Kategori: HST

  • Operasi SAR Irigasi Batang Alai, 300 Relawan Lebih Bantu Pencarian Orang Hilang

    Operasi SAR Irigasi Batang Alai, 300 Relawan Lebih Bantu Pencarian Orang Hilang

    BARABAI, klikkalsel.com – Peristiwa orang hilang yang terseret arus deras di irigasi Batang Alai, Desa Labuhan, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mendapatkan perhatian dari para relawan dari berbagai penjuru banua.

    Tercatat, lebih dari 300 relawan turun membantu Operasi SAR peristiwa tersebut. Hingga larut malam, para relawan masih terus berdatangan dari berbagai personil dengan membawa unit lengkap dengan perahu dan alat penerangan.

    Menurut informasi Julak Muhammad melalui Frekuensi Emergency Murakata 146.920 Mhz, Terkonfirmasi lebih dari 300 orang relawan dari 50 lebih kelompok relawan sudah berkoordinasi merapat ke lokasi.

    Lebih lanjut, para relawan pun saling mengisi posisi dalam Operasi SAR tersebut, baik dari relawan HST maupun dari kabupaten tetangga.

    “Ada yang melakukan pencarian, ada yang mengatur penerangan, bahkan ada yang sudah berkoordinasi untuk membuka dapur umum membantu kelancaran operasi SAR tersebut,” tutur Julak Muhammad, dihimpun melalui frekuensi yang sama, Senin (22/11/2021).

    Baca Juga : Terseret Arus Deras, Tiga Orang Dinyatakan Hilang di Irigasi Batang Alai

    Baca Juga : Ada Indikasi Mengaburkan dan Menghilangkan Alat Bukti Dalam Pemeriksaan Dugaan Tipikor HKN Banjarmasin

    Selain itu, Julak pun berpesan agar menjaga kesehatan dan keselamatan serta memantau kondisi cuaca setempat. Mengingat, kondisi sekarang intensitas hujan masih tinggi serta dalam masa potensi bencana Hidrometeorologi, terlebih lokasi pencarian tersebut berada di kawasan Pegunungan Meratus.

    “Pencarian masih berlangsung dengan pemantauan dari sisi sungai. Mengingat, kondisi air yang sangat deras, tidak memungkinkan untuk dilakukan secara terjun langsung,” ungkap relawan Balakar 654 Murakata di lapangan.

    Sementara itu, Basarnas Banjarmasin melalui Unit Siaga SAR Tabalong sudah menurunkan 1 team dengan personil 6 orang untuk melakukan Operasi SAR tersebut. Dalam keberangkatan tersebut turut membawa Rescue Car 1 Unit dan Perahu Karet serta Mopel 1 set.

    Lebih lanjut, di lokasi tersebut Basarnas pun langsung berkoordinasi dengan potensi yang ada di lapangan. Serta melakukan pemantauan dari titik pencarian di Irigasi Batang Alai yang berada di koordinat 2°32’38.24″S – 115°30’24.28″E.

    Hingga pukul 22.43 Wita, Jery (18), Arga (14), dan Manto (45) yang merupakan para korban yang terseret arus masih belum ditemukan. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Terseret Arus Deras, Tiga Orang Dinyatakan Hilang di Irigasi Batang Alai

    Terseret Arus Deras, Tiga Orang Dinyatakan Hilang di Irigasi Batang Alai

    BARABAI, klikkalsel.com – Warga Hulu Sungai Tengah (HST) kembali dihebohkan dengan peristiwa orang tenggelam di Irigasi Batang Alai. Diperkirakan sebanyak 3 orang dinyatakan hilang yang diduga terseret arus air yang sangat deras.

    Menurut informasi, Polres HST melalui Kasubsi Pengelolaan Informasi Dokumentasi dan Multimedia, Aipda M Husaini yang didapat dari informasi warga, peristiwa orang tenggelam terjadi di Irigasi Batang Alai, Desa labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS), HST.

    Ditambahkan, identitas tiga orang yang diduga hilang tersebut yaitu Jery (18), Arga (14), dan Manto (45) yang ketiganya merupakan warga Desa Labuhan.

