Kategori: HST

  • Banjir Menggenangi Kota Barabai, Sejumlah Warung Turut Terdampak

    Banjir Menggenangi Kota Barabai, Sejumlah Warung Turut Terdampak

    BARABAI, klikkalsel.com – Kenaikan debit air yang sebelumnya menggenang di Pegunungan Meratus Hulu Sungai Tengah (HST), kini sudah turun berangsur-angsur ke Kota Barabai.

    Dampak dari kenaikan debit air tersebut, sejumlah warung yang berada di sekitar pusat kota Barabai pun tidak bisa beroperasi, Senin (15/11/2021).

    Norhayah, salah seorang pedagang di dekat Lapangan Dwi Warna Barabai mengaku, Tidak bisa menjalankan usahanya. Pasalnya debit air juga turut menggenangi lapak jualannya.

    Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Beberapa Titik Bantaran Sungai di HST Waspada Banjir

    “Jangankan mau berjualan, mengamankan harta benda saja sudah panik,” tuturnya.

    Menurutnya, dari kenaikan debit air tersebut turut membawa beberapa barang-barang yang ia miliki.

    “Tabung gas haja sawat larut, kompor-kompor jua tacalap (terendam),” tambahnya.

    Kemudian, ia pun berharap banjir ini segera surut dan dapat beraktivitas normal kembali.

    “Mudahan lakas surut, nyaman kawa bejualan pulang. Mun ada bantuan syukur lagi,” tutupnya.

    Sementara itu, Pemerintah Daerah HST melalui BPBD, Dinkes, serta Dinsos HST sudah mulai membuka posko di Stadion Mandingin Barabai.

    Terlihat, Pemerintah sudah bekerja melalukan penanganan sejak pagi hari.

    Kemudian, dalam pantauan lapangan TRC BPBD HST dengan sejumlah relawan juga sibuk melakukan evakuasi di seputaran titik rumah Kota Barabai yang terendam. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Jembatan Darurat Penghubung Murung B – Patikalain HST Terputus Lagi, Warga Pegunungan Meratus Terisolasi Kembali

    Jembatan Darurat Penghubung Murung B – Patikalain HST Terputus Lagi, Warga Pegunungan Meratus Terisolasi Kembali

    BARABAI, klikkalsel.com – Berselang lima hari setelah masyarakat gotong-royong membangun jembatan darurat penghubung Desa Murung B – Patikalain, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), kini jembatan tersebut kembali terputus, Senin (15/11/2021)

    Menurut informasi Agus warga Papagaran, Jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya dan sangat vital bagi masyarakat. Akibat putusnya jembatan tersebut, semua aktivitas mobilisasi masyarakat untuk melewati jembatan tidak bisa dilakukan. Sehingga, warga Pegunungan Meratus setempat kembali terisolasi.

    Lebih lanjut, diperkirakan putusnya jembatan tersebut akibat dari hujan yang mengguyur deras HST sejak dini hari tadi, sehingga debit air drastis meningkat lebih tinggi dari posisi jembatan.

    Diketahui, lima hari sebelumnya warga bersama aparat gotong-royong membangun jembatan darurat tersebut dengan swadaya. Jembatan tersebut hanya menggunakan konstruksi sederhana dari beragam material pohon dan pondasi seadanya dan pastinya tidak akan kuat menahan derasnya arus air yang meluap tersebut.

    “Sudah lima kali jembatan kami putus, karena bangunannya dengan konstruksi seadanya dan yang pastinya tidak akan kuat menahan arus air yang begitu deras,” tutur Agus.

    Jembatan darurat yang sebelumnya dibangun masyarakat secara swadaya dengan konstruksi seadanya. (Foto : Dayat/klikkalsel.com)

    Baca Juga : Diguyur Hujan Deras, Beberapa Titik Bantaran Sungai di HST Waspada Banjir

    Menurutnya, penanganan yang segera dari pemerintah sangat diperlukan. Pasca sepuluh bulan banjir bandang HST, pihaknya sudah menanti peran pemerintah yang benar-benar signifikan mengatasi permasalahan tersebut.

    Sementara itu, Babinsa Hantakan Sertu Sanu langsung melakukan pemantauan lapangan di lokasi jembatan putus tersebut.

    Menurutnya, jembatan putus tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 pagi, disaat debit air yang sedang tinggi-tingginya.

