Krisis Pengawasan Pelajar, Pemko Banjarmasin Pertimbangkan Barak Pembinaan

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Viral di media sosial aksi sekelompok remaja yang mengacungkan senjata tajam di kawasan Jembatan Pengambangan, Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin Timur, dan diduga hendak melakukan tawuran.

Peristiwa ini bukan sekadar insiden sesaat, melainkan kembali membuka persoalan lama yang belum terselesaikan, dan lemahnya pengawasan terhadap remaja, khususnya di lingkungan satuan pendidikan di Kota Banjarmasin.

Aksi berbahaya ini tak hanya kali ini terjadi, bahkan sebelumnya pernah ada video viral siswa yang mengenakan seraham sekolah di Banjarmasin sedang berkelahi di salah satu gang kecil.

Lantas sudah sejauh mana kontrol dan pembinaan terhadap pelajar saat ini? Bahkan fenomena ini juga mengindikasikan adanya celah dalam sistem pendidikan dan pengawasan sosial.

Sekolah yang seharusnya menjadi ruang pembinaan karakter, dinilai belum sepenuhnya mampu mencegah perilaku menyimpang di luar jam belajar. Di sisi lain, minimnya pengawasan berkelanjutan turut memperbesar potensi remaja terlibat dalam aktivitas berisiko.

Situasi ini mendorong Pemerintah Kota Banjarmasin bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mengambil langkah lebih serius.

Tidak hanya sebatas penindakan, pendekatan pembinaan pun mulai disiapkan sebagai solusi jangka panjang, dengan mengadopsi pola yang dinilai efektif dari daerah lain.

Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah model pembinaan remaja yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang menekankan pada penguatan karakter, kedisiplinan, serta keterlibatan aktif berbagai pihak.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda usai membuka kegiatan Pertemuan Forkopimda di Sekber Khatib Dayen, mengatakan bahwa dirinya tidak memungkiri adanya tindakan kekerasan dengan senjata tajam yang dilakukan oleh sekelompok remaja baru-baru ini.

“Untuk itu kita dari Pemko Banjarmasin bergerak cepat untuk menindak lanjuti masalah ini. Tapi perlu diingat masalah ini tidak bisa diselesaikan secara instan, karena ini merupakan masalah yang sudah mengakar,” ucapnya.

Respon cepat atas video viral tersebut yakni Forkopimda Kota Banjarmasin langsung menggelar pertemuan untuk membahas sejumlah langkah yang kedepannya dilakukan.

Baca Juga : Pemko Banjarmasin Rayakan May Day dengan Aksi Nyata untuk Kesejahteraan Buruh

Baca Juga : Serapan Anggaran Pemko Banjarmasin Masih Rendah, Wali Kota Minta SKPD Percepat Realisasi

“Jadi ini adalah beberapa langkah dasar yang kami lakukan untuk menindak lanjuti jangka panjanganya. Makanya dalam rapat ini seluruh Forkopimda kita undang, karena tidak bisa kalau hanya Pemko sendiri,” tuturnya.

“Karena ini untuk jangka panjang, kami mengundang institusi pendidikan, karena yang melakukan perbuatan ini adalah mereka yang masih duduk di bangku sekolah,” sambunya.

Dalam kegiatan tersebut tentunya Pemko Banjarmasin mengundang Dinas Pendidikan, serta Kepala Sekolah mulai dari SD, SMP, hingga SMA sederajat yang ada di Banjarmasin.

“Tadi malam kami sudah rapat dan merumuskan langkah kongkret yang kami lakukan untuk menindak lanjuti masalah ini,” ungkapnya.

“Kalaupun memang memungkinkan arahan pak Wali Kota kita akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Gubernur Jawa Barat,” tambahnya.

Upaya memasukan anak atau remaja yang bermasalah ke barak untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut sudah direncanakan untuk dilaksanakan di Banjarmasin.

Pasalnya apa yang telah dilakukan di Jawa Barat berjalan dengan efektif untuk menekan angka kekerasan yang dilakukan anak maupun remaja seperti ini.

“Kemungkinan itu ‘memasukan ke barak’ akan dilakukan, tapi ada juga cara persuasif lainnya yang sudah difikirkan dalam pertemuan Forkopimda ini,” pungkasnya.(fachrul)

 

Editor: Amran