Kategori: HST

  • Warga HST Dihantui Banjir, Wakil Rakyat : Keseriusan Pemda Menyelesaikan Masalah Ini Diuji

    Warga HST Dihantui Banjir, Wakil Rakyat : Keseriusan Pemda Menyelesaikan Masalah Ini Diuji

    BARABAI, klikkalsel.com – Musibah banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) masih kerap menghantui dan menimbulkan rasa kekhawatiran bagi masyarakat.

    Pasalnya, belum sampai satu bulan alias dalam periode 15 November hingga 27 November 2021, warga Bumi Murakata sudah tiga kali bolak balik dilanda banjir.

    Bahkan, menurut pernyataan Wati warga Jalan Hevea Kelurahan Barabai Darat yang merupakan salah satu lokasi terparah banjir “belum karing lancat, belancat pulang,” bebernya, yang mengisyaratkan sangat dilematis menghadapi bencana banjir tersebut.

    Resah akan hal itu, Yajid Fahmi selaku wakil rakyat mendesak, keseriusan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mengatasi permasalahan banjir ini diuji. Terlebih lagi, pemulihan pasca banjir masih belum maksimal dilakukan.

    “Jangan sampai masyarakat berasumsi adanya pembiaran terhadap masalah ini. Untuk itu, saya mendesak agar pemerintah lebih giat dan lebih serius lagi menyelesaikan masalah banjir,” tutur Yajid Fahmi, Anggota DPRD Kabupaten HST, Sabtu (27/11/2021) di Barabai.

    Menurutnya, pada APBD 2022 menjadi keharusan untuk lebih serius menangani permasalahan banjir, termasuk fokus untuk mengatasi permasalahan pencegahan dari hulu sampai hilirnya.

    “Melihat kondisi hari ini dilanda hujan dua atau tiga jam saja Hulu Sungai Tengah sudah kebanjiran, berarti ada yang salah terhadap tatakelola pengairan kita,” ujarnya.

    Baca Juga : Debit Air Meluap, HST Kembali Alami Banjir Yang Ketiga Dalam Satu Bulan

    Ia melanjutkan, penting pula untuk menormalisasi sungai-sungai yang ada di wilayah Kabupaten HST, agar masyarakat jangan sampai selalu dihantui dengan persoalan banjir.

    Selain itu, para Petani juga was-was untuk menggarap lahan, para pedagang dihantui akan musibah di awal tahun terjadi lagi. Jadi, penting hadirnya Pemerintah untuk berupaya menghilangkan trauma-trauma akan hal itu.

    Selain normalisasi sungai, mitigasi awal juga sangat penting di bagian hulu, agar bila hujan deras melanda, pemerintah paling tidak punya gambaran seberapa ketinggian air akan naik secara terukur.

    “Selama ini justru banyak bergantung pada pihak swasta atau relawan, alangkah baiknya Pemerintah membentuk pemuda-pemuda relawan banjir, membangun desa-desa siaga banjir di wilayah bantaran sungai yang utama,” beber Yazid.

    Kemudian, penanganan serius akan kerusakan lingkungan dan ilegal loging yang mengakibatkan bukaan lahan yang tak terkendali juga sangat penting ditangani. Sebab, ini akan berkaitan dengan tindakan hukum dan sangat diperlukan keseriusan Pemerintah untuk menyelesaikan.

    “Ini, kalau tidak ditangani serius akan menjadi ancaman bencana alam besar, yang tentunya berdampak kerugian pada masyarakat termasuk anggaran pemerintah sendiri. Koordinasi dengan Polhut serta aparat penegakan hukum supaya pemerintah jangan sampai terkesan tidak berdaya dengan praktek perusakan hutan ini,” imbuhnya.

    Terkait ilegak loging, Ustadz Supriadi, Anggota DPRD HST lainnya, juga mengharapkan, agar dengan segera kasus ilegal loging itu dituntaskan. Terlebih lagi, dibalik kasus ilegal loging tersebut, diduga kuat ada oknum-oknum dibelakangnya.

    “Pemda harus segera bertindak tegas melalui aparat terkait menuntaskan kasus ini. Agar tidak semakin banyak lagi terjadi yang serupa. Adanya penebangan pohon ilegal loging itu turut mempengaruhi di daerah hulu yang merupakan kawasan Pegunungan Meratus,” tambahnya.

    Sementara itu, hingga kini Sabtu (27/11/2021) sore, kondisi Kota Barabai sebagian ruas jalan dan pemukiman masih digenangi air. Beragam aktivitas masyarakat turut terhambat, dan sektor pasar pun banyak yang tutup karena sangat sepi.

    Selain itu, pada sektor pertanian pun juga sangat mengkhawatirkan, karena banyak masyarakat yang tidak bisa bercocok tanam akibat dari sawahnya digenangi air yang begitu tinggi.

