Kategori: Ekonomi & Bisnis

  • Pasar Sudirapi Berpotensi Tingkatkan PAD Pemko Banjarmasin

    Pasar Sudirapi Berpotensi Tingkatkan PAD Pemko Banjarmasin

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pasar Sudirapi yang berlokasi di Jalan Baru, atau Pasar Lima berpotensi mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banjarmasin.

    Plt Walikota Banjarmasi, H Hermansyah, mengatakan PAD yang akan diambil dari Pasar Sudirapi ini, pasalnya tahun depan Hak Guna Bangunan (HGB) dari sejumlah pedagang telah habis. Dengan habisnya HGB tersebut bangunan akan diambil alih oleh Pemko Banjarmasin.

    “Nah saat itu Pemko bisa mengambil PAD dari Pasar Sudirapi, misalnya retribusinya pasar dan lainnya,” ujarnya, Selasa (13/10/2020).

    Ditanya berapa PAD yang bakal didapat bila diambil alih Pemko. Herman belum bisa mengatakan, namun ia meyakinkan pastinya PAD Banjarmasin akan bertambah.

    Ia melanjutkan lagi, bila misalnya HGB diperpanjang lagi nanti akan dibicarakan kembali bersama pemilik bangunan.

    Persoalan Pasar Sudirapi telah dibahas dalam Perjanjian Kerjasama (PKS) di kawasan Pasar Sudirapi dua hari lalu di Aula Kayuh Baimbai Balai Kota Banjarmasin. Hermansyah berharap, tidak ada satupun pihak yang merasa diberatkan setelah perjanjian tersebut rampung.

    “Kita jangan membebankan dengan pedagang, itu satu, kemudian yang kedua kita bagaimana aset kita ini jangan sampai nanti hilang dan sebagainya, kemudian kita juga ingin PAD kita ini supaya ada jelas untuk kita,” jelasnya.

    Herman juga optimis akan mengurai benang kusut terkait PKS dari Pemerintahan terlebih dulu. Tidak hanya di Sudirapi namun Sentra Antasari, Ruko di Kayu Tangi dan Ujung Murung.

    “Sebelum masa jabatan kita berakhir kita harus menyelesaikan semuanya, jadi ibarat benang kusut kita urai perlahan dan kita perbaiki,” pungkasnya.(fachrul)

    Editor : Amran

  • UMKM Balangan Dibekali Pelatihan Berbasis IT Icomart

    UMKM Balangan Dibekali Pelatihan Berbasis IT Icomart

    PARINGIN, klikkalsel.com – Pelaku Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Balangan dibekali pelatihan berbasis IT Icomart oleh Balai Pelatihan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Kalimantan Selatan.

    Pelatihan kepada UMKM Balangan itu dilaksanakan di di lantai 2 Auditorium salah satu hotel di Balangan di Margo Mulyo RT.06 RW.02 Kelurahan Batu, Piring Kecamatan Paringin.

    Kegiatan tersebut terselenggara atas permintaan pemerintah daerah dalam rangka menggenjot pertumbuhan UMKM di Balangan, yang di gelar 4 hari dari Senin 12 Oktober hingga Kamis 15 Oktober 2020.

    Ditemui usai mengisi materi dalam pelatihan tersebut, Rohadi Not Setyawibawa, mengungkapkan bahwa pelatihan ini digelar dalam rangka membekali pelaku UMKM di Balangan dalam menghadapi era baru.

    “Pelatihan ini digelar berbasis IT Icomart terkhusus untuk UMKM di Balangan”, tuturnya kepada Klikkalsel.com
    , Selasa (13/10/2020).

    Lebih lanjut ia menyampaikan, pihaknya berperan melatih UMKM se Kalimantan Selatan, namun untuk kali ini diadakan di Balangan merupakan permintaan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Balangan.