    Selanjutnya, pihaknya masih melakukan koordinasi terkait putusnya jembatan tersebut dan akan berusaha melakukan penanganan dengan segera guna menghubungkan kembali akses yang sangat vital tersebut.

    “Diperkirakan putus jam 06.00 Wita pagi tadi, selanjutnya masih koordinasi untuk penanganan,” tutupnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Diguyur Hujan Deras, Beberapa Titik Bantaran Sungai di HST Waspada Banjir

    Diguyur Hujan Deras, Beberapa Titik Bantaran Sungai di HST Waspada Banjir

    BARABAI, klikkalsel.com – Hujan deras yang megguyur Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sejak dini hari tadi menyebabkan debit air di beberapa titik bantaran sungai meningkat drastis. Akibatnya, air sudah mulai meluap beberapa wilayah khususnya daerah dataran rendah dan bantaran sungai, serta waspada banjir, Senin (15/11/2021).

    Menurut informasi Datu Manggasang dalam live facebooknya memaparkan, kenaikan debit air di Desa Hantakan, Kecamatan Hantakan, tepatnya di Wisata Manggasang berkisar sekitar 3 meter dengan arus yang begitu deras.

    Menurutnya, dengan kenaikan debit air tersebut sudah dipastikan sebagian wilayah Kota Barabai berpotensi akan tergenang.

    Pada laporan pukul 07.45 Wita, terlihat warna air yang begitu keruh, serta penurunan debit air sangat lambat. Serta, satu buah gazebo wisata manggasang turut terbawa arus air.

    Kemudian, dari aliran air Desa Baru (Waki), Kecamatan Batu Benawa yang dilaporkan warga setempat juga turut mengalami kenaikan.

    Lebih lanjut, jembatan darurat yang berada di Desa Baru RT 07 menghubungkan Desa Batu Tunggal turut terputus terbawa arus air.

    Selain itu, melalui laporan Ustadz Kasim di Desa Tilahan, Kecamatan Hantakan, tepatnya di Pondok Pesantren Ar-Raudhah setempat sudah tergenang.

    Baca Juga : Warga Resah Truk Bebas Mondar Mandir, Sejumlah Rambu Terkesan Hanya Pajangan

    Bahkan, para santrinya pun turut berenang untuk keluar dari asrama pondok demi menyelamatkan diri dan barang-barang berharga.

    Selanjutnya, dari laporan Agus dari Papagaran melalui Frekuensi 14.692.0 Emergency Murakata yang merupakan hulu dari anak sungai Hantakan sudah mengalami penurunan sekitar 1 meter.

    Sementara itu, Tim TRC BPBD HST sudah turun berpatroli di beberapa titik pontensi pemantauan debit air. Terlihat Tim sudah menurunkan 2 unit armada lengkap dengan perahu guna melakukan deteksi debit air dan evakuasi jika diperlukan

    Kemudian, air dari atas gunung sudah mulai turun ke Kota Barabai secara perlahan. Kenaikan debit air pun sudah mulai terlihat berkisar 30 centimeter.

    Melalui instagram resmi @bpbdhst192021 sudah melakukan pemberitahuan untuk seluruh warga yang rumahnya berdekatan dengan bantaran sungai, khususnya di wilayah HST agar waspada dan sedia tas emergengy atau tas darurat untuk kebutuhan keluarga.

    “Benda berharga di simpan di tempat yang dirasa memang aman, agar apabila hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, tidak bingung dan tidak panik,” tulisnya.

    Melalui pemberitahuan tersebut juga, menghimbau agar jangan panik dan tetap waspada, serta berdo’a semoga hal yang tidak diinginkan terjadi.

    “Mengingat dalam beberapa minggu ini hujan cukup deras dan jangan lupa listrik agar tidak terjadi konsleting listrik amankan keluarga di tempat yang tinggi,” tutupnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Wisata River Tubing Meratus HST, Suguhkan Sensasi Susur Sungai Sepanjang 4 Kilometer dan Tantangan Ekstrim

    Wisata River Tubing Meratus HST, Suguhkan Sensasi Susur Sungai Sepanjang 4 Kilometer dan Tantangan Ekstrim

    BARABAI, klikkalsel.com – Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) memiliki beragam potensi wisata alam yang tak hanya indah untuk dinikmati, melainkan juga memiliki beragam tantangan ekstrim yang memancing adrenalin wisatawan.

