Kategori: HST

  • Renungi Jasa Pahlawan, Bupati HST Warga Berkontribusi kepada Bangsa dan Negara

    Renungi Jasa Pahlawan, Bupati HST Warga Berkontribusi kepada Bangsa dan Negara

    BARABAI, klikkalsel.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan ke 76 tahun 2021 di Lapangan Dwi Warna Jl. Perwira Barabai, Rabu (10/11/2021).

    Upacara peringatan tersebut dipimpin langsung Bupati HST H Aulia Oktafiandi yang bertindak sebagai inspektur upacara.

    Dalam amanat Menteri Sosial (Mensos) RI yang dibacakan Bupati HST H Aulia Oktafiandi selaku Inspektur upacara, Peringatan Hari Pahlawan dilaksanakan guna mengenang, mengingat, dan merenungkan jasa akan Pahlawan yang telah berkorban.

    “Kita tahu 10 November merupakan peristiwa menegangkan bagi Indonesia. Dimana pada saat itu, Indonesia nyaris diserahkan kembali kepada penjajahan Belanda dari tangan Jepang,” tuturnya.

    Lebih lanjut, semangat kepahlawanan yang terus menyala, dapat dijadikan sebagai motor penggerak dalam upaya kita mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan cita-cita para pendiri negeri ini.

    Sehingga, ia yakin apabila setiap anak bangsa Indonesia tertanam semangat dan nilai-nilai kepahlawanan tersebut, maka kita akan dapat menyelesaikan berbagai masalah bangsa.

    “Mari tunjukkan kontribusi kita kepada bangsa dan negara dengan menjadi pahlawan masa kini yang memiliki empati untuk menolong sesama, saling menghargai dan menghormati satu sama lain,” bebernya.

    Pada kesempatan tersebut, Mensos RI juga turut mengimbau, kepada seluruh rakyat Indonesia untuk berpartisipasi memperingati Hari Pahlawan Tahun 2021. Hal ini sebagai salah satu bentuk penghargaan atas jasa para pahlawan.

    “Sebagaimana ungkapan salah seorang The Founding Fathers kita Sukarno yang menyatakan bahwa, hanya bangsa yang menghargai jasa pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar,” tambahnya.

    Ia meminta, semua pihak melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan bersatu, bergotong royong mengisi kemerdekaan membangun negeri. Jangan sia-siakan perjuangan para pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa dan raganya demi bumi pertiwi ini.

    “Kita buktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang tangguh, berdaya saing, penuh dengan daya kreasi yang tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” tuturnya.

    Dalam upacara peringatan Hari Pahlawan ke 76 tersebut, turut dihadiri unsur Forkopimda HST, Wakil Bupati HST, Sekda HST, Para Assisten dan Staf Ahli Bupati Kepala SOPD kabupaten HST, Para Camat se kabupaten HST dan Anggota legiun Veteran HST. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • APAM Barabai Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Terpuji 2021

    APAM Barabai Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Terpuji 2021

    BARABAI, klikkalsel.com – Inovasi pelayanan dalam bidang kesehatan, APAM Barabai yang merupakan singkatan dari Aplikasi Pasien dan Aduan Masyarakat Barabai meraih penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Terpuji Tahun 2021.

    Atas pencapaian tersebut, Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) H Aulia Oktafiandi terima penghargaan secara virtual berdasarkan Surat Keputusan Menteri PAN dan RB Nomor 1024 Tahun 2021 Tentang Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik, Selasa (9/11/2021).

    Pencapaian Inovasi layanan publik Pemkab HST melalui APAM Barabai didapat pada ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2021 dalam kategori kesehatan.

    Baca juga: Empat Bulan Kedepan, HST Tetapkan Status Siaga Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Puting Beliung

    Baca juga: Dorong Percepatan Perda Adat, AMAN HST Serahkan Dokumen Kelengkapan dan Draf Raperda Kepada Tim Panitia

    Inovasi yang terpilih diharapkan bisa menyesuaikan segala bentuk dinamika, sehingga layanan masyarakat tetap optimal dalam situasi apapun.

