Kategori: HST

  • Pemkab Canangkan Bentuk Satgas Pencegahan dan Pengendalian Bencana di Lingkungan Sekolah dan Perkantoran

    Pemkab Canangkan Bentuk Satgas Pencegahan dan Pengendalian Bencana di Lingkungan Sekolah dan Perkantoran

    BARABAI, klikkalsel.com – Pasca insiden kebakaran di SMPN 21 HST pada Jum’at (13/5/2022) tadi malam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST) canangkan akan membentuk satgas pencegahan dan pengendalian bencana di lingkungan sekolah dan perkantoran.

    Hal itu disampaikan Pj Sekda HST H Muhammad Yani pada Sabtu (14/5/2022) siang, saat meninjau lokasi kebakaran tersebut bersama Plt. Kadisdik HST H Muhammad Anhar beserta kepala sekolah dan dewan guru SMPN 21 HST.

    Menurut Yani, Satgas itu dibentuk sebagai upaya responsif terhadap pencegahan terjadinya musibah kebakaran agar insiden serupa tidak terulang.

    “Segera akan kita bentuk Satgas pencegahan dan pengendalian bencana di lingkungan sekolah atau perkantoran. Supaya kedepan kita bisa lebih antisipatif lagi terhadap bencana kebakaran,” jelasnya.

    Diketahui, SMPN 21 HST yang berlokasi di Desa Kayu Rabah Kecamatan Pandawan mengalami insiden kebakaran tadi malam sekitar pulul 19.40 Wita.

    Diduga kebakaran disebabkan karena adanya korsleting listrik di salah satu ruangan bangunan SMPN 21 tersebut.

    Baca Juga : Pipa Tua Jadi Kendala Distribusi Air Bersih Tak Lancar, Humas PDAM: Kita Belum Punya Duit

    Baca Juga : Gelar Syukuran dan Tapung Tawar, PS Barito Putera Siap Berlaga Demi Nama Baik Banua

    Kepala Sekolah SMPN 21 HST, Abdul Hakim di dampingi Kasi Peserta Didik SMP Disdik Julianur Syahdini menyebutkan, bangunan sekolah yang terbakar terdiri dari 6 ruangan, diantaranya, ruang TU, ruang BK, gudang, ruang Kepala Sekolah, ruang Wakasek dan ruang UKS.

    Selain itu, ia menambahkan, adapun untuk bahan pembelajaran dan administrasi yang ikut hangus terbakar diperkirakan sebanyak 3 buah komputer, 3 buah printer, 5 buah chromebook, 1 buah laptop milik guru BK, 1 brankas dan 1 set alat habsi.

    Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Dinas Pendidikan HST H Muhammad Anhar menerangkan, bahwa pihaknya saat ini segera akan menginventarisir nilai kerugian atas bencana kebakaran yang melibatkan sekolah yang berada di Desa Kayu Rabah tersebut.

    Di samping itu, bertepatan pada waktu tersebut sedang berlangsung ujian sekolah bagi siswa/i kelas IX yang pelaksanaannya tetap bisa dilaksanakan menggunakan ruang kelas atau ruang belajar siswa yang tidak ikut terbakar,

    “Pelayanan untuk pendidikan masih bisa berjalan, walaupun ada musibah tersebut,” jelasnya.

    Kemudian, Anhar juga mengungkapkan sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas atensi warga masyarakat di lingkungan SMPN 21 HST dan Tim Balakar 654 Murakata yang begitu sigap turut berpartisipasi dalam memadamkan kobaran api di SMPN 21 HST. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Empat Ruangan SMPN 21 Ludes Terbakar

    Empat Ruangan SMPN 21 Ludes Terbakar

    BARABAI, klikkalsel.com – Musibah kebakaran kembali terjadi di Desa Kayu Rabah Jl.Setia RT 06 RW 02, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Kali ini, sebuah bangunan sekolah SMPN 21 HST yang terbakar, Jum’at (13/5/2022) sekitar pukul 20:25 Wita.

    Walaupun api berhasil cepat dipadamkan dan tidak merambat ke bangunan lain, namun sebanyak empat ruangan ludes terbakar.

