Kategori: HST

  • Libur Lebaran, Sejumlah Tempat Wisata di HST Alami Peningkatan Pengunjung

    Libur Lebaran, Sejumlah Tempat Wisata di HST Alami Peningkatan Pengunjung

    BARABAI, klikkalsel.com – Libur lebaran Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, sejumlah tempat wisata di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengalami peningkatan pengunjung.

    Para wisatawan yang datang pun sangat beragam, mulai dari wisatawan lokal hingga wisatawan luar daerah turut mengunjungi tempat-tempat wisata di Bumi Murakata guna menikmati waktu liburnya.

    Dayat salah satu wisatawan dari Tanah Laut Kamis (5/5/2022) mengatakan, wisata alam Desa Nateh di Kabupaten HST menjadi pilihannya untuk merefresh diri menikmati masa libur kerjanya.

    Ia dan sejumlah kerabatnya mengaku baru kali pertama berkunjung ke Desa Nateh, Kecamatan Batang Alai Timur, yang menurutnya merupakan objek wisata yang masih asri, panorama alam yang indah, serta aliran air yang begitu segar untuk dinikmati.

    “Libur kerja, dari Tanah Laut berwisata kesini. Penasaran melihat kawan-kawan biasanya ekspose wisata Nateh. Ternyata memang benar, sesuai apa yang diharapkan,” terangnya.

    Baca Juga : Bantu Kelancaran Lalu Lintas, Pramuka Peduli Kwartir Cabang HST Buka Posko Karya Bakti Lebaran 

    Baca Juga : Berkah Lebaran, 167 Narapidana Rutan Barabai Terima Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri

    Pada wisata alam Nateh itu, para wisatawan beraktivitas mulai dari mengabadikan keindahan alam dengan foto-foto, menikmati alam dengan mandi dan bermain di sungai, menyantap kuliner, hingga bermain ban dan arung jeram yang turut tersedia di objek wisata Riam Alai Rafting setempat.

    Menurut pantauan media ini, selama tiga hari terakhir ribuan orang nampak memadati jalur dan tempat wisata Desa Nateh, Kampung Bambu Tandilang, hingga wisata Gunung Besar Halau-halau yang melewati arus lalu lintas Jalan Birayang.

    Sementara di tempat wisata lainnya, Objek Wisata Pagat, Manggasang, Goa Limbuhang, Baruh Bunga hingga Pulau Mas yang melewati arus lalu lintas Batu Benawa-Hantakan turut pula mengalami peningkatan selama tiga hari terakhir.

    “Alhamdulillah baisi haja, tebanyak daripada hari biasanya,” tutur Datu Manggasang, Ketua Asosiasi Pariwisata Alam Murakata (APAM) HST.

    Akan tetapi, menurut Datu pelayanan di tempat wisata pun tetap dilakukan seperti biasanya dengan menyediakan fasilitas prokes, karena masih dalam kondisi pandemi.

    Sementara itu, Aparat Gabungan TNI-Polri dan Pemkab HST turut melakukan patroli keliling guna mengamankan sejumlah objek wisata tersebut.

    “Kegiatan pengamanan dan pemantauan sejumlah objek wisata di Kabupaten HST kita berikan dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada para wisatawan baik lokal maupun luar daerah yang sedang berlibur Hari Raya Idul Fitri 1443 H,” ungkap Dandim 1002/HST Letkol Kav Gagang Prawardhana. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Lomba Gema Takbir, Semarakkan Malam Hari Raya Idul Fitri di Tabudarat Hulu

    Lomba Gema Takbir, Semarakkan Malam Hari Raya Idul Fitri di Tabudarat Hulu

    BARABAI, klikkalsel.com – Menyemarakkan malam Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Dewan Kemakmuran Masjid Sirajutthalibin selenggarakan lomba gema takbir, Minggu (1/5/2022) malam.

    Para peserta dan masyarakat Bumi Murakata tampak antusias mengikuti, maupun melihat berlangsungnya lomba tersebut di halaman masjid setempat, Desa Tabudarat Hulu, Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS).

    Mursidi, Ketua Pelaksana kegiatan, menjelaskan, meskipun kegiatan tersebut diselenggarakan secara dadakan, sebanyak puluhan peserta turut mendaftar dalam kegiatan tersebut.