    Salah satu potensi wisata alam yang berbasis petualangan adalah River Tubing Meratus yang berlokasi di Desa Alat, Kecamatan Hantakan, HST. Wisata tersebut menyuguhkan sensasi menyusuri Sungai Hantakan sepanjang 4 kilometer.

    Hijrianor Pengelola River Tubing Meratus Minggu (14/11/2021) mengungkapkan, Jalur yang dilewati susur sungai tersebut sangatlah ekstrim. Yakni, melewati Sungai Hantakan dengan beragam degradasi bebatuan yang timbul sehingga membuat arus yang begitu deras.

    Kemudian, untuk gambaran permainannya, para wisatawan menggunakan sarana ban yang didesain sedemikian rupa untuk cocok digunakan bermain Tubing. Serta, difasilitasi juga alat keamanan dalam bermain berupa helm, life jacket, guide lokal guna menjaga para pemain agar tetap aman sepanjang jalur.

    Selanjutnya, jalur lintasannya berkisar 4 kilometer dengan titik start di RT 06 Desa Alat (Arangani) dan finish di RT 03 Desa Alat, tepatnya di Jembatan Gantung Vertical Rescue Indonesia. Untuk jarak jalur sekitar 4 Kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam.

    “Dulu jalurnya juga ekstrim ada 14 titik arus deras dan 8 titik arus tenang. Sekarang, karena lokasi ini pasca diterjang banjir bandang, jalurnya jauh berubah dan lebih ekstrim lagi,” bebernya.

    Sebelum melakukan permainan, para wisatawan dibawa terlebih dahulu menggunakan unit pengelola menuju titik start.

    Setelahnya, para guide akan menandu melakukan pemanasan dan breafing terlebih dahulu guna menyiapkan dan memberikan wawasan dan teknik-teknik yang digunakan dalam permainan tersebut.

    “Tak lupa pula, melakukan do’a bersama agar semua yang dilakukan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Dari start hingga finish lancar dan selamat,” tambah Hijri.

    Selain itu, dalam bermain pun turut dikelompokkan. Khususnya, bagi yang tidak bisa berenang akan didampingi langsung oleh guide yang akan menjaga sepanjang jalur. Jadi, yang bisa berenang maupun tidak bisa tetap bisa bermain.

    Sementara itu, Milena Amalia salah seorang wisatawan yang bermain River Tubing tersebut mengungkapkan, Sebelumnya sangat gugup melakukan permainan tersebut karena merupakan kali perdana ikut bermain.

    Setelah terjun bermain, malah sangat seru dan sangat menantang. Akan tetapi, tetap merasa aman karena menggunakan peralatan safety dan didampingi guide yang handal.

    Menurutnya, Kendala saat bermain ada beragam batu besar yang kadang tidak bisa menghindar. Bahkan sempat terbalik dan hampir tenggelam. Namun, tetap aman selama ada guide yang mendampingi dan dengan gesit membantu menyelamatkan.

    “Sempat terbalik, hampir tenggelam dan jatuh bangun juga saat bermain. Akan tetapi, tetap aman selama memakai alat saferty serta didampingi guide lokal yang handal. Selain itu, briefing dan arahan awal dari guide juga sangat membantu,” tuturnya.

    Sebelumnya, wisata alam petualangan River Tubing Meratus sempat redup dampak dari banjir bandang HST.
    Akan tetapi, sekarang mulai perlahan hidup kembali dengan semangat menghidupkan ekonomi masyarakat lokal.

    Untuk wisatawan yang ingin bermain di River Tubing Meratus tersebut dapat memboking slot lewat Instagram @rtm.adventure atau tersedia juga paket wisata lengkap di Instagram @leooutdoor_hst. Selain itu dalam bermain diperlukan minimal 5 orang serta maksimal 20 orang untuk satu kali bermain. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Study Banding Pemdes Bambulung Serap Pengelolaan Bundes dan Pengelolaan APBDes Banua Kupang

    Study Banding Pemdes Bambulung Serap Pengelolaan Bundes dan Pengelolaan APBDes Banua Kupang

    BARABAI, klikkalseI.com – Pemerintahan Desa (Pemdes) Banua Kupang terima kunjungan Pemdes Bambulung, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur (Bartim), Kalimantan Tengah di Gedung Citra Banua Desa Banua Kupang, Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Minggu (14/11/2021).

    Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka Study Banding untuk menyerap tata cara pengelolaan Bumdes dan APBdes desa Banua Kupang yang merupakan desa percontohan yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

    “Desa Banua Kupang merupakan salah satu desa percontohan di HST. Tujuan Study Banding kami untuk menyerap tata cara pengelolaan Bumdes dan APBdes disini,”terang Badawani (Sekdes) Ketua Tim Pemdes Bambulung.

    Kemudian, Kami berharap Desa Bambulung juga dapat menjadi salah satu desa percontohon dari 13 desa yang ada di Kecamatan Pematang Karau, Bartim.

    “Harapannya, kedepan desa kami juga bisa menjadi desa percontohon, khususnya di Kecamatan Pematang Karau, Bartim, Kalimantan Tengah,” tuturnya.

    Dalam kegiatan study banding tersebut turut dihadiri, Camat LAU yang diwakili oleh Kasi Pemerintahan, Plt. Kepala Desa Banua Kupang, Ketua PBD Banua Kupang, Direktur Bumdes Muda Karya, Aparat Desa Banua Kupang, Babinsa Sertu Maskuri.

    Sedangkan, rombongan yang datang dari Desa Bambulung meliputi, Camat Pematang Karau H.Edy Edwar, Kepala Desa Bambulung Uliadi, Kepada BPD dan Ketua Bumdes, serta Aparat Desa Bambulung.

    Sementara itu, Zainal Hakim Direktur Bumdes Muda Karya Desa Banua Kupang menyampaikan, Sejak menjabat sebagai Direktur Bumdes pada tahun 2018 sampai saat ini syukur alhamdulillah sudah berjalan dengan baik dan lancar serta dapat dipertagungjawaban secara administrasi.

    Kemudian, Untuk tahun 2022 Bumdes Muda Karya akan merencanakan usaha caffe outdor dengan tema “instragramable”, perikanan, dan perkebunan dengan sistem bagi hasil dengan pengelola.

    “Alhamdulillah, selama menjabat sudah berjalan dengan baik dan lancar. Kedepannya akan ada inovasi usaha dengan tema instragramable,” tuturnya.

    Sedangkan, Kepala Desa Bambulung Uliadi, Sangat mengapreasi usaha Bumdes Muda Karya. Meskipun unit usaha masih minim atau sedikit, akan tetapi sangat besar manfaatanya dalam mendukung pendapatan asli desa.

    “Ini sangat menginspirasi kami laksanakan di Desa Bambulung,” ucapnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Hari Ayah Nasional, BPKK DPD PKS HST Angkat Kisah Perjuangan ‘Ayah Inspiratif’

    Hari Ayah Nasional, BPKK DPD PKS HST Angkat Kisah Perjuangan ‘Ayah Inspiratif’

    BARABAI, Klikkalsel.com – Memperingati Hari Ayah Nasional, Bidang Perempuan Ketahanan Keluarga (BPKK) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera Hulu Sungai Tengah (HST), mengangkat kisah Ayah Inspiratif di Barabai, Jumat (12/11/2021)

    Ketua BPKK DPD PKS HST, Ukhti Nida Lutfina menjelaskan, pihaknya mengangkat momen Hari Ayah Nasional sengaja diperingati, guna mengingat betapa pentingnya peran seorang ayah di dalam keluarga.

    Dalam kesempatan tersebut, sosok Ayah Inspiratif yang bernama Tarmiji warga Desa Palajau, HST yang merupakan sosok ayah yang mengenyam pendidikan tak lulus SD, akan tetapi berhasil mengkuliahkan empat dari enam orang anaknya ke berbagai perguruan tinggi.

    Lebih lanjut, padahal sosok ayah tersebut sebelumnya banting tulang sebagai buruh tani, pekebun, bahkan rela menjadi kuli bangunan demi membiayai keluarga dan anak-anaknya guna mengeyam pendidikan.

    Kemudian, beragam lika-liku kehidupan membayangi sosok ayah inspiratif tersebut. Akan tetapi, berapapun yang rejeki yang didapat, tetap bersyukur dalam segala keadaan.

    Lebih daripada itu, hingga sekarang anak-anaknya sudah lulus di berbagai perguruan tinggi, dan bekerja sesuai dengan kemampuan dan bidangnya masing-masing, yang tentunya membantu kehidupan di keluarga.

    “Dalam memperingati hari ayah nasional ini, kami mencari figur ayah hebat yang tak lain untuk menghargai ayah-ayah hebat di seluruh Indonesia. Supaya setiap anak lebih mencintai ayahnya,” tambahnya.

