Kategori: HST

  • Bupati HST Tidak Terlihat Saat Banjir, Sekda Klarifikasi Posisi Keberadaannya

    Bupati HST Tidak Terlihat Saat Banjir, Sekda Klarifikasi Posisi Keberadaannya

    BARABAI, klikkalsel.com – Musibah banjir yang melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) membuat masyarakat yang terdampak merasa kembali trauma. Mengingat kondisi tersebut merupakan kali kedua warga Bumi Murakata dilanda banjir pada 2021.

    Selain itu, masyarakat pun sempat dibuat bertanya-tanya pada saat kondisi banjir orang nomor satu di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tidak terlihat batang hidungnya.

    Pj Sekretaris Daerah HST Muhammad Yani, memberikan klarifikasi terkait keberadaan Bupati HST yang tidak terlihat pada saat Bumi Murakata dilanda banjir.

    Baca juga: Update Banjir HST, Debit Air di Sebagian Titik Masih Sepaha Orang Dewasa

    Baca juga: Sudah Ada 14.990 Jiwa jadi Penyintas Banjir di Tiga Kabupaten, HST Terparah

    “Pada saat terjadi banjir Senin hingga Selasa (15 sampai 16/11/2021), Bupati menghadiri kegiatan di Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reforma Birokrasi (Kemenpan RB) menerima hasil evaluasi sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan (Sakip),” ucapnya, di Kantor Sekretaris Daerah HST, Kamis (18/11/2021).

    Kemudian, bupati juga ada agenda untuk menanyakan terkait penyederhanaan birokrasi jabatan struktural di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). Serta, dilanjutkan juga melakukan kunjungan ke Komisi V DPR RI untuk meminta dukungan pasca banjir.

    Selain itu, pada hari ini juga, bupati masih tidak terlihat batang hidungnya. Ternyata, beliau sedang ada acara keluarga di Banjarmasin. Sehingga, agenda press confrence ini juga turut dibawakan oleh Sekda HST.

    Sementara itu, Wakil Bupati HST juga turut tidak kelihatan ketika terjadi banjir. Menurut keterangan Yani, beliau juga sedang ada acara di Banjarbaru dengan Bank Kalsel terkait agenda pemegang saham.

    “Karena terbentur beberapa agenda itulah penanganan banjir diserahkan kepada Sekda, yang sebelumnya kita sudah melakukan beberapa skenario penanganan juga secara bersama-sama serta belajar dari pengalaman januari silam,” tambahnya.

    Yani menjelaskan, pada pertemuan dengan komisi V DPR RI, Bupati HST mengusahakan dana anggaran Rp 141 Miliyar guna prioritas penanganan banjir untuk di bawa ke badan anggaran. Maka dari itu diperlukan komunikasi yang intens dan mudahan tidak tercecer untuk tahun 2022. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Bupati HST Wisuda 221 Santri TK/TPA di Kecamatan Labuan Amas Utara

    Bupati HST Wisuda 221 Santri TK/TPA di Kecamatan Labuan Amas Utara

    BARABAI, klikkalsel.com – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) H Aulia Oktafiandi beserta Ketua Umum Pengurus Wilayah BKPRMI Kalsel H Hermansyah, mewisuda santri TK/TP Al Qur’an ke XXXIII dan Ta’limul Qur’an Lansia ke XV angkatan 3 dari Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU) berjumlah 221 santri.

    Kegiatan wisuda tersebut diselenggarakan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al Qur’an (LPPTKA) yang berada di bawah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten HST di Gedung Serba Guna Kecamatan Labuan Amas Utara, Rabu (17/11/2021).

    Bupati HST H Aulia Oktafiandi menyampaikan, atas nama Pemkab HST, mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar LPPTKA BKPRMI Kabupaten HST atas terselenggaranya wisuda dan Ta’limul Al Qur’an kali ini.

