BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kota Banjarmasin kembali mencatatkan capaian positif di tingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai salah satu kota toleran di Indonesia versi SETARA Institute tahun 2025.
Penghargaan tersebut disampaikan pada tahun 2026 melalui undangan terbatas yang hanya diikuti sekitar 20 kabupaten/kota se-Indonesia.
Dalam pengumuman tersebut, Banjarmasin berhasil menempati peringkat ke-13 sebagai kota toleran secara nasional.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin, menjelaskan bahwa capaian ini menunjukkan konsistensi daerah dalam menjaga nilai-nilai keberagaman di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
“Terkait dengan tahun 2025 lalu, dan penyampaiannya di tahun 2026 ini. Kota Banjarmasin termasuk yang menjadi perhatian dan mendapatkan penghargaan SETARA Institute,” ujarnya.
“Kita mendapatkan undangan terbatas sekitar 20 Kabupaten/Kota yang mendapatkan penghargaan, dan saat pengumuman Banjarmasin mendapat peringkat ke 13 untuk kota toleran seluruh Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga :Â Penanaman Pohon Hingga Reformasi Sampah, Semangat 500 Tahun Kota Banjarmasin
Baca Juga :Â Polisi Amankan Puluhan Motor saat Razia Balap Liar di Banjarmasin
Ia menambahkan, berdasarkan hasil penilaian tersebut, Banjarmasin masuk dalam kategori kota dengan tingkat toleransi terbaik pada zona mapan atau Establish Zone.
“Banjarmasin masuk dalam kriteria kota terbaik pada zona mapan atau Establish Zone di Indonesia, menurut index dari SETARA Institute tahun 2025,” jelasnya.
Meski demikian, Muzaiyin mengakui bahwa persaingan antar daerah dalam indeks kota toleran semakin ketat dari tahun ke tahun. Hal ini turut memengaruhi dinamika peringkat yang diraih Banjarmasin.
“Dalam perkembangannya memang ada dinamika penilaian yang cukup tinggi, dimana persaingan antar kota yang ikut serta didalamnya,” ungkapnya.
“Meski langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemko Banjarmasin sudah cukup banyak, tetapi memang juga tingkat persaingan dan tingkat toleransi di Kabupaten/Kota lain juga cukup tinggi,” ungkapnya.
Ia menerangkan, secara historis peringkat Banjarmasin mengalami fluktuasi, dari peringkat 13 pada 2023, turun ke posisi 15 di 2024, dan kembali naik ke posisi 13 pada 2025.
Menurutnya, capaian ini diharapkan menjadi pijakan untuk peningkatan di masa mendatang, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah.
“Ini mudah-mudahan menjadi batu loncatan awal agar kita bisa terus tingkatkan lagi prestasi ini. Agar ditahun depan peringkat kita bisa lebih meningkat lagi dengan segala daya upaya yang dilakukan dari sisi Pemko Banjarmasin yang dilaksanakan pak Wali Kota dan Ibu Waki Wali Kota,” tuturnya.
“Kemudian juga dari unsur masyarakat dari forum-forum yang ada, terutama forum komunikasi umat beragama dan juga forum pembauran kebangsaan,” tuturnya.
Ia menegaskan, peran forum lintas agama dan lintas etnis sangat strategis dalam menjaga harmoni sosial di kota berjuluk Seribu Sungai ini.
“Jadi kedua aspek tersebut dari sisi keagamaan dan sisi kesukuan atau etnis ini sangat besar perannya dalam mendukung terjaganya toleransi di kota banjarmasin,” tambahnya.
Selain itu, Pemko Banjarmasin juga telah memiliki perangkat regulasi yang mengatur penguatan toleransi, baik melalui peraturan daerah (Perda) maupun peraturan wali kota (Perwali) sebagai turunan teknisnya.
“Perda tentang toleransi dan turunannya sudah ada, tapi secara teknis pelaksanaan dan implementasi dari pada Perda toleransi tadi diatur melalui Perwali,” jelasnya.
Di tahun 2026 ini, Pemko Banjarmasin berkomitmen untuk semakin memperkuat kolaborasi dengan berbagai forum dan organisasi masyarakat guna menjaga serta meningkatkan nilai toleransi.
“Kita akan lebih kembangkan lagi dengan memaksimalkan forum yang ada kemudian juga kerukunan antar umat beragama, kerukunan antar suku dan forum-forum lainnya yang ada di Kota Banjarmasin, termasuk organisasi masyarakat untuk lebih maksimal lagi menjaga nilai-nilai toleransi ini,” pungkasnya.(fachrul)
Editor: Amran