    Mendengar informasi itu, Babinsa Koramil 05 Pandawan Sertu M. Sayuti Fadli, Serka Rahmadani dan anggota lainnya turun untuk membantu lalu lintas BPK dan mengamankan sekitar lokasi kebakaran.

    Menurut informasi Basriansyah (37) salah satu saksi mata insiden itu, dirinya sekitar pukul 20.15 Wita baru kembali dari kebun lombok sehabis menyemprot obat anti jamur.

    Ia mengaku akan mandi dekat sekolah SMPN 21 HST yang kebetulan bersebelahan dengan rumahnya.

    Tidak lama berselang, Basri melihat ada cahaya merah dari bagian atas ruang guru. Setelah didekatinya, api pun tampak sudah menjalar dalam ruangan itu hingga ia bersama warga setempat langsung melakukan upaya pemadaman.

    Baca Juga : Ditinggal Jualan, Rumah Pedagang Pencok Kebakaran

    Baca Juga : Baru Satu Tahun Menjabat, Harta Kekayaan Bupati HST Meningkat Hampir Rp 1 Miliar

    “Api dengan cepat membesar dari ruang guru yang didalamnya banyak terdapat kertas dan buku-buku pelajaran,” tambahnya.

    Kala itu, cuaca di tempat kejadian nampak mendung dan berangin, sehingga api dengan cepat membesar.

    Setelahnya, para relawan pemadam kebakaran Balakar 654 Murakata pun berdatangan ke lokasi tersebut membantu pemadaman.

    Tak berselang lama, sekitar pukul 21.10 Wita, api dapat dipadamkan dan dikuasai sehingga tidak sampai menjalar kebangunan sekolah yang lain.

    Belum diketahui pasti penyebab kebakaran itu, namun berdasarkan data Pusdalops BPBD HST sebanyak empat bangunan yang terdiri dari 1 ruangan kepala sekolah, 1 ruangan wakil kepala sekolah, 1 ruangan tata usaha, dan 1 ruangan BK ludes terbakar.

    Akibat insiden kebakaran itu, kerugian materil ditaksir sekitar Rp 300 juta. (dayat)

     

    Editor : Akhmad

  • Baru Satu Tahun Menjabat, Harta Kekayaan Bupati HST Meningkat Hampir Rp 1 Miliar

    Baru Satu Tahun Menjabat, Harta Kekayaan Bupati HST Meningkat Hampir Rp 1 Miliar

    BARABAI, klikkalsel.com – Baru satu tahun menjabat sebagai Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) harta kekayaan H Aulia Oktafiandi meningkat hampir Rp 1 miliar.

    Angka itu berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode Tahun 2021 pada 11 Januari 2022 lalu, orang nomor satu di Bumi Murakata Barabai tersebut.

    Dalam laporannya yang dilansir dari data website elhkpn.kpk.go.id milik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Jumat (13/5/2022), harta kekayaan anak salah satu anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra H Syaiful Rasyid itu bertambah Rp881.945.012.

    Penambahan tersebut, bila dibanding dengan 2020 lalu saat Aulia mendaftar sebagai calon Bupati HST mengalami kenaikan 5,33 persen,

    Ketika mendaftar sebagai calon Bupati, ia yang menggandeng H Mansyah Sabri sebagai Cawabup HST, melaporkan total harta kekayaannya sebesar Rp16.548.788.157.

    Dia yang dilantik pada 26 Februari 2021 itu, kini sudah setahun menjabat sebagai Bupati HST. Harta kekayaannya pun sudah mencapai Rp17.430.733.169 dengan tidak ada catatan hutang.

    Dalam rinciannya, peningkatan harta kekayaan bupati berusia 38 tahun itu berupa kepemilikan tanah dan bangunan di beberapa lokasi di Banjarmasin dan Jakarta. Kenaikannya sebesar Rp 560.000.000 (3,62 persen) atau dari Rp 15.449.000.000 menjadi Rp 16.009.000.000.

    Kekayaan lainnya yang juga meningkat berupa kepemilikan surat berharga. Kenaikannya mencapai Rp 156.945.012 (24,34 persen) atau dari Rp 644.788.157 menjadi Rp 801.733.169.