    Dijelaskan, kronologis kejadian tersebut bermula pada Senin (22/11/2021) sekitar jam 15.00 Wita, ketiga korban tersebut memancing di lokasi Irigasi Batang Alai Desa labuhan Kecamatan BAS.

    Baca Juga : Ada Indikasi Mengaburkan dan Menghilangkan Alat Bukti Dalam Pemeriksaan Dugaan Tipikor HKN Banjarmasin

    Baca Juga : Gunakan Peralatan Seadanya, Babinsa Bersama Warga HST Gotong Royong Bersihkan Sampah di Sungai

    Kemudian, ada salah satu korban atas nama Jery yang sendalnya terjatuh ke dalam sungai Irigasi tersebut lalu mencoba mengambilnya, dan tiba-tiba air sungai pasang mendadak.

    Melihat korban Jery terseret terbawa arus, temannya atas nam Arga berusaha membantu dengan cara terjun atau loncat ke dalam sungai irigasi tersebut.

    Namun, air sungai semakin pasang sehingga Jery dan Arga juga terbawa arus.

    Setelahnya, datang Manto membantu kedua korban dengan cara memberikan sepotong bambu kepada kedua korban. Namun, Manto juga ikut terseret arus sungai Irigasi dan turut tenggelam.

    “Sampai saat ini ketiga korban belum juga diketemukan dikarenakan arus sungai di irigasi Batang Alai cukup deras,” tambahnya.

    Sementara itu, rekanan Basarnas, BPBD, dan para relawan Potensi SAR dari berbagai daerah pun sudah merapat ke lokasi dan masih melakukan pencarian. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Puncak Pilbakal Serentak Segera Berlangsung, Polres HST Gelar Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan

    Puncak Pilbakal Serentak Segera Berlangsung, Polres HST Gelar Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan

    BARABAI, klikkalsel.com – Jajaran Polres Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar kegiatan apel pergeseran pasukan pengamanan Pemilihan Pembakal (Pilbakal) serentak tahun 2021 di daerah hukum Polres HST, Senin (22/11/2021) di Halaman Apel Polres HST.

    Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres HST, AKBP Sigit Hariyadi serta turut dihadiri Waka Polres HST Kompol H. Fahmi Ansori, Para Kabag, Para Kasat Fung, Para Kapolsek, serta Para Perwira dan Brigadir yang terlibat dalam Pam Pilbakal.

    Kapolres HST, AKBP Sigit Hariyadi menyampaikan arahan, mengawal puncak Pilbakal yang segera berlangsung tersebut, jangan ada anggota yang bersikap arogan.

    “Setiap tindakan anggota harus sesuai dengan SOP, serta raih simpati masyarakat,” tuturnya.

    Kapolres menekankan, jangan ada anggota yang mempunyai keberpihakan kepada calon pembakal, dan setiap anggota wajib tetap netral.

    Baca Juga : Gunakan Peralatan Seadanya, Babinsa Bersama Warga HST Gotong Royong Bersihkan Sampah di Sungai

    Baca Juga : Ada Indikasi Mengaburkan dan Menghilangkan Alat Bukti Dalam Pemeriksaan Dugaan Tipikor HKN Banjarmasin

    Lebih lanjut, tidak ada anggota yang terlibat Sprin PAM Pilbakal yang membawa Senpi atau Sajam, dan yang diperbolehkan hanya tongkat Polisi.

    Kemudian, Kapolres mengarahkan untuk menggunakan HT sebagai alat komunikasi, serta melaporkan setiap perkembangan yang menujurus kearah gangguan.

    Selanjutnya, petugas laporkan lokasi Pilbakal yg mempunyai kerawanan dan masing-masing Kapolsek bertanggung jawab terhadap TPS Pilbakal di wilayahnya.

    “Kepada anggota yang standby agar melakukan mobilling dan penebalan terhadap TPS yang dianggap rawan gangguan,” tuturnya.