    “Dadakan meadakan dengan puluhan pendaftar. Namun yang tampil tadi cuma empat. Karena, ada acara yang berbarengan dan sebagian grup tersebut tampil di tempat lain,” terangnya

    Kendati demikian, menurut Mursidi, tetap tidak menyurutkan antusias para peserta dan masyarakat untuk sama-sama menyemarakkan malam hari Raya Idul Fitri ini.

    Pada kesempatan tersebut, para peserta yang terbagi dalam beberapa grup pun tampil secara bergantian mengumandangkan takbir dengan variasinya masing-masing, dan menggunakan perlengkapan yang seadanya.

    Setelah dilakukan penilaian, ajang lomba gema takbir itu dimenangkan dengan nominasi juara 1 dari grup Tawakkaltu Alaullahi asal Tabudarat Hulu.

    Baca Juga : Berkah Lebaran, 167 Narapidana Rutan Barabai Terima Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri

    Baca Juga : Malam Hari Raya, Manajemen Berkumpul dan Saling Memaafkan dengan Keluarga Besar PS Barito Putera

    Arif salah satu personil grup Tawakkaltu Alaullahi yang memenangkan lomba tersebut nampak bangga dengan capaiannya tersebut.

    “Belum sempat satu minggu dibentuk, baru lima kali latihan. Alhamdulillah bisa meraih juara,” ucapnya.

    Kendati demikian, menurut Arif, tujuan pihaknya juga turut serta memeriahkan hari raya Idul Fitri dengan aktivitas yang lebih bermanfaat.

    “Daripada bejalanan dan terkena macet, lebih baik ikut ini,” timpalnya.

    Sementara itu, Ansari Idrus Kepala Desa Tabudarat Hulu menerangkan, kegiatan tersebut turut didukung oleh desa untuk sama-sama menyemarakkan hari raya Idul Fitri, khususnya di wilayah desa tersebut.

    Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan perdana diselenggarakan dan menjadi pelajaran bagi pihaknya untuk dapat ditingkatkan pada kegiatan selanjutnya.

    “Kegiatan ini dadakan, walaupun begitu ada juga dari Desa Barikin, kecamatan tetangga yang turut ikut. Selanjutnya akan kami tingkatkan lagi, bahkan nanti akan dibuka untuk umum agar lebih luas lagi yang bisa terlibat,” tambahnya.

    Pada kesempatan tersebut, Ansari Idrus Kepala Desa Tabudarat Hulu berperan membuka dan menutup secara simbolis kegiatan tersebut, dengan diakhiri pembagian piala, dan penghargaan kepada para pemenang lomba. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Berkah Lebaran, 167 Narapidana Rutan Barabai Terima Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri

    Berkah Lebaran, 167 Narapidana Rutan Barabai Terima Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri

    BARABAI, klikkalsel.com – Menyambut keberkahan lebaran, Kepala Rutan Kelas IIB Barabai menyerahkan SK remisi khusus Hari Raya Idul Fitri usai pelaksanaan Sholat Id di Masjid At Taubah, Senin (2/5/2022).

     

    Dari keseluruhan 177 warga binaan yang telah memenuhi syarat untuk pengusulan remisi idul fitri ini ada 167 orang yang telah turun SK remisinnya.

     

    Pemberian remisi diawali dengan pembacaan SK Remisi oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan, H Muhammad Rusdi.

     

    Rusdi menyebutkan total napi sebenarnya yang diusulkan memperoleh remisi khusus pada Idul Fitri ini ada 177 orang. Namun, SK untuk ke 10 orang di antaranya belum diturunkan.

     

    “Ada 10 orang yang sudah diusulkan mendapat remisi namun belum termasuk dalam SK remisi yang kami dapat disebabkan ada perbaikan data maupun dokumen,” jelasnya.

    Baca Juga : Kodim 1001 HSU-BLG Berikan Arahan Kepada Calon Komcad

    Baca Juga Peringatan Harjad Kabupaten HSU ke 70 Digelar Sederhana

    Dirincikan, dari total 167 orang WBP yang mendapatkan besaran remisi itu bervariasi, yakni 48 orang mendapatkan remisi sebesar 15 hari, 109 orang mendapat 1 bulan remisi, 9 orang mendapat remisi 1,5 bulan dan 1 orang mendapatkan remisi sebanyak 2 bulan.