    Baca Juga : BPKP Akan Audit Dana Perjalanan Dinas Anggota DPRD, Diduga Ada Manipulasi Kuitansi Hotel

    Baca Juga :Polisi Amankan Pelaku Penikaman di Kawasan Pasar Kasbah, Pelaku Mengaku Mabuk

    Kemudian, harta yang tertinggi persentasi kenaikannya adalah berupa kas atau setara kas yang mencapai 125,81 persen atau dari Tahun 2020 cuma Rp 155.000.000 menjadi Rp 350.000.000 selama kurun waktu setahun di 2021 lalu.

    Selain itu, Bupati Aulia hanya melaporkan satu-satunya mobil yang dimiliki dengan pembelian uang pribadi, yakni mobil Toyota Fortuner Jeep 2014 dengan nilai Rp 270.000.000.

    Peningkatan harta kekayaan itu jika dicermati, Bupati HST ini disebut sebagai bupati ketiga terkaya di Kalsel, dari 13 Kepala Daerah kabupaten/Kota yang telah melaporkan LHKPN 2021 ke KPK.

    Di samping itu, dua terkaya lainnya Bupati Kotabaru dan Walikota Banjarbaru yang juga turut melaporkan LHKPN 2021 ke KPK. (dayat)

  • Warga Tiga Desa di HST Tak Bisa Bercocok Tanam Lantaran Air Buangan Perusahaan Sawit

    Warga Tiga Desa di HST Tak Bisa Bercocok Tanam Lantaran Air Buangan Perusahaan Sawit

    BARABAI, klikkalsel.com – Sudah bertahun-tahun warga Desa Setiap, Kambat Utara, Kayu Rabah, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengkau tidak bisa bercocok tanam di wilayahnya.

    Diduga salah satu penyebab permasalahan, karena air buangan dari perusahaan sawit PT Persada Dinamika Lestari (PDL) yang mengalir ke wilayah pertanian. Sehingga warga meminta adanya penutupan kanal di perusahaan tersebut.

    Terkait permasalahan itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) HST, Disperkim LH Hulu Sungai Utara (HSU), Dinas LH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Anggota DPRD HST, bersama perwakilan pemerintah desa di tiga desa bersama-sama mendatangi lokasi PT Persada Dinamika Lestari di Desa Pewalutan, Kecamatan Banjang, HSU, Kamis (12/5/2022).

    Pada kesempatan itu, semua pihak yang datang bersama-sama mendatangi lokasi aliran air yang diduga buangannya berdampak ke tiga desa di Kecamatan Pandawan itu.

    Menurut Muhammad Rahmi perwakilan Pemerintah Desa Kambat Utara, keluhan itu sudah lama disampaikan oleh warga, melalui pihaknya kepada pemerintah terkait memberikan solusi atas permasalahannya.

    Dia merasa, dampak dari pembuangan limbah itu banyak, salah satunya warganya sampai sekarang tidak bisa bercocok tanam.

    “Biasanya di bulan-bulan ini sudah panen, tapi sampai sekarang jangankan panen. Untuk bercocok tanam saja tidak bisa, apalagi untuk berkebun,” tambahnya.

    Baca Juga : Heboh, Sesosok Pemuda Ditemukan Dalam Kondisi Tergantung di Pohon

    Baca Juga : Tiga Truk Angkut Sampah Peringatan Haul ke-216 Datu Kalampayan

    Rahmi melanjutkan, yang dirasakan warga ini kurang lebih sekitar lima tahunan sudah. Pihaknya pun meminta penutupan kanal mati, agar jangan sampai ada lagi saluran-saluran air yang masuk ke wilayahnya.

    “Kondisi air kalau musim hujan pasti sudah banyak, namun di musim kemarau air juga tetap ada diduga ini salah satu akar permasalahannya. Oleh karena itu, kita meminta penutupan kanal mati,” jelasnya.

    Kemudian, pihak perusahaan yang dipimpin Destandra Wibi Sapitro Kepala Tata Usata PT Persada Dinamika Lestari menyambut semua pihak yang datang dengan membawa ke titik lokasi aliran air yang dianggap warga buangannya berdampak ke masyarakat Pandawan itu.

    Ia menyatakan, pihaknya juga menyetujui untuk melakukan penutupan saluran (kanal) menuju wilayah administrasi Kabupaten HST dalam waktu yang tidak terlalu lama.

