Bintang Mercy Simbol Ikonik Partai Demokrat, Terpampang di Logo Tim Baiman FC

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Tim Baiman FC baru saja melounching Jersey klub sepakbola. Klub sepakbola ini menampilkan logo Bintang Mercy yang identik dengan Partai Demokrat.

Terang saja, masuki musim-musim politik, sejumlah relawan sudah mulai mendeklarasikan salah seorang tokoh yang didukung untuk maju dalam Pilkada 2024 mendatang.

Bahkan deklarasi tersebut gencar dilakukan oleh para relawan baik secara langsung atau melalui Media Sosial.

Berkaitan hal tersebut, Ketua Bawaslu Kota Banjarmasin, Muhammad Yasar, mengatakan bahwa karena saat ini tahapan sudah jalan dan banyak yang melakukan deklarasi.

Untuk itu pihaknya meminta agar ketika masuk dalam tahapan pencalonan bisa segera didaftarkan ke KPU.

“Itu didaftarkan agar jelas, agar tidak menjadi blunder bagi calon,” ujarnya, Jumat (24/6/2022).

Baca Juga : Sidang Lanjutan Korupsi HSU, Saksi Mengaku Telah Serahkan Rp 8 Milyar dan Pernah Diminta Carikan Dana Pilkada

Baca Juga : Basketball Competition 3×3, Ajang Mengukur Kemampuan dan Pengalaman Pebasket Muda Kalsel

Baru-baru ini Pemko Banjarmasin, baru saja melounching Jersey klub sepakbola Baiman FC yang dicetus oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin. Dimana logo dari Baiman FC tersebut memuat gambar Bola Bersayap dengan Bintang Mercy diatasnya.

Padahal logo Bintang Mercy tersebut merupakan simbol ikonik dari salah satu Partai Politik di Indonesia.

Berkaitan hal tersebut Yasar mengatakan bahwa karena saat ini masih belum masuk kedalam tahapan pencalonan dan kampanye. Maka pihaknya belum bisa mengatakan hal tersebut merupakan pelanggaran.

“Simbol-simbol berkaitan dengan Partai Politik, apabila sudah masuk kedalam tahapan, nanti prosesnya akan kita kaji. Apakah simbol ini masuk kedalam ranah kampanye atau belum,” bebernya.

“Kalau memang itu merupakan pelanggaran akan kita kaji dengan Divisi Penanganan Pelanggaran,” sambungnya.

Untuk itu pihak Bawaslu Kota Banjarmasin masih mengimbau semua pihak apabila ingin menggunakan atau mengeluarkan simbol-simbol sebelum masa kampanye. Diharapkan agar tetap berkoordinasi, terutama dengan pemerintah setempat.

“Jangan sampai nanti permasalahan simbol atau logo ini menjadi sebuah masalah. Baik dari sisi aturan daerah atau sisi aturan kepemiluan,” pungkasnya.(fachrul)

Editor : Amran