    Penyerahan penghargaan Top Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021 dilaksanakan secara virtual dan disiarkan live melalui Youtube.

    Kementerian PANRB sebagai penyelenggara KIPP, juga mencari inovasi yang mendorong percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). SDGs adalah suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan melindungi lingkungan.

    Kemudian, hasil dari KIPP ini nantinya akan dilombakan di tingkat internasional, yakni United Nations Public Service Awards (UNPSA) yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Sementara itu, bagi pemerintah daerah yang inovasinya masuk menjadi Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji, akan mendapat hadiah berupa Dana Insentif Daerah (DID).

    Usai acara penyerahan penghargaan, Bupati HST H Aulia Oktafiandi sangat mengapresiasi serta menjamin keberlanjutannya terhadap berbagai inovasi pelayanan publik yang telah di lakukan RSUD H Damanhuri Barabai. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Empat Bulan Kedepan, HST Tetapkan Status Siaga Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Puting Beliung

    Empat Bulan Kedepan, HST Tetapkan Status Siaga Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Puting Beliung

    BARABAI, klikkalsel.com – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana (Rakor PB) di Auditorium Setda Kabupaten Hulu Sungai Tengah Jl. Perwira No. 1 Barabai, Selasa (09/11/2021).

    Dalam Rakor PB tersebut, Wilayah HST ditetapkan status siaga bencana Hidrometerologi, yaitu banjir, tanah longsor, dan puting beliung selama empat bulan, dari 10 November 2021 hingga 10 Maret 2022.

    Rakor tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati HST yang juga dihadiri oleh Ketua DPRD HST, Kepala Pelaksana BPBD HST, unsur Forkopimda, TNI-Polri, para Kepala SOPD terkait, para anggota BPBD, Tagana, Satuan Pemadam Kebakaran, PMI, dan Masyarakat Peduli Bencana Banjir

    Wakil Bupati HST H Mansyah Sabri menyampaikan, Kita harus waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dimasa peralihan (Pancaroba) dari musim kemarau ke musim hujan.

    Baca juga: Dorong Percepatan Perda Adat, AMAN HST Serahkan Dokumen Kelengkapan dan Draf Raperda Kepada Tim Panitia

    Lebih lanjut, Dalam rakor diharapkan menghasilkan rumusan-rumusan terbaik dan mendapatkan perencanaan yang matang di bidang penanggulangan bencana serta terjalinnya hubungan dan sinergi yang harmonis antara badan penanggulangan bencana kabupaten dan kecamatan maupun stakeholder lainnya yang ada di HST.

    “Kita telah belajar dari pengalaman masa lalu, yaitu adanya bencana banjir bandang yang beberapa waktu lalu melanda, mau tidak mau menjadi cambuk bagi kita untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi bencana di HST,” jelas Wabup.

    Kemudian, Kepada seluruh jajaran, Instansi Pemerintah, swasta, dan segenap masyarakat khususnya yang ada di HST untuk lebih peduli kepada lingkungan, serta meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, agar jika terjadi bencana, dampaknya bisa diminimalisir.

    “Kita perlu langkah-langkah antisipasi bencana yang dapat kita lakukan. Misalnya, kita perlu sistem peringatan dini berbasis masyarakat, kita perlu jenjang komunikasi berbasis masyarakat, dan kita perlu penetapan jalur evakuasi, dan tempat pengungsian,” tambah Wabup.

    Adapun, hasil Rakor PB tersebut HST sudah ditetapkan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Angin Puting Beliung dari tanggal 10 Nopember 2021 sd 10 Maret 2022 yakni, selama empat bulan.

    Selain itu, Kodim 1002/HST, Polres HST dan Yonif 621/Mtg siap dari segi personel mendukung pemda apabila diperbantukan didalam penanganan siaga Bencana di kabupaten HST.