    Hingga kini, Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten HST masih belum merilis terkait laporan kaji cepat ataupun laporan resmi terkait kondisi banjir yang terjadi keempat kalinya di Tahun 2021. Maka dari itu, untuk data desa yang terendam, jumlah rumah, dan titik pengungsian masih belum diketahui secara lengkap.

    Saat dimintai keterangan oleh awak media, sejak Jum’at (26/11/2021) malam hingga berita ini diturunkan Sabtu (26/11/2021) pukul 18.21 Wita masih belum ada jawaban. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Pasar Tergenang Banjir, Pedagang Mengeluh : Yang Susah Makin Tambah Susah

    Pasar Tergenang Banjir, Pedagang Mengeluh : Yang Susah Makin Tambah Susah

    BARABAI, klikkalsel.com – Sejumlah titik di Kota Barabai kembali dilanda banjir yang ketiga kalinya dalam satu bulan November ini, atau yang keempat kalinya dalam tahun 2021.

    Akibat dari banjir tersebut, warga Bumi Murakata kembali merasa dilema dengan kenyataan pahit yang harus dihadapi. Terlebih lagi, mereka yang menyambung kehidupan pada sektor pasar, sebab pasar masih tergenang banjir, dan ditambah lagi masih tetap harus membayar biaya parkir yang turut menambah kesulitan mereka.

    Menurut salah satu pedagang Pasar Murakata yang identitasnya tidak ingin dimediakan Jum’at (26/11/2021), sudah kesekian kalinya mendapati banjir pada lokasi lapak jualan. Ditambah lagi, dalam kondisi tersebut masih tetap membayar biaya parkir melewati portal Pasar Murakata untuk berjualan.

    “Yang susah makin tambah susah,” keluhnya.

    Lebih lanjut, dengan kondisi demikian, jualannya pun sangat sepi. Menurutnya, seharusnya pemerintah berbenah melihat kondisi yang serba sulit ini.

    “Dulu waktu bupati debat visi-misi, berbicara banyak cara untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa harus berpatok pada sektor parkir yang banyak dikeluhkan masyarakat. Sekarang, kenyataannya malah full 24 jam,” bebernya.

    Kemudian, Timah Penjaga Toko Sepatu di Pasar 3 Murakata menuturkan, kondisi pasar sejak pagi sudah tergenang. Dampak tergenangnya air tersebut, tidak ada satupun pengunjung maupun pembeli yang singgah di tokonya.

    “Biasanya sehari dapat aja lima pasang, hari ini sangat sepit tidak ada yang terjual,” ucapnya.

    Baca Juga : Debit Air Meluap, HST Kembali Alami Banjir Yang Ketiga Dalam Satu Bulan

    Baca Juga : Pipa PDAM Bocor, Air Genangi Kawasan Jalan A Yani Kilometer 2

    Sementara itu, Reza Penjaga Toko Meubel di Pasar 2 Murakata juga berucap, Air di ruas jalan depan tokonya setinggi lutut. Terlebih lagi, debit air masih terus meningkat secara perlahan dan dikhawatirkan merambat ke barang jualannya.

    Menurutnya, lokasi Pasar 2 Murakata tersebut merupakan titik terendah diantara pasar yang lainnya. Terlebih lagi, pada saat penurunan debit air, lokasi ini pun juga sangat lamban turun yang diduga banyak terdapat sumbatan pada drainase sekitar lokasi pasar tersebut.

    Selain itu, adanya titik portal yang di depan ruas jalan toko tersebut dirasa turut berperan untuk membendung air sekitar toko hingga menggenang.

    “Hari ini tidak ada laku jualan. Tadi parkir sempat berjalan, kami tetap bayar ada yang jaga. Tapi pas naik air setinggi ini yang jaga sudah tidak ada lagi,” bebernya.

    Reza pun menyarankan, adanya pembersihan drainase sekitar lokasi pasar, serta lokasi ruas jalan sekitar pasar tersebut menurutnya juga perlu ditinggikan, agar genangan air dapat diminimalisir, bahkan diatasi.

    Selanjutnya, Rani Penjaga Odong-odong dan Penjual Mainan di Pasar 3 Murakata juga merasakan hal yang sama. Sepinya jualan dan tidak adanya pengunjung yang bermain pada odong-odongnya.

    Menurutnya, selain daripada kondisi banjir, hadirnya portal parkir tersebut berpengaruh besar membuat orang tidak banyak berkunjung ke pasar.

    “Parkir tetap bayar, jualan tidak laku, tidak ada yang bermain. Kondsisi ekonomi semakin sulit mas, barang yang ini aja masih utang. Toko-toko pun banyak yang tutup golong tikar disini mas,” keluhnya.