    Kegiatan berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan lancar, serta dilanjutkan arahan khusus Kapolres HST dan Pengambilan dukungan anggaran, BBM dan alat pelindung diri. (dayat)

     

    Editor : Akhmad

  • Sudah Putus Puluhan Kali, Warga Desa Alat Dibantu Anggota TNI, BPBD dan Relawan Kembali Bangun Jembatan Darurat

    Sudah Putus Puluhan Kali, Warga Desa Alat Dibantu Anggota TNI, BPBD dan Relawan Kembali Bangun Jembatan Darurat

    BARABAI, klikkalsel.com – Dampak banjir yang terjadi ketiga kalinya, tepatnya pada Kamis 18 Nopember 2021 sekitar pukul 23.30 Wita mengakibatkan putusnya jembatan darurat di Desa Alat RT.002 RW.001 Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

     

    Karena merupakan akses vital masyarakat, jembatan darurat tersebut dibangun kembali secara gotong-rongon oleh warga setempat dengan dibantu Anggota TNI, BPBD, dan segenap relawan, Minggu (21/11/2021).

     

    Sebelumnya, Jembatan utama yang menghubungkan Desa Alat dengan Desa Alat Seberang terputus diterjang banjir besar pada tanggal 14 Januari 2021, hingga kini belum ada pembangunan jembatan dari pemerintah daerah ataupun dari provinsi.

     

    Parahnya lagi, karena intensitas hujan yang tinggi, normalisasi sungai yang tidak berjalan, tercatat sudah sepuluh kali jembatan darurat tersebut terputus disapu arus air yang begitu deras.

     

    Pejabat Kepala Desa Alat, Aswandi mengungkapkan, Pihaknya kembali gotong-royong untuk membangun jembatan darurat dengan panjang jembatan sekitar 80 meter dan lebar 1,5 meter.

     

    Dalam pembangunan tersebut, Pihaknya turut dibantu Anggota Kodim 1002/HST bersama BPBD HST, relawan dan warga masyarakat Desa Alat melakukan pembuatan jembatan darurat dari bronjong batu sebagai penyangga utama jembatan.

     

    “Kembali, bahu-membahu warga Desa Alat, para relawan, Anggota TNI bersama BPBD HST mengumpulkan batu untuk di isikan ke dalam bronjong besi sebagai tiang jembatan,” tuturnya.

     

    Kemudian, Warga Desa Alat pun sangat berharap sesegeranya dapat dibangunkan jembatan yang permanen. Karena, jembatan tersebut merupakan akses yang sangat vital bagi masyarakat dalam melangsungkan segala aktivitasnya.

     

    “Kita berharap kepada Pemerintah Daerah untuk sesegeranya membangunkan jembatan yang permanen, mengingat jembatan ini sangat-sangat diperlukan bagi warga kami untuk melakukan aktifitas seperti bertani maupun berkebun di seberang sungai maupun sebaliknya,” harapnya.

     

    Sementara itu, Danramil 1002-07/Batu Benawa Kapten Inf Andi Tiro saat memimpin anggota Kodim 1002/HST bergotong royong ini mengatakan, Pihaknya akan selalu mendukung dan membantu kesulitan rakyat yang ada di sekitar.

     

    Lebih lanjut, Dalam pelaksanaan di lapangan tentu Pihaknya selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, Polri dan seluruh elemen masyarakat yang ada, seperti kegiatan pembuatan jembatan darurat saat ini.

     

    “Pelibatan TNI dalam kegiatan gotong royong pembuatan jembatan darurat ini merupakan pengamalan 8 Wajib TNI pada butir ke Delapan yaitu “Menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat seklilingnya” guna memantapkan kemanungalan TNI-Rakyat.”tegas Andi Tiro. (dayat)

  • Para Petugas Mendaki Pegunungan Meratus dan Lewati Hutan Belantara Monitoring Pesta Demokrasi di Desa Juhu

    Para Petugas Mendaki Pegunungan Meratus dan Lewati Hutan Belantara Monitoring Pesta Demokrasi di Desa Juhu

    BARABAI, klikkalsel.com – Menjelang pelaksanaan pemilihan Pembakal (Kepala Desa) serentak di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang tinggal dua hari lagi menuju pemungutan suara, sejumlah petugas pun tampak sibuk mempersiapkan segala keperluan di lapangan.

    Salah satu lokasi terjauh yang melaksanakan Pesta Demokrasi tersebut adalah Desa Juhu, Kecamatan Batang Alai Timur (BAT) yang berada di Kaki Pegunungan Meratus HST. Demi lancarnya pelaksanaan tersebut, Camat BAT yang didampingi Aparat Desa Juhu, TNI-Polri, serta Satpol PP turut mendaki gunung memonitoring langsung persiapan hingga pelaksanaan pilbakal setempat.