    Selanjutnya, Pihaknya akan segera mendirikan Posko di Kabupaten HST dengan dana kegiatan Posko dari BTT BPKAD HST yang sudah disiapkan, tetapi untuk besarannya masih diperhitungkan. Serta, dari Dinas Kesehatan juga sudah siap tenaga medis yang bisa diambil dari rumah sakit dan puskesmas.

    Sementara itu, Bolug Subdrive Barabai juga siap menyuplai 100 Ton apabila ada tanggap darurat di Kabupaten HST. Kemudian, untuk Dukcapil siap membantu dalam proses penyiapan dokumen kependudukan pada status siaga bencana, serta PMI Kabupaten HST siap diposko dengan tenaga medisnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Minim perhatian, Pendidikan di Desa Aing Bantai Merasa di Anak Tirikan

    Minim perhatian, Pendidikan di Desa Aing Bantai Merasa di Anak Tirikan

    BARABAI, klikkalsel.com – Jauh berada di Pedalaman Pegunungan Meratus, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Aing Bantai yang berlokasi di Desa Aing Bantai, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tentunya seperti kisah klasik pendidikan pedalaman yang minim perhatian.

    Demi memfasilitasi anak-anak setempat untuk mendapatkan pendidikan, pada tahun 2003 sekolah tersebut dibangun melalui PNPM Desa serta melibatkan seluruh masyrakat setempat dalam pembangunannya.

    Seorang guru SDN Aing Bantai, Atah (27) menuturkan, pendidikan di daerah terpencil bukan hanya tidak dipedulikan, bahkan menurutnya di anak tirikan.

    “Disaat sekolah-sekolah di kota mengalami kemajuan dengan masuk digitalisasi, sedangkan murid-murid kami disini bisa membaca dan menulis saja sudah syukur,” tuturnya, Selasa (9/11/2021).

    Baca juga: Sempat Putus, TNI-Polri, BPBD HST dan Masyarakat Gotong-Royong Bangun Jembatan Darurat

    Kemudian, Atah yang hanya lulusan SMA (2013) mengabdikan dirinya sebagai guru kontrak selama 8 tahun berjalan untuk mencerdaskan anak-anak bangsa di desa tersebut, yang juga masih merupakan sanak-saudaranya.

    Diketahui, SDN Aing Bantai tersebut merupakan sekolah filial dari SDN Batu Perahu yang jaraknya berkisar14,8 Km dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki mendaki beberapa gunung dan melewati beberapa sungai.

    Karena perjalanan dilakukan dengan mendaki, secara rata-rata waktu tempuh untuk mendapati SD tersebut 6 jam untuk orang lokal atau sudah terbiasa, sedangkan orang baru berkisar dari 10 hingga 15 jam dari titik terakhir sepeda motor di Desa Batu Perahu yang juga berada di Pegunungan Meratus HST.

    Ditambah lagi, bahaya pacat penghisap darah (lintah), binatang buas, dan kondisi alam yang tidak bisa diprediksi kerap kali mengintai dan ditemui selama perjalanan. Hal itu menjadikan sebuah tantangan yang sangat besar yang harus dilewati untuk menjumpai sekolah tersebut.

    Dalam perjumpaan wartawan klikkalsel.com pada September silam, terlihat sekolah tersebut tampak kumuh dan fasilitasnya pun sudah lapuk dan terbilang seadanya.

    Kemudian, dalam forum diskusi yang dilaksanakan di Balai Adat tersebut pun, mayoritas masyarakat juga mengeluhkan minimnya perhatian dari Pemerintah terhadap pendidikan.

    Selain itu, dari pengakuan masyarakat mayoritas kalangan tua setempat merupakan buta aksara, sehingga mereka menaruh harapan besar terhadap anak-anaknya untuk bisa keluar dari penyakit yang telah lama membelenggu mereka.