     

    Karutan Barabai, Gusti Iskandarsyah yang menyampaikan sambutan Menteri Hukum dan HAM menjelaskan, pemberian remisi kali ini berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 7 tahun 2012 tentang perubahan kedua atas Permenkumham Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat.

     

    “Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Agung Nomor 28P/HUM/2021 tanggal 28 Oktober 2021 yang menyatakan persyaratan pengusulan Remisi, Asimilasi, CMK, PB, CMB, dan CB tidak lagi mensyaratkan surat keterangan kerjasama dari Aparat Penegak Hukum,” jelasnya.

     

    Namun, menurut Gusti, perlu digaris bawahi bahwa kebijakan ini tidak menghilangkan syarat subtantif seperti berkelakuan baik dan mengikuti kegiatan pembinaan yang telah ditetapkan yang penilaiannya berdasarkan Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN) dan administratif lainnya.

     

    Disamping itu, Gusti mengajak seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan untuk konsisten berperan aktif dalam mengikuti segala bentuk program pembinaan serta mematuhi tata tertib yang ada di dalam Rutan.

     

    “Program pembinaan dilakukan bertujuan agar saudara sekalian memiliki bekal saat nanti kembali ke masyarakat, dan saya harap dengan mengikuti program pembinaan dengan baik saudara dapat menyesali perbuatan yang telah diperbuat dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral, sosial dan keagamaan, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang aman, tertib dan damai,” harapnya. (dayat)

     

     

    Editor : Akhmad

  • Fenomena Ramadan, Ratusan Tukang Becak  Bermunculan ‘Mencari’ Rezeki

    Fenomena Ramadan, Ratusan Tukang Becak Bermunculan ‘Mencari’ Rezeki

    BARABAI, klikkalsel.com – Bulan Suci Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri menjadi momen berkah bagi semua orang untuk mencari rezeki, tidak terkecuali tukang becak sekalipun.

    Salah satu fenomena yang umum terjadi pada Bulan Ramadan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), yakni deretan tukang becak mewarnai sejumlah ruas jalan utama di Kota Barabai untuk mencari keberkahan, Minggu (1/5/2022).

    Sejumlah ruas jalan di Kota Barabai itu meliputi, Perempatan Manjang, Seputaran Lapangan Dwi Warna, Jalan Genesya Barabai, Areal Pasar Murakata dan Pasar Keramat.

    Samsuri salah satu tukang becak asal Desa Paya, Kecamatan Batu Benawa mengaku, sudah puluhan tahun mengayuh becak untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

    Menurutnya, Bulan Suci Ramadan ini menjadi momen meraup keberkahan, baik itu untuk berkerja yang bernilai ibadah, maupun menerima berbagai rezeki dari para dermawan yang peduli akan para pengayuh becak.

    Baca Juga : Gerakan Sedekah Lima Ribu, Borong Dagangan dan Bagikan kepada Masyarakat

    Baca Juga : H-2 Lebaran, Kapolresta: Banjarmasin Aman

    “Sudah puluhan tahun, belum ada pasar hanyar sudah membecak,” terangnya yang menandakan sudah sekian lama menggeluti profesi tersebut.

    Lebih lanjut, di usianya yang sudah tua tidak menyurutkan niatnya untuk terus bekerja, walaupun hasil dirinya mengayuh becak tidak menentu setiap harinya.

    “Penghasilan tidak menentu, kadang-kadang tak ada atau lepas. Terkadang ada juga Rp30 ribu, Rp50 ribu tapi jarang juga yang penting halal,” ucapnya.

    Ia tak menampik fenomena becak yang menjamur pada Bulan Suci Ramadan. Menurutnya, fenomena itu hal yang umum terjadi untuk mencari rejeki tambahan di samping penghasilan yang tidak menentu itu.

    “Mencari rezeki, kadang-kadang ada diberi paket ramadan, paket lebaran, zakat. Namun, tahun ini paling sakit,” tambahnya.

    Sementara, untuk mencukupi kebutuhan tambahan lainnya, istrinya pun turut juga bekerja dengan membuka jasa pijat urut rumahan. Namun, menurut Samsuri, tetap pekerjaan utama sebagai pengayuh becak untuk menghidupi keluarganya.

    Pengakuan pengayuh becak lainnya, Jumbri warga Aluan Besar, Kecamatan Batu Benawa, juga sudah puluhan tahun mengadu nasib sebagai pengayuh becak.

