BANJARMASIN, klikkalsel – Lantaran tempat pemakaman umum milik umat Nasrani di Gang Kasturi, Banjarbaru sudah penuh terpakai.  Sejumlah umat Nasrani dari Perwakilan Yayasan Sejahtera Abadi menuntut pergantian lahan Kamboja untuk dijadikan TPU dan menggelar pertemuan dengan dinas terkait yang dijembati DPRD Banjarmasin, Kamis (11/4/2019).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) H Mukhyar mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan areal TPU sebagai pergantian lahan Kamboja, yang sebelumnya merupakan lahan pemakaman untuk umat Kristen yang meninggal.
“Lahannya ada di Jalan A Yani Km.22, luasannya 2,4 hektare,†ujarnya, kepada wartawan, usai menggelar pertemuan tersebut di DPRD Banjarmasin.
Sebenarnya, kata dia, tawaran lahan tersebut sudah disampaikan beberapa tahun sebelumnya. Namun, pihak Yayasan Sejahtera Abadi yang membawahi pemakaman umat Nasrani tersebut tidak ada respon. “Namun berkat pertemuan di hari ini, sudah ada titik temu,†katanya lagi.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sejahtera Abadi Agustinus Tambing menyatakan, belum diresponnya tawaran lahan seluas 2,4 hektare tersebut, karena ada hibah yang disampaikan melalui surat wasit  ditulis Thohar, di  mana hibah lahan Kamboja sebelumnya disepakati dengan lahan seluas 10 hektare.
Selain itu, sebutnya, di lahan yang disiapkan Pemko Banjarmasin tersebut sudah dipakai 1 hektera untuk pemakaman jenazah TPU Kamboja sebelumnya, lahan yang tidak terawat, serta tidak adanya fasilitas pendukung.
Lagipula, Agustinus menghitung, dalam setahun jumlah orang Nasrani yang meninggal diantara 150-170 jiwa. Sehingga lahan seluas 2,4 hektere yang disiapkan tentu hanya cukup dalam waktu sekian tahun.
“Setelah pertemuan tadi, kami pun menerima tawaran lahan tersebut. Sebab, dinas terkait sudah berjanji akan membersihkan lahan tersebut serta membuatkan pendopo dan fasilitas pendukung lainnya,†ujarnya
Menurut dia, saat ini areal pemakaman umat Nasrani yang ada di Gang Kasturi, Banjarbaru sudah penuh sesak. “Bahkan, sampai satu lubang ada yang dimakamkan sampai tiga mayat. Istilahnya tumpang talu,†cecarnya.
Menanggapi itu, Ketua DPRD Banjarmasin dr Hj Ananda menyebutkan, selama realistis siap membantu terkait penyediaan lahan TPU untuk kaum Nasrani itu. “Dari sisi kemanusiaan dan menghindari kesan atau anggapan diskriminasi. Saya sebagai wakil rakyat siap membantu,†katanya.
Disebutkannya, keinginan Yayasan Sejahtera Abadi agar di areal TPU yang disiapkan Pemko tersebut dibuatkan pagar, selokan dan pendopo masih masuk akal.
Terkait tuntutan 10 hektare bagi Nanda, sapaan akrabnya, hal tersebut sangat logis karena nilai konversi lahan Kamboja yang ada di kota, tak sebanding dengan areal yang disiapkan Pemko Banjarmasin, karena letaknya jauh dari kawasan perkotaan.(farid)
Editor : Alfarabi