    Sementara itu, hingga malam hari ini, sebagian titik ruas jalan, perumahan di Kota Barabai masih digenangi air. Sebagian masyarakat yang rumahnya tergenang pun ada yang menungsi untuk mengamankan harta benda, serta beristirahat. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Debit Air Meluap, HST Kembali Alami Banjir Yang Ketiga Dalam Satu Bulan

    Debit Air Meluap, HST Kembali Alami Banjir Yang Ketiga Dalam Satu Bulan

    BARABAI, klikkalsel.com – Sejumlah ruas jalan dan pemukiman yang berada di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kembali digenangi luapan air. Akibatnya, sebagian akses jalan tidak bisa dilewati, serta masyarakat yang berada di bantaran sungai sudah mulai mengamankan barang-barang untuk bersiap mengungsi.

    Peristiwa banjir tersebut merupakan yang ketiga kalinya dialami Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada November 2021 atau banjir yang ke empat kalinya dalam periode satu tahun terakhir.

    Meluapnya air tersebut, diperkirakan akibat dari hujan yang mengguyur Bumi Murakata sekitar sepuluh jam sejak tadi malam hingga pagi hari. Selain itu, pendangkalan sungai, tumpukan sampah yang mengalangi aliran air, serta normalisasi sungai yang tak berjalan maksimal juga turut berperan dalam banjir tersebut.

    Menurut, Rusdi, warga Jalan Munti Raya RT 4, Kelurahan Barabai Darat Jum’at (26/11/2021) sore, debit air saat ini sudah mencapai lutut dan masih terus meninggat secara perlahan. Ia bersama keluarga pun sudah mengamankan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

    “Barang-barang sudah kita naikan ke atas meja. Jika masih meningkat, sesegeranya tikar akan kami lipat dan kembali mengungsi ke Aula SMAN 1 Barabai,” tuturnya.

    Lebih lanjut, dengan adanya banjir tersebut segala aktivitas masyarakat pun turut terhambat dan tidak bisa bekerja, karena harus berjaga dan mengamankan barang-barang.

    “Sebenarnya, kalau rumah berloteng lebih aman. Namun, karena tidak ada biaya untuk itu, siap-siap saja mengungsi ke tempat yang lebih tinggi,” ungkapnya.

    Baca Juga : Kedapatan Miliki Sabu, Tiga Warga HST Diringkus Jhon Lee Cs

    Baca juga: Mitigasi Banjir HST, Hampir Tiga Bulan Warga Penyintas Bencana di Empat Desa Gotong-royong Bersihkan Sungai

    Sementara itu, Rahmawati, warga Jalan Hevea RT 7, Kelurahan Barabai Darat juga turut merasakan hal yang sama dengan rumah tergenang.

    Lebih lanjut, ia pun mengaku sudah lelah dengan masuknya sisa banjir di dalam rumah dan melakukan bersih-bersih rumah secara berulang-ulang.

    “Balum karing lancat, belancat pulang,” ucapnya.

    Selain itu, ia pun turut merugi dengan sepeda motor terendam, ternak mati, serta tidak dapat bekerja, tersita habis waktunya untuk menjaga rumah dan melakukan bersih-bersih.

    “Semoga Pemerintah bisa segera menangani banjir ini,” tuturnya.

    Hingaa saat ini, sejumlah ruas jalan di Kota Barabai serta pemukiman yang berada di Munti Raya, Pedawangan, Hevea, Kampung Kadi, dan berbagai wilayah lainnya masih tergenang air dengan ketinggian air yang bervariasi, bahkan hingga selutut orang dewasa.

    Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) pada Kamis (18/11/2021) menggelar Press Confrence di Kantor Sekretaris Daerah HST, terkait penanggulangan banjir yang diakui masih belum maksimal ditangani di daerahnya.

    Dalam kegiatan tersebut, pemerintah melaporkan upaya-upaya yang sudah dilakukan dan rencana kedepannya terkait menanggulangi bencana banjir yang pada tahun 2021.

    Pj Sekda HST Muhammad Yani menyampaikan, secara umum Kabupaten HST tutupan lahannya drastis berkurang. Menurutnya, dari data satelit menyatakan pada tahun 2017 tutupan lahan HST sekitar 61 persen, kemudian di update pada awal 2020 menyisakan 38 persen.

    “Jadi ada sekitar 21 persen tutupan lahan HST yang hilang dalam kurun waktu 3 tahun. Ini sangat penting untuk kita semua perlu menjadi titik perhatian,” bebernya.

    Menurutnya, berkurangnya tutupan lahan tersebut salah satunya disebabkan adanya ilegal loging yang terus terjadi. Sehingga, hal tersebut menjadi penyakit pada kawasan daerah hulu sungai Pegunungan Meratus HST.

    “Ini jadi tantangan bagi kita semua, terkait hal itu kewenangannya ada di Pemprov dan Pusat. Penyadaran bagi kita semua untuk bersama-sama promosikan dengan menjaga hutan dan tanaman kita bisa aman,” ucapnya.