    “Semoga ada tambahan gedung, bangunannya ini sudah rapuh. Kalau bisa ada rehab atau penyekat ruangan, karena muridnya tidak terlalu banyak sehingga ruangan ini bisa disekat,” tutur Atah.

    Selanjutnya, untuk guru diharapkan Pemerintah ada perhatian lebih kepada para guru di pedalaman ini. Karena, penghasilan kontrak Rp 1,5 juta yang kami dapat habis untuk turun naik atau akomodasi saja sebenarnya.

    “Kepada Pemerintah, Fokus perhatian terhadap pendidikan sangat diharapkan. Karena, selama ini pendidikan di daerah terpencil bukan hanya tidak diperhatikan, akan tetapi di anak tirikan. Mari kita sama-sama kita majukan sekolah yang ada di daerah terpencil ini,” tuturnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Sempat Putus, TNI-Polri, BPBD HST dan Masyarakat Gotong-Royong Bangun Jembatan Darurat

    Sempat Putus, TNI-Polri, BPBD HST dan Masyarakat Gotong-Royong Bangun Jembatan Darurat

    BARABAI, klikkalsel.com – Anggota Koramil 1002-07/Batu Benawa, Polsek Hantakan dan Anggota BPBD Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) bersama segenap masyarakat Desa Patikalaian melaksanakan gotong royong pembuatan jembatan darurat, Senin (9/11/2021).

    Diketahui, jembatan darurat tersebut sempat terputus akibat diterjang arus sungai yang meluap ketika diguyur hujan lebat pada hari Minggu (7/11/2021) sekitar pukul 15.00 sore. Padahal jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Timan dengan Desa Patikalaian Kecamatan Hantakan HST.

    Kapten Inf Andi Tiro Danramil 1002-07/Batu Benawa saat ditemui di lokasi gotong royong menerangkan, secara otomatis akses ke dua desa terputus akibat dari peristiwa tersebut.

    Lebih lanjut, Andi Tiro mengatakan, sudah berulang kali jembatan ini putus akibat diterjang arus sungai yang meluap akibat turunnya hujan dengan itensitas tinggi di pegunungan Meratus.

    “Sudah berulang kali putus, dan berulang kali kita melakukan gotong royong perbaikan jembatan ini,” tuturnya.

    Ia melanjutkan, di samping jembatan darurat tersebut, sebenarnya jembatan yang baru sudah berjalan dalam proses pembangunan.

    “Untuk jembatan baru sudah berjalan prosesnya. Terlihat pemasangan pondasi utama jembatan yang dikerjakan oleh Pemerintah Daerah,” sambungnya.

    Diharapkan, pembangunan jembatan darurat ini dapat segera rampung. Sehingga, warga kedua desa baik warga desa Timan ataupun warga desa Patikalain ataupun warga lainnya dapat beraktifitas kembali dengan normal. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Begini Kronologis Kecelakaan di Jalan Lingkar Walangsi HST

    Begini Kronologis Kecelakaan di Jalan Lingkar Walangsi HST

    BARABAI, klikkalsel.com – Kecelakaan yang terjadi antara roda dua dengan mobil truk tronton di Jalan Lingkar Walangsi menewaskan AHD (21) yang merupakan warga Jalan Pancasila RT 03 Pantai Hambawang Barat Kecamatan Labuanamas Selatan HST.

    Kasatlantas Polres HST Iptu Khamdari, pada hari Minggu (7/11/2021) menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi Sabtu (6/11/2021) malam sekitar pukul 20.15 Wita. Dimana korban AHD tewas seketika setelah motor yang dikendarainya menabrak tronton yang sedang parkir di lokasi tersebut.

    “Lakalantas itu terjadi di Jalan Lingkar Walangsi RT 01, Kecamatan Pandawan, HST dengan korban yang mengendarai motor Vario Hitam DA 6175 EAR menabrak sebuah truk tronton Nissan bernomor polisi DT 9354 OE yang sedang diparkir,” bebernya.

