Penulis: Klikkalsel.com

  • Tertabrak Truk Molen, Mahasiswi Uniska Tewas Menggenaskan

    Tertabrak Truk Molen, Mahasiswi Uniska Tewas Menggenaskan

    LAKA – Tertabrak truk molen, korban yang tewas ditutupi kain kuning oleh warga. (istimewa/klikkalsel)

    BANJARMASIN, klikkalsel – Seseorang perempuan tewas di tempat, setelah tertabrak truk molen alias angkutan pengadon semen nopol DA 9609 UQ di Jalan Brigjend H Hasan Basry (Kayutangi), persis depan SMKN 4 Banjarmasin, Sabtu (30/12/2017) malam, sekitar pukul 22.55 WITA.

    (lebih…)

  • Uniska Siap Akreditasi Jurnal

    Uniska Siap Akreditasi Jurnal

    BANJARMASIN, klikkalsel– Salah satu indikasi kemajuan lembaga pendidikan adalah dengan adanya penelitian aktif oleh para dosennya yang dipublikasi melalui junal.

    (lebih…)

  • 2018 Dishut Tingkatkan Rehabilitasi Lahan Kritis

    2018 Dishut Tingkatkan Rehabilitasi Lahan Kritis

    BANJARBARU, klikkalsel– Melalui program Revolusi Hijua, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menurunkan luas lahan kritis di Kalsel.
    (lebih…)

  • Jangan Berlebihan Merayakan Tahun Baru

    Jangan Berlebihan Merayakan Tahun Baru

    BANJARMASIN, klikkalsel– Malam pergantian tahun biasanya dimeriahkan disejumlah daerah. Tak terkecuali warga Banjarmasin yang memenuhi sudut kota dengan kemeriahan kembang api.

    (lebih…)

  • Kantor BPS Banjarmasin Akan Dijadikan Markas Satpol PP

    Kantor BPS Banjarmasin Akan Dijadikan Markas Satpol PP

    BANJARMASIN, klikkalsel– Setelah hijrah dari perkantoran Pemko Banjarmasin ke eks kantor BPS Jalan KS Tubun, Banjarmasin Selatan awal 2016 lalu. Kini Satpol PP Banjarmasin rencananya kembali pindah markas pada 2018.

    (lebih…)

  • Awas, Trompet Bisa Tularkan Penyakit Difteri

    Awas, Trompet Bisa Tularkan Penyakit Difteri

    BANJARMASIN, klikkalsel- Bagi orangtua harus waspada terhadap anak yang ingin menggunakan terompet maupun topeng tahun baru. Sebab mainan itu bisa menularkan penyakit difteri.

    (lebih…)

  • Mengapa Sumber Daya Guru Masih Dipertanyakan

    Mengapa Sumber Daya Guru Masih Dipertanyakan

    Penulis : Muhammad Yuliansyah, S.Pd.,M.Pd
    (Dosen FKIP UNISKA Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin)

    Tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana yang diamanatkan  dalam amandemen UUD 1945.

    Hal tersebut adalah sebuah upaya untuk meningkatkan kualitas suatu bangsa dan tidak ada cara lain kecuali dengan peningkatan mutu pendidikan.

    Sejauh ini pemerintah telah melakukan berbagai inovasi demi perbaikan sistem pendidikan di Indonesia. Mulai dari gonta ganti kurikulum hingga pemberian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

    Terlepas dari itu semua, guru masih menjadi faktor utama dan terpenting dalam sistem pendidikan. Dimana guru merupakan tulang punggung serta tonggak utama berhasilnya ritual penularan ilmu kepada murid.

    Bahkan stigma yang muncul di masyarakat, kewajiban mendidik dan mengajar anak kewajiban guru tanpa menyadari orangtua pun memiliki tanggung jawab yang sama sebenarnya.

    Saat harapan kepada guru begitu besar, kompetensi sumber daya guru masih dipertanyakan. Baik secara skill dalam mengajar hingga penguasaan terhadap materi yang diajarkannya.

    Guru-guru tentunya juga mempunyai harapan terpendam yang tidak dapat mereka sampaikan kepada siswanya. Memang, saat ini masih banyak guru yang kurang kompeten. Banyak orang menjadi guru karena tidak diterima di jurusan lain saat kuliah atau kekurangan dana.

    Belum lagi masalah gaji guru. Saat kita ingin meningkatkan sumber daya pengajar tentu kita tidak dapat mengabaikan upah kerja mereka. Karena diharapkan kesejahteraan guru juga meningkatkan etos kerja dalam mendidik anak-anak kita.

    Tentu kita tak ingin lagi mendengar guru yang nyambi ngojek malam demi terap ngebulnya dapur mereka. Sehingga saat mengajar mereka lemes dan ngantuk karena energinya terkuras untuk ngojek.