    “Biasa pagi berangkat, sore pulang. Penghasilan juga tidak menentu,” tambahnya.

    Tak jarang, menurutnya para pengayuh becak terpaksa berbuka puasa di jalanan, apabila tidak sempat pulang ke rumah.

    Sementara, pekerjaan lainnya pun turut digeluti, seperti sebagai kuli bangunan, buruh, atau pekerjaan lainnya yang menurutnya asal halal.

    “Fenomena Ramadan ini, ratusan tukang becak mewarnai ruas jalan di HST. Semuanya sama, mengadu nasib, mencari rezeki dan keberkahan dari bulan Ramadan,” tukasnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Gerakan Sedekah Lima Ribu, Borong Dagangan dan Bagikan kepada Masyarakat

    Gerakan Sedekah Lima Ribu, Borong Dagangan dan Bagikan kepada Masyarakat

    BARABAI, klikkalsel.com – Beragam gerakan sosial bermunculan di Bulan Suci Ramadan. Tak lain, gerakan-gerakan positif bermuara untuk mengambil keberkahan dari bulan yang penuh rahmat itu.

    Seperti yang dilakukan oleh sejumlah anak muda yang tergabung dalam komunitas pelita ini. Mereka menamainya dengan gerakan sedekah lima ribu.

    Rahayu koordinator gerakan tersebut menjelaskan, pihaknya memborong dagangan dari pedagang potensial yang selanjutnya hasil borongan tersebut dibagikan kembali kepada masyarakat.

    “Pedagang potensial yang dimaksud adalah seorang pejuang, bisa dia sedang menafkahi anaknya yang sedang sakit, tulang punggung keluarga, yang memang dirasa pantas untuk kita borong,” terangnya, Sabtu (30/4/2022) di Barabai.

    Baca Juga : Bantu Kelancaran Lalu Lintas, Pramuka Peduli Kwartir Cabang HST Buka Posko Karya Bakti Lebaran

    Baca Juga : Kapolresta Banjarmasin Bagikan Sembako Untuk Marbot dan Warga Kurang Mampu

    Sementara uang untuk memborong dagangan tersebut merupakan hasil patungan pada donatur atau masyarakat yang tergabung dalam gerakan sedekah lima ribu di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

    “Setiap bulan para relawan patungan Rp5 ribu untuk selanjutnya semua uang yang terkumpul kita buat dalam bentuk gerakan sosial seperti ini,” tambahnya.

    Rahayu menjelaskan, pada pekan ini pihaknya memborong dagangan dari pedagang buah-buahan dan roti tawar yang masih berjuang walaupun usianya sudah tua renta untuk menafkahi keluarganya.

    Selanjutnya, hasil borongan tersebut dipaketkan dalam bentuk paket iftar yang berisi es buah dan roti tawar dan dibagikan kepada para pengguna jalan di perempatan Jl A Yani Tangkarau, HST.

    “Sekitar 90 paket telah kami bagikan kepada masyarakat. Semoga semakin banyak lagi para relawan yang bisa terlibat dalam gerakan ini,” katanya.

    Kepada masyarakat dan relawan yang ingin gabung dalam gerakan bisa menghubungi instagram @official.komunitas.pelita, serta dapat pula memberikan saran calon penerima manfaat dari gerakan tersebut. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Bantu Kelancaran Lalu Lintas, Pramuka Peduli Kwartir Cabang HST Buka Posko Karya Bakti Lebaran

    Bantu Kelancaran Lalu Lintas, Pramuka Peduli Kwartir Cabang HST Buka Posko Karya Bakti Lebaran

    BARABAI, klikkalsel.com – Ikut serta membantu kelancaran lalu lintas, Satgas Pramuka Peduli yang terhimpun dari Gugusdepan dan satuan karya yang ada di Kwarcab Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) membuka Posko Karya Bakti Lebaran Tahun 2022.

    Posko tersebut didirikan sesuai instruksi Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, guna membantu kelancaran lalu lintas sekaligus pemantauan arus mudik dan arus balik di Bumi Murakata.

    Kepala posko Muhammad Ferian Shadiqin mengungkapkan, mendirikan posko bertempat di Jl. A Yani Simpang 10 Kota Barabai yang merupakan titik sentral arus lalu lintas pada kota tersebut.