    Kemudian, untuk identitas sang sopir bernama Ilham (24) yang merupakan warga jalan Damai Bagagia, RT 04 Kecamatan Balikpapan Selatan, kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

    Khamdari menjelaskan, sebelum peristiwa nahas itu terjadi, Ilham yang memarkir truk tersebut di badan jalan Desa Walangsi menuju arah Kapar.

    Tak lama berselang, tiba-tiba muncul motor korban dengan kecepatan tinggi. Kemungkinan korban tak menyadari ada truk tronton parkir di lokasi tersebut. Dalam sekejab, motor korban menghantam keras bak belakang tronton.

    Baca Juga : Motor Vs Truk di Jalan Lingkar Walangsi, Pengendara Sepeda Motor Tewas Ditempat 

    Baca Juga : Bangunan Depan BTC Sudah Dibongkar, Satpol PP Lakukan Pembersihan

    Setelahnya, sempat berceceran darah korban membanjiri lokasi tersebut serta pecahan kaca dan material yang juga turut berserakan. Kemudian segenap relawan langsung membersihkan lokasi tersebut.

    “Korban tewas seketika diduga karena benturan keras kepala hingga mengalami luka robek parah. Terlebih, saat peristiwa itu kondisi jalan sedang diguyur hujan. Sedangkan sang pengemudi truk sendiri tak mengalami luka-luka,” tambahnya.

    Korban mengalami luka gores di tangan sebelah kanan, luka gores di leher, luka lebam di wajah, luka lebam di dada, luka robek di kepala dan meninggal dunia di TKP.

    Selanjutnya, korban langsung dievakulasi menggunakan ambulans relawan ke RS H Damanhuri Barabai untuk divisum. Serta selanjutnya dijemput oleh pihak keluarga untuk dimakamkan hari ini. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Sambangi Lokasi Pembukaan Lahan Ilegal di Batu Harang Mangunang Seberang, LBDH Dapati Beberapa Temuan

    Sambangi Lokasi Pembukaan Lahan Ilegal di Batu Harang Mangunang Seberang, LBDH Dapati Beberapa Temuan

    BARABAI, klikkalsel.com –
    Laskar Banjar Dalas Hangit Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menyambangi lokasi pembukaan lahan ilegal di Batu Harang Desa Mangunang Seberang, Kecamatan Haruyan, HST, Minggu (7/11/2021).

    Dalam peninjauan tersebut, LBDH mendapati beberapa temuan di lokasi yang diduga untuk pertambangan oleh KUD Karya Nata Haruyan seperti informasi yang telah beredar di masyarakat.

    Ketua LBDH HST Supian mengungkapkan, sebanyak 40 anggota dari pihaknya turun meninjau langsung ke lokasi bukaan lahan ilegal tersebut.

    Kemudian, dalam peninjauan tersebut turut didapati portal yang masih bergembok di muara bukaan lahan ilegal. Selain itu, juga turut terdapat sisa police line yang sebelumnya bekas digunakan Petugas memasang garis polisi untuk alat berat atau area sekitar.

    Selanjutnya, Pada puncak bukaan lahan yang pertama, didapati pula sebuah tong air dengan kapasitas 5 ribu liter yang diduga berisi solar.

    “Tercium dari bau, kemungkinan isinya solar, tidak tau digunakan untuk apa,” tuturnya.

    Setelahnya, Pada puncak bukaan lahan yang kedua, ditemukan pula sebuah topi Satpol PP yang tergeletak di atas tanah. Namun, dalam peninjauan tersebut tidak ditemui lagi alat berat yang kemarin sempat ramai diperbincangkan.

    Akan tetapi, menurut Supian sampai sekarang masih belum ada status kejelasan terkait bukaan lahan ilegal ini, terlebih diduga untuk pertambangan.

