BANJARMASIN, Klikkalsel.com – Calon Walikota Banjarmasin, Hj Ananda punya cara tersendiri mendorong tingkat partisipasi pemilih generasi milenial pada Pilkada Serentak 2020. Bagi Ananda, sudah bukan jamannya anak muda antipati terhadap nuansa politik.
Calon Walikota termuda yang berusia 36 tahun tersebut mengatakan alasan mengapa anak muda harus melek politik. Menurutnya, kebijakan pemerintahan syarat dengan muatan politik, di mana regulasi yang dikeluarkan pemerintah baik itu di bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan akan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Kendati demikian, Runner up Puteri Indonesia 2006 ini menekankan, agar para generasi milenial tidak menutup diri di saat momen kontestasi Pilkada Serentak tahun ini. Sebab, anak muda harus punya pilihan.
“Jadi jangan dikira Pillkada ini apa sih. Bagi ulun (saya) politik ini penting yang menentukan nasib Banjarmasin, nasib Kalsel itu salah satunya politik ini. Jadi kalau kita tidak peduli dengan politik, sama dengan kita tidak peduli dengan Banjarmasin,” ujarnya saat program Dialog KlikMenyapa, Minggu (20/9/2020) lalu.
Di samping itu, Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat juga berharap anak muda tidak antipati masuk ke dunia politik. Berkaca dari pengalaman, ia mengatakan mulai menjadi kader organisasi sayap partai pada tahun 2002 lalu. Hal tersebut ia lakukan demi menepis nada sumbang yang terkesan merendahkan kapabilitas anak muda.
Berkat rentetan pengalaman yang jalani, Ananda bersyukur dapat membuktikan berkiprah di dunia politik. Ia dilantik sebagai perempuan pertama dan termuda menjabat Ketua Partai Golkar Banjarmasin pada tahun 2016. Setahun kemudian di 2017, Ananda mendapat amanah jabatan Ketua DPRD Kota Banjarmasin. Hal ini pun mencatat sejarah di kota berjuluk Seribu Sungai, perempuan pertama dan termuda yang menjabat sebagai Ketua DPRD.
Kemudian, Pemilu Legislatif ia kembali terpilih sebagai wakil rakyat dan mengemban amanah jabatan Wakil Ketua DPRD Banjarmasin tahun 2019. Selanjutnya di tahun 2020, Ananda memutuskan untuk ikut kontestasi Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin.
“Jadi ulun tidak pernah, ‘aku ini hendak jadi wali kota Banjarmasin binian (perempuan)’, tidak pernah seperti itu. Tidak pernah ulun itu mau jadi yang pertama dan yang termuda, bagi ulun hendak jadi wali kota ini jangan pilih karena ulun binian tetapi karena ulun kompeten dan mampu, itu maksud ulun,” pungkas Calon Wali Kota Banjarmasin Nomor Urut 4 berpasangan dengan Mushaffa Zakir. (rizqon)
Editor : Akhmad





