Terbengkalai, Galeri Sasirangan Sungai Jingah Tunggu Serah Terima Aset untuk Diperbaiki

Galeri sasirangan di Sungai Jingah yang kondisinya sangat memprihatinkan

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kondisi Galeri Sasirangan di kawasan Sungai Jingah, Banjarmasin Utara, yang terbengkalai menuai perhatian, fasilitas yang sebelumnya diharapkan menjadi etalase promosi kain khas daerah itu kini tampak tidak terurus.

Pemko Banjarmasin melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) menyatakan belum dapat melakukan perbaikan karena masih menunggu proses serah terima aset.

Kepala Disbudporapar Banjarmasin, Ibnu Sabil, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih memproses pengembalian aset dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Galeri tersebut sebelumnya merupakan bantuan dari program Corporate Social Responsibility (CSR),” terangnya, Senin (13/4/2026).

Ia mengatakan, penyelesaian proses serah terima menjadi langkah awal sebelum pemerintah dapat mengambil tindakan lebih lanjut.

Setelah nantinya resmi menjadi aset pemerintah daerah, perbaikan akan segera diusulkan melalui perubahan anggaran tahun 2026.

Baca Juga : Sambut 500 Tahun Kota Banjarmasin, LDMS 2026 Disiapkan Jadi Panggung Besar Ekonomi Kreatif Sasirangan

Baca Juga : Tinjau Sungai Gampa hingga Kampung Sasirangan, Yamin Dorong Normalisasi Sungai sebagai Solusi Banjir Berkelanjutan

Sabil menegaskan, selama status aset belum berada di bawah pengelolaan pemerintah, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pemeliharaan maupun pengelolaan.

“Sekarang masih proses penyerahan ke kami dari Pokdarwis. Karena mereka juga tidak bisa mengelola dan melakukan pemeliharaan, maka aset ini sedang kami proses untuk dikembalikan,” jelasnya.

Kondisi galeri yang tidak terurus ini dinilai mengurangi potensi kawasan Sungai Jingah sebagai destinasi wisata budaya, khususnya dalam memperkenalkan kain khas daerah, sasirangan.

Padahal, menurut Sabil galeri yang diresmikan pada 2020 lalu tersebut sempat menjadi harapan baru bagi para pengrajin sasirangan sebagai ruang promosi dan pemasaran produk mereka.

Pemko Banjarmasin pun berharap proses administrasi dapat segera rampung, sehingga perbaikan dan optimalisasi fungsi galeri bisa dilakukan untuk kembali menghidupkan kawasan tersebut.

“Ini juga bisa membantu para pengrajin sasirangan untuk di display kembali di galeri tersebut,” pungkasnya.(fachrul)

Editor: Amran