    Adapun untuk peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 30 orang yang terdiri dari berbagai macam jenis pelaku UMKM se Kabupaten Balangan, tentunya dengan digelarnya pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan geliat pemasaran hasil atau produk UMKM milik mereka.

    “Pelatihan ini akan membuat pemasaran produk dari UMKM di Balangan lebih luas”, pungkasnya.(wawan)

    Editor : Amran

  • Ekspor Ikan Kalsel Masih Bersaing di Tengah Pandemi

    Ekspor Ikan Kalsel Masih Bersaing di Tengah Pandemi

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pandaemi Covid-19 yang menguncang ekonomi dunia, termasuk di Indonesia masih bisa menggeliatkan kinerja ekspor komoditas perikanan di Kalsel.

    Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, menyampaikan diawal tahun tepatnnya tiga bulan awal 2020, kuartal pertama pertumbuhan ekonomi Kalsel masih positif. Yakni tumbuh hingga mencapai 5,68 persen jauh di atas rata2 nasional, terutama eksportir ikan.

    “Namun dibulan Mei, Juni eksportir ikan sempat turun disebabkan terjadinya hambatan transportasi antar negara, seperti lockdown dan dibatasinya jumlah pelayaran kapal maupun penerbangan,” katannya.

    Dikatakannya pula, Juli 2020 ekspor ikan kembali naik lebih dari 44 persen, dan terus naik dibulan agustus 13,57 persen dari Juli 2020. Ia menambahkan, wilayah Kalsel ada 8 perusahaan eksportir ikan, karena hasil laut tersebut mengekspor ikan diantarannya tenggiri, tongkol, udang, kepiting, labi-labi dan lain lain.

    “Ikan segar, daging ikan, udang beku ataupun ikan hidup dengan harga kisaran 6 hingga 9 US dolar per kilogram dengan jumlah ekspor perbulannya sebanyak 44 ton dengan tujuan ekspor Jepang dan Eropa,” kata Birhasani.

    Baca juga : Di Tengah Pandemi, Wisuda Drive Thru jadi Alternatif Poliban

    Kalsel ada 8 perusahan eksportir ikan dimana salah satunnya adalah PT. Karimata Timur yg beralamat di Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut. Perusahaan ini mempekerjakan ratusan tenaga kerja yg direkrut dari penduduk desa sekitaran perusahaan.

    “Perusahan ini sangat berkomitmen dengan standar produksi dengan menerapkan standar kerja yg higenis didukung dengan peralatan yg terjaga dan terpelihara dengan baik, termasuk timbangan yg selalu ditera secara terjadwal,” ucap Birhasani.(azka)

  • Agar Laku di Pasaran, Tanggui Dikreasi Lebih Menarik

    Agar Laku di Pasaran, Tanggui Dikreasi Lebih Menarik

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Tanggui atau Caping yang terbuat dari lembar daun nipah kini dikreasi agar lebih laku di pasaran.

    Para pengrajin harus berinovasi agar Tanggui semakin dikenal luas dengan penampilan yang menarik misal melakukan hiasan-hiasan atau bentuk ukuran yang kecil, yang besar. Bisa pula dijadikan Gantungan kunci dihias sasirangan serta hiasan lainnya.

    “Tanggui tersebut diberi warna kreasi yang menarik dari diberi payet airguci, kain planel, dan di cat berbagai motif agar tampilannya menarik,” ucap Ainah, Pengrajin Tanggui.

    Harganya bervariasi, mulai Rp 25 hingga Rp 40 ribu, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan dalam proses saat membuatnya.

    Untuk pemasaran terkadang peminatnnya kelompok sebuah kegiatan pentas seni atau sebuah acara, agar terlihat seragam. Ada pula yang membeli dari sekolah-sekolah, perguruan tinggi, dan instansi pemerintahan.

    “Terkadang turis lokal maupun luar juga ada yang memesan,” ucap Ainah.