    Setelahnya, Pemerintah akan mengupayakan penuntasan banjir. Hingga saat ini, PT Adikarya sedang bekerja untuk penanganan sungai dan kanal banjir sepanjang 15 km yang tertangani tahun ini, dan masih menyisakan 5 km lagi di daerah hilir sungai Barabai.

    “Hilir sungai Barabai ini agak rawan, karena terjadi tumpukan sampah yang harus segera dibersihkan. Sehingga kecepatan turun air ini sangat berkurang,” tambahnya.

    Yani menuturkan, penuntasan banjir ini tidak bisa kita tangani secara sendiri oleh Pemkab HST saja, tentunya ada Pemprov Kalsel dan Pemerintah Pusat pula dalam penanganannya. Terlebih untuk sungai kewenangannya ada di Balai Sungai Pusat, maka dari itu kita sudah menuguslkan ke Balai Sungai terkait pembersihan itu dan semoga bisa masuk di 2022.

    Selain itu, untuk program jangka pendek menurutnya sudah berjalan, dengan melakukan simulasi titik-titik bencana, titik aman, sistem peringatan dini tentang volume air tinggi yang disebar di Desa Alat, Titian Musang dan Batang Alai dengan berdasarkan pengalaman Januari silam.

    Kemudian, untuk program jangka menengah yakni penetapan lokasi untuk kolam regulasi di Mandingin yang semoga di 2022 ketika tanahnya sudah siap bisa dikerjakan. (dayat)

     

    Editor : Akhmad

  • Hanyut Terbawa Arus, Jumiah Ditemukan Sekitar 20 Kilometer dari Desa Lumpangi

    Hanyut Terbawa Arus, Jumiah Ditemukan Sekitar 20 Kilometer dari Desa Lumpangi

    KANDANGAN, klikkalsel.com – Basarnas bersama Tim SAR Gabungan yang dibantu oleh masyarakat akhirnya berhasil menemukan Jumiah (69) yang hanyut terbawa arus air dari titik nol Sungai Amandit, Desa Lumpangi, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

    Menurut Basarnas Banjarmasin melalui Koordinator Unit Siaga SAR Tabalong Andy Surya Sinaga Kamis (25/11/2021) malam.

    Korban ditemukan di daerah Batu Laki, Desa Malilingin, Kecamatan Padang Batung, HSS pada pencarian hari kedua sekitar pukul 17.15 Wita.

    “Korban sudah berhasil temukan pukul 17.15, sekitar 20 kilometer dari titik nol di daerah Batu Laki dan langsung di evakuasi ke rumah korban,” tuturnya.

    Lebih lanjut, saat ditemukan Tim SAR Gabungan, korban mengapung diseberang sungai sudah dalam keadaan meninggal dunia.

    “Karena kondisi sungai berarus deras dan sangat keruh, sehingga korban turut terbawa hingga lokasi ditemukannya tersebut,” tambahnya.

    Baca Juga : Mitigasi Banjir HST, Hampir Tiga Bulan Warga Penyintas Bencana di Empat Desa Gotong-royong Bersihkan Sungai

    Setelah korban diserahkan, Operasi SAR pun resmi dihentikan dan Tim SAR Gabungan dikembalikan ke satuannya masing-masing.

    “Terimakasih kepada semua pihak yang sudah bekerjsama melakukan Operasi SAR pada kali ini, hingga berhasil menemukan korban dan operasi ditutup,” tuturnya.

    Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat luas agar berhati-hati dalam beraktivitas di daerah sungai atau dimanapun, terlebih sekarang ini memasuki fenomena La Nina.

    “Bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di daerah bantaran sungai agar selalu waspada, karena curah hujan yang tinggi dan berpotensi mengakibatkan banjir maupun tanah longsor,” tutupnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Kedapatan Miliki Sabu, Tiga Warga HST Diringkus Jhon Lee Cs

    Kedapatan Miliki Sabu, Tiga Warga HST Diringkus Jhon Lee Cs

    BARABAI, klikkalsel.com – Tim Opsnal Jhon Lee Cs, Sat Resnarkoba Polres Hulu Sungai Tengah (HST) kembali beraksi dengan meringkus tiga warga Bumi Murakata yang kedapatan memiliki paketan sabu.

    Menurut Kasat Resnarkoba, AKP Lamris Manurung melalui Kasubsi PIMD Humas Polres HST, Aipda M Husaini Kamis (25/11/2021) siang, ketiga orang yang diringkus tersebut yaitu, ER (38), warga Desa Murung B Kecamatan Hantakan, IIL (27) warga Desa Rangas Kecamatan Batang Alai Selatan, dan MJ (38) warga Desa Layuh Kecamatan Batu Benawa HST.

    “Pada waktu yang hampir bersamaan Kamis (25/11/2021) dini hari, ketiga warga HST yang kedapatan memiliki paketan sabut tersebut diringkus di tempat yang berbeda,” ucapnya.