    Adapun bangunan penahannya, berupa tanggul atau sejenisnya dengan memperhatikan level ketinggian air maksimal, sehingga tidak dimungkinkan terjadi penyeberangan air melewati bangunan penahan tersebut.

    Perusahaan juga menerima permintaan/proposal program CSR untuk masyarakat di tiga desa, yakni Kayu Rabah, Setiap, Kambat Utara melalui mekanisme yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    “Adapun program-programnya yang berasal dari proposal resmi pemerintah desa masing-masing, bukan mengatasnamakan perorangan/kelompok,” tambahnya.

    Sementara itu, Irfan Sunarko Kabid Tata Lingkungan DLHP HST dan Anggota Komisi II DPRD HST Yazid Fahmi memastikan, apabila dikemudian hari ada permasalahan lainnya lagi, pihaknya pun meminta komitmen perusahaan untuk pembicaraan ulang.

    “Ada beberapa aparat desa mengkonfirmasi ke ulun ada titik lain buangan, kalau kedepannya ada, kita pandirakan beasa lah (bicarakan kembali),” tukasnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Heboh, Sesosok Pemuda Ditemukan Dalam Kondisi Tergantung di Pohon

    Heboh, Sesosok Pemuda Ditemukan Dalam Kondisi Tergantung di Pohon

    BARABAI, klikkalsel.com – Warga Bumi Murakata kembali dihebohkan dengan temuan sesosok pemuda dalam kondisi tergantung pada sebuah pohon Gandaria di Desa Andang, Kecamatan Haruyan, Rabu (11/5/2022) sekitar pukul 17.00 wita.

    Kehebohan itu pun bertambah dengan beredarnya sebuah video yang menampakkan detik-detik warga menyambangi lokasi temuan tersebut dengan diwarnai isak tangis saat melihat insiden itu.

    Diketahui, identitas pria yang ditemukan tergantung itu bernama M Fitriadi (26) atau kerap dipanggil Yadi seperti yang terdengar pada video yang beredar.

    Pada identitas yang didapat, Yadi diketahui merupakan warga Desa Andang RT 02 RW 01, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

    Saat ditemukan, korban nampak menggunakan baju kaos berwarna hitam dengan celana jeans berwarna biru dan kondisi masih tergantung.

    “Ya Allah Yadi, uma Yadi kenapa ae,” ucap seorang wanita pada video itu sembari disusul isak tangisnya melihat korban.

    Baca Juga : Marah Tak Diberi Rokok, Pria Asal Banjarmasin Selatan Dikeroyok Kakak Beradik

    Baca Juga : Sejarah Pulau Kembang, Dikisahkan dari Tenggelamnya Kapal Inggris dan Munculnya si Anggur Raja Kera?

    Belum diketahui pasti kronologis penyebab pria itu bisa tergantung. Namun, para relawan sudah mendatangi TKP yang disusul oleh petugas Polres HST juga sudah bekerja dilapangan.

    “Unit sudah menyampai di TKM, sambil menunggu petugas kepolisian, Tim Inafis Polres HST melakukan penanganan,” ungkap Taher di lokasi kejadian.

    Kapolres HST AKBP Sigit Hariyadi melalui Kasubdi PIDM Aipda M Husaini saat dikonfirmasi, membenarkan perihal temuan mayat dalam kondisi tergantung itu.

    Pihaknya pun, saat ini masih melakukan penanganan di lapangan menyelidiki terkait insiden itu.

    “Saat ini petugas masih bekerja dilapangan melakukan penyelidikan,” tuturnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Mangkal di Pondok Hendak Pesta Sabu, Tiga Pemuda Ini Tak Berkutik Diringkus

    Mangkal di Pondok Hendak Pesta Sabu, Tiga Pemuda Ini Tak Berkutik Diringkus

    BARABAI, klikkalsel.com – Mangkal pada sebuah pondok di Desa Pajukungan Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dengan niat hendak pesta sabu, nasib tiga pemuda berujung apes diringkus Tim Opsnal Jhon Lee Cs Satreskoba Polres HST.

    Ketiga pemuda itu, yakni MJ (27) warga Desa Banua Budi HST, RS (26) warga Desa Banua Hanyar HST, dan RM (27) warga Desa Kelampaian Ulu Kabupaten Banjar yang tak berkutik saat diringkus petugas.