    Lebih lanjut, Bupati menyampaikan pesan meskipun anak-anak sudah lulus atau sudah diwisuda, tetap ajak mereka untuk terus membaca Al Qur’an. Karena, inilah cara kita untuk menjaga anak kita agar terus mendalami Al Qur’an, wisuda ini adalah satu tahapan tapi tahapan selanjutnya harus dijaga.

    “Kami dari Pemerintah Kabupaten merencanakan sebuah generasi yang penghafal Al Qur’an sekitar seribu santri penghafal Qur’an, mereka tidak harus menjadi seorang Tahfizd yang masuk Pesantren baik di lembaga formal maupun nonformal. Tapi bisa saja mereka bersekolah di SD, SMP tetapi mereka bisa menghafal Al Qur’an.” bebernya.

    Baca Juga : Update Banjir HST, Debit Air di Sebagian Titik Masih Sepaha Orang Dewasa

    Baca Juga : Waw, Iuran dari Sumbangan HKN Segede Rp 236 Juta

    Ia berharap, agar para orang tua bisa memanfaatkan momen ini kedepannya. Jangan cukup puas hanya bisa membaca, tetapi hafal Al Qur’an juga, kiranya itu salah satu bentuk ikhtiar kita.

    “Selamat diwisuda, tetap terus belajar Al-Qur’an, patuhi apa kata orang tua, dan berbakti kepada orang tua,” tutup Bupati.

    Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Wilayah BKPRMI Kalsel H Hermansyah menyampaikan, bersyukur ditengah pandemi Covid-19 masih bisa melakukan kegiatan wisuda TK/TP Al Qur’an yang sudah dua tahun kita vakum. BKPRMI tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan metodenya masing-masing dalam pelaksanaannya sesuai protokol kesehatan.

    Lebih lanjut, di HST untuk wisuda TK/TP Al Qur’an nomor satu di Provinsi Kalimantan Selatan karena terbanyak. Sementara untuk metode pembelajaran BKPRMI HST juga sudah diikuti oleh Kabupaten lain, yaitu Kabupaten Tanah Laut dan Tanah Bumbu.

    “Hari ini kalian diwisuda dan ini bukan akhir dari sebuah perjalanan, tapi ini adalah awal dari sebuah perjuangan. Terus dalami, pelajari, amalkan isi kandungan dalam Al Qur’an, karena kalian akan menjadi generasi emas Provinsi Kalsel, generasi emasnya Kabupaten HST,” tutupnya.

    Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia Camat LAU H Jamhari juga melaporkan, Bahwa santri yang diwisuda hari ini berjumlah 221 santri. Dengan semangat wisuda santri hari ini harapannya dapat mencetak generasi Qur’ani kedepannya.

    “Atas nama panitia pelaksana mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Pemkab HST dan panitia lainnya sehingga pelaksanaan wisuda hari ini berjalan lancer,” bebernya.

    Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Pengurus Wilayah BKPRMI Kalsel, Perwakilan Kemenag HST, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Ketua Umum DPD BKPRMI HST, Ketua MUI Kecamatan LAU, Ketua TP PKK Kecamatan LAU, unsur Forkopimcam LAU, Kepala KUA Kecamatan LAU, serta undangan lainnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Areal Pasar Barabai Masih Tergenang, Transaksi Berpindah ke Bahu Jalan

    Areal Pasar Barabai Masih Tergenang, Transaksi Berpindah ke Bahu Jalan

    BARABAI, klikkalsel.com – Areal bahu jalan lintas provinsi atau lebih tepatnya sepanjang Jalan Ahmad Yani depan gerbang selamat datang 1 dan 2 Pasar Agrobisnis Barabai menjadi pasar dadakan dipenuhi lapak para pedagang dalam dua hari terakhir. Peristiwa tersebut merupakan salah satu dampak dari masih tergenangnya areal Pasar Barabai setempat.

    Akibat dari berpindahnya kegiatan transaksi tersebut, terlihat akses jalan pun mengalami kemacetan imbas dari berkumpulnya masyarakat baik itu berdagang, berbelanja, atau sekedar melintas.

