 tahun,” tegasnya.

    Di samping peraturan pemerintah yang mewajibkan belajar bagi warga negaranya juga harus diiringi dengan sarana prasarana yang memadai.

    Sarana dan prasarana yang memadai tersebut harus memenuhi ketentuan minimum yang ditetapkan dalam standar sarana dan prasarana

    “Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2007,” tuturnya.

    Diantara itu, ialah pengadaan perpustakaan beserta buku-buku sebagai sumber pembelajaran yang lainnya.

    “Oleh karena itu, sekolah maupun pemerintah harus bersinergi dalam hal mensukseskan pendidikan di indonesia berdasarkan pedoman peraturan pendidikan yang ada,” pungkasnya. (airlangga)

    Editor: Abadi

  • Melalui Lomba Inovasi Ideathon Siswa Siswi Dapat Berkarya Bagi Banjarmasin

    Juri Lomba Inovasi Banjarmasin Smart City Ideathom dan Kepala Dinas Kominfotik, Windiasti Kartika berfoto bersama dengan para pemenang lomba

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Berbagai karya dari pelaksanaan lomba Inovasi Banjarmasin Smart City Ideathon, menarik perhatian Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Banjarmasin.

     

    Lomba yang dilaksanakan selama tiga hari di Plaza Smart City Banjarmasin ini diikuti sebanyak 48 orang siswa dari delapan sekolah SMA dan SMK di Banjarmasin.

     

    Dari tiga hari pelaksanaan tersebut, banyak karya-karya inovatif yang membuat para dewan juri kebingungan untuk menentukan siapa yang menjadi pemenang.

     

    Namun dari keseluruhan, akhirnya para dewan juri menunjuk Senjar (Aplikasi Seniman Banjar) buah hasil kreatif dari siswa SMAN 7 Banjarmasin (B) yang keluar sebagai juara pertama.

     

    Penyerahan hadiah kepada pemenang tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Diskominfotik, Windiasti Kartika.

    Baca Juga : Popda Tahun 2023, Panjat Tebing Banjarmasin Hanya Kirimkan Satu Atlet, Berikut Alasanya

    Baca Juga : Delapan Emas Mengantarkan Banjarmasin Juara Umum Cabor Renang di Popda Kalsel 2023

    Ia mengatakan pengumuman pemenang lomba inovasi smart city kota Banjarmasin tahun 2023 itu sekaligus menutup kegiatan lomba tersebut.

     

    “Alhamdulillah kalian sudah melewati 3 hari kegiatan ini dan mendapatkan bimbingan dari pada mentor, pembimbing dan juga bagaimana caranya kalian menuangkan ide ide kreatif terkait inovasi smart city di Kota Banjarmasin,” ujarnya, Sabtu (27/5/2023).

     

    Ia pun menyampaikan bahwa ada 6 dimensi smart city yang diperlombakan. Yaitu, smart governance, smart economy, smart living, smart environment, smart society dan smart branding.

     

    Windi mengungkapkan dalam penilaian akhir tersebut, para juri juga sempat kebingungan untuk menilai hasil dalam lomba itu.

     

    “Para juri bingung memilih, karena semuanya bagus-bagus dan brilian ide-idenya. Saya bersyukur karena kalian bisa mengembangkan diri melalui acara ini,” bebernya.

     

    Kegiatan lomba tersebut juga dikatakan Windi, bertujuan untuk mengembangkan bakat, minat serta kreativitas kepada semua anak anak SMA dan SMK sederajat kota Banjarmasin.

     

    “Tentu saja akan semakin berkembang itu ada di tangan kalian bagaimana Banjarmasin, agar bisa menjadi berkembang kedepannya,” harapnya.

     

    Ia juga berharap, apa yang sudah dikerjakan selama 3 hari dalam kegiatan bisa menghasilkan karya-karya yang bermanfaat untuk Kota Banjarmasin.

     

    “Untuk pemenang mentoring untuk bisa di bantu nanti perwujudan atau realisasi ide-ide kreatif inovasi yang sudah dimunculkan di acara ini nanti kita akan audiensi dengan Pak Wali Kota. Sehingga pimpinan kota Banjarmasin ini mengetahui apa saja ide kreatif smart city ini,” pungkasnya.

     

    Adapun pemenang dalam lomba tersebut adalah :

    Juara 1 : SMAN 7 Banjarmasin (B), Senjar (Aplikasi Seniman Banjar)

    Juara 2 : SMAN 1 Banjarmasin, Memaksimalkan Penggunaan Taman Budaya

    Juara 3 : SMAN 7 Banjarmasin (A), Smart Halte Bus

    Juara Harapan 1 : SMKN Banjarmasin (B), Health Care

    Juara Harapan 2 : SMA Al Mazaya Banjarmasin (A), Nusapass (Aplikasi Perlindungan Data Masyarakat).(fachrul)

     

    Editor : Amran

  • Rangkaian Terakhir Perpisahan, 91 Murid SD Muhammadiyah 9 Dikukuhkan

    Rangkaian Terakhir Perpisahan, 91 Murid SD Muhammadiyah 9 Dikukuhkan

    BANJARMASIN, Kikkalsel.com – Sekolah Dasar Muhammadiyah 9 (SDM 9) Kota Banjarmasin menggelar perpisahan di Limarasa Platinum Ballroom Banjarmasin, Rabu (24/05/2023).

    Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 9 Suhrawardi, menyebutkan sebanyak 91 murid yang dikukuhkan pada kegiatan perpisahan ini. “Alhamdulillah acara kita lancar,” ucapnya.

    Dia juga menyebutkan, kegiatan ini merupakan rangkaian terakhir para murid kelas 6, di mana sebelumnya pihaknya melaksanakan bakti sosial, hingga study tour.

    “Jadi ini juga merupakan rangkaian terakhir ya, dimana sebelumnya kita membagikan 250 bungkus paket makan untuk kaum dhuafa, dan juga study tour ke Pantai Batakan, sebagai bentuk refreshing bagi anak-anak kita,” tutur Suhrawardi.

    Baca Juga : Diskominfotik Gali Ide Kreatif Anak Muda Melalui Lomba Inovasi Banjarmasin Smart City Ideathon

    Baca Juga : 1.378 Bibit Muda Banua Ramaikan POPDA Kalsel 2023

    Kegiatan yang sempat terhenti dan terbatas, akhirnya bisa dilaksanakan kembali dengan normal, hal itu membuat perpisahan kali ini berbeda 2 tahun yang lalu.


    Pria yang biasa disapa Bapak Suhra ini berharap, untuk para murid terus menebarkan kebaikan yang telah diajarkan oleh para guru disekolah.

    “Yang pasti kita berharap yang terbaik untuk anak anak kita ini, dan bisa mencapai apa yang mereka inginkan, dan juga jangan lupa untuk terus menebarkan kebaikan di luar sana seperti yang sudah diajarkan para guru guru,” tukasnya. (restu)

    Editor : Akhmad

  • Lulusan Pertama SMAN 2 Karang Intan Kedatangan Tamu Istimewa

    Lulusan Pertama SMAN 2 Karang Intan Kedatangan Tamu Istimewa

    MARTAPURA, klikkalsel.com – Lulusan pertama SMA Negeri 2 Karang Intan, Kabupaten Banjar, mendapat momen berharga. Dalam acara pengukuhan dan perpisahan, mereka kedatangan tamu istimewa, yakni orang nomor satu di Bumi Lambung Mangkurat, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau yang akrab disapa Paman Birin, Selasa (23/5/2023).

    Paman Birin mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya, karena SMA yang dibangun di era kepemimpinannya sebagai Gubernur Kalsel, telah meluluskan siswa pertamanya.

    “Atas permintaan masyarakat, sehingga SMA ini bisa berdiri dan menghasilkan lulusan,” ucapnya.

    Lebih lanjut, Paman Birin mengatakan, sejarah telah terukir di SMA Negeri 2 Karang Intan karena telah berhasil meluluskan siswanya.


    Di momen ini, gubernur memberikan apresiasi khusus bagi 3 siswa terbaik lulusan SMA Negeri 2 Karang Intan.

    “Semoga sekolah ini semakin maju, siswanya semakin banyak,” imbuhnya.

    Baca Juga : 1.700 Peserta Bakal Ikuti Kemah Bela Negara di Kalsel

    Baca Juga : Bangun Sinergitas, Sekretariat DPRD Kalsel Akan ke Biro Pemberitaan Sekretariat Jenderal DPR RI

    Paman Birin menyampaikan, kehadirannya di SMA ini sebagai bentuk dukungan dan komitmen terhadap pembangunan SDM hingga ke pelosok.

    “Selain di sini, di Paramasan, di Lontar yang sejak lama belum ada SMA, kita bangun,” tandasnya.

    Paman Birin berharap, adanya SMA hingga pelosok, tidak ada lagi masyarakat yang putus sekolah, harus bisa menuntaskan pendidikan dasar 12 tahun, terlebih bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

    Sementara Kepala Sekolah SMA 2 Karang Intan, Suyati,S.Pd mengatakan lulusan pertama ini berjumlah 23 orang. Dia juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan oleh Gubernur Kalsel, sehingga sekolah ini dapat terus maju.

    “Kami tentunya terus berharap dukungan dari Pemprov Kalsel untuk pembangunan sekolah ini,” pungkasnya. (rizqon)

    Editor: Abadi

  • 1.700 Peserta Bakal Ikuti Kemah Bela Negara di Kalsel

    1.700 Peserta Bakal Ikuti Kemah Bela Negara di Kalsel

    BANJARBARU, klikkalsel.com – Pemprov Kalsel dan Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Kalsel mematangkan persiapan kegiatan Kemah Bela Negara Tahun 2023. Kemah Bela Negara Nasional dijadwalkan pada 10-16 Juli 2023 di Kiram Park, Kabupaten Banjar.

    Rapat pemantapan ini dipimpin Gubernur Kalsel Sahbirin Noor melalui Sekdaprov Roy Rizali Anwar. Tampak hadir Plt. Asisten II drh. Suparmi, pengurus Kwarda Kalsel, instansi lingkup Pemprov Kalsel, TNI/Polri serta berbagai organisasi pendukung lainnya.