    Dijelaskan, bermula petugas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Desa Rangas sering terjadi transaksi narkotika jenis sabu – sabu. Kemudian, dilakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua tersangka.

    “Dua tersangka ER (38) dan IIL (27) berhasil diringkus pada Kamis (25/11/2021) sekitar jam 00.15 wita di Desa Rangas Rt. 003 Rw. 001 Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS), tepatnya di rumah yang ditempati IIL,” tambahnya.

    Selanjutnya, dilakukan penggeledahan dan berhasil menemukan barang bukti berupa 1 paket yang diduga narkotika jenis sabu sabu dengan berat bruto 0,28 gram dengan berat bersih 0,08 gram, 1 buah handphone merk Oppo warna hitam, 1 unit sepeda motor merk Honda CBR warna merah, 1 buah dompet warna coklat dan uang tunai sebesar Rp 2.480.000 yang disita dari ER.

    Baca Juga : Aksi Kamisan Murakata : Sejumlah Pemuda Suarakan Kerusakan Lingkungan, Portal, dan Penanggulangan Bencana

    Baca Juga : Mitigasi Banjir HST, Hampir Tiga Bulan Warga Penyintas Bencana di Empat Desa Gotong-royong Bersihkan Sungai

    Sedangkan dari IIL, ditemukan barang bukti berupa 1 buah pipet yang terbuat dari kaca warna bening yang didalamnya diiduga terdapat sisanarkotika jenis sabu-sabu, 1 buah alat hisap bong yang terbuat dari botol plastik lengkap dengan sedotannya, 1 buah handphone merk Iphone warna Rosegold dan 1 buah korek api gas warna biru.

    Kemudian, tidak berselang lama dari penangkapan tersebut, Tim Opsnal Jhon Lee Cs berhasil meringkus MJ (38) warga Desa Layuh Kecamatan Batu Benawa HST pada sebuah pondok.

    “MJ diringkus di Jl. Pangkalan Nasri Rt. 001 Rw. 001 Desa Layuh Kecamatan Batu Benawa HST, tepatnya di pondok milik pelaku sekitar jam 02.00 wita,” jelasnya.
    Penangkapan MJ pun merupakan buah penyelidikan informasi masyarakat bahwa di desa Layuh sering terjadi peredaran narkotika jenis sabu sabu.

    Pada saat dilakukan penggeledahan berhasil menemukan barang bukti berupa 5 paket yang diduga narkotika jenis sabu-sabu dengan berat bruto 1.31 gram dengan berat bersih 0,41 gram, 1 buah buah plastik klip warna bening, 1 pak plastik klip warna bening merk C-tik, 1 buah handphone merk Samsung warna hitam, 1 buah dompet warna coklat dan uang tunai sebesar Rp 300 ribu.

    “Ketiga pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Polres HST untuk proses lebih lanjut. Para pelaku terancam diproses sesuai Pasal 114 Ayat (1) Sub 112 Ayat (1) Sub 132 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tutupnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Aksi Kamisan Murakata : Sejumlah Pemuda Suarakan Kerusakan Lingkungan, Portal, dan Penanggulangan Bencana

    Aksi Kamisan Murakata : Sejumlah Pemuda Suarakan Kerusakan Lingkungan, Portal, dan Penanggulangan Bencana

    BARABAI, klikkalsel.com – Suarakan kekecewaan kepada Pemerintah Daerah Hulu Sungai Tengah (HST), sejumlah pemuda, mahasiswa, dan elemen masyarakat menggelar Aksi Kamisan Murakata di Pertigaan Mandingin Barabai HST, Kamis (25/11/2021) sore.

    Dengan memakai identitas serba hitam, dan membentangkan spanduk dengan beragam tulisan, mereka keras meyuarakan isu-isu ham dan isu lokal kerusakan lingkungan, portal, dan penanggulangan bencana yang menurut mereka masih luput penanganan.

    Menurut Ahmad Maulana perwakilan dari Aksi Kamisan tersebut, aksi ini perdana dilaksanakan di Bumi Murakata, guna menolak lupa dan merawat ingatan yang masih belum maksimal ditangani.

    Dalam aksi tersebut, pihaknya menyuarakan sebagai bentuk duka kita kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang ditegaskan dalam tiga poin.

    Pertama, menolak adanya ilegal logging, pertambangan, dan perkebunan kelapa sawit yang sangat berdampak bagi Hulu Sungai Tengah, khususnya Meratus. Serta, usut tuntas kasus sebelumnya yang berkaitan dengan hal tersebut yang merusak lingkungan.