    Menurut pengakuan Abdul Hadi salah satu pedagang buah Rabu (17/11/2021) menuturkan, pindah lokasi berdagang ke bahu jalan lintas provinsi tersebut, karena tempatnya di dalam lokasi pasar turut terendam.

    Lebih lanjut, ia turut berjuang mengeluarkan buah-buahannya yang sebelumnya di dalam pasar dengan melewati debit air yang cukup tinggi. Parahnya lagi, rak dagangnya pun sebagian turut hilang terbawa air bah tersebut.

    “Lapak jualan kita terendam juga di Pasar Keramat Barabai. Dengan kondisi debit air yang seperti ini tidak memungkinkan untuk berdagang didalam,” tuturnya.

    Baca Juga : Update Banjir HST, Debit Air di Sebagian Titik Masih Sepaha Orang Dewasa

    Baca Juga : Waw, Iuran dari Sumbangan HKN Segede Rp 236 Juta

    Menurutnya, apabila debit air sudah surut akan kembali lagi ke tempat semula. Akan tetapi, untuk sementara waktu ia berharap ada toleransi dari pemerintah selama banjir masih menggenang pasar.

    Kendati demikian, dibandingkan dengan berjualan di areal dalam, buah-buahan yang ia jual lebih laku di bahu jalan raya tersebut. Menurutnya, ketika berdagang di bahu jalan ini masyarakat lebih mudah menjangkau barang-barang jualannya.

    Akan tetapi, sesuai kebijakan pemerintah seluruh pedagang sudah dikumpulkan dalam arela pasar yang dikepung dengan portal. Hal itu dilakukan pemerintah guna menertibkan para pedagang serta taat membayar parkir demi mendorong pendapat asli daerah (PAD).

    “Sebelumnya saya berdagang di depan Pasar Keramat Barabai. Sekarang sudah tidak diizinkan lagi, semua sudah ditertibkan di areal pasar dalam portal. Penjualan pun jauh berbeda, saya berharap ada keringanan dari jam 4 sore hingga malam bisa berdagang lagi disana,” tuturnya.

    Sementara itu, terlihat aparat Dinas Perhubungan HST turut bertugas di lokasi pasar dadakan tersebut. Pihaknya, turut berperan untuk mengatur lalu lintas jalan raya yang dikerumuni oleh para pedagang dan pembeli.

    Kendati demikian, kegiatan transaksi pasar tetap berjalan, karena keadaan pasar yang masih tergenang dan masih belum memungkinkan untuk kembali ke dalam lokasi Pasar Agrobisnis yang jalannya masih digenangi air. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Update Banjir HST, Debit Air di Sebagian Titik Masih Sepaha Orang Dewasa

    Update Banjir HST, Debit Air di Sebagian Titik Masih Sepaha Orang Dewasa

    BARABAI, klikkalsel.com – Sudah tiga hari banjir melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang disebabkan oleh tingginya curah hujan setempat secara merata daerah pegunungan dan daerah bawahnya. Meskipun debit air kota Barabai sudah turun dan perlahan kembali normal, akan tetapi daerah Kecamatan Pandawan dan Labuan Amas Utara masih tergenang tinggi.

    Lokasi yang masih tergenang tinggi tersebut diantaranya, yaitu di Desa Masiraan dan Desa Jaranih, Kecamatan Pandawan HST dengan ketinggian debit air masih sepaha orang dewasa. Desa tersebut memiliki Sungai Jaranih yang merupakan satu jalur aliran sungai dengan Kota Barabai yang menerima langsung kiriman air dari hulu sungai.

    Menurut pengakuan Bahran warga RT 02 Desa Masiraan Rabu (17/11/2021), Sudah dua hari ini desanya mendapatkan kiriman banjir dari Kota Barabai. Bahkan, dirinya harus menggunakan akses lanting untuk melakukan berbagai macam mobilisasi aktivitasnya.