    Diketahui Ainah (55), wanita paruh baya yang telah menggeluti pembuatan tanggui atau caping sejak kecik mengatakan, membuat tanggui tersebut dikarenakan seringnya membantu orang tuannya dulu sejak masih kanak-kanak.

    “Membuat tanggui atau caping ini adalah usaha turun temurun atau warisan dari orang tua, dari kakek hingga kami sudah melakoni pembuatan tanggui tersebut,” katanya Kamis (8/10/2020)

    Warga jalan Kuin Selatan RT 5, Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Utara ini juga mengatakan, Tanggui salah satu warisan budaya leluhur yang harus dilestarikan. Harus ada generasi penerus agar tradisi membuat tanggui tersebut jangan sampai hilang.

    “Generasi sekarang terkadang kurang melirik untuk membudayakan dengan tradisi leluhur seperti pembuatan tanggui ini,” katanya.

    Para pengrajin tanggui merupakan warga sekitar kuin rata rata mereka para ibu-ibu setengah baya, kini mulai berkurang terlebih dimasa pademi seperti sekarang. (azka)

    Editor : Akhmad

  • Mengenal Sejumlah Nama dan Ciri Monstera atau ‘Janda Bolong’

    Mengenal Sejumlah Nama dan Ciri Monstera atau ‘Janda Bolong’

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Tanaman Monstera atau ‘Janda Bolong’ merupakan tanaman hias yang lagi naik daun dan harganya gila-gilaan, yakni ratusan juta rupiah.

    Memiliki nama latin Monstera tersebut memang lagi hits di Indonesia, tak terkucuali juga di Banjarmasin. Tapi jangan salah, jenis tanaman ‘Janda Bolong’ terdiri dari berbagai jenis. Bagi mereka yang hoby dalam tanaman hias tak ada salahnya mengenal ciri dari tanaman ini.

    Klikkalsel.com mencoba mencari tahu kesejumlah pedagang kembang dan pecinta tanaman hias.
    Seperti yang dituturkan Mugni, warga Handil Bakti yang hoby dalam tanaman hias ‘Janda Bolong’ memiliki corak atau warna mulai putih, bercak kuning dan hijau, bintik-bintik, albino, hingga warna bergaris garis seperti bendera.

    “Tanaman ‘Janda Bolong’ sangat mudah dirawat dan ditanam,” katannya. Senin (5/10/2020).

    Dijelaskannya pula, menanam Mostera tak perlu keahlian yang khusus, ini adalah tanaman yang mudah tumbuh asal terkena sinar matahari dan air yang cukup.

    “Yang banyak dipasaran adalah jenis Monstera Deliciosa, sedangkan yang harganya eatusan juta namanya Monstera Obliqua,” katannya.

    Klikalsel juga mendatangi sejumlah pedagang kembang seperti di kawasan Pengambangan. Ziah mengatakan, ia tak menjual jenis Mostera Obliqua yang dimilikinya hanya jenis Mostera Deliciosa, dan hargtanya cukup murah dimana perdaunnya dengan harga Rp20 ribu.

    “Kalau jenis Obliqua saya tak mampu membelinnya ditempat saya hanya jual tanaman yang biasa, lagian harganya cukup tinggi,” katannya.

    Baca Juga : Tinggalkan Jualan Kelapa, Syahbani Geluti Usaha Relief Taman Minimalis

    Monstera Delicios Tanaman Janda Bolong jenis Monstera Deliciosa ini paling umum dan bisa ditemukan dimana saja.

    Monstera Borsigniana sama seperti jenis tanaman Monstera Deliciosa namun perbedaannya dilihat dari batang keduanya. Jika Deliciosa cenderung mengacak-acak, mengerut, atau membentuk tonjolan kecil, dan daunnya menempel pada batang.

    Monstera Obliqua ini salah satu tanaman yang sangat menakjubkan denga ciri khas daun yang berlubang. Lubang dalam daun ini bisa mencapai 90 persen dari permukaan daun dan memiliki tingkat ketipisan seperti kertas.