    Baca Juga : Walikota Banjarbaru Temukan Miras di Kafe D’Legend, Pengelolaan Kafe: Miras Disuplai oleh Polisi

    Baca Juga : Mitigasi Banjir HST, Hampir Tiga Bulan Warga Penyintas Bencana di Empat Desa Gotong-royong Bersihkan Sungai

    Kedua, janji Bupati HST ketika mencalonkan diri yaitu ingin menghilangkan portal yang ada di pasar, akan tetapi kenyataannya tidak.

    Ketiga, penanggulangan bencana sebelum dan pasca banjir yang menurut kami sangat belum maksimal ditangani pemerintah.

    “HST butuh bukti, bukan janji,” tegasnya.

    Selain itu, pihaknya juga menyampaikan kepada pemerintah agar mengusut kasus pelanggaran HAM ringan, sedang, maupun berat yang hingga kini masih belum tuntas.

    Dia berharap, aksi ini akan selalu dirawat oleh kawan-kawan untuk merawat ingatan dan menolak lupa berbagai isu yang ingin disuarakan.

    “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat HST untuk dapat begabung untuk sama-sama menyuarakan berbagai isu yang membayangi rusaknya Bumi Murakata,” tutupnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Mitigasi Banjir HST, Hampir Tiga Bulan Warga Penyintas Bencana di Empat Desa Gotong-royong Bersihkan Sungai

    Mitigasi Banjir HST, Hampir Tiga Bulan Warga Penyintas Bencana di Empat Desa Gotong-royong Bersihkan Sungai

    BARABAI, klikkalsel.com – Warga empat desa penyintas bencana banjir dalam tiga bulan terakhir aktif melakukan gotong-royong membersihkan berbagai material dan sampah di sungai. Empat desa tersebut meliputi Desa Baru Kecamatan Batu Benawa, dan warga Desa Batu Tunggal, Alat, serta Desa Hantakan Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

    Pembersihan tersebut merupakan program kersajama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan United Nations Development Programme (UNDP) melalui program response toward COVID-19 resilience (Restore) dengan memberdayakan masyarakat setempat untuk sama-sama bergotong-royong membersihkan sungai di sekitar desanya.

    Koordinator Lapangan Pembersihan Desa Baru (Waki), Icung (25/11/2021) mengungkapkan, pihaknya selama 45 hari turut memberdayakan 42 orang dalam satu desa untuk aktif bersama membersihkan sungai dan lingkungan sekitar desanya.

    Baca juga: Bupati HST Tidak Terlihat Saat Banjir, Sekda Klarifikasi Posisi Keberadaannya

    “Selama 3 bulan, atau lebih tepatnya 45 hari berjalan, kami melibatkan 42 orang dalam setiap desa untuk aktif berpartisipasi melakukan pembersihan baik sungai maupun lingkungan sekitar desanya,” ucapnya.

    Menurutnya, Desa Baru, Batu Tunggal, Alat dan Hantakan dipilih, sesuai dengan bagian lokasi terparah dari banjir bandang yang melanda HST pada Januari 2021 silam.

    Lebih lanjut, kendala yang dihadapi selama pembersihan itu berjalan,yaitu ketika kita sudah bersih-bersih di bantaran sungai, setelahnya datang hujan dari arah hulu sungai, maka bentaran sungai kembali kotor.

    “Kasus itu tidak hanya terjadi sekali, akan tetapi berulang-ulang. Karena, saat ini intensitas hujan masih sangat tinggi dan mengkhawatirkan,” bebernya.

    Selain itu juga, faktor lainnya yang turut mempengaruhi, tidak tersedianya tempat sampah ataupun pengangkutan sampah oleh Pemerintah. Maka dari itu, kesadaran sebagian masyarakat untuk hidup bersih masih kurang.

    “Sebagian masyarakat masih suka membuang sampah di sungai dan disembarang tempat. Itu terjadi bukan hanya disana, tetapi dilain tempat pun kayaknya sama saja. Maka dari itu sangat perlu disediakan fasilitas tempat sampah serta pengangkutannya guna edukasi nyata untuk masyarakat,” tambahnya.

    Selain itu, dengan kegiatan tersebut merupakan wujud nyata program mitigasi bencana untuk masyarakat setempat. Terlebih lagi, saat ini kita sedang dalam masa siaga bencana Hidrometerologi yang pastinnya membuat masyarakat akan merasa sangat khawatir setiap diguyur hujan lebat kembali.

    Belajar dari banjir bandang Januari silam, yang paling dikhawatirkan adalah dengan banyaknya sampah-sampah berserakan dialiran sungai, dapat menghambat aliran air atau membendung air, sehingga potensi air bah bisa terjadi.