    Warga Desa Masiraan yang rumahnya masih tergenang air mengungsikan keluarganya secara mandiri. (Foto : Dayat/klikkalsel.com)

    “Agar tidak basah keluar rumah, kita menggunakan lanting. Biasanya pakai sepeda motor, akan tetapi debit air tinggi, sehingga tidak bisa digunakan. Jadi kita amankan dulu ke tempat yang lebih tinggi,” ungkapnya usai memberi makan ternak.

    Baca juga: Update Data Bencana Banjir HST, Air Masih Tergenang Ratusan Jiwa Mengungsi

    Baca juga: Sinergi Petugas dan Relawan Evakuasi Ibu Hamil Terdampak Banjir

    Selain itu, dirinya pun turut mengungsikan hewan ternaknya berupa sapi yang semula di depan rumah bantaran sungai, dipindahkan ke titik yang lebih tinggi di dekat areal persawahan masyarakat.

    Meskipun rumahnya terendam, ia dan keluarga masih tetap tinggal di rumahnya guna menjaga barang-barang, bersih-bersih, serta melakukan aktivitas penghidupan keluarga. Karena, di lokasi tersebut tidak terdapat tempat pengungsian serta jauh dari titik Posko Induk Banjir yang berada di Stadion Mandingin Barabai.

    Menurutnya, melihat pergerakan debit air yang sekarang bisa mencapai seminggu baru bisa turun. Karena, daerah hilir sungai tersebut terpantau sudah banyak tertutup sampah dan material yang dibawa banjir. Selain itu, kondisi tersebut juga diperparah dengan sisa banjir bandang awal tahun lalu yang nomalisasi sungainya tak berjalan.

    “Dengan adanya banjir ini aktivitas kami terhambat, mata pencaharian terputus. Karena, rata-rata pekerjaan kami sebagai pekebun dan petani yang sebagian lahan kami juga turut terdampak banjir. Semoga lekas surut,” tutupnya.

    Sementara itu, Dalam update data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HST per 17 November 2021, tercatat di Desa Masiraan ada 185 rumah terendam dengan dihuni 208 kepala keluarga dan 739 jiwa.

    Sedangkan secara akumulatif, dampak banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah ada 2.349 kepala keluarga dan 6.687 jiwa yang terdampak, serta ada 505 pengungsi. Untuk fasilitas umum, ada 44 sekolah yang terdampak, 4 jembatan rusak 2 diantaranya bahkan putus, 1 ruas jalan rusak, serta ada 2 titik longsor.

    “Untuk pengungsi saat ini sudah pulang ke rumah masing-masih semua,” tulis Bonang BPBD HST.

    Kendati demikian, ada beberapa kepala keluarga juga turut mengungsi secara mandiri dan tidak terdata di Desa Masiraan. Untuk itu, petugas pun masih berupaya menghimpun data. (Dayat)

  • Update Data Bencana Banjir HST, Air Masih Tergenang Ratusan Jiwa Mengungsi

    Update Data Bencana Banjir HST, Air Masih Tergenang Ratusan Jiwa Mengungsi

    BARABAI, klikkalsel.com – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) akibat hujan deras yang mengguyur Pegunungan Meratus hingga Kota Barabai, hingga sekarang air masih tergenang.

    Pantauan wartawan klikkalsel di lapangkan, terlihat ruas jalan Kota Barabai, rumah-rumah, dan beragam infrastruktur lain masih tergenang. Sehingga, ratusan masyarakat setempat pun masih mengungsi.

    Menurut update Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HST per Selasa (16/11/2021) sekira 13.33 Wita tercatat, sekitar 2.000 kepala keluarga, dan 5.500 jiwa turut terdampak. Selain itu, tercatat ada 505 jiwa masyarakat yang turut mengungsi.

    Data tersebut meliputi dalam delapan kecamatan, yaitu Kecamatan Batu Benawa, Barabai, Batang Alai Utara, Batang Alai Selatan, Haruyan, Pandawan, Hantakan, dan Kecamatan Batang Alai Timur.