    Kapolres HST AKBP Sigit Hariyadi melalui Kasubdi PIDM Aipda M Husaini pada hari Selasa (10/5/2022) menyampaikan, ketiga pelaku saat ini telah diamankan di Mapolres HST guna pemeriksaan lebih lanjut.

    Ia menjelaskan, penangkapan itu bermula pada Senin (9/5/2022) sekira jam 21.30 Wita, petugas mendatangi lokasi Desa Pajukungan Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah, tepatnya di depan sebuah pondok setempat.

    “Petugas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di lokasi itu sering terjadi transaksi Narkotika jenis sabu-sabu,” jelasnya.

    Lebih lanjut, dari informasi itulah, kemudian dilakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tiga pelaku tersebut.

    “Tiga pemuda itu dengan identitas MJ dan RS warga Kabupaten HST serta RM warga Kabupaten Banjar,” terangnya.

    Baca Juga : Melawan Saat Ditegur Pungut Parkir Liar dan Bawa Sajam, AN Diamankan Polisi

    Baca Juga : Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Tiga Kabupaten Diserang Hama Tungro

    Kemudian, pada saat dilakukan penggeledahan oleh petugas, berhasil ditemukan barang bukti berupa 1 paket yang diduga narkotika jenis sabu-sabu dengan berat bruto 0,26 gram yang diamankan dari MJ.

    Selain itu juga, turut didapati uang tunai sebesar Rp 50 ribu yang diamankan dari RS dan 1 unit sepeda motor merk Honda Scoopy wana coklat – hitam dengan Nomor Polisi DA 6431 EAY lengkap dengan STNKnya yang diamankan dari RM.

    “Atas perbuatannya itu, ketiga pelaku terancam dijerat Pasal 114 Ayat (1) Jo 132 Ayat (1) Sub 112 Ayat (1) Jo 132 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tuturnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Nurhaniah Ditemukan Dalam Kondisi Tak Bernyawa di Sungai Batu

    Nurhaniah Ditemukan Dalam Kondisi Tak Bernyawa di Sungai Batu

    BARABAI, klikkalsel.com – Seorang wanita dengan identitas Nurhaniah (40), warga Desa Batu Panggung, Kecamatan Karuyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dikabarkan hilang dan diduga tenggelam di sungai setempat pada Minggu (8/5/2022) pukul 08.30 Wita.

    Upaya pencarian pun telah dilakukan oleh Tim SAR Gabungan lintas kabupaten di sekitar lokasi tersebut. Dan membuahkan hasil dengan ditemukannya wanita tersebut dalam kondisi tak bernyawa pada aliran sungai itu, Senin (9/5/2022) malam

    Menurut informasi Aldy relawan Bhalink-bhalink Rescue (B2R) Kandangan, pihaknya menemukan korban saat melakukan penyisiran di sungai tersebut menggunakan unit perahu karet yang dikemudikannya pada pukul 18.40 wita.

    Lebih lanjut, lokasi ditemukannya itu merupakan masih dalam aliran sungai setempat dengan radius sekitar 5 kilometer dari titik awal korban dinyatakan tenggelam.

    Saat ditemukan, menurut Aldy, korban nampak dengan posisi telungkup dan tersangkut di sebuah batu dengan kondisi yang sudah tak bernyawa.

    “Alhamdulillah korban sudah ditemukan, ulun tadi penyisiran lawan kawanan Loksado pakai perahu rafting, demikian informasinya,” terangnya.

    Setelah itu, pihaknya pun bersama Tim SAR Gabungan langsung mengevakuasi korban menggunakan perahu karet dan menggunakan unit ambulan dan diserahkan ke pihak keluarga.

    “Sesuai permintaan pihak keluarga, korban saat ditemukan langsung diminta dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” tambahnya.

    Baca Juga : BPBD Balangan Lakukan Pencarian Orang Tenggelam di Kecamatan Lampihong

    Baca Juga : Hari Ini PPKM Berakhir, Banjarmasin Menunggu Mendagri

    Menurut informasi Yamin saksi mata, pada Minggu (8/5/2022) pukul 08.30 Wita, Nurhaniah pamit kepada suaminya pergi ke sungai untuk mandi dan cuci pakain.