    Monstera Variegata tanaman Janda Bolong ini memiliki bentuk daun yang serupa dengan jenis Deliciosa namun warna yang dimiliki jenis Variegata bercorak putih dan hijau. Uniknya lagi, Janda Bolong jenis ini lebih sulit ditemukan dan harganya lebih mahal.

    Monstera Adansonii ini memiliki daun yang seluruh permukaannya terdapat lubang-lubang dan hampir memakan daun sekitar 50 persen. Jenis ini lebih mudah ditemukan.

    Monstera Pinnatipartita Tanaman Janda Bolong jenis Monstera Pinnatipartita memiliki daun yang sangat besar dan mengkilap, bukan lubang yang mengarah ke tepi daun Memiliki batang daun yang kaku dan kokoh disamping itu memiliki warna hijau zamrud. Tanaman Janda Bolong jenis ini juga sangat sulit ditemukan.

    Monstera Dubia Jenisini tidak memiliki daun yang permukaannya bolong atau sobek-sobek. Akan tetapi, jenis ini memiliki daun dengan warna ditengahnya berwarna putih tulang.

    Tanaman jenis ini juga bisa tumbuh dengan merambat. Jenis Monstera Dubia ini juga salah satu yang sulit ditemukan. Monstera Siltepecana ini memiliki daun lebar berbentuk tetesan air mata dengan lubang-lubang kecil di sekitar tengah daun.(azka)

    Editor : Amran

  • Gabung DRP, Omset Penjualan Toko Ini Mulai Menggeliat

    Gabung DRP, Omset Penjualan Toko Ini Mulai Menggeliat

    Banjarbaru, klikkalsel.com – Sempat terdampak akibat pandemi Covid-19, kini toko DRP Azzam yang terletak di Jalan Binamarga, RT 05/RW 03, Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) perlahan kembali ramai pembeli dan penjualan di toko kelontong ini mulai menggeliat.

    Pemilik Toko DRP Azzam Ani Srikandi menuturkan, selama virus Corona mewabah di Kalsel, khususnya di Banjarbaru membuat omset penjualan di tokonya merosot tajam.

    Bahkan penurunan omset di toko yang menjadi bagian dari Djarum Retail Partnership miliknya ini mencapai lebih dari 50 persen.

    “Sebelum adanya pandemi, omset toko kami yang buka mulai dari jam 6 pagi hingga jam 10 malam bisa mencapai Rp3 juta per hari. Minimal Rp2 juta bisa kami dapatkan. Tapi di awal pandemi, untuk mendapat Rp1,5 juta saja berat sekali karena saat itu banyak orang takut ke luar rumah,” tutur wanita yang akrab disapa Srikandi ini.

    Menurut ibu satu anak ini, penurunan omset di tokonya terjadi karena para mahasiswa harus belajar secara daring. Tidak ada lagi aktivitas belajar di kampus. Padahal Toko DRP Azzam letaknya tidak jauh dari Kampus Uniska Banjarbaru.

    Beruntung, di saat omset penjualan di toko kelontongnya merosot, usaha Srikandi lainnya berupa warung aneka sayuran matang tidak terpengaruh. Bahkan dari warungnya yang menyediakan lebih dari 50 menu masakan diantaranya oseng kangkong, oseng pare, sayur lodeh, hingga ikan asing tersebut, Srikandi bisa meraup omset hampir Rp3 juta per hari. Warung tersebut buka dari jam 11.30 hingga 17.00 WITA.

    “Jadi usaha saya ini saling melengkapi. Di saat toko sembako sepi, warung aneka sayuran tetap ramai pembeli. Sebagian besar pelanggan warung ini adalah pegawai kantoran yang mencari makan siang, di samping warga sekitar juga,” tandasnya.

    Namun kini Srikandi sedikit kembali bisa bernafas lega. Setidaknya sejak dua bulan terakhir, penjualan di Toko DRP Azzam mulai membaik dan omsetnya sudah mendekati saat sebelum pandemi Covid-19.