    Lebih lanjut, pihaknya pun mensiagakan personil pada posko itu sejak 26 April 2022 hingga 8 Mei 2022 sesuai arahan dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

    “Untuk memudahkan arus lalu lintas para pemudik, kami menurunkan personil dari Saka Bhayangkara untuk mengatur lalu lintas,” terangnya, Minggu (1/5/2022) di Barabai.

    Baca Juga : Kota Amuntai Mulai Rame Dilintasi Pemudik Antar Provinsi

    Baca Juga : Acil Odah Berbuka Bersama Pengurus Serta Anggota Kwarda Pramuka Kalsel

    Menurut Ferian, pemantauan sementara ini pihaknya, arus lalu lintas di jalan utama masih dalam keadaan aman dan lancar dibantu lampu merah yang kembali aktif.

    “Memang lampu merah kalau siang aktif, tapi untuk malam hari sudah tidak aktif. Sehingga, kami perlu turun ke jalan untuk mengatur lalu lintas agar tidak macet,” ujarnya.

    Pihaknya tidak hanya mengatur lalu lintas saja, tapi juga sembari menunggu berbuka turut serta membagikan takjil dan masker gratis kepada masyarakat pengguna jalan.

    Altanova Reza Komandan Satgas Pramuka Peduli Kwarcab HST menjelaskan, kegiatan ini turut dihadiri sebanyak 68 personil yang terbagi dalam dua shift dalam sehari.
    .
    “Demi keefektifan posko, para anggota dibagi dua shift dalam sehari. Agar tidak terjadi penumpukan personil, serta semuanya dapat berperan aktif pada Posko Karya Bakti Lebaran Tahun 2022 ini,” jelasnya.

    Sementara, Muhammad Yamani selaku Andalan Cabang Urusan Pengabdian Masyarakat juga berpesan, kepada seluruh personil yang bertugas agar tetap semangat, mematuhi protokol kesehatan, dan tetap kompak selama menjalankan tugas.

    “Pramuka mengabdi tanpa batas untuk membangun ketangguhan bangsa,” tuturnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Bakal Ada Fasilitas WC Setara Hotel Bintang Lima, Pembenahan Objek Wisata Pagat Dikritik Warga

    Bakal Ada Fasilitas WC Setara Hotel Bintang Lima, Pembenahan Objek Wisata Pagat Dikritik Warga

    BARABAI, klikkalsel.com – Pembenahan dan pembangunan objek wisata Pagat Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dianggarkan sekitar Rp 2 miliar. Dan di kawasan itu nantinya akan dilengkapi fasilitas toilet setara dengan hotel bintang lima.

    Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) HST Muhammad Yani menuturkan, fasilitas tersebut demi menunjang objek wisata, sesuai standar pelayanan untuk masyarakat dan pengunjung.

    “Salah satunya pembangunan WC setara yang ada di hotel bintang lima atau lebih bagus dan nyaman akan dilakukan,” ujarnya.

    Melalui pagu anggaran itu pula, pihaknya akan membangun instalasi air minum dan air bersih, serta ada juga penyiringan jalan yang sempat longsor.

    “Rencana pembangunan ini masih tahap konsultan dan lelang desain, Agustus 2022 baru mulai pembangunan fisiknya. Jadi secara keseluruhan ini supaya Wisata Pagat bisa kembali pulih,” kata Yani yang juga menjabat Plt Sekda HST ini, Selasa (26/4/2022).

    Sementara untuk perbaikan jembatan putus pada lokasi wisata masih belum dianggarkan, karena biayanya sangat tinggi.

    “Kita ingin tetap mempertahankan jembatan lanting, agar ada sensasi baru dan tetap natural. Untuk keamanannya kita juga akan melakukan MoU dengan para pecinta alam, dalam hal ini Vertical Rescue Indonesia yang memiliki kompetensi untuk hal itu,” katanya.

    Selanjutnya, dengan alokasi dana sekitar Rp 2 miliar itu, rencananya Wisata Pagat Batu Benawa akan menjadi wisata alam serta wisata edukasi yang menargetkan kepada wisatawan grup dan camping ground tidak perorangan.

    Bahkan, Yani menyebut, pihaknya telah bekerjasama dengan kementerian ESDM untuk rencana penelitian pembangunan pembangkit listrik tenaga air di dalam gua.