    Kemudian, pada pukul 09.00 Wita sang suami masih melihat istrinya masih diatas lanting mencuci pakaian yang kebetulan jarak rumah dengan sungai tidak jauh sehingga masih bisa terlihat dari rumah korban.

    Berselang 30 menit, sang suami pun mendatangi lokasi istrinya yang tak kunjung pulang. Akan tetapi, alangkah terkejut ternyata istrinya tidak ada lagi di atas lanting itu, namun nampak menyisakan peralatan mandi dan pakaian cucian.

    Dugaan sang suami, istrinya itu jatuh ke dalam sungai tersebut, karena diketahui sang istri mempunyai riwayat penyakit kejang-kejang.

    Usai temuan itu, sang suami pun pulang untuk memberitahukan kejadian tersebut dan meminta tolong kepada warga sekitar untuk mencari keberadaan istrinya.

    Hingga, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Nurhaniah pada keesokan harinya dalam keadaan tak bernyawa sekitar 5 km dari lanting yang digunakan mandi dan mencuci itu. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Sebanyak 27 Pemuda Ikuti Seleksi Penerimaan Komcad di Kodim 1002/HST

    Sebanyak 27 Pemuda Ikuti Seleksi Penerimaan Komcad di Kodim 1002/HST

    BARABAI, klikkalsel.com – Penerimaan dan tahapan seleksi Rekrutmen Komponen Cadangan (Komcad) TNI sebagai salah satu unsur dari sumber daya militer di luar komponen utama pertahanan masih terus bergulir.

    Sebanyak 27 pemuda di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) berkumpul di Aula Sapta Marha Makodim HST, Jalan Telaga Padawangan, Kelurahan Barabai Timur Kecamatan Barabai, guna mengikuti seleksi tersebut, Senin (9/5/2022).

    Pada kesempatan itu, para calon yang ikut seleksi diawali dengan mengikuti pemeriksaan administrasi dengan menyerahkan sejumlah dokumen yang sesuai seperti yang sudah disyaratkan.

    Dalam proses itu, Komandan Kodim 1002/HST Letkol Kav Gagang Prawardhana bertindak sebagai pimpinan seleksi dan didampingi oleh Kepala Staf dan Perwira yang ditunjuk sebagai tim penguji.

    Menurut Kapten Inf Rudi Hartono Plh.Pasipersdim 1002/HST, dari 30 orang pendaftaran, sebanyak 27 orang mengikuti seleksi komponen cadangan, sedangkan 3 orang belum mendapat jawaban online dari Kemenhan.

    Lebih lanjut, para calon secara bergantian melakukan berbagai rangkaian seleksi, mulai dari pengecekan administrasi, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan kesehatan dan wawancara.

    Kemudian, dari 27 orang yang mengikuti seleksi itu meliputi Satpol PP 3 orang, Inspektorat 5 orang, Dinas LH 1 orang, Aparat Desa Rangas 1 orang, serta sisanya masyarakat umum dari Bumi Murakata.

    “Seleksi hari ini meliputi pengecekan administrasi, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan kesehatan dan wawancara. Sedangkan untuk kelanjutan pengumuman lanjutkan akan disampaikan pada, Kamis 12 Mei 2022 mendatang,” tambahnya.

    Baca Juga : Calon Komcad Matra Darat Mulai Jalani Seleksi

    Baca Juga : Ada Perusahaan di Banjarmasin yang Diadukan Karyawan Terkait Pembayaran THR

    Diketahui, pembentukan Komcad sendiri diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.

    Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Pertahanan, tujuan dibentuknya Komponen Cadangan yakni melahirkan kesadaran bela negara sekaligus memperkuat kekuatan utama pertahanan negara dalam menjaga keamanan dan pertahanan negara.

    Sementara itu, Dandim 1002/HST Letkol Kav Gagang Prawardhan kepada para calon menyampaikan, ucapan terima kasih kepada para peserta yang berpartisipasi dalam seleksi penerimaan komponen cadangan tahun 2022.

    Menurutnya, dari 27 orang yang mengikuti seleksi hari ini, nantinya tidak semua terpilih untuk mengikuti tes lanjutan.