    “Alhamdulillah penjualan di Toko DRP Azzam mulai kembali ramai. Di sini, yang paling laku adalah minuman. Mungkin karena lokasi toko di pinggir jalan, jadi banyak orang mampir untuk membeli minuman atau rokok,” ujar Srikandi.

    Kolaborasi 11 komunitas motor yang tergabung dalam Bold Riders Banjarmasin juga menyempatkan diri untuk mampir di Toko DRP Azzam saat rolling city, Minggu (28/9/2020). Sebagian dari mereka membeli minuman dan rokok sebelum melakukan kegiatan untuk mendukung kebangkitan wisata di Hutan Pinus Mentaos.

    Ahmad Sholikhin mengatakan apa yang dilakukan komunitas motor Banjarbaru dan Banjarmasin ini tak sekadar mampir untuk membeli minuman. Tetapi mereka juga ingin membangkitkan perekonomian masyarakat yang sempat dihantam pandemi.

    “Kami memang sengaja mampir ke toko-toko kecil seperti Toko DRP Azzam ini. Selain dekat, apa yang kami lakukan juga ikut membantu meningkatkan penjualan di toko tersebut. Mungkin tak seberapa, tapi paling tidak ini adalah wujud dukungan kami kepada mereka,” ujar Likin, sapaan Ahmad Sholikhin. (rils)

    Editor : Akhmad

  • Buka Usaha Luandry Outdoor Berbuah Manis.

    Buka Usaha Luandry Outdoor Berbuah Manis.

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Zaman yang serba instan memunculkan banyak peluang dan alternatif usaha. Baik dalam skala besar ataupun kecil.

    Alam Barawana Azhar, misalnya, merintis membuka usaha laundry peralatan Outddor (@kdua_laundry) yang kini berbuah manis untuknya.

    Berawal saat masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi ternama di Kalimantan Selatan (Kalsel). Pria yang akrab di sapa Bara ini mengambil jurusan manajemen, sewaktu masih duduk di semester 1.

    Bara seakan akan terhipnotis dengan mata kuliah Pengantar Bisnis, yang mana pada saat dosen mengajar selalu memotivasi agar mahasiswa punya usaha sampingan.

    “Jangan terpatok sama 1 kerjaan saja kalo bisa ada sampingan lebih bagus,”tutur Bara menyampaikan pesan dari dosenya kepada klikkalsel.com, Minggu (4/10/2020).

    Lanjut, Bara menceritakan, Dosen ini menjelaskan dan mencontohkan setiap pembelajaran itu dengan contoh usaha laundry. Maka dari situ, mulailah tepikir hendak membuka usaha.

    “Setelah saya pikir pikir hendak buka usaha apa, yang terlintas laundry,” ujarnya.

    Namun, yang berbeda dari usaha laundy di buat Bara ini, ia memilih untuk laundry perlengkapan outdoor (@kdua_laundry), yang mana diakuinya terinspirasi karena basicnya yang suka kelapangan dan seorang pacinta alam, mulai situlah dia mencoba membuka usahs tersrbut.

    “Ditambah di Banjarmasin blum ada yang buka laundry peratan outdoor,” menurutnya.

    Dimana bisa kita lihat banyak orang yang beraktifitas di lapangan yang saat ini lagi trand anak muda baik dari kaum laki-laki maupun perempuan, yang mana mereka pasti memiliki barang barang outdoor.

    Bisnis inipun Bara jalankan sejak awal tahun 2018. Di Jalan Purnasakti Jalur 11 Komplek Purnamasari RT. 35 RW.03 Blok B No.12 Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), tempatnya tinggal.

    Menurut Bara, modal awal merintis usaha ini tidak terlalu memberatkan karena untuk membeli sabun, sikat khusus, dan peralatan lainnya tidak menguras tabunganya. Sehinga tarif harga yang di patoknya masih terjangkau.

