KRI Dewaruci Membawa Budaya Indonesia, Dikenal Dunia

KRI Dewaruci yang melakukan olahgerak kapal sebelum tambat di Pelabuhan Trisaksti. (foro : baha/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel– Kapal bersejarah milik TNI AL dan merupakan kapal latih tiang tinggi yakni Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci tambat di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Rabu (21/2/2018) sore.

KRI Dewaruci menjadi gambaran kebudayaan Indonesia yang kini sudah dikenal oleh dunia. (foto : baha/klikkalsel)

Kedatangan kapal buatan Jerman tersebut disambut hangat oleh ratusan anak sekolah, masyarakat, TNI AL dan tamu undangan yang ikut menyaksikan kapal tersebut bersandar.

Kehadiran KRI Dewaruci di Kota Seribu Sungai, dalam rangka kegiatan Latihan praktek (Lattek) Navigasi 3 untuk Taruna Tingkat III Akademi Angkatan Laut Korps Pelaut Angkatan Ke-64 di Banjarmasin,.

Kapal layar legendaris milik TNI AL tersebut telah mengelilingi tujuh samudera dan dunia untuk pelatihan Taruna dan Taruni juga sekaligus memperkenalkan kebudayaan Indonesia dimata dunia setiap tahunnya.

Kapal berukuran 58,5 meter dan lebar 9,5 meter dari kelas Barquentine dijadwalkan tambat di Pelabuhan Trisakti selama tiga hari dengan membawa 38 Taruna AAL Tingkat 3 Korps Pelaut yang sedang melaksanakan pelayaran Latihan Praktik Navigasi Astronomi atau pelayaran dengan menggunakan bintang beserta komandan kapal, Letkol Laut (P) Rahadian Rahmadi dan Satgas.

KRI Dewaruci yang dinakhodai Rahardian Rahmadi diikuti 38 Taruna AAL Tingkat 3 Korps Pelaut yang terdiri dari 31 Taruna dan 7 Taruni ini sedang melaksanakan pelayaran Lattek Navigasi Astronomi atau pelayaran dengan menggunakan bintang.

Lattek bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi Taruna dalam melaksanakan prosedur navigasi dan lego jangkar serta penggunaan tangkal dasar dalam merencanakan dan melaksanakan lego jangkar di alur sempit.

”Pelayaran navigasi ini akan menempuh rute Surabaya-Banjarmasin-Semarang dan kembali ke Surabaya selama 10 hari”, ucap Rahardian Rahmadi.

Sejak tahun 2016 hingga saat ini, Rahardian Rahmadi menjadi Komandan KRI Dewaruci. Setelah melaksanakan Lattek pelayaran Navigasi 3 ini, ia berharap Taruna Korps Pelaut mampu melaksanakan prosedur  bernavigasi secara profesional dalam rangka mendukung penugasan nanti di Kapal perang RI atau KRI.

Kapal yang dibuat pada tahun 1952 oleh H. C. Stulcken dan Sohn Hamburg, Jerman Barat, pertama diluncurkan pada tanggal 24 Januari 1953 dan pada bulan Juli dilayarkan ke Indonesia oleh taruna AL dan kadet ALRI.

Setelah itu KRI Dewaruci yang berpangkalan di Surabaya, ditugaskan sebagai kapal latih yang melayari kepulauan Indonesia dan sudah dua kali mengelilingi dunia.

Kapal yang memiliki kecepatan 10 knot  dengan menggunakan mesin dan 9 knot  kalau menggunakan layar ini, kembali berlayar pada Jum’at sore ke Kota Semarang juga menggelar open ship.

“Jadi bagi warga Banjarmasin mulai besok sampai Jum’at siang, dapat menaiki dan melihat langsung KRI Dewaruci dari pukul 08.00 Wita hingga 18.00 Wita,” tandasnya.(baha)

Editor : Amran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.