    Jika fenomena ini dibiarkan berlanjut, tidak lama lagi pendidikan di Indonesia akan hancur mengingat banyak guru-guru senior yang berpengalaman pensiun.

    Pemerintah telah menggulirkan program sertifikasi untuk guru, dimana tujuan sertifikasi adalah untuk meningkatkan kualitas kompetensi guru yang pada akhirnya diharapkan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan. Baru kemudian diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan guru secara finansial.

    Namun yang menjadi kurang logis sertifikasi ini dilaksanakan setelah seseorang menjadi guru. Apakah tidak sebaiknya uji sertifikasi atau sertifikasi guru di laksanakan sebelum seseorang itu menjadi guru.

    Mungkin itu akan lebih menjamin tenaga pengajar yang telah di terjunkan dari awal telah memiliki kompetensi. Sehingga tidak lagi merepotkan guru yang sudah lama mengajar tapi belum tersertifikasi.

    Hal itu akan sangat merugikan peserta didik, karena di waktu yang seharusnya mereka mendapatkan materi tapi malah di gunakan pengajarnya untuk mengurusi sertifikasinya.

    Keadaan demikian maka hal yang sebenarnya menjadi tujuan utama pererintah untuk dapat meningkatkan sumber daya pengajar agar mampu mendidik peserta didiknya sesuai yang diharapkan yakni mampu mutu serta kualitas pendidikan.

    Tapi justru malah sebaliknya, karena keadaan yang memaksa pendidik untuk tidak focus pada tugas utamanya yakni mengajar. Akan tetapi harus sibuk sendiri dan lebih mementingkan sertifikasinya.

    Karena dalam sertifikasi ini yang di dapatkan bukan hanya sertifikat guru berkualifikasi sebagai pendidik tapi juga demi kesejahteraan dimasa mendatang, yakni dengan adanya sertifikasi keberadaan seorang guru akan lebih dihargai. Namun haruskah peserta didik yang menjadi korban dalam hal ini.(*)
     

  • LGBT Mulai Berani Menampakkan Diri

    LGBT Mulai Berani Menampakkan Diri

    BANJARMASIN, klikkalsel– Pro dan kontra terkait kehadiran kelompok  Lesbian Gay Bisexual Transgender (LGBT) mulai diperdebatkan.

    (lebih…)

  • Sukses, Atlet Mendapat Bonus dari Gubernur Kalsel

    BANJARBARU, klikkalsel– Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan bonus kepada insan olahraga yang sukses menyumbang medali di bidang olahraga olahraga baik tingkat nasional, maupun internasional.

    Bonus sebesar Rp 360 juta yang diberikan pemrov melalui Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, adalah sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan buat para atlet, pelatih, pelatih, dan asisten pelatih.

    Sebelumnya, Pemprov Kalsel juga telah memberikan bonus kepada atlet dan pelatih yang berprestasi pada PON di Jawa Barat. Bonus yang diberikan kepada peraih emas sebesar Rp 200 juta.

    Pemrov Kalsel melalui Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor memberikan bonus kepada para insan olahraga yang sukses meraih medali emas. (foto : baha/klikkalsel)

    Paman Birin sapaan akrab Sahbirin Noor mengharapkan, untuk para penerima bonus terus berlatih, berjuang mempersiapkan diri agar dimasa depan mampu berprestasi lebih baik.

    “Sekaligus dalam rangkaian kita, mempersiapkan diri menjadi tuan rumah PON 2024 yang nantinya akan membanggakan banua,” tutur Sahbirin Noor usai menyerahkan bonus, dilapangan Kantor Gubernur Banjarbaru, Jumat (29/12/2017).

    Selain itu, Gubernur Kalsel ini juga berkeinginan agar seluruh insan olahraga bisa bahu membahu sehingga Kalsel menjadi Tuan Rumah PON 2024.

    “Sukses menjadi tuan rumah penyelenggara, sekaligus sukses mempersiapkan atlet,” ucapnya.

    Adapun perolehan medali yang diraih atlet dari Kalsel pada Popnas 2, lima medali emas, lima  perak dan Sembilan perunggu. Sedangkan pada Peparpenas meraih tiga medali emas, 12 perak dan 10 perunggu.

    Sementara pada kejuaraan nasional antar PPLP dan sentra seluruh Indonesia tahun 2017, memperoleh Sembilan medali emas, tujuh perak dan 10 perunggu. Bahkan, untuk angkat besi Kalsel meraih juara umum. (baha)

    Editor : Amran

  • Bisnis Jual Darah Dibantah PMI

    Bisnis Jual Darah Dibantah PMI

    BANJARMASIN, klikkalsel– Tudingan dari pihak tak bertanggung jawab, terkait ada bisnis menjual darah hasil donor kepada warga, dibantah oleh Palang Merah Iindonesia (PMI) Kalsel.

    (lebih…)