    “Untuk prakiraan jumlah material atau sampah yang berhasil dibersihkan sudah mencapai puluhan ton lebih, terlebih lagi sebagian dari sampah-sampah tersebut juga dapat bernilai ekonomis, seperti kayu-kayu besar yang bisa diolah menjadi meja atau kursi yang dapat dipasarkan,” tutupnya. (dayat)

     

    Editor : Akhmad

  • Jalin Silaturahmi, AMUK HST Temui Kapolres Baru

    Jalin Silaturahmi, AMUK HST Temui Kapolres Baru

    BARABAI, klikkalsel.com – Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan (AMUK) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang terdiri dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)/Organisasi Masyarakat (Ormas) mengunjungi Polres HST, Rabu (24/11/2021).

    Dalam kunjungan tersebut, AMUK HST menjalin silaturahmi dengan Kapolres HST yang baru AKBP Sigid Hariyadi yang menjabat mulai 16 November 2021 lalu.

    Juru bicara AMUK HST, Reza Fahlipi mengungkapkan, pihaknya bertemu langsung dan menyampaikan ucapan selamat atas menjabat dan bertugas di wilayah hukum HST.

    Lebih lanjut, dengan silaturahmi tersebut dapat saling mengenal antara satu dengan yang lainnya guna bekerjasama menjaga HST dari segala macam bentuk kejahatan.

    Selain itu, AMUK mewakili masyarakat Bumi Murakata menyampaikan kembali terkait laporan terkait bukaan lahan ilegal yang diduga untuk pertambangan di Haruyan pada 21 Oktober 2021 silam.

    “Kita bersilaturahmi dengan Kapolres HST yang baru, sekaligus mengingatkan kembali bahwa kita sebelumnya sudah melayangkan laporan pada 21 Oktober 2021 lalu,” ungkapnya.

    Baca Juga : Machli Irit Bicara Usai Diperiksa Jaksa Soal Kasus Dugaan Tipikor Pungutan Dana HKN

    Baca Juga : Ketiga Korban Tenggelam di Irigasi Batang Alai Sudah Ditemukan

    Dijelaskan, pihaknya menyampaikan kembali terkait laporan tersebut merupakan mengawal jalannya proses dan wujud nyata dalam gerakan Save Meratus atas nama warga Bumi Murakata.

    Terlebih lagi, sebelumnya dalam rapat gabungan bersama DPRD HST, kita semua sudah komitmen menolak pertambangan dan perkebunan kelapa sawit beroperasi di Bumi Murakata.

    Menurutnya, semua sudah bisa melihat dengan kasat mata bahwa KUD Karya Nata beroperasi telah melanggar hukum. Kegiatan bukaan lahan yang dikerjakan tidak memiliki perizinan resmi oleh yang berwenang, termasuk pembuatan jalan yang sudah dikerjakan tanpa seizin dari pihak Pemda HST yang membidangi.

    “Perlu kiranya kami sampaikan kembali, karena sekarang sudah ada pergantian pimpinan dan yang menjabat sekarang adalah Kapolres baru,” tutur Reza.

    Selain itu, AMUK juga menyampaikan terkait pentingnya upaya pencegahan bencana dengan penguatan pengawasan lingkungan, khususnya komitmen untuk ikut bersama menolak adanya pertambangan dan perkebunan kelapa sawit di HST.

    Sementara itu, Kapolres HST AKBP Sigid Hariyadi langsung menyambut silaturahmi dari pihak AMUK HST tersebut.

    Lebih lanjut, dirinya yang baru menjabat satu pekan mengaku masih terus berkeliling mengenali daerah-daerah yang ada di HST.

    Kemudian, terkait laporan yang telah dilayangkan AMUK masih dipelajari. Serta, Kapolres menyampaikan, apabila terdapat perusakan lingkungan, pihaknya akan menindaklanjuti.

    “Dalam hal ini jika ada kegiatan-kegiatan yang merusak alam yang merugikan masyarakat jelas akan kita tindaklanjuti,” ungkapnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Perkembangan Operasi SAR, Dua Orang Korban Sudah Ditemukan Meninggal Dunia, Satu Masih Dicari

    Perkembangan Operasi SAR, Dua Orang Korban Sudah Ditemukan Meninggal Dunia, Satu Masih Dicari

    BARABAI, klikkalsel.com – Operasi SAR di Irigasi Batang Alai Desa Labuhan, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengalami perkembangan dengan ditemukannya dua dari tiga orang korban yang hilang.

    Menurut informasi yang dihimpun dalam Frekuensi Emergency Murakata yang merupakan pos komunikasi operasi, kedua orang yang telah tersebut ditemukan masih dalam radius operasi 1 kilometer.

    Untuk identitas korban yang telah ditemukan, yaitu Jery (18) ditemukan pada pukul 11.55 Wita, diperkirakan sekitar 300 meter dari titik nol tenggelam.

    Kemudian, identitas korban kedua yaitu, Arga (14) ditemukan pada pukul 12.00 Wita, diperkirakan ditemukan dalam radius 1 kilometer dari titik nol tenggelam Irigasi Batang Alai.