    Selain itu, Pihaknya juga sudah melayangkan laporan bersama AMUK HST guna meminta kejelasan status hukum dari aktivitas yang diduga ilegal dan meresahkan masyarakat tersebut. Kendati demikian, sampai sekarang pihaknya masih belum mendapat kejelasan.

    Dalam peninjauan tersebut, Pihaknya juga melayangkan pernyataan sikap dan membentangkan poster yang bertuliskan menolak adanya pertambangan batubara dan perkebunan kelapa sawit dan waja sampai kaputing yang merupakan semangat mereka mengawal peristiwa tersebut.

    “Tujaun kami jelas, menolak adanya pertambangan batubara dan perkebunan kelapa sawit di HST. Peninjauan ini untuk mengkonfirmasi keadaan terkini lokasi bukaan lahan ilegal yang diduga untuk tambang. Dengan semangat waja sampai kaputing kami siap mengawal isu ini yang sangat meresahkan masyarakat,” tuturnya.

    Sementara itu, Sa’adah PJ Pembakal Desa Mangunang Seberang menuturkan, Pada akhir bulan Oktober 2021 kemarin, pihaknya dimintai berita acara pemeriksaan oleh Petugas terkait bukaan lahan ilegal yang diduga untuk pertambangan tersebut.

    Menurutnya, berita acara tersebut ada berkaitan dengan laporan yang dilayangkan oleh AMUK HST beberapa waktu silam. Selain itu, alat berat yang digunakan untuk bukaan lahan ilegal itu pun sudah keluar dari lokasi. Terlebih prosesnya sudah ditangani petugas.

    “Untuk proses selanjutnya, kita kurang mengetahui juga, tanyakan kepada yang bersangkutan saja langsung,” tutupnya. (dayat)

  • Motor Vs Truk di Jalan Lingkar Walangsi, Pengendara Sepeda Motor Tewas Ditempat

    Motor Vs Truk di Jalan Lingkar Walangsi, Pengendara Sepeda Motor Tewas Ditempat

    BARABAI, klikkalsel.com – Kecelakaan lalu lintas terjadi antara sepeda motor roda dua dengan sebuah truk di Jalan Lingkar Walangsi, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Sabtu (6/11/2021) malam.

    Akibat kecelakaan tersebut, seorang pengendara sepeda motor yang merupakan seorang remaja tewas ditempat kejadian.

    Menurut informasi Rahmi salah satu relawan di lokasi kejadian, Identitas remaja tersebut merupakan AHD (19) warga Jalan Pancasila Pantai Hambawang Barat RT 003 Desa Pantai Hambawang Barat, Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS), yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

    “Lokasi kejadian gelap, minim penerangan,” ucap Rahmi.

    Diketahui, korban mengendarai sepeda motor Honda Vario dengan plat DA 6175 EAR, sedangkan truk sempat diduga melarikan diri dan berhasil diamankan Unit Laka Satlantas Polres HST.

    Setelahnya, korban yang meninggal dunia itu pun langsung dievakuasi ke RSUD Damanhuri Barabai menggunakan unit ambulan Durian Gantang.

    Kemudian, rekanan relawan Rescue Murakata dan Putra Banua juga turut merapat dan melakukan pembersihan di lokasi kejadian. Karena, banyak pecahan kaca-kaca yang membahayakan serta darah yang berceceran.

    “Yang mengevakuasi unit Durgan, sedangkan unit RM, Putra Banua beserta relawan lain melakukan pembersihan lokasi,” tutur Rahmi.

    Selain itu, Orang tua korban beserta pihak keluarga pun sudah mengetahui musibah kecelakaan tersebut dan langsung merapat ke RSUD Damanhuri Barabai.

    Hingga berita ini terbit, belum diketahui pasti kronologis kecelakaan tersebut. Karena lokasi kejadian terbilang sepi, dan minim penerangan.

    Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polres HST Ipda James, Minggu (7/11/2021) mengatakan, pihaknya a sedang melakukan penyelidikan di TKP kecelakaan tersebut.