    Misradi selaku Camat Batang Alai Timur kepada klikkalsel pada hari Minggu (21/11/2021) mengungkapkan, Pihaknya terjun mendaki Pegunungan Meratus dan melewati hutan belantara ingin monitoring langsung pelaksanaan Pilbakal di Desa Juhu.

    “Mengapa kami melakukan monitoring di Desa Juhu, Karena memang lokasi ini dari segi geografis cukup jauh dan terisolir, sehingga perlu pengawasan dan monitoring yang lebih bagus,” ungkap Misradi ketika istirahat sejenak Puncak Penitiranggang yang merupakan titik sinyal terakhir.

    Lebih lanjut, perjalanan ke Desa Juhu sendiri tidak ada akses transportasi yang bisa digunakan. Untuk mencapai desa tersebut, pihaknya harus melewati jalan setapak dengan mendaki gunung dan melewati hutan belantara yang tentunya sangat berbahaya.

    Kemudian, untuk jarak menuju Desa Juhu sendiri, jika dihitung dari pusat Kota Barabai HST sekitar 98 kilometer. Terhitung, sekitar 38 kilometer dari pusat kota menuju Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur yang merupakan titik terakhir akses transportasi roda dua ataupun roda empat.

     

    Setelahnya, alat transportasi baik itu roda dua maupun roda empat dapat dititipkan dengan warga setempat dan kemudian dilanjutkan perjalanan dengan jalan setapak memasuki kawasan pegunungan dan hutan.

    Secara umum, perjalanan menuju Desa Juhu diperlukan dua hari dengan melewati dua gunung besar, yaitu Gunung Penitiranggang dan Gunung Kilai. Biasanya pada hari pertama harus camp/bermalam di Pondok Aing Muhut yang berada di kaki Gunung Penitiranggan. Kemudian, pada hari kedua dilanjutkan mendaki Gunung Kilai hingga mencapai desa, begitupun juga yang dilakukan oleh tim monitoring pilbakal tersebut.

    Desa Juhu sendiri berada di kaki gunung Kilai, yang berdampingan dengan Gunung Besar Halau-halau yang merupakan puncak tertinggi Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan dengan ketinggian 1.901 Mdpl.

    Pada keberangkatan tim monitoring tersebut, Pihak Kecamatan BAT yang didampingi para petugas turut pula dibantu oleh empat orang warga lokal yang bertindak sebagai porter yang membawakan barang-barang maupun logistik selama perjalanan.

    “Alhamdulillah, kami dapat dukungan dari kawan-kawan Polres, TNI, Pol PP, serta warga lokal, sehingga kami bisa dengan tenang melakukan perjalanan ini dan merasa aman juga dalam rangka pelaksanaan pilbakal ini,” bebernya.

    Meskipun Desa Juhu tersebut sangat jauh, akan tetapi partisipasi masyarakt dalam pilbakal tersebut cukup banyak dengan jumlah 148 daftar pemilih tetap (DPT) dengan 1 tempat pemungutan suara (TPS).

    Dalam perjalanan tersebut, direncanakan selama lima hari. Dengan agenda 21-22 November perjalanan menuju Desa Juhu, 23 November monitoring puncak pesta demokrasi yakni pemungutan suara, dan 24-25 November perjalanan pulang kembali ke Kantor Kecamatan BAT.

    Dengan adanya monitoring dan dukungan tersebut, diharapkan kegiatan pilbakal di Desa Juhu berjalan dengan lancar, serta terpilih pembakal yang benar-benar melayani aspirasi masyarakat. Sehingga, dalam rangka pelaksanaan pembangunan di desa tersebut akan memperoleh dukungan masyarakat secara penuh.

    Selain itu, dari sisi Pemerintahan tentunya setelah adanya pembakal terpilih secara definitif akan mengakhiri tugas Pj Pembakal, sehingga memudahkan dalam rangka koordinasi dengan Kecamatan kedepannya.