    “Dua korban tersebut ditemukan dalam dua lokasi yang berbeda dan langsung dievakuasi masyarakat bersama Tim SAR yang bertugas,” tutur Julak Muhammad menghimpun informasi dari Tim SAR, melalui Frekuensi yang sama, Selasa (23/11/2021).

    Baca juga: Operasi SAR Irigasi Batang Alai, 300 Relawan Lebih Bantu Pencarian Orang Hilang

    Baca Juga : Terseret Arus Deras, Tiga Orang Dinyatakan Hilang di Irigasi Batang Alai

    Kemudian, Tim SAR Gabungan juga telah mengantarkan korban ke rumah duka dengan menggunakan unit Ambulan Rescue Murakata.

    “Sesuai rencana evakuasi, apabila korban ditemukan akan di evakuasi dengan cara paling aman. Selanjutnya, korban dibawa menuju kerumah atau sesuai alamat korban atas permintaan pihak keluarga,” ucap Taher 13 Rescue Relawan Murakata.

    Selanjutnya, Tim SAR Gabungan yang dipimpin oleh Basarnas Banjarmasin melalui Unit Siaga SAR Tabalong masih terus bekerja di lapangan mencari satu orang korban yang masih belum ditemukan.

    Untuk sisa satu orang yang masih belum ditemukan tersebut, identitasnya Manto (45) warga Desa Labuhan, HST.

    “Semoga korban cepat ditemukan dan segera kita serahkan kepada pihak keluarga,” tutup Andy Surya Sinaga, koordinator Unit Siaga SAR Tabalong. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Hari Kedua Pencarian, Sejumlah Unit Penyelamatan Diturunkan dan Korban Masih Belum Ditemukan

    Hari Kedua Pencarian, Sejumlah Unit Penyelamatan Diturunkan dan Korban Masih Belum Ditemukan

    BARABAI, klikkalsel.com – Operasi SAR atau pencarian orang hilang yang terseret arus deras di irigasi Batang Alai, Desa Labuhan, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sudah memasuki hari kedua.

    Menurut pemantauan wartawan klikkalsel di lapangan, sejumlah unit penyelamatan berjenis Rubber Boat mulai diturunkan untuk melancarkan pencarian tiga orang hilang yang dilaporkan sejak Senin 22 November 2021 kemarin di Irigasi Batang Alai setempat.

    Basarnas Banjarmasin melalui Unit Siaga SAR Tabalong Andy Surya Sinaga, Selasa (23/11/2021) mengungkapkan, pihaknya menurunkan 4 Personil serta dibantu TNI-Polri, serta lebih dari 400 orang Tim SAR gabungan guna melancarkan operasi tersebut.

    Baca juga:Operasi SAR Irigasi Batang Alai, 300 Relawan Lebih Bantu Pencarian Orang Hilang

    Baca juga: Terseret Arus Deras, Tiga Orang Dinyatakan Hilang di Irigasi Batang Alai

    “Untuk saat ini ketiga korban masih belum ditemukan, dan Tim SAR Gabungan dari berbagai kabupaten di Kalimantan Selatan masih ,” tuturnya

    Kemudian, untuk pola pencarian hari ini, Kita melakukan pemantauan dari pinggir bendungan dan pinggir sungai kurang lebih dalam radius 1 kilometer.

    Selain itu, Tim SAR gabungan juga melakukan pencarian dari atas air menggunakan Rubber Boat sebanyak empat buah.

    “Semoga semua korban cepat ditemukan dan segera kita serahkan kepada pihak keluarga,” harapnya.

    Setelahnya, untuk rencana evakuasi, apabila korban ditemukan akan di evakuasi dengan cara paling aman. Selanjutnya, korban dibawa menuju kerumah atau sesuai alamat korban atas permintaan pihak keluarga.

    Sementara itu, identitas 3 orang yang diduga hilang tersebut yaitu Jery (18), Arga (14), dan Manto (45) yang ketiganya merupakan warga Desa Labuhan.

    Dijelaskan, kronologis kejadian tersebut bermula pada hari Senin (22/11/2021) sekitar jam 15.00 Wita, ketiga korban tersebut memancing dilokasi Irigasi Batang Alai Desa labuhan Kecamatan BAS.

    Kemudian, ada salah satu korban atas nama Jery yang sendalnya terjatuh kedalam sungai Irigasi tersebuti, dan tiba-tiba air sungai pasang mendadak melihat korban Jery terseret terbawa arus.

    Lebih lanjut, temannya atas nam Arga berusaha membantu dengan cara terjun atau loncat ke dalam sungai Irigasi tersebut. Namun, air sungai semakin pasang sehingga Jery dan Arga juga terbawa arus.

    Setelahnya, datang Manto membantu kedua korban dengan cara memberikan sepotong bambu kepada kedua korban. Namun, Manto juga ikut terseret arus sungai Irigasi dan turut tenggelam. (dayat)

     

    Editor : Akhmad