    Ketua Kwarda Kalsel Hj. Raudatul Jannah melalui Ketua Harian Kwarda, Agussalim menjelaskan berbagai alur kegiatan dan rencana kegiatan. Peserta yang berumur 11-15 tahun ini akan datang mulai tanggal 10 Juli. Total akan datang sekitar 1.700 peserta bersama para pendamping.

    Berbagai kegiatan akan digelar dalam kemah bela negara selama sepekan itu. Pada 11 Juli 2023, peserta putri akan melakukan moving camp dari Tahura menuju puncak Tengger Tahura Sultan Adam melalui jalan Pangeran Surianata dengan jarak tempuh sekitar 13,9 km.

    Sedangkan peserta putra akan melakukan olahraga permainan tradisional. Seperti Enggrang, Terompah Panjang, Gebuk Bantal, Tarik tambang. Lalu juga ada Balogo, Sumpitan, Panahan Tradisional, Lari Balok, Hadang serta Ketapel.

    Baca Juga : Bangun Sinergitas, Sekretariat DPRD Kalsel Akan ke Biro Pemberitaan Sekretariat Jenderal DPR RI

    Baca Juga : Paman Birin Salut Dengan Kekompakan Bubuhan Banjar di Jateng

    Pada tanggal 12 Juli, giliran peserta putra akan moving camp dengan rute yang sama dengan estimasi waktu sekitar 27 menit.

    Untuk arah turun menempuh jaran 4,78 km dari Puncak Tengger Tahura Sultan Adam menunju Sub Camp via Bukit Tirai Hujan untuk titik istirahat peserta diperkirakan memakan waktu 2 jam.

    Agenda lainnya juga akan ada wisata penanaman mangrove untuk peserta putri (12 Juli) dan putra pada 13 Juli 2023. Lalu juga ada kunjungan museum dan Kuningan ke Perpustakaan Daerah (jumpa tokoh) pada 14 Juli.

    Menariknya lagi, pada malam tanggal 12 Juli ke tanggal 13 Juli akan ada kegiatan 1 hari bersama TNI/Polri dan pada malam 14 Juli ke 15 Juli akan ada Malam Bhineka Tunggal Ika.

    “Untuk menggaungkan rasa Bela Negara, setiap awal kegiatan pagi akan ada terompet yang diiringi mars bela negara. Begitu juga pada malam harinya, juga akan ada terompet diiringi mars atau lagu bela negara,” papar Agussalim.

    Sekdaprov Roy Rizali Anwar meminta persiapan Bela Negara Nasional ini benar-benar matang. Mulai dari sarana pendukung kegiatan hingga pelayanan peserta. Seperti sarana dapur umum, toilet, air bersih, kesehatan hingga penguatan sinyal ke pihak provider.

    “Untuk LO (Liaison Officer) akan menjadi tanggung jawab masing-masing SKPD dan kita akan memberikan pelayanan terbaik untuk semua peserta,” pungkasnya. (adv/rizqon)

    Editor: Abadi

  • Resmi Berganti, STIA Tabalong Kini Dipimpin Ahmad Harahap

    Resmi Berganti, STIA Tabalong Kini Dipimpin Ahmad Harahap

    TANJUNG, Klikkalsel.com – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Tabalong periode 2023-2027 kini secara resmi diketuai oleh Ahmad Harahap.

    Hal tersebut ditandai dengan pelantikan yang dilakukan oleh Ketua Yayasan Banua Saraba Kawa Tabalong, H Arifin Noor di Hotel Aston Tanjung pada Senin (8/5/2023).

    “Kami harapkan Ketua STIA Tabalong baru menciptakan suasana kerja yang produktif, mampu memberikan pelayanan terbaik dan prima,” ujarnya.

    Ia menyebut saat ini Tabalong bertempat di segi tiga emas penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga perlu kesiapan perguruan tinggi menjadi unggulan dan berkualitas.

    “Pemahaman yang mendalam perlu disiapkan, yakni pembentukan pola pikir bersama untuk mengenali, membaca dan memanfaatkan peluang terbuka,” katanya.

    Baca Juga : Pengurus KONI Tabalong Periode 2023-2027 Resmi Dilantik

    Baca Juga : Tabalong Siapkan Puluhan Atlet di POPDA Provinsi 2023, Ditargetkan Raih 59 Medali

    Sementara Ketua STIA Tabalong, Ahmad Harahap menyatakan akan melanjutkan dalam pengembangan Kampus STIA Tabalong.

    “Terima kasih Ketua dan Pengelola periode sebelumnya yang bersusah payah untuk memajukan STIA Tabalong, insya Allah akan saya lanjutkan,” lanjutnya.

    Ia juga memohon kepada para dosen agar dapat mengembangkan bersama perguruan tinggi perguruan tinggi kebanggaan Tabalong tersebut.

    “Sehingga semakin membuat eksistensi STIA Tabalong diminati kalangan masyarakat untuk menuntut ilmu,” tutupnya.(dilah)

    Editor : Amran