    “Tarif jasa cuci ini mulai dari 15 ribu hingga 35 ribu. Tergantung Barang outdoornya, seperti Tenda, Jaket, Sepatu, Kantong Tidur, pokoknya perlengkapan Outdoor,” kata pria semster 5 ini.

    Berdasaekan amatannya, dalam menjalankan bisnis ini terkadang konsumen menganggap jasa ini bisa mengubah yang rusak menjadi seperti baru lagi, padahal hanya dirawat dengan bahan-bahan khusus.

    Oleh kareba itu, cara mencuci di tempatnya, tidak direndam atau disikat dengan sikat baju. Bahkan, tidak dijemur di bawah sinar matahari.

    “Diangin anginkan saja,” imbuhnya.

    Bara juga menambahkan, Masalah yang sering terjadi pada bisnis ini, hanyalah perihal bagaimana kita bisa menjaga kualitas layanan dengan waktu yang singkat.

    “Agar konsumen puas dengan hasil treatment kita dan kembali lagi untuk cuci,” pungkasnya.(airlangga)

    Editor : Amran

  • Kades Sarang Burung Optimis Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

    Kades Sarang Burung Optimis Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

    AMUNTAI, klikkalsel.com – Akses jalan menuju Desa Sarang Burung, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), awalnya hanya bisa dilalui untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

    Namun kali ini, jalan yang dibangun Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-109 tahun 2020 sudah terlihat lebar dan saat ini juga sudah bisa digunakan untuk kendaraan roda empat.

    Pelebaran jalan yang dikerjakan secara bergotong-royong oleh prajurit TNI bersama- sama masyarakat sekitar Desa Sarang Burung, praktis mendapatkan respon positif.

    Salah satunya dari Kepala Desa (Kades) Sarang Burung Asmuni Sabran yang optimis hasil program TMMD di desanya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

    Kades Asmuni juga mengaku bersyukur dan berharap program TMMD berjalan dengan baik dan lancar, khususnya pengerjaan pelebaran jalan yang terbilang sulit, meskipun dikerjakan secara tahap demi tahap.

    “Untuk sementara ini jalan ini sudah sekitar 250 meter pengerjaan tahap awal, kita lihat hasil pengerjaan antara TNI dan warga, apabila hasil koordinasinya berjalan dengan baik, program ini akan terus dilanjutkan oleh Pemerintah Daerah,” terangnya kepada awak media. Jumat, (2/10/2020).

    Pembangunan akses jalan, lanjutnya, dari dan menuju Desa Sarang Burung semakin memudahkan warga beraktivitas harian, dimana warga kebanyakan petani dan nelayan.

    “Akses jalan yang sebelumnya hanya dapat dilintasi kendaraan roda dua, diharapkan nantinya dapat benar-benar dilintasi roda empat,” tukasnya.

    Baca juga : Polres HST Terjunkan 79 Personil Kawal Kampanye Paslon di Pilbup HST

    Editor : Akhmad

  • Face Shield Hasil Karya IKM Diprioritaskan Bagi Para Pedagang Makanan

    Face Shield Hasil Karya IKM Diprioritaskan Bagi Para Pedagang Makanan

    AMUNTAI, klikkalsel.com – Sebanyak 500 buah alat pelindung diri (APD) face shield hasil karya Industri Kecil Menengah (IKM), diserahkan Dinas Perindustrian Perdagangan koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kepada Pemerintah Kabupaten setempat, guna diserahkan kembali kepada warga.

    Bantuan face shield diserahkan langsung Kepala Disperindagkop-UKM Kabupaten HSU H Akhmad Redani Effendi, diterima Bupati HSU H Abdul Wahid HK, dihalaman Rumah Dinas Bupati HSU, Kamis (1/9/2020).