    “Jadi warga yang berkunjung dapat mempelajari dan mendapatkan ilmu, misalnya terjadinya batu megalitikum, bagaimana ekosistem yang bertahan dalam gua, serta ada terapan teknologi listrik tenaga air yang digerakkan dalam gua,” terangnya.

    Baca Juga : Siap-siap, Pemkab HST Canangkan Pajak Pariwisata Untuk Peningkatan PAD

    Baca Juga : Pengadaan Mobil Dinas Bupati dan Wakil Bupati Dikritik, Pemkab HST Diminta Gunakan Hati Nurani

    Kemudian, titik lapangan tenis yang berada di objek wisata itu juga akan direlokasi dan area tersebut akan digunakan untuk bumi perkemahan.

    “Jadi, wisata Pagat tidak lagi sekedar wisata hura-hura, namun lebih kepada wisata edukasi,” imbuhnya.

    Diketahui, objek Wisata Pagat merupakan salah satu tempat wisata yang dikelola Pemkab HST yang sebagian fasilitasnya hancur terdampak banjir pada Januari 2021 silam.

    Dan baru-baru ini kekayaan alam Wisata Pagat ditemukan lagi, yakni sekitar sembilan gua baru yang terletak di seberang sungai, baik yang berair maupun kosong dan saat ini masuk dalam wilayah Geopark Meratus.

    Hanya saja, rencana tersebut menuai kritik warga. Sebab, warga lebih menginginkan pembangunan jalan lebih diprioritaskan.

    Anto salah satu warga Pegunungan Meratus Papagaran, Kecamatan Hantakan menyebutkan, sudah bertahun-tahun jalan di desanya itu tak mendapat perhatian pemerintah.

    Ia pun berharap, pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi jalan di wilayahnya maupun di daerah lainnya yang serupa.

    “Akses jalan ini sangat vital dan jika dilakukan perbaikan bisa bersentuhan langsung manfaatnya untuk membantu akses perekonomian masyarakat,” tuturnya.

    Serupa dengan yang dikatakan Abah Habibi. Ia mengatakan, rencana pembenahan objek Wisata Pagat lebih baik anggarannya untuk memperbaiki jalan terlebih dahulu. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Siap-siap, Pemkab HST Canangkan Pajak Pariwisata Untuk Peningkatan PAD

    Siap-siap, Pemkab HST Canangkan Pajak Pariwisata Untuk Peningkatan PAD

    BARABAI, klikkalsel.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST) mencanangkan pajak pariwisata sebagai salah satu sumber peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

    Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) HST Muhammad Yani yang juga menjabat sebagai Plt Sekda HST pada Selasa (26/4/2022) kepada awak media di kantornya.

    Menurut Yani, mengutip seperti yang disampaikan Dandim potensi ekonomi HST ditopang oleh Pariwisata.

    “Orang yang datang berwisata ini adalah orang yang membawa duit untuk belanja. Jadi itu harapan pengembangan kita yang selanjutnya,” katanya.

    Lebih lanjut, hal tersebut kelihatan seperti di Wisata Bujur Matahari yang menurutnya luar biasa dan ada beberapa sistem pengelolaan yang secara kearifan lokal bisa berkelanjutan.

    Baca Juga : Nanang Galuh dan Utuh Aluh Kolaborasi Kenalkan Wisata dan Budaya Banjar, Lewat Project BAPANDIR

    Baca Juga : Kalsel Siap Terapkan Perda Desa Wisata

    Kemudian, PAD itu pihaknya nanti akan mengarah ke pajaknya, bukan ke arah retribusinya. Pihaknya akan mengenakan pajak pariwisata ke pengelolanya, karena menurut Yani kalau berjualan tiket saja mungkin tidak tertutupi.

    “Memang trendnya inikan, kita mengurangi retribusi tapi kita memperbesar duit pajak pendapatan kita. Jadi itu beralih ke sektor-sektor yang ada pengelolanya “sektor swasta atau masyarakat” yang bisa memberikan kontribusi seperti pajak parkir kita sudah mulai hendak membangun dan pajak-pajak lainnya,” tambahnya.

    Selanjutnya, pihaknya juga akan mengubah sistem pengelolaan wisata dari dikelola oleh Dinas menjadi sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seperti halnya di rumah sakit guna memaksimalkan pengelolaan wisata.

    Pihaknya juga telah menganggarkan dari APBD HST Tahun 2022 sekitar Rp 2 miliar untuk pembenahan dan pembangunan objek wisata Pagat Batu Benawa.