    “Semoga, pelaksanaan pilbakal serentak ini dapat berjalan dengan sukses dan lancar, ikuti aturan yang ada, agar kedepannya pembangunan di desa-desa akan memperoleh dukungan masyarakat secara penuh,” tutupnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Solidaritas Kemanusiaan, Rombongan Balakar 654 Murakata Barabai Turut Melepas Kepergian Ketua Kerukunan Balakar HSS

    Solidaritas Kemanusiaan, Rombongan Balakar 654 Murakata Barabai Turut Melepas Kepergian Ketua Kerukunan Balakar HSS

    BARABAI, klikkalsel.com – Peristiwa wafatnya H Muhammad Zikri yang merupakan Ketua Kerukunan Barisan Pemadam Kebakaran (Balakar) Hulu Sungai Selatan (HSS) menjadi duka yang mendalam bagi para relawan seperjuangannya di Kalimantan Selatan.

    Salah satunya, bagi para relawan Balakar 654 Murakata Barabai yang juga turut merapat ke kota Kandangan untuk ikut melepas kepergian sosok ketua yang bergerak di bidang kemanusiaan tersebut.

    H. Hernadi Sekretaris Balakar 654 Murakata Barabai Sabtu (20/11/2021) menyampaikan, pihaknya sekitar pukul 10.00 Wita dari Kota Barabai turut merapat ke Kota Kandangan untuk turut berbela sungkawa kepada pihak keluarga. Sebanyak 21 buah unit dari rombongan Balakar konvoy menyambangi rumah duka.

    “Kami bersama rombongan sebanyak 21 buah unit Balakar 654 Murakata Barabai konvoy mendatangi rumah duka. Serta, mengucapkan berbela sungkawa kepada pihak keluarga atas kepergiannya,” ucapnya mewakili Ketua Balakar 654 Murakata H Ahmadi.

    Menurutnya, sudah sekitar 20 tahun mengenal Almarhum dan merupakan sosok yang tak tergantikan dengan kegiatan sosialnya yang luar biasa.

    Lebih lanjut, sejak berada di bangku sekolah MTs almarhum sudah aktif berkecimpung di dunia sosial, khususnya pemadam kebakaran. Hingga saat terakhir beliau, almarhum menjabat sebagai Ketua Balakar HSS dan sebagai 01 BPK HIPTA, serta juga Ketua ORARI Lokal HSS.

    Selain itu, solidaritas antara Balakar 654 Murakat Barabai dengan Kerukunan Balakar HSS luar biasa akrabnya, baik dalam emergency respon kebakaran maupun kegiatan sosial kemanusiaan lainnya. Sehingga, tanpa adanya perintah dan spontan, pihaknya bersama rombongan meluncur melayat ke rumah duka.

    Dengan segala lantunan do’a, bunyi-bunyian sirine, dan iring-iringan relwan dan masyarakat, almarhum dilepas ke peristirahatan terakhirnya.

    “Kami atas nama Keluarga Besar Pengurus Balakar 654 Murakat Barabai mewakili Ketua H Ahmadi mengucapkan, turut berbela sungkawa atas meninggalnya sahabat kami H Muhammad Zikri selaku Ketua Kerukunan Balakar HSS,” ucapnya

    “Mudah-mudahan segala yang beliau kerjakan selama di dunia, mendapatkan balasan dari Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya dan khusnul khatimah,” tutupnya.

    Diketahui, H Muhammad Zikri merupakan Ketua Kerukunan Balakar HSS tutup usia pada hari Jumat (19/11/2021) sekira pukul 22.30 Wita di Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin.

    Sosok almarhum dikenal sangat aktif bergerak di bidang sosial kemanusiaan sejak dari sekolah di bangku MTs. Hingga beliau tututp usia menjabat sebagai Ketua Balakar HSS, 01 BPK HIPTA, Ketua ORARI Lokal HSS, dan berbagai organisasi sosial lainnya.

    Para relawan, simpatisan, dan masyarakat se Kalimantan Selatan pun turut berbelasungkawa dan terus mendo’akan kepergian almarhum baik yang datang ke lokasi maupun rangkaian belasungkawa do’a yang tersebar di berbagai media sosial. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Gunakan Peralatan Seadanya, Babinsa Bersama Warga HST Gotong Royong Bersihkan Sampah di Sungai

    Gunakan Peralatan Seadanya, Babinsa Bersama Warga HST Gotong Royong Bersihkan Sampah di Sungai

    BARABAI, klikkalsel.com – Dalam kurun waktu tahun 2021, sudah tiga kali banjir melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang hingga kini debit air sudah mengalami penurunan, namun di sebagian titik masih ada tergenang air.