    Melalui laporan tersebut, tidak hanya masyarakatnya saja yang terdampak. Melainkan juga, berbagai infrastruktur turut terkena imbas banjir.

    Baca Juga : Menyimpang dari Aturan Perundang-undangan, Dinkes Lakukan Pungut Iuran Tanpa Izin Walikota

    Baca Juga : Berpacu Dengan Arus, Petugas dan Relawan Gabungan Bagikan Logistik ke Lokasi Pengungsian

    Seperti pada Kecamatan Batang Alai Utara, tepatnya pada Desa Sumanggi ada tanggul yang berada di RT 08 Jebol, Jembatan Gantung RT 01 dan RT 08 rusak, Jembatan Roda 4 RT 04 rusak, serta ruas jalan setempat turut rusak.

    Kemudian, di Kecamatan Hantakan ada jembatan darurat putus di Desa Timan dan longsor menutup badan jalan sepanjang ±50M di Desa Pasting.

    Selanjutnya, di Kecamatan Batu Benawa, tepatnya di Desa Baru (Waki) ada nembatan darurat juga putus di RT 08. Serta, di Kecamatan Batang Alai Timur ada longsor menutup badan jalan ±30M di Desa Hinas Kiri.

    Selain itu, untuk tempat pengungsian yang digunakan masyarakat ada lima titik. Yakni, di SMAN 1 Barabai dengan jumlah pengungsi ±150 Jiwa dan Gedung Djoang Barabai jumlah pengungsi ±25 Jiwa.

    Baca Juga : Tunggu Tandatangan Resmi, Status Siaga Bencana di Banjarmasin Akan Naik Menjadi Siaga Darurat

    Kemudian, di Mesjid Agung Barabai jumlah pengungsi ±150 Jiwa, dan Langgar Al-Akhyar Jl.Ulama Barabai jumlah pengungsi ±30 Jiwa, serta Mesjid Shulaha Barabai jumlah pengungsi ±150 Jiwa.

    Hingga kini, petugas dan relawan gabungan masih terus memantau perkembangan kondisi banjir di lapangan. Kendati demikian, debit air di Kota Barabai sudah mulai menurun, akan tetapi daerah hilir sungainya yang berada di Kecamatan Pandawan dan Labuan Amas Utara turut mendapat giliran kiriman air. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Sinergi Petugas dan Relawan Evakuasi Ibu Hamil Terdampak Banjir

    Sinergi Petugas dan Relawan Evakuasi Ibu Hamil Terdampak Banjir

    BARABAI, klikkalsel.com – Tergenangnya akses jalan Kota Barabai menjadikan putusnya mobilitas untuk berbagai macam transportasi. Akibatnya, perahu pun menjadi salah satu alternatif untuk melakukan berbagai macam mobilitas.

    Seperti yang dilakukan para Petugas BPBD HST bersama personil Rescue Murakata, serta relawan gabungan. Mereka bersinergi melakukan evakuasi ibu hamil yang terdampak banjir dan memerlukan penanganan dengan segera terkait kondisinya tersebut.

    Menurut Rusdikani salah satu personil TRC BPBD HST, Pihaknya merespon permintaan untuk melakukan evakuasi di Gang Sawahan Barabai.

    Lebih lanjut, Pihaknya yang standby di Posko Induk Stadion Mandingin Barabai dengan sejumlah relawan langsung menuju ke lokasi dengan menggunakan unit BPBD lengkap dengan perahu karet.

    “Informasi masuk permintaan evakuasi sekitar pukul 05.10 Wita. Kami pun langsung meluncur ke lokasi melakukan penanganan,” tuturnya, Selasa (16/11/2021) subuh.

    Baca Juga : Menyimpang dari Aturan Perundang-undangan, Dinkes Lakukan Pungut Iuran Tanpa Izin Walikota

    Baca Juga : Berpacu Dengan Arus, Petugas dan Relawan Gabungan Bagikan Logistik ke Lokasi Pengungsian

    Sampai di lokasi titik terakhir armada, Pihaknya harus membawa perahu karet melewati Jalan Terminal Karamat, Kecamatan Barabai Utara yang cukup berarus.