    Dalam peringatan tersebut, setiap DPD PKS se Indonesia secara bersama-sama mengangkat satu orang ayah yang memiliki kisah inspiratif guna menyebarkan virus kebaikan dalam setiap keluarga.

    Selain itu, BPKK DPD PKS HST juga turut memberikan paket istemewa kepada sosok ayah inspiratif tersebut, guna memberikan semangat dalam berjuang menjalani hidup dalam keluarganya.

    “Selamat Hari Ayah Nasional untuk semua ayah hebat. Harapannya supaya memberikan contoh kepada ayah-ayah yang lain agar jangan patah semangat untuk menyekolahkan anaknya, maju terus, dan bersyukur dengan segala keadaan,” tuturnya.

    Sementara itu, Tarmiji sosok ayah yang diceritakan tersebut mengungkapkan, terima kasih atas paket istemewa yang diberikan.

    Lebih lanjut, ia juga merasa bersyukur dengan keadaan yang sekarang dapat melihat anak-anaknya bersekolah dan lulus di berbagai perguruan tinggi.

    “Alhamdulillah, sangat bersyukur dengan keadaan yang sekarang. Walaupun beragam lika-liku kehidupan yang menghadang untuk menyekolahkan, akan tetapi rezeki sudah ada yang mengatur hingga mereka berhasil lulus,” tutupnya.(dayat)

    Editor : Amran

    Video perjuangan ayah hebat tersebut dapat dilihat :
    https://www.instagram.com/p/CWKuuNtAqxC/?utm_medium=copy_link

  • Inovasi Digital Generasi Milenial HST, Bank Sampah Urbandewan Luncurkan Platform Ratikita.id

    Inovasi Digital Generasi Milenial HST, Bank Sampah Urbandewan Luncurkan Platform Ratikita.id

    BARABAI, klikkalsel.com – Memasuki era digitalisasi, para anak muda generasi milenial tak hentinya melakukan berbagai macam inovasi untuk berbagai macam kemajuan. Salah satu bentuknya adalah yang dilakukan sejumlah pemuda yang tergabung dalam Bank Sampah Urang Banua Asli Bawan (Urbandewan) dan Wodjaotech project yang meluncurkan platform Ratikita.id di BFC Najwa Barabai, Kamis (11/11/2021).

    Inovasi digital Ratikita.id tersebut merupakan sebuah gerakan milenial peduli sampah yang bertujuan mendigitalkan bisnis sampah di Bumi Murakata. Tak tanggung-tanggung, inovasi tersebut merupakan platform pertama yang mengakomodir Bank Sampah guna memasifkan gerakan menjadikan sampah bernilai ekonomis

    Muliyadi Saputra yang merupakan Mahasiswa S2 Jurusan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Universitas Lambung Mangkurat dan Founder Bank Sampah Urbandewan Jum’at (12/11/2021) menjelaskan, Peluncuran aplikasi Ratikita.id tersebut merupakan suatu bentuk gerakan nyata para milenial Bumi Murakata dalam mencintai lingkungan.

    Lebih lanjut, Ia bersama timnya bertekad menjadikan bank sampahnya menjadi perusahaan yang ramah lingkungan dengan mendorong terciptanya ekonomi kreatif dan inovasi digital di Kalimantan, Indonesia, bahkan Internasional.

    Menurutnya, Rata-rata pencatatan transaksi yang sekarang dilakukan manual pakai buku yang pastinya memerlukan anggaran dan apabila terkena air bisa rusak dan hilang. Hadirnya inovasi digital ini untuk mengatasi permasalahan tersebut, pencatatannya bisa lebih aman serta adanya transparansi transaksi.

    Dijelaskan, Platform tersebut mengadopsi dari berbagai aplikasi digital yang saat ini berkembang. Fitur yang tersedia dalam aplikasi tersebut ada beragam.

    Diawali dengan fitur saldo, yang menampilkan jumlah uang yang dimiliki berdasarkan transaksi sampah yang telah dilakukan.

    Kemudian, Tersedia pula fitur jemputan yang digunakan untuk nasabah yang ingin menabung, akan tetapi sampahnya ingin dijemput di lokasi.

    “Untuk pemakaian fitur ini yang sekarang masih kita batasi dalam radius 7 km. Serta dihargai Rp 2.500 untuk setiap kilometernya,” tuturnya.