    Dampak dari tiga kali banjir tersebut pun, menyisakan tumpukan sampah, potongan kayu, bambu, serta sungai-sungai menjadi dangkal dan tersumbat disejumlah titik di Sungai Barabai. Salah satunya di Aluan Besar RT.02/001 Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

    Mengatasi masalah tersebut, Babinsa Koramil 1002-07/Batu Benawa Serda Tajuddin bersama warga masyarakat Desa Aluan Besar dan Paya Besar gotong royong membersihkan sampah yang menghambat arus air sungai, Sabtu (20/11/2021).

    “Kami bersama masyarakat dengan menggunakan peralatan seadanya membersihkan sampah agar arus air sungai kembali normal,” ucap Serda Tajuddin.

    Lebih lanjut, meskipun dengan alat seadanya atau manual dan kurang maksimal hasilnya, yang terpenting arus sungai sudah bisa mengalir dan sebagian sampah sudah dibersihkan.

    Menurutnya, sampah-sampah atau sumbatan tersebut sangat membahayakan jika tidak segera dilakukan pembersihan. Terlebih lagi, kondisi sekarang ini curah hujan di HST lumayan tingga, sehingga sangat berpotensi untuk meluap apabila tidak sesegeranya dilakukan normalisasi sungai.

    “Dengan rasa prihatin itulah, kami bersama warga gotong-royong membersihkan sungai. Karena, banyak warga yang masih trauma dengan kondisi banjir ini,” tutupnya.

    Sementara itu, Ketua BPD Aluan Besar Edi Siswsnto mengatakan, tumpukan sampah ranting-ranting kayu dan bambu ini apabila tidak dibersihkan akan menimbulkan banjir.

    Menurutnya, aliran sungai menjadi terhambat karena adanya tumpukan sampah, sehingga air yang seharusnya mengalir dengan lancar menjadi meluap. Terlebih lagi, luapan tersebut akan merendam pemukiman warga yang berada di bantaran sungai yaitu warga desa Aluan Besar dan Desa Paya Besar.

    “Dalam tahun ini, sudah tiga kali kami dilanda banjir. Rumah-rumah terendam, sawah dan perkebunan turut terdampak, sehingga segala aktivitas dan sumber perekonomian kami menjadi terputus,” bebernya.

    Edi berharap, semoga program normalisasi sungai dari Pemerintah segera bisa berjalan dengan maksimal. Sehingga, aliran air dapat kembali lancar dan potensi bencana banjir dapat diminimalisir. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Puncak Pilbakal Serentak HST Segera Berlangsung, Forkopimcam Pandawan Sampaikan Imbauan Bersama

    Puncak Pilbakal Serentak HST Segera Berlangsung, Forkopimcam Pandawan Sampaikan Imbauan Bersama

    BARABAI, klikkalsel.com – Puncak pesta demokrasi Pemilihan Pembakal (Pilbakal) serentak di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tahun 2021 akan segera berlangsung dengan pemungutan suara pada 23 November mendatang. Kini, sesuai agenda dari panitia pelaksanaan sudah memasuki masa tenang dari 20-22 Nopember 2021, setelah sebelumnya para calon sudah berkampanya selama satu minggu belakangan.

    Mendekati puncak momen tersebut, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pandawan menyampaikan himbauan bersama kepada warga masyarakat yang terlibat di wilayahnya dalam ajang Pilbakal serentak 2021 tersebut, Sabtu (20/11/2021)

    Imbauan yang disampaikan tersebut berpedoman kepada Perda Kabupaten HST No 9 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, dan Pelantikan, Serta Pemberhentian Pembakal dan beberapa aturan perubahannya. Serta, berpedoman dengan Surat Edaran Nomor 412/416/PD-DPMD/IX/2021 tentang Pelaksanaan Lanjutan Pemilihan Pembakal Serentak 2021 di Kabupaten HST.