    Kemudian, Taher personil Rescue Murakata yang juga turut membantu evakuasi di lokasi, Pihaknya berhasil mengevakuasi sekira pukul 05.45 Wita.

    “Petugas BPBD bersama relawan berhasil mengevakuasi dengan identitas ibu Sri di gang sawahan yang handak beranak (melahirkan),” ucapnya.

    Selanjutnya, Petugas dan relawan pun langsung mengantarkan ibu tersebut ke RSHD Damanhuri Barabai.

    Selain korban tersebut, Petugas dan relawan juga sudah bergelut mengevakuasi puluhan warga ke sejumlah titik pengungsian di seputaran Kota Barabai sejak Senin (15/11/2021) dinihari.

    Data sementara dari BPBD HST per tanggal 16 November 2021, ada sekitar 2.000 Kepala Keluarga dengan 5.500 Jiwa yang terdampak banjir. Serta, ada sekitar 505 jiwa yang mengungsikan diri ke tempat yang lebih aman. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Rutan Barabai Dilanda Banjir, Petugas Evakuasi Blok Wanita ke Lantai II Area Perkantoran

    Rutan Barabai Dilanda Banjir, Petugas Evakuasi Blok Wanita ke Lantai II Area Perkantoran

    BARABAI, klikkalsel.com – Hujan yang mengguyur Daerah Hulu Sungai Tengah (HST) sejak pukul 03.00 Wita pada hari Senin (15/11/2021) dini hari menyebabkan Sungai Barabai meluap. Akibatnya, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Barabai kembali dilanda banjir.

    Hingga sore hari air belum memasuki area Rutan Barabai. Namun, saat pukul 20.00 Wita, air luapan sungai mulai masuk ke dalam Rutan. Ketinggian air terus mengalami kenaikan hingga pukul 04.00 Wita Selasa (16/11/2021) dini hari, debitnya hingga setinggi lutut orang dewasa.

    Petugas pun melakukan upaya pencegahan dengan menutup saluran masuknya air menggunakan karung pasir dan mengevakuasi blok wanita ke lantai II area perkantoran tersebut.

    Selain itu, para petugas juga turut mengamankan seluruh berkas berkas penting. Karena, debit air tidak dapat diprediksi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

    Baca Juga : Air Masih Menggenang dan Listrik Padam, Relawan Gabungan Bagikan Lilin Kepada Warga

    Karutan Barabai, Gusti Iskandarsyah telah bersiaga di Rutan Sejak malam hari dan terus melaporkan kondisi terkini yang terjadi di Rutan Barabai.

    “Debit air sudah mengalami penurunan yang tadinya setinggi lutut, hingga pukul 07.30 Wita saat ini ketinggian air sudah setinggi betis” terang Gusti.

    Selain itu, Karutan juga telah berkoordinasi dengan BPBD HST, Polres dan Kodim 1002/HST untuk bantuan pengamanan dan informasi terkait perkembangan banjir di Kabupaten HST.

    “Saat ini Rutan Barabai terkendala air bersih. Untuk itu Kasubsi Pelayanan Tahanan sudah menghubungi atau berkoordinasi dengan pihak penyedia bahan bakanan dan mulai siang ini galon air bersih siap didistribusikan.” tambahnya.

    Hingga saat ini, kondisi Rutan Barabai masih dalam keadaan aman, terkendali. Seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) juga dihimbau untuk tetap tenang seraya berdo’a bersama agar banjir segera surut. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Air Masih Menggenang dan Listrik Padam, Relawan Gabungan Bagikan Lilin Kepada Warga

    Air Masih Menggenang dan Listrik Padam, Relawan Gabungan Bagikan Lilin Kepada Warga

    BARABAI, klikkalsel.com – Kondisi banjir yang melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah, tepatnya Kota Barabai masih menggenang hingga larut malam. Mencegah adanya konsleting listrik, pihak PLN pun memutus sebagian alirannya, sehingga mengakibatkan beberapa titik gelap gulita.