    Lebih lanjut, adapula fitur setor sampah dan cairkan saldo yang menampilkan sebuah barcode dan berguna bagi nasabah untuk menabung dan mencairkan saldonya secara digital.

    Selanjutnya, terdapat pula fitur harga update yang memperlihatkan panatauan harga setor beragam macam sampah dengan variasi harganya.

    “Menariknya dari fitur ini, ada nilai edukasi di dalamnya. Disana terlihat bahwa sampah itu ada sangat beragam dan harganya pun sangat bervariasi. Biasanya kita tahu kertas itu satu macam saja diluaran, kalau disini terlihat ada empat macam jenis kertas dan harganya juga sangat bervariasi,” jelasnya.

    Selain itu, ada fitur Top Nasabah, yang tentunya sebagai pemantik atau stimulus bagi para nasabah untuk menabung. Disini juga terdapat transparansi berapa jumlah menyetor, serta jumlah saldo dimiliki. Lebihnya lagi, fitur ini akan update secara realtime atau otomatis dan dapat dilihat semua orang.

    Pada kesempatan tersebut, Mulyadi dan timnya juga memaparkan sebuah rencana besar untuk Bank Sampahnya yang bergerak di bidang industri, komitmen lingkungan hidup, serta ekonomi kreatif. Dimana kedepannya akan mengusahakan untuk mencari cara dapat menampung sampah medis dan beragam sampah lain untuk dapat pula dirangkul dan dijadikan bernilai ekonomis.

    “Target kita sangat besar, mulai dari tahun 2022 yang berusaha dapat merangkul sampah medis di berbagai fasilitas kesehatan agar bernilai ekonomis, serta pada tahun 2025 nantinya juga bermimpi mempunyai pabrik daur ulang sendiri. Alhamdulillah, untuk sekarang melalui hasil Bank Sampah ini bisa menghidupi biaya sehari-hari serta biaya kuliah,” tutupnya.

    Sementara itu, Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) HST, Syafaat secara seremonial meresmikan langsung peluncuran platform Ratikita.id.

    “Selamat dan sukses atas peluncuran platform Ratikita.id yang merupakan sebuah terobosan para pemuda yang rata-rata masih mahasiswa asli Bumi Murakata yang pertama di Kalimantan Selatan,” tuturnya.

    Menurutnya, Semakin banyak sampah yang bisa dikelola bank sampah, maka semakin meringankan Pemerintah Daerah pula dalam mengatasi masalah sampah. Hal itu merupakan upaya penanganan di bagian hulu permasalahan, terlebih TPA HST yang ada di Desa Telang saat ini sudah hampir penuh.

    Lebih lanjut, dengan Hulu Sungai Tengah yang dihuni 260 ribu jiwa, maka secara rata-rata warga Bumi Murakata menghasilkan 40 ton sampah perhari. Tentunya, ini merupakan potensi yang sangat besar yang bisa dikerjakan bank sampah kedepannya.

    Dijelaskan, saat ini sudah ada 10 bank sampah yang beroperasi di Bumi Murakata. Selanjutnya, pihaknya akan terus berupaya menggalakan aktivasi bank sampah dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga tingkat desa-desa.

    “Ketika melihat bank sampah semakin banyak bermunculan, maka sampah yang dulu dianggap sebagai buangan, kini menjadi sesuatu yang berkah menghasilkan rupiah bahkan bisa menjadi sesuatu yang disedekahkan,” tutupnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Wujudkan Pesta Demokrasi tingkat Desa Yang Sesuai Harapan, Calon Pembakal Lakukan Deklarasi dan Penandatanganan Kampanye Damai

    Wujudkan Pesta Demokrasi tingkat Desa Yang Sesuai Harapan, Calon Pembakal Lakukan Deklarasi dan Penandatanganan Kampanye Damai

    BARABAI, klikkalsel.com – Mewujudkan Pesta Demokrasi tingkat Desa di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) berjalan sesuai harapan masyarakat, sejumlah calon Pembakal (kepala desa) di Desa Palajau melakukan deklarasi kesepakatan kampanye damai di halaman kantor Pembakal Palajau, Jum’at (12/11/2021).

    Dengan melakukan penandatanganan, para calon pembakal sepakat bersama-sama akan mematuhi dan melaksanakan setiap tahapan Pilbakal secara damai, sopan bermartabat dan penuh tanggungjawab demi terselenggaranya Pilbakal serentak tahun 2021.