    Dalam himbauan tersebut berisi, yang pertama Kepada warga masyarakat agar menggunakan hak pilihnya dengan baik dan benar, sesuai hati nurani, tanpa ada paksaan dan tekanan. Tetap jaga keamanan dan ketertiban dalam rangka kondusifitas seluruh desa di Kecamatan Pandawan.

    Kemudian, yang kedua Kepada Pj Pembakal, BPD, dan Perangkat Desa, diharapkan menjadi teladan yang baik dalam menjamin netralitas serta tidak melakukan intervensi maupun pengaruhnya.

    Baca Juga : Adu Mulut Berujung Maut

    Baca Juga : Ditetapkan Tersangka, H Abdul Wahid Resmi Dinonaktifkan dari Golkar

    Berikutnya, yang ketiga Kepada seluruh panitia pilbakal serentak, agar benar-benar menjalankan mekanisme tahapan pemilihan secara profesional tanpa adanya tekanan dan intervensi dari pihak manapun.

    Selanjutnya, yang keempat Kepada para Bakal Calon, gunakan masa kampanya ini dengan adu program yang berbobot agar warga dapat paham dan mengerti. Hindari hal-hal yang kurang bermanfaat, karena nantinya akan dipertanggung-jawabkan baik dunia lebih-lebih di akhirat kelak.

    Lebih lanjut, yang kelima Kepada aparat keamanan jangan segan-segan kalau ada pelanggaran untuk segera diproses.

    Terakhir, yang keenam Seluruh lapisan warga wajib menjaga protokol kesehatan dalam pelaksanaan pilbakal serentak ini.

    Himbauan bersama tersebut turut ditandatangani oleh Kapolsek Pandawan Iptu Ajidan Noor, Camat Pandawan As’ad, dan Danramil Pandawan Peltu Boiran. Serta tembusan kepada Bupati HST, Kapolres HST, dan Komandan Kodim 1002 Barabai pada 8 November 2021.

    Selain itu, Forkopimcam pun turut menyampaikan Semoga pilbakal serentak ini berjalan sesuai dengan harapan kita bersama, yaitu lancar, baik, tertib, dan aman serta mendapatkan Pimpinan yang berkualitas baik lahir maupun batin demi pembangunan desa di seluruh Kecamatan Pandawan yang jauh lebih baik. (dayat)

  • Pemantauan Lapangan Banjir HST, Debit Air Rata-rata Mengalami Kenaikan 30 cm

    Pemantauan Lapangan Banjir HST, Debit Air Rata-rata Mengalami Kenaikan 30 cm

    BARABAI, klikkalsel.com – Banjir kembali terjadi di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang mengakibatkan sebagian ruas jalan, pasar, rumah, dan berbagai fasilitas umum kembali digenangi air.

    Menurut pemantauan lapangan, diperkirakan air tersebut merupakan kiriman dari aliran air Pegunungan Meratus yang dari tadi malam serta diguyur hujan lebat yang merata hingga ke bawahnya.

    Dari laporan Danramil 1002-06/Barabai Kapten Inf Rudi Hartono Jum’at (19/11/2021) sekira pukul 10.30 Wita menuturkan, berdasarkan pemantauan sementara untuk debit air rata-rata ada kenaikan kurang lebih 30cm atau masih dalam batas normal.

    “Terpantau debit air secara rata-rata ada kenaikan sekitar 30 cm atau masih dalam batas normal,” tuturnya.

    Lebih lanjut, untuk di Asrama Kodim sudah ada penaikan sekitar 30cm di depan rumah dan sudah ada yang masuk air nya ke dalam rumah sekitar 3cm .

    Baca Juga : Diguyur Hujan Lebat, Sebagian Ruas Jalan di Barabai Kembali Digenangi Air dan Puluhan Warga Mengungsi

    Baca Juga : Machli Siap Penuhi Undangan Komisi IV, Ibnu Sina Minta Inspektorat Bekerja Cepat

    Kemudian, di jalan di samping Kediaman Bupati ada kenaikan debit air sungai, kurang lebih 1,5 m dari batas normal. Sehingga, air mulai naik ke badan jalan sekitar 15cm .