    Merespon kondisi tersebut, sejumlah relawan Posko Jembatan Shulaha yang tergabung dalam Palang Merah Indonesia (PMI) HST, Vertical Rescue Indonesia (VRI), Pahuluan Rescue, dan Satgas Pramuka Peduli HST pun membagikan bantuan penerangan kepada masyarakat.

    Salah seorang personil PMI HST yang bertugas di lapangan, Feryan mengungkapkan, Pihaknya bersama relawan gabungan membagikan lilin guna membantu penerangan kepada masyarakat.

    Baca juga: Banjir Menggenangi Kota Barabai, Sejumlah Warung Turut Terdampak

    Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Beberapa Titik Bantaran Sungai di HST Waspada Banjir

    “Sebanyak 72 lilin kami bagikan untuk warga yang masih bertahan terendam air dan kondisi gelap gulita,” tuturnya, Senin (15/11/2021) sekira pukul 21.30 Wita.

    Lebih lanjut, pembagian tersebut dilakukan pada dua titik, yakni Jalur Kampung Kadi dan Jalur Hevea Barabai yang merupakan daerah yang bersentuhan langsung dengan bantaran sungai.

    Menurutnya, upaya tersebut merupakan bentuk respon meringankan sedikit kondisi masyarakat yang terdampak. Terlebih, dengan adanya penerangan, masyarakat bisa melihat dengan leluasa kondisi debit air serta wilayah di sekitarnya, yang kemungkinan rentan dinaiki binatang.

    Selain itu, pihaknya juga mengontrol masyarakat terkait kondisi kesehatan mereka. Serta, tak lupa pula menginformasikan pelayanan standby di Jembatan Shulaha Barabai untuk evakuasi, apabila merasa diperlukan.

    Sementara itu, dari pemantauan wartawan klikkalsel yang berada di lokasi banjir, air sudah mengalami penurunan.

    Terlihat, sejumlah sepeda motor roda dua sudah bisa melintas pada sebagian titik jalur, seperti Jembatan Shulaha, Kantor Bupati, serta Jl Lintas Mesjid Agung yang semula tidak bisa dilewati.

    Hingga berita ini terbit, Petugas beserta para relawan masih standby di beberapa lokasi titik pemantauan banjir. (Dayat)

  • Berpacu Dengan Arus, Petugas dan Relawan Gabungan Bagikan Logistik ke Lokasi Pengungsian

    Berpacu Dengan Arus, Petugas dan Relawan Gabungan Bagikan Logistik ke Lokasi Pengungsian

    BARABAI, klikkalsel.com – Imbas dari tergenangnya sebagian titik Kota Barabai menjadikan masyarakat mengungsi ke beberapa titik pengungsian yang lebih tinggi. Hingga larut malam air masih stagnan tergenang dan masyarakat pun sebagian mulai kelaparan.

    Salah satu tempat pengungsian tersebut yakni aula SMAN 1 Barabai yang menampung masyarakat Jl Munti Raya dan wilayah sekitarnya. Wilayah tersebut merupakan daerah yang bersentuhan langsung dengan bantaran sungai.

    Untuk menjangkau lokasi tersebut, Para petugas dari BPBD HST, TNI, dan Relawan Murakata serta relawan Gabungan harus berpacu dengan arus air demi membagikan logistik kepada para pengungsi.

    Baca juga: Banjir Menggenangi Kota Barabai, Sejumlah Warung Turut Terdampak

    Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Beberapa Titik Bantaran Sungai di HST Waspada Banjir

    TRC BPBD HST Rusdi Senin (15/11/2021) sekira 20.34 Wita mengungkapkan, sebanyak 150 nasi bungkus dibagikan kepada masyarakat yang mengungsi di aula tersebut.

    Demi menjangkau titik tersebut, Pihaknya bersama relawan gabungan harus berjalan membawa logistik melawan arus demi mencukupi kebutuhan masyarakat setempat.