    Dalam dokumen kesepakatan tersebut, berisikan para kontestan yang bersaing siap mematuhi dan melaksanakan segala ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta mengedepankan etika dan moralitas selama pelaksanaan Pilbakal serentak.

    Kemudian, para calon juga bertekad menciptakan situasi yang kondusif selama pelaksanaan Pilbakal serentak.

    Lebih lanjut, mereka yang bersaing harus siap menang dan siap kalah dalam Pilbakal serentak tersebut.

    Selanjutnya, tak lupa pula para calon dituntut siap menerapkan protokol kesehatan selama melaksanakan tahapan Pilbakal serentak. Walaupun kondisi Covid-19 di HST melandai, akan tetapi pandemi masih belum berakhir.

    Selain itu, para calon juga berkomitmen untuk tidak akan melakukan pelanggaran perdata atau pidana.

    Dalam dokumen kesepakatan tersebut ditegaskan, apabila melanggar apa yang tercantum dalam deklarasi damai ini, para calon bersedia dikenakan sanksi moral, sanksi administrasi, dan dituntut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Pada kesepakatan tersebut, turut ditandatangani oleh empat calon pembakal Desa Palajau serta saksi-saksi dari Ketua BPD, Pj Pembakal, Panitia Pilbakal, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat setempat.

    Diketahui, Sesuai dengan surat edaran Pemkab HST Nomor 412/416/PD-DPMD/IX/2021, ditegaskan tahapan Pilbakal di 150 desa dari 11 Kecamatan kembali dilanjutkan setelah sebelumnya sempat tertunda akibat melonjaknya kasus Covid-19.

    Kemudian, di Desa Palajau yang merupakan salah satu Desa di HST, mendapat empat calon pembakal bersaing dalam ajang Pilbakal tersebut.

    “Ada empat calon di Desa Palajau Kecamatan Pandawan ini. Masing-masing yang mendapatkan nomor urut satu adalah Sahminan, nomor urut dua Gazali Rahman, nomor urut tiga Akhmad Fuad, dan nomor urut empat adalah Akhyar,” tutur Hayat.

    Hayat menerangkan, Kampanye para calon akan berlangsung selama tujuh hari ke depan, dengan diawali penyampaian visi-misi dan penandatanganan kesepakatan kampanye damai dan taat oleh Calon Pembakal dalam Rapat BPD yang telah dilakukan hari ini.

    Disamping itu, pada 17-22 November Panitia Pilbakal akan membuat Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kemudian juga, para calon memasuki masa tengan pada 20-22 November.

    “Untuk TPS sendiri, di Desa Palajau akan membuat 2 TPS guna memfasilitasi 942 daftar pemilih tetap (DPT) warga Palajau yang akan menggunakan hak suaranya,” tuturnya.

    Selanjutnya, acara puncak pesta demokrasi tingkat desa tersebut akan berlangsung pada hari Selasa (23/11/2021) mendatang. Diharapkan semua tahapan dan prosesnya akan berjalan lancar dan damai sesuai kesepakatan yang telah dibuat.

    Sementara itu, Aidi Ketua BPD Desa Palajau menyampaikan, Apresiasi dan terimakasihnya kepada panitia Pilbakal, para calon pembakal serta seluruh undangan yang berhadir pada kegiatan tersebut.

    Lebih lanjut, dalam kesempatan tersebut Ia juga menghimbau agar para calon untuk bersaing secara sehat sesuai dengan kesepakatan dan deklarasi yang telah dibuat. Serta, mengajak masyarakat untuk menggunakan hak suaranya pada puncak pesta demokrasi kedepan.

    “Bapolitik seadanya, bekawan selawasan,” tutupnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Hari Kesehatan Nasional ke 57, Wabup HST Tinjau Vaksinasi Massal di Tiga Kecamatan

    Hari Kesehatan Nasional ke 57, Wabup HST Tinjau Vaksinasi Massal di Tiga Kecamatan

    BARABAI, klikkalsel.com – Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke -57, Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) H Mansyah Sabri meninjau vaksinasi massal yang digelar di tiga Kecamatan, yaitu Kecamatan Batang Alai Selatan, Kecamatan Limpasu, dan Kecamatan Batang Alai Utara, Kamis (11/11/2021).

    Dalam kegiatan vaksinasi tersebut turut dihadiri Camat, Kapolsek, Danramil, Pembakal, Aparat Desa setempat serta masyarakat peserta vaksin.