    “Kita masih melakukan lidik untuk mengumpulkan keterangan dan data guna menentukan arah dan fakta sebenarnya dari kejadian laka tersebut,” tuturnya.

    Kemudian, untuk sopir truk tersebut sudah mengamankan di Polres HST. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Dorong Percepatan Perda Adat, AMAN HST Serahkan Dokumen Kelengkapan dan Draf Raperda Kepada Tim Panitia

    Dorong Percepatan Perda Adat, AMAN HST Serahkan Dokumen Kelengkapan dan Draf Raperda Kepada Tim Panitia

    BARABAI, klikkalsel.com – Mendorong percepatan Perda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menyerahan sejumlah dokumen kelengkapan Perda kepada Tim Panitia Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Kabupaten HST, Jum’at (5/11/2021).

    Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Fuspa Barabai, dan diikuti oleh Ketua BPH AMAN HST, Camat Batang Alai Timur, Camat Batang Alai Selatan, Camat Hantakan, Demang HST, Tokoh Adat, serta para undangan lainnya.

    Rubi Ketua BPH AMAN HST mengungkapkan, pihaknya sebagai Payung Masyarakat Adat menyerahkan dokumen-dokumen kelengkapan berupa Profil komunitas, Peta Wilayah, Naskah Akademik, dan Draf Raperda tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat.

    “Ini sebagai bentuk Kerjasama dengan Pemerintah Daerah guna mendorong percepatan Perda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat agar segera dapat di sahkan,” tuturnya.

    Kemudian, Tim Panitia pun turut dimudahkan dengan adanya sejumlah dokumen dan kelengkapan ini guna melakukan Identifikasi, Verifikasi, dan Validasi Masyarakat Adat sesuai tahapan yang tertuang dalam SK Bupati HST No 140/278/411.43/Tahun 2019.

    Selanjutnya, pihaknya akan menunggu kelanjutan dari hasil Tim Panitia memproses segala dokumen yang diperlukan serta mencukupi segala sesuatu yang masih kurang, guna melangkah ke proses yang lebih lanjut.

    Selain itu, pada hari yang sama, masyarakat adat HST juga berduka atas meninggalnya Haris Kepala Adat Batang Alai Timur. Serta, tak lama sebelumnya Rusli juga meninggal yang merupakan saksi sejarah konflik tapal batas HST dengan Kotabaru.

    Sebelumnya, kedua tokoh tersebut turut berperan dan berjuang mendorong percepatan Perda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat HST.

    Sementara itu, Sahri Ramadhan Camat Hantakan yang merupakan salah satu Tim Panitia Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Kabupaten HST menerima langsung sejumlah dokumen dan draf Raperda tersebut.

    Selanjutnya, pihaknya akan mengkonsultasikan dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) maupun dinas terkait untuk kelanjutan prosesnya.

    Menurutnya, Perda yang didorong tersebut sejalan dengan gerakan savemeratus guna melestarikan lingkungan dan menjaga hak-hak masyarakat yang ada didalamnya. Serta menolak pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.

    “Kami sangat mendorong kegiatan (Raperda) ini agar segera direalisasikan. Sehingga, tujuan yang ingin dicapai, Perlindungan hak-hak masyarakat dan lingkungannya segera terpenuhi,” tuturnya.

    Diketahui, beberapa waktu yang lalu AMAN HST menggelar konsolidasi gabungan menyikapi perjuangan Masyarakat Adat selama 8 tahun mengajukan Perda Adat, hak-hak mereka sebagai masyarakat adat tak kunjung diakui.

    Padahal, sebelumnya Raperda tersebut sudah beberapa kali masuk Prolegda dan inisiatif DPRD maupun Pemerintah Daerah melalui Bupati HST. Akan tetapi, sampai sekarang masih belum membuahkan pengakuan.