    “Kami BPBD HST bersama, TNI serta relawan gabungan membagikan langsung logistik ke lokasi, sesuai permintaan dan data masuk melalui koordinasi Repeater Emergency Murakata,” tuturnya.

    Sementara itu, Fendy Warga Muntie Raya RT 05 menerima langsung logistik yang dibagikan ke Aula SMAN 1 Barabai tersebut.

    Setelah itu, Fendy bersama warga yang mengungsi tersebut langsung membagikan kepada para pengungsi lain guna mencukupi kebutuhan logistik mereka.

    Menurutnya, ia dan sebagian warga yang lain tidak bisa mencukupi kebutuhan logistik, karena tidak sempat membawa kebutuhannya ke lokasi pengungsian.

    “Terimakasih kepada para petugas dan relawan gabungan yang telah mengirimkan logistik untuk kami,” tuturnya.

    Setelah itu, sebagaian pengungsi pun terlihat sudah istirahat dengan berbaring alakadarnya di dalam aula tersebut.

    Kemudian, untuk sebagian titik debit air di Kota Barabai pun sudah mengalami penurunan sekitar 10 cm. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Barabai Kembali Terendam, Ketinggian Air Masih Bervariasi

    Barabai Kembali Terendam, Ketinggian Air Masih Bervariasi

    BARABAI, klikkalsel.com – Setelah debit air sempat meningkat tajam di sejumlah titik Pegunungan Meratus Hulu Sungai Tengah (HST), kali ini Kota Barabai yang satu jalur aliran air dari atas gunung tersebut mendapatkan giliran terendam.

    Dari informasi sejumlah relawan yang bergelut bertugas di lokasi, ketinggian air pun sangat bervariasi. Serta, air pun sudah menyebar ke sejumlah titik-titik dataran rendah kota Barabai, khususnya daerah bantaran sungai.

    Menurut pemantauan Wahyu salah seorang relawan yang menghimpun data di lokasi Senin (15/11/2021) sore, ketinggian debit air di Padawangan Barabai Utara berkisar 60-75 cm. Kemudian, di Jl.Tri Kesuma Barabai Darat berkisar 50-60 cm dari permukaan jalan.

    Banjir yang menggenang Kota Barabai masih meningkat dan ketinggian air sangat bervariasi. (Foto : Dayat/klikkaksel.com)

    Lebih lanjut, untuk titik Jl. Hevia Barabai Darat dengan ketinggian 40-60cm, Hevia Baru Barabai Darat 40-50 cm, dan di Munti Raya Barabai Darat berkisar 60-75cm.

    Baca juga: Banjir Menggenangi Kota Barabai, Sejumlah Warung Turut Terdampak

    Baca juga: Motor Bermasalah Akibat Menerabas Banjir, Simak Langkah Pengecekan Berikut Ini

     

    Kemudian, di Asrama Kodim Barabai Darat dengan ketinggian 40-50cm, Jl.Pelajar Barabai Darat berkisar 40-50cm, dan depan rumah dinas Bupati HST berkisar 20-25cm.

    Selanjutnya, di titik Jl.Pasar 2 dan 3 dengan ketinggian 30-45cm, dan Jl.Penas Tani belakang Yonif Barabai dengan ketinggian 50-65cm.

    “Ketinggian air sangat bervariasi, saat ini dalam satu jam terakhir mengalami kenaikan 5 cm,” tambahnya.

    Terlihat, sejumlah warga pun sebagian sudah mengungsi ke sejumlah titik pengungsian yang lebih tinggi.

    Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HST sedang sibuk bekerja melakukan sejumlah kegiatan di lapangan.

    Saat dikonfirmasi terkait data, Pihaknya pun masih belum bisa memberikan keterangan.

    Hingga berita ini ditayangkan, para relawan dan para petugas instansi pemerintah sibuk bergelut di lokasi. (dayat)

    Editor : Akhmad