    Dalam kesempatan itu, Wabup juga menyempatkan diri menyapa masyarakat yang ikut dalam vaksinasi tersebut. Serta, ia juga sampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan karena adanya terobosan untuk mempercepat proses vaksinasi melalui Gerakan Vaksinasi Covid-19 Rutin Tersebar (HST-GENCAR).

    “Terimakasih kepada para Camat, Kepala Puskesmas, Danramil dan Kapolsek yang telah memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19, dan juga apresiasi kepada Dinas Kesehatan karena adanya terobosan untuk mempercepat proses vaksinasi,” tuturnya.

    Lebih lanjut, Wabup mengingatkan, vaksin tersebut adalah salah satu bentuk ikhtiar untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Akan tetapi, selepas itu kita tetap harus mentaati protokol kesehatan.

    “Inilah upaya Pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan vaksin yang sudah tertinggal agar masyarakat kita divaksin. Sehingga punya daya tahan individual, tapi bukan berarti bebas dan mengabaikan protocol kesehatan.” tutup Wabup.

    Dalam peninjauan tersebut Wakil Bupati HST turut didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan H Musrsalin dan Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Abdi Budiman.

    Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan H Musrsalin mengatakan, kegiatan vaksinasi ini dalam rangka peringatan HKN ke-57. Peringatan tersebut mengusung tema “Sehat NegriKu Tumbuh IndonesiaKu” dan upaya percepatan vaksinasi Covid-19 guna mencapai Herd Immunity.

    “Melalui rencana aksi HST-GENCAR di Puskesmas, Rumah Sakit, dan Massal pada tanggal 1 – 30 November 2021 dengan total dosis 60.000 dosis,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Kabid P2P Abdi Budiman menjelaskan, target sasaran vaksinasi yang dikunjungi hari ini di Desa Paya Kecamatan BAS 250 dosis , di Kecamatan Limpasu target sasaran 200 dosis pelajar dan di Aula Kecamatan BATARA target sasaran 300 dosis, Koramil Batara 350 dosis, dan Polsek Batara 350 dosis,” jelasnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Jembatan Darurat Selesai, Desa Murung B dengan Patikalain HST Kembali Terhubung

    Jembatan Darurat Selesai, Desa Murung B dengan Patikalain HST Kembali Terhubung

    BARABAI, klikkalsel.com – Pembangunan jembatan darurat dengan ‘dikeroyok’ atau secara gotong royong warga Desa Patikalain dan Murung B dibantu oleh anggota Kodim 1002/HST, Polsek Hantakan dan BPBD Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), kini sudah selesai.

    Akhirnya akses dua desa yang berada di Pegunungan Meratus kembali terhubung, Rabu (10/11/2021).

    Seperti diketahui bersama dalam video beredar, jembatan darurat tersebut sempat terputus pada Minggu (7/11/2021) lalu akibat diterjang arus sungai yang sangat deras.

    Insiden putusnya jembatan tersebut merupakan keempat kalinya yang dirasakan warga setempat, yang mengakibatkan warga di Pegunungan Meratus setempat sempat terisolasi. Karena, jembatan tersebut merupakan akses transportasi satu-satunya yang dimiliki masyarakat.

    “Dengan penuh semangat, warga dua desa tersebut membangun jembatan darurat dibantu anggota Kodim 1002/HST, Polri dan BPBD HST akhirnya selesai,” terang Abdul Gafur Plt Kepala Desa Patikalain.

    Lebih lanjut, Gafur mengucapkan terima kasih kepada TNI-Polri dan BPBD serta semua pihak yang telah membantu pembangunan jembatan darurat tersebut.

    “Warga kami sudah tidak terisolir lagi dan jembatan sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat,” tambahnya.

    Sementara itu, Danramil 1002-07/Batu Benawa Kapten Inf Andi Tiro mengatakan, terkait selesainya pembangunan jembatan darurat di wilayah binaannya tersebut, sudah menjadi tugas dan tanggungjawab TNI untuk membantu kesulitan rakyat.

    Menurutnya, hal ini selaras dengan pengamalan 8 Wajib TNI pada butir ke delapan yaitu menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.

    “Kegiatan gotong royong pembangunan jembatan darurat ini juga sebagai upaya TNI dalam rangka kemanunggalan TNI-Rakyat guna memantapkan ruang, alat kondisi juang yang tanggung dalam mendukung tugas Pokok TNI-AD,” tegas Andi Tiro. (dayat)

    Editor : Akhmad