    Diketahui, pada objek wisata kelolaan pemerintah tersebut terdapat sebagian tanah yang bersengketa dengan masyarakat.

    Sengketa itu pun masih bergulir di tingkat Mahkamah Agung hingga saat ini. Karena, penggugat melakukan kasasi setelah kalah dengan pemerintah daerah di tingkat pengadilan tinggi.

    “Yang kita bangun diluar tanah sengketa itu dulu yang kita prioritaskan, sementara yang bersengketa itu kita lihat hasil dari Mahkamah Agung nantinya,” imbuhnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Usai Ditangkap, Wanita Muda yang Sempat Kabur Kembali Dititipkan di Rutan Barabai

    Usai Ditangkap, Wanita Muda yang Sempat Kabur Kembali Dititipkan di Rutan Barabai

    BARABAI, klikkalsel.com – Usai pengejaran yang cukup panjang, wanita muda DR (29) yang sempat kabur dari Rutan Kelas IIB Barabai telah kembali berhasil ditangkap petugas gabungan pada Jum’at (22/4/2022) malam.

    Untuk yang kedua kalinya, wanita muda pengedar sabu itu kembali dititipkan Polres HST ke Rutan Barabai, karena ketiadaannya ruang tahanan khusus untuk perempuan di Polres setempat.

    “Tersangka akan dititipkan ke Rutan Barabai kembali, karena memang di tahanan Polres tidak ada tahanan khusus untuk perempuan,” ucap Kapolres HST, AKBP Sigit Hariyadi saat konferensi pers bersama awak media, Sabtu (23/4/2022) malam.

    Kendati demikian, sang suami IR (30) yang turut berperan melancarkan pelarian sang istri ditahan di ruang tahanan Polres HST guna menunggu proses lebih lanjut.

    Diketahui, peran sang suami rupanya cukup besar mengeluarkan DR dari balik jeruji hingga sampai ke lokasi persembunyian di Tanah Bumbu.

    Terkait kecurigaan ada keterlibatan oknum di rutan, menurut pihaknya sampai saat ini tidak ada tercium keterlibatan.

    “Memang semunya sesuai dengan SOP. Ada hal-hal yang apes lah, sehingga ini menjadi kesempatan untuk pelaku melancarkan aksinya (kabur),” tambahnya.

    Baca Juga : Suami Punya Peran dalam Pelarian Wanita Muda Pengedar Sabu, Kini Keduanya Berujung Jeruji

    Baca Juga : Berani Curi Smartphone tetangga, Kai Ditangkap Polisi

    Belajar dari peristiwa pelarian ini, menurut Sigit ini menjadi harus evaluasi semua, untuk sama-sama meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan.

    Sekedar mengingatkan, DR (29) berhasil mengelabui petugas kabur dari Rutan Kelas IIB Barabai Senin (18/4/2022) lalu. Motifnya unik, ia bertukar baju dengan anaknya yang saat itu diantar berkunjung ke rutan.

    Berbekal kamuflase pakaian, menggunakan masker, dan perawakan yang relatif kecil serupa dengan sang anak, wanita muda itu berhasil lolos mengelabui petugas lewat pintu depan. Sedangkan sang anak, saat itu dengan tega ditinggalnya di dalam rutan menggantikan posisinya.

    Sementara Kepala Rutan Barabai, Gusti Iskandarsyah Minggu (24/4/2022) malam menyampaikan, pihaknya juga mengevaluasi terkait standar operasional (SOP), pasca kaburnya wanita muda tahanan titipan itu.

    “Evaluasi kita, salah satunya memperbaiki SOP soal penggunaan masker,” terangnya.

    Lebih lanjut, terkait itu pihaknya mengaku setiap tamu yang berkunjung dan hendak pulang wajib membuka maskernya di depan petugas penjaga pintu utama.

    Pihaknya juga gencar melakukan deteksi dini dengan rutin setiap hari menggelar pemeriksaan pada setiap ruang tahanan. Serta ,mengaktifkan kembali sistem sidik jari yang selama ini rusak.