    “Kita melaksanakan seleksi ini sesuai dengan ketentuan yang sudah digariskan oleh komando atas,” tambahnya.

    Lebih lanjutn, yang terpilih nanti itulah yang akan mewakili Kodim 1002/HST dalam seleksi lanjutan tingkat pusat. Kendati demikian, semua data para calon sudah masuk di Kemenhan yang apabila sewaktu-waktu dibutuhkan pihaknya tinggal update data saja lagi. Bagi yang tidak terpilih jangan kecil hati. Tetap semangat dan jangan putus asa untuk menyongsosng masa depan,” tuturnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Pererat Silaturahmi, Alumni SMAN 1 Barabai Lintas Generasi Gelar Reuni Akbar

    Pererat Silaturahmi, Alumni SMAN 1 Barabai Lintas Generasi Gelar Reuni Akbar

    BARABAI, Klikkalsel.com – Momen pasca lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah, alumni SMAN 1 Barabai lintas generasi menggelar reuni akbar untuk mempererat silaturahmi di Sabtu (7/5/2022), di Halaman SMAN 1 Barabai.

    Arman Husaini, Ketua Pelaksana kegiatan mengungkapkan, reuni ini merupakan kali kedua yang digelar oleh Yayasan SMAN 1 Barabai, guna halal-bihalal dalam nuansa Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

    “Reuni akbar tersebut digelar diikuti ratusan alumni angkatan 1965 hingga 2020. Kegiatan ini sekaligus mensosialisasikan yayasan SMAN 1 Barabai sebagai wadah berkumpulnya para lulusan lintas generasi ini,” terang Alumni 1982 ini.

    Sumber dana kegiatan itu, menurut Arman berasal dari urunan per angkatan maupun sumbangan pribadi.

    Menurutnya, yayasan SMAN 1 Barabai sudah menjalankan gerakan sosial, yakni memberikan santunan kepada para alumni yang terdampak banjir.

    Rencananya melalui Yayasan itu, Arman mengatakan, akan membuka pusat latihan kerja dengan bekerjasama dinas pendidikan dan dinas tenaga kerja HST, untuk merangkul para alumni yang masih belum mendapatkan pekerjaan.

    “Rencana kita akan membukanya di depan STAI Al-Washliyah Barabai dan tenaga yang kita pakai para alumni yang belum mendapatkan pekerjaan, ayo kita gabung. Kita akan mengisinya seperti kursus komputer, pelatihan-pelatihan positif lainnya guna membuka lapangan pekerjaan ,” katanya.

    Baca Juga : Libur Lebaran, Sejumlah Tempat Wisata di HST Alami Peningkatan Pengunjung

    Baca Juga : Wabah Hepatitis Akut di Beberapa Wilayah Indonesia, Walikota Banjarmasin: Jangan Panik

    Sementara, Athaillah Hasbi salah satu alumni 1995 turut menghadiri dan menyambut baik reuni akbar yang digelar oleh Yayasan SMAN 1 Barabai tersebut.

    Menurutnya, kegiatan ini sangat bernilai positif dan mengakrabkan para lulusan yang telah tersebar ke berbagai daerah dengan berbagai latar belakang profesi, akan tetapi dapat dipertemukan kembali dalam nuansa silaturahmi lintas generasi ini.

    “Semoga kedepannya, berbagai kegiatan positif lainnya bisa terus dilaksanakan dan kita lakukan bersama,” ungkap Anggota Komisi IV DPRD Kalsel ini. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Tradisi Batumbang Apam Diusulkan Menjadi Warisan Budaya Tak Benda

    Tradisi Batumbang Apam Diusulkan Menjadi Warisan Budaya Tak Benda

    BARABAI, klikkalsel.com – Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) memiliki beragam kekayaan budaya, baik berupa tradisi turun-temurun masyarakat maupun hal lainnya. Salah satu bentuknya yang sering digelar pasca lebaran yakni Tradisi Batumbang Apam.

    Tahun ini tradisi Batumbang Apam diusulkan agar terdaftar di Kemdikbud RI sebagai warisan budaya tak benda Kalimantan Selatan (Kalsel) yang berasal dari Hulu Sungai Tengah.