    Selanjutnya, di jalan Desa Mandingin ada kenaikan air kurang lebih 15cm dan Barabai Darat Munti Raya ada kenaikan air sekitar 30cm yang sebelumnya jua 33 orang di wilayah tersebut sudah mengungsi ke Aula SMAN 1 Barabai.

    Setelah itu, untuk wilayah Kampung Kadi ada pula kenaikan air kurang lebih 30 cm, dan Desa Benawa Tengah ada kenaikan air kurang lebih 10cm meluap ke bahu jalan.

    Terakhir, untuk Pasar Murakata sudah ada kenaikan air sekitar 15 cm. Selanjutnya, untuk wilayah lainnya juga akan terus kita lakukan pemantauan secara berkala.

    Sementara itu, untuk data tim kaji cepat BPBD HST masih belum rilis. Kemudian, untuk di Stadion Mandingin Barabai yang sebelumnya digunakan sebagai posko induk banjir, kini Posko Pelayanan Kesehatan dari Dinas Kesehatan HST sudah mulai berdiri dan melakukan persiapan pelayanan. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Diguyur Hujan Lebat, Sebagian Ruas Jalan di Barabai Kembali Digenangi Air dan Puluhan Warga Mengungsi

    Diguyur Hujan Lebat, Sebagian Ruas Jalan di Barabai Kembali Digenangi Air dan Puluhan Warga Mengungsi

    BARABAI, klikkalsel.com – Sebagian ruas jalan Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kembali digenangi air. Diperkirakan air tersebut merupakan kiriman dari aliran air Pegunungan Meratus yang dari tadi malam diguyur hujan lebat yang merata hingga ke bawahnya.

    Tercatat, saat ini ruas jalan yang tergenang adalah Jl Hevea, Kampung Kadi, Munti Raya, Pedawangan, Bungur, Kamasan Pasar Dua Barabai, Pasar Murakata dan beberapa lokasi lainnya. Hingga kini pun, debit air masih terus meningkat secara perlahan, Jum’at (19/11/2021)

    Menurut Emol Emergency salah seorang relawan yang bertugas di lapangan, dari data sementara tercatat ada 33 orang yang mengungsi di Aula SMAN 1 Barabai.

    Selain itu, ada juga warga yang turut mengungsi ke Mesjid Shulaha Barabai, rumah sanak keluarganya, dan beragam tempat lainnya yang masih belum terdata.

    Menurutnya, mendengar informasi kenaikan air sejak tadi malam, banyak warga yang sudah mengamankan barang-barang berharga di rumah masing-masing.

    “Saat ini kondisi masih gerimis dan awan terlihat masih mendung. Para relawan masih tetap siaga bertugas di lapangan,” tuturnya.

    Baca Juga : Bupati HST Tidak Terlihat Saat Banjir, Sekda Klarifikasi Posisi Keberadaannya

    Sementara itu, para Petugas BPBD HST juga sudah bertugas sejak Kamis (18/11/2021) sekira pukul 22.30 Wita hinggai kini masih terus beroperasi dan memantau perkembangan.

    Pihaknya melakukan patroli terkait kondisi rawan banjir dan longsor, serta menyampaikan kepada masyarakat bahwa BPBD adalah sumber informasi kebencanaan.

    Menurutnya, berdasarkan hasil pantauan sementara dilapangan tadi malam, hujan dengan intensitas tinggi berlangsung mulai pukul ±19.00 Wita di wilayah pegunungan sampai ke daerah barabai dan sekitarnya.

    Setelahnya, air sungai pun dratis meningkat di beberapa daerah. Desa Arangani naik ±3M, Desa Batu Kiting naik ±4M, Desa Timan naik ±3M, Desa Alat naik ±1.5M pada pukul ±23.00 Wita.

    “Diimbau kepada seluruh warga masyarakat agar waspada namun jangan panik daerah rawan banjir. curah hujan masih terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, dan lain-lain, selanjutnya akan di infokan kembali,” tutupnya.

    Dalam pemantauan lapangan, terlihat debit air bantaran sungai Kota Barabai lumayan berarus. Akan tetapi, daerah bantaran sungai Desa Pagat, Kecamatan Batu Benawa yang berada di titik arah Pegunungan terpantau lebih tenang dan mendekati titik normal. (dayat)

    Editor : Akhmad