    “Rencana besok kami akan rapat membahas masalah ini,” tuturnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Suami Punya Peran dalam Pelarian Wanita Muda Pengedar Sabu, Kini Keduanya Berujung Jeruji

    Suami Punya Peran dalam Pelarian Wanita Muda Pengedar Sabu, Kini Keduanya Berujung Jeruji

    BARABAI, klikkalsel.com – Sosok wanita muda pengedar sabu Desy Raihana (26) yang kabur dari Rutan Kelas IIB Barabai telah berhasil diringkus petugas gabungan pada Jum’at (22/4/2022) malam. Dalam pelariannya selama empat hari itu, sang suami rupanya berperan besar mengeluarkan Desy dari balik jeruji.

    Hal ini diketahui, saat Polres Hulu Sungai Tengah (HST) bersama Karutan Barabai melakukan konferensi pers terkait telah tertangkapnya wanita muda yang sempat buron itu, lengkap disertai sang suami, Sabtu, (23/4/2022) malam.

    Dalam konferensi pers yang dipimpin Kapolres HST AKBP Sigit Hariyadi, didampingi Karutan Barabai Gusti Iskandarsyah, dan Kasat Resnarkoba AKP Lamris Manurung, membeberkan kronologis pelarian wanita muda pengedar narkoba tahanan titipan di Rutan Barabai pada Senin (18/4/2022) itu hingga dapat diringkus kembali.

    Sigit menjelaskan, buronan wanita muda itu diringkus di wilayah Tanah Bumbu (Tanbu), tepat pada sebuah ruko sederhana tak berpenghuni yang didesain sebagai tempat persembunyiannya Jalam Raya Kampung Baru, Desa Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, Kota Batulicin.

    Menariknya, wanita muda itu diringkus bersama sang suami Irwan Rizani (30) yang diduga berperan besar membantu melancarkan berbagai upaya pelariannya hingga sampai ke lokasi tersebut.

    “Dari proses penyelidikan awal dan informasi yang berkembang di masyarakat, ada indikasi tersangka melarikan diri ke Tanbu. Hingga petugas gabungan langsung melakukan pengejaran dan mendapati kedua pelaku,” terang Sigit, Minggu malam.

    Baca Juga : Kabur dari Tahanan dan Buron Empat Hari, Wanita Muda Pengedar Narkoba Ini Diringkus di Batulicin

    Baca Juga : Salurkan Bantuan Tunai Pangan, Kapolresta Banjarmasin: Jika Ada Potongan Laporkan!

    Ketika ditemukan petugas, kedua pelaku pun nampak terkejut hingga didapati lokasi persembunyiannya. Lantas, kedua pelaku pun nampak pasrah dan tak ada upaya perlawanan yang dilakukan, hingga akan kembali dibawa ke balik jeruji.

    Terkait pelarian pelaku apakah direncanakan? Pihaknya pun masih mendalaminya, yang pasti ada unsur kesengajaan yang mengarah kesana, sehingga pelaku bisa berkamuflase dan melarikan diri.

    “Suami pelaku merupakan residivis kasus yang sama,” tambahnya.

    Saat disodorkan pertanyaan terkait pemberatan hukuman dari pelarian itu, Kapolres menyatakan, masih mendasarkan pada proses penyidikan dan menyerahkan ke persidangan. Namun, tentunya nanti akan ada catatan-catanan terkait segala upaya tersebut.

    “Nanti akan diungkapkan di persidangan,” tegasnya.

    Sementara, anak pelaku menurut Sigit, sedari awal hingga saat ini sudah dititipkan kepada pihak keluarga di Barabai, serta sudah pula diambil keterangan tambahan lainnya.

    “Anak pelaku sehat, dari awal sudah dikembalikan bersama kakek neneknya di Barabai.

    Diketahui, Desy Raihana (26) berhasil mengelabui petugas kabur dari Rutan Kelas IIB Barabai Senin (18/4/2022) lalu. Motifnya unik, ia bertukar baju dengan anaknya yang saat itu diantar berkunjung ke rutan.

    Berbekal kamuflase pakaian, menggunakan masker, dan perawakan yang relatif kecil serupa dengan sang anak, Desy berhasil lolos mengelabui petugas lewat pintu depan. Sedangkan sang anak, saat itu dengan tega ditinggalnya di dalam rutan menggantikan posisinya.

    Lantas, informasi kaburnya tahanan tersebut pun menjadi viral di berbagai media sosial hingga menjadi atensi bersama baik itu petugas aparat penegak hukum, serta masyarakat Bumi Murakata. (dayat)

    Editor : Akhmad