    Kepala Disperindagkop-UKM Kabupaten HSU H Akhmad Redani Effendi menyampaikan, bantuan 500 face shield ini sendiri merupakan hasil dari Bimtek yang dilakukan Disperindagkop Kabupaten HSU, bekerjasama dengan Dirjen IKMA Kementrian Perindustrian RI dan Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, kepada sejumlah Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten HSU.

    “Sesuai arahan Bupati HSU, rencananya pelindung wajah atau face shield hasil karya IKM ini akan diprioritaskan untuk para pedagang, terutama pedagang makanan,” terangnya.

    Lebih lanjut dikatakannya, sesuai arahan Bupati HSU pula hasil kerajinan ini selayaknya dapat diberikan apresiasi dengan memberikan nilai nominal uang kepada para pengrajin, agar dapat kembali dijadikan modal membeli bahan baku pembuatan face shield ini.

    “Selama sekitar 5 hari pengerjaan melibatkan 5 IKM yang ada di Kabupaten HSU, dengan menyiapkan bahan yang bersumber dari dana Diklat Dirjen IKMA Kementrian Perindustrian RI,” katanya.

    Untuk itu, melalui pengembangan dan dengan modal bahan pembuatan sekitar Rp17.500, dirinya memastikan produksi pembuatan face shield ini nantinya akan memberikan keuntungan kepada para pengrajin serta berharap proses pembuatan APD face shield ini akan terus berkembang.

    “Belakangan ini selama pandemi berlangsung, pihaknya juga telah melakukan berbagai Bimtek kepada sektor usaha kecil, mulai dari membuat masker berbahan kain sasirangan sampai dengan pembuatan APD hazmat medis yang sesuai standard,” tandasnya.(doni)

    Editor : Amran

  • Tinggalkan Jualan Kelapa, Syahbani Geluti Usaha Relief Taman Minimalis

    Tinggalkan Jualan Kelapa, Syahbani Geluti Usaha Relief Taman Minimalis

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Ditengah pandemi sekarang tak sedikit orang mengalami kesulitan ekonomi, dari seorang karyawan hingga pedagang. Begitu juga yang dirasakan seniman dan musisi.

    Seperti yang dialami Iman Syahbana, warga Banua Anyar Banjarmasin Timur, ditengah merebaknya virus Corona (Covid-19) ia rela banting setir. Awalnnya seorang pedagang kelapa, kini menjadi jasa pembuat relief taman minimalis. Keuntungan didapat cukup lumayan jika dibanding sebagai seorang pedagang kelapa sebelumnnya.

    “Awalnnya hanya membuat taman taman kecil atau relief taman di depan rumah saja, ternnyata respon tetangga ingin minta buatkan juga. Dari situlah orang banyak tau mulai dan banyak pula yang meminta untuk dibuatkan relief tersebut,” katannya saat ditemui klikkalsel. Kamis, (1/10/2020).

    Menurut Syahbana, pembuatan relief taman minimalis atau kolam-kolam kecil tersebut tidak terlalu memakan tempat halaman, yang penting saat mewarnai relief taman tersebut dengan warna semenarik mungkin dan terkesan alami.

    “Relief yang disukai saat ini adalah pemandangan air terjun dengan hiasan batu-batu gunung yang dibuat senatural mungkin seperti warna aslinya, relief lereng-lereng pegunungan serta relief kolam,” ucap Syahbana yang juga pandai dalam seni melukis.

    Ditambahkannya pula, satu pembuatan relief minimalis tersebut bisa mencapai puluhan juta rupian tergantung model yang diinginkn oleh konsumen. Sedangkan untuk lama pembuatannya bisa mencapai
    paling lama satu minggu.

    “Saat ini konsumennya dari kota Banjarmasin dan Martapura saja, tak hanya warga rumahan yang minta buatkan, tetapi pemilik warung makan juga sering minta dibuatkan relief tersebut yang biasannya adalah air terjun,” katannya.(azka)

    Editor : Amran