    Menyikapi hal tersebut, AMAN HST sebagai Payung Masyarakat Adat yang mewakili 63 Balai Adat HST, hingga kini terus berjuang menagih hak-haknya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • 210 Santri TK/TP Al-Qur’an di Kecamatan Batang Alai Utara Diwisuda

    210 Santri TK/TP Al-Qur’an di Kecamatan Batang Alai Utara Diwisuda

    BARABAI, klikkalsel.com – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (LPPTKA) yang berada di bawah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) selenggarakan wisuda santri TK/TP Al Qur’an ke XXXIII dan Ta’limul Qur’an Lansia ke XV di Ponpes Raudhatul Muhibbin Maringgit, Kecamatan Batang Alai Utara, Kamis (4/11/2021).

    Dalam acara tersebut, sebanyak 210 santri TK/TP Al Qur’an langsung di wisuda Bupati HST H Aulia Oktafiandi beserta Ketua TP PKK HST Cheri Bayuni Budjang.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati HST, Ketua TP PKK HST, Kepala Kemenag HST, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Ketua Umum DPD BKPRMI HST, Camat Batang Alai Utara, para santri dan undangan lainnya.

    Bupati HST H Aulia Oktafiandi menyampaikan, atas nama Pemkab HST, mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar LPPTKA BKPRMI Kabupaten HST atas terselenggaranya wisuda dan Ta’limul Al Qur’an kali ini.

    “Kepada para santri TK/TK Al Qur’an dan para santri lansia Ta’limul Qur’an, saya ucapkan selamat dan sukses atas keberhasilannya dalam mempelajari Al Qur’an,” tuturnya.

    Baca Juga : Paman Birin Dapati Capaian Vaksinasi di HST Masih Rendah

    Lebih lanjut, semoga dengan adanya wisuda ini kita semua lebih giat lagi dalam mempelajari Al-Qur’an yang menjadi pedoman dalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

    Menurutnya, peran TK/TP Al-Qur’an sangat besar dalam menggalakan pengajaran Al-Qur’an dikalangan anak-anak dan tilawahnya maupun kandungan ajaran dan nilai-nilainya.

    Dengan demikian semenjak awal anak-anak muslim sudah diisi jiwanya dengan semangat cinta Al Qur’an sebagai upaya sistematis untuk mempersiapkan mereka menjadi generasi yang bersemangat, berucap, berpikir, bersikap, dan bertindak menurut nilai-nilai Qur’ani.

    Selanjutnya, perlu kita pahami bahwa kegiatan wisuda ini jangan dijadikan akhir dari proses pembelajaran Al-Qur’an. Akan tetapi, hendaknya kita terus lebih meningkatkan lagi, memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak serta para lansia, agar lebih memperdalam isi kandungan Al-Qur’an.

    “Pada gilirannya, isi kandungan Al-Qur’an dapat dijadikan petunjuk dalam memahami kesempurnaan agama, terutama dalam kontek Hablu minallah dan Hablu minannas. Jadikan wisuda ini sebagai awal pembentukan generasi Islami,” tutur bupati.

    Sementara itu, Ketua Panitia KH Muhammad Padilllah Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin melaporkan bahwa peserta wisuda/wisudawati TK/TP Al-Qur’an sebanyak 210 santri.

    “Perkembangan TK/TP Al-Qur’an di Kabupaten HST sekarang jumlah santri yang aktif sebanyak 1.820 santri, jumlah unit TK/TP Al-Qur’an BKPRMI Kecamatan Batang Alai Utara yang aktif sebanyak 24 unit, dan jumlah Ustadz/Ustadzah TK/TP Al-Qur’an HST sebanyak 140 orang,” terangnya.

    Pada kesempatan tersebut KH Muhammad Padillah juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab HST yang selalu memfasilitasi kegiatan-kegiatan BKPRMI, seperti Festival Anak Shaleh, Khataman Al-Qur’an, dan Kegiatan Wisuda yang sekarang ini dilaksanakan. (dayat)

    Editor : Akhmad