Remaja Bawa Sajam Viral, Pemko Banjarmasin Kaji Pembinaan ala Barak

Kepala Kesbangpol Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin saat ditemui usai pertemuan Forkopimda

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pemko Banjarmasin mulai merumuskan langkah penanganan yang lebih terstruktur dalam merespons maraknya fenomena perilaku negatif remaja yang belakangan kembali menjadi sorotan.

Bahkan beberapa waktu lalu, kembali viral di media sosial aksi para remaja yang membawa sajam di kawasan jembatan Banua Anyar, Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin Timur, saat akan melakukan tawuran.

Sehingga Pemko Banjarmasin berupaya membahas hal itu dalam forum lintas sektor yang melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sebagai bagian dari strategi menyusun solusi jangka panjang yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin, mengatakan forum tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan daerah untuk menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam menangani persoalan tersebut.

“Atas arahan Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota, pemerintah kota mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang komprehensif melalui sinergi dengan Forkopimda,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

“Karena fenomena perilaku negatif remaja ini membutuhkan solusi lintas sektor sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” sambungnya.

Menurutnya, persoalan kenakalan remaja tidak bisa diselesaikan hanya dari satu sisi, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak, mulai dari pemerintah, institusi pendidikan, aparat penegak hukum, hingga keluarga dan masyarakat.

Baca Juga : Polisi Ungkap Aksi Viral Konvoi Sajam di Banjarmasin, Delapan Remaja Diamankan

Baca Juga : Tertangkap Tangan Bawa Sajam, Buruh di Basirih Selatan Diamankan Polsek Banjarmasin Selatan

Dalam pertemuan dengan Forkopimda tersebut, salah satu opsi yang mencuat adalah pembinaan melalui pelatihan kedisiplinan di lingkungan semi-militer atau barak.

Kendati demikian, Muzaiyin menegaskan bahwa wacana tersebut masih dalam tahap kajian mendalam dan belum menjadi keputusan final.

“Itu salah satu opsi yang muncul dalam rapat internal dan masih kami godok lebih lanjut sesuai arahan pimpinan,” ucapnya.

“Konsepnya bukan seperti penjara, tetapi lebih kepada pembinaan kedisiplinan dan bela negara, misalnya melalui pelatihan di lingkungan seperti Rindam atau tempat pembinaan serupa,” lanjutnya.

Ia juga mengungkapkan, pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pembinaan yang lebih terarah, khususnya bagi remaja yang telah terlibat dalam perilaku berisiko, tanpa mengesampingkan aspek pendidikan dan masa depan mereka.

Namun ia menekankan bahwa seluruh opsi yang tengah dibahas tidak akan diambil secara tergesa-gesa. Pemko Banjarmasin akan memastikan setiap langkah yang diambil telah melalui kajian komprehensif dari berbagai sudut pandang.

“Seluruh opsi yang dibahas akan diformulasikan secara matang dengan mempertimbangkan aspek hukum, pendidikan, psikologis anak, serta efektivitas pelaksanaannya di lapangan,” tandasnya.(fachrul)

 

Editor: Amran