BANJARMASIN, klikkalsel.com – Menyongsong Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, Pemerintah Kota mulai tancap gas menyiapkan Lomba Desain Motif Sasirangan (LDMS) 2026 sebagai langkah strategis dalam mengangkat ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Neli Listriani, di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Dharma Praja.
LDMS 2026 tidak lagi sekadar agenda rutin tahunan. Lebih dari itu, ajang ini diposisikan sebagai panggung besar untuk memperkuat kain sasirangan sebagai identitas budaya sekaligus komoditas unggulan daerah.
“LDMS ini bukan hanya lomba, tapi bagian dari strategi besar kita untuk mengangkat potensi lokal menjelang 500 tahun Kota Banjarmasin,” ujar Neli.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan pelaku UMKM, perajin, hingga generasi muda dalam menciptakan inovasi motif sasirangan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki daya saing di pasar.
“Kami ingin lahir desain-desain baru yang kreatif dan bernilai jual tinggi, sehingga sasirangan bisa semakin kuat di pasar,” ucapnya.
Tak hanya berfokus pada kreativitas, Pemerintah Kota juga menargetkan dampak ekonomi nyata dari penyelenggaraan LDMS 2026. Ajang ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat.
“Kegiatan ini harus memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga. Jangan hanya jadi seremoni, tapi benar-benar menggerakkan ekonomi,” terangnya.
Dalam rapat tersebut, berbagai aspek teknis turut dimatangkan, mulai dari konsep lomba, kriteria penilaian, hingga strategi promosi agar mampu menjangkau lebih banyak peserta dan meningkatkan gaung kegiatan.
Selain itu, sinergi lintas sektor juga ditekankan agar hasil dari lomba tidak berhenti sebagai karya semata, melainkan dapat dikembangkan menjadi produk unggulan yang berkelanjutan.
Melalui LDMS 2026, Pemko Banjarmasin ingin menegaskan posisinya sebagai kota kreatif berbasis budaya, sekaligus memperkuat sasirangan sebagai ikon dalam momentum bersejarah lima abad kota ini.
“Ini momentum besar. Kita ingin Banjarmasin tidak hanya dikenal sebagai kota seribu sungai, tapi juga sebagai kota kreatif dengan identitas budaya yang kuat,” pungkasnya.(fachrul)
Editor: Amran