    Menurut Masruswian Wakil Ketua Dewan Kesenian Kabupaten HST, tradisi ini Batumbang Apam umumnya diikuti oleh anak-anak. Pada prosesinya, seluruh orang tua yang mengikutsertakan anaknya itu turut membawa kue apam.

    Lebih lanjut, cara penyajiannya pun beragam, ada yang diletakkan di atas nampan, ada pula yang ditusukan pada pelepah kelapa, yaitu pada daun yang telah diserut hingga menyisakan bilah lidi.

    Ukurannya juga disesuaikan, yakni tinggi pelepah kelapa itu diukur setinggi anak-anak yang bakal mengikuti prosesi batumbang apam.

    Baca Juga : Libur Lebaran, Sejumlah Tempat Wisata di HST Alami Peningkatan Pengunjung

    Baca Juga : Pasca Lebaran, Volume Sampah di Banjarmasin Meningkat

    “Lantaran membawa kue apam pada saat prosesi acara inilah mengapa tradisi ini biasa disebut dengan nama Batumbang Apam,” kata Masrus yang juga Plt. Kasi Pembinaan Kesenian dan Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten HST, Kamis (5/5/2022) di Barabai.

    Kemudian, kue apam diletakan di samping ketika anak itu dibawa, sembari terus membacakan doa, ayat-ayat Al-quran hingga salawat.

    “Tujuannya, agar sang anak diharapkan selalu mendengarkan hal-hal yang baik saja, sekaligus tentu mengenalkannya tentang agama Islam,” tambahnya.

    Prosesi selanjutnya diiringi gema sholawat dan dipandu oleh kaum (marbot). Secara bergantian, satu persatu anak-anak yang mengikuti acara batumbang apam ini menaiki undak-undakan mimbar dengan harapan semoga anak-anak ini memiliki akhlak yang terpuji dan menjadi orang yang sukses dikemudian hari.

    Usai prosesi itu, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh tokoh agama yang ditujukan untuk anak-anak yang mengikuti acara ini, serta doa juga ditujukan kepada keluarga dan seluruh masyarakat yang berhadir.

    Sementara, pada tahun ini Tradisi Batumbang Apam telah digelar oleh masyarakat Desa Pajukungan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan di Masjid Al Munawwarah Desa Pajukungan, Rabu (4/5/2022) kemarin.

    Pada prosesi acara tersebut dimulai dengan pawai oleh masyarakat dengan berbagai atribut, dipimpin oleh Pejabat Sekda HST Muh Yani didampingi oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan HST, M Anhar dan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel dengan berjalan kaki dari kantor Desa Pajukungan menuju tempat acara diiringi dengan tabuhan terbang dan lantunan sholawat dari grup kesenian sinoman Hadrah.

    Muh Yani mewakili Bupati HST saat itu mengatakan, sangat mengapresiasi dengan digelarnya acara batumbang apam ini yang merupakan tradisi turun-temurun masyarakat di Desa pajukungan.

    Lebih lanjut, batumbang apam ini merupakan tradisi yang harus kita jaga dan pertahankan yang bermakna sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah Swt atas segala karunia yang selama ini kita peroleh.

    “Batumbang juga dimaknai dengan menaik, karena dalam prosesinya anak akan dibawa naik ke atas mimbar. Harapannya, semoga anak-anak kita kelak akan menjadi anak yang sholeh dan meraih kesuksesan baik itu di dunia maupun di akhirat,”harapnya.

    Disamping itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Helda turut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya kita bersama dalam menjaga warisan budaya berupa tradisi yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

    “Batumbang apam ini merupakan tradisi yang harus kita pertahjankan,” katanya.

    Dalam pelaksanaan tradisi itu, turut disambut antusias masyarakat. Ratusan warga, serta berabagai kalangan turut serta mengikuti dan menyaksikan berjalannya segala prosesi tradisi batumbang apam itu.

    Kemeriahannya pun bertambah dengan beragam hiasan payung, serta diwarnai ratusan warga berebut uang sholawat pada pelaksanaan prosesi itu.

    Pada tahun ini, dikatakan Suparyono Pembakal Desa Pajukungan peserta acara batumbang apam lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya biasa diikuti sekitar 4-5 orang anak, tapi kali ini diikuti oleh 55 orang anak. (dayat)